Apakah anak sering merasa jijik saat menyentuh makanan tertentu, mainan bertekstur lembek, atau benda dengan bau yang kuat? Jika iya, bisa jadi sistem sensori anak belum seimbang.
Kondisi ini cukup umum terjadi dan merupakan bagian dari proses tumbuh kembang yang wajar. Namun, orang tua tetap perlu memahami cara mengatasi anak jijikan agar si kecil lebih nyaman dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Penyebab Anak Jijikan
Sebelum mencari cara mengatasinya, penting bagi orang tua memahami apa yang membuat anak mudah merasa jijik.
Rasa jijik biasanya bukan karena anak manja, tetapi karena sistem sensori mereka masih belajar menyesuaikan diri terhadap berbagai rangsangan baru dari lingkungan. Berikut ini beberapa penyebab kenapa anak bisa jijikan yang perlu diketahui orang tua:
1. Sensitivitas Tinggi pada Sentuhan atau Bau
Beberapa anak memiliki sistem sensori yang lebih peka dibanding anak lain. Saat merasakan tekstur yang lengket, licin, atau bau menyengat, mereka bisa merasa tidak nyaman bahkan menolak untuk menyentuhnya.
Ini bukan karena manja, melainkan karena otak anak sedang belajar menyesuaikan diri terhadap berbagai rangsangan dari luar.
2. Pengalaman Tidak Nyaman Sebelumnya
Anak mungkin menjadi jijikan karena pernah mengalami pengalaman buruk. Misalnya, pernah memegang benda kotor atau makanan yang membuatnya mual.
Rasa tidak nyaman tersebut bisa terekam dalam ingatan dan memunculkan reaksi negatif saat menghadapi hal serupa di kemudian hari.
3. Rasa Takut terhadap Hal Baru
Anak-anak yang belum terbiasa dengan berbagai jenis tekstur, bau, atau bentuk benda bisa merasa takut mencoba hal baru. Reaksi jijik menjadi bentuk perlindungan diri ketika mereka belum yakin apakah sesuatu itu aman atau tidak.
Baca: Mengatasi Brainrot pada Anak dengan Aktivitas yang Lebih Bermakna
Cara Mengatasi Anak Jijikan
Setelah memahami penyebabnya, orang tua bisa membantu anak mengatasi rasa jijik dengan cara yang positif dan menyenangkan. Pendekatan yang lembut, tanpa paksaan, akan membuat anak lebih mudah beradaptasi dan berani mencoba hal-hal baru di sekitarnya.
1. Kenalkan Perlahan Hal-Hal Baru dengan Cara Positif
Proses mengatasi anak jijikan tidak bisa dilakukan secara instan. Kenalkan berbagai tekstur, bau, atau makanan baru secara bertahap. Misalnya, biarkan anak melihat atau mencium makanan terlebih dahulu sebelum menyentuhnya.
Berikan contoh positif dengan menunjukkan ekspresi senang saat mencoba hal tersebut.
2. Jangan Memaksa Anak untuk Mencoba
Pemaksaan justru bisa membuat anak semakin takut atau trauma. Sebaliknya, beri waktu bagi anak untuk beradaptasi dengan ritmenya sendiri.
Orang tua dapat memberi dorongan halus seperti, “Kamu mau coba pegang sedikit?” sambil memberikan pujian ketika anak berani mencoba.
3. Gunakan Permainan Sensori untuk Menstimulasi
Aktivitas sensori sangat efektif dalam membantu anak menyesuaikan diri dengan berbagai sensasi baru. Permainan seperti bermain pasir kinetik, menggambar dengan cat jari, atau bermain air bisa membantu anak mengenali tekstur tanpa tekanan.
Aktivitas ini juga melatih sistem sensori agar lebih seimbang dan responsif terhadap berbagai rangsangan.
Baca: Ciri Anak Cocok Ikut Balet, Taekwondo, & Gymnastic
Atasi Anak Jijikan dengan Ikut Kelas Sensori!

Membiasakan anak dengan berbagai tekstur dan sensasi memang membutuhkan waktu dan kesabaran. Namun, dengan pendekatan yang lembut dan menyenangkan, orang tua bisa mengatasi anak jijikan secara efektif tanpa membuatnya stres.
Untuk hasil yang lebih optimal, ajak anak mengikuti kelas sensori untuk anak di Sparks Sports Academy! Kelas ini dirancang khusus untuk membantu anak mengeksplorasi berbagai tekstur, warna, dan sensasi dengan cara yang aman dan positif.
Melalui permainan lembut yang menyenangkan, anak akan belajar lebih terbuka, percaya diri, dan nyaman menghadapi hal-hal baru dalam kehidupannya.






