Anak Suka Mencubit Bukan Nakal tapi Butuh Pendampingan yang Tepat

Anak Suka Mencubit Bukan Nakal tapi Butuh Pendampingan yang Tepat

Table of Contents

Banyak orang tua merasa khawatir atau bahkan kesal saat anak suka mencubit, entah itu mencubit orang tua, teman, atau bahkan dirinya sendiri. 

Namun, perilaku ini tidak selalu berarti anak nakal. Pada usia balita, mencubit sering kali menjadi cara anak mengekspresikan emosi yang belum bisa ia sampaikan lewat kata-kata. Penting bagi orang tua untuk memahami maknanya dan tahu bagaimana merespons dengan tepat.

Mengapa Anak Suka Mencubit?

Sebelum menegur atau menghentikan perilaku mencubit, penting bagi orang tua memahami alasan di baliknya. Biasanya, anak suka mencubit bukan karena ingin menyakiti, melainkan karena sedang mencari cara untuk mengekspresikan perasaan atau menarik perhatian dengan bahasa yang mereka pahami.

Berikut beberapa alasan kenapa anak-anak suka mencubit yang perlu Anda ketahui:

1. Ingin Menarik Perhatian

Salah satu alasan umum mengapa anak suka mencubit adalah karena mereka ingin mendapatkan perhatian dari orang di sekitarnya. 

Ketika anak mencubit dan melihat reaksi orang tua, seperti terkejut atau menegur, ia belajar bahwa perilaku tersebut efektif untuk mendapatkan respons. Ini bisa menjadi pola yang berulang jika tidak diarahkan dengan benar.

2. Belum Bisa Mengontrol Emosi

Anak-anak masih belajar mengenali dan mengatur perasaannya. Saat merasa marah, kecewa, atau frustrasi, mereka mungkin belum tahu cara yang tepat untuk mengekspresikan emosi itu. 

Mencubit menjadi bentuk pelampiasan spontan, terutama ketika mereka tidak mampu menyampaikan apa yang dirasakan dengan kata-kata.

3. Overstimulasi atau Frustrasi

Dalam beberapa kasus, anak mencubit karena mengalami overstimulasi. Misalnya, ketika suasana terlalu ramai, bising, atau penuh aktivitas. Hal ini bisa membuatnya kewalahan dan berusaha menenangkan diri dengan tindakan fisik seperti mencubit. 

Kondisi frustasi juga dapat memicu perilaku ini, terutama bila anak merasa tidak dimengerti.

Baca: 3 Cara Efektif Mengatasi Anak Jijikan agar Lebih Terbuka pada Hal Baru

Cara Menghadapi Anak yang Suka Mencubit

Setelah memahami penyebabnya, langkah berikutnya adalah membantu anak mengelola perilaku mencubit dengan cara yang tepat. Pendekatan yang lembut, sabar, dan konsisten akan membuat anak merasa dimengerti serta belajar menyalurkan emosinya secara lebih positif.

1. Jangan Langsung Memarahi Anak

Reaksi marah justru bisa membuat anak semakin bingung atau takut. Saat anak mencubit, tenangkan diri terlebih dahulu, lalu tanggapi dengan nada lembut namun tegas. Katakan, “Mencubit itu sakit, ya!

Kalau marah, boleh bilang Ibu atau Ayah.” Dengan cara ini, anak belajar bahwa mencubit bukan cara yang tepat untuk mengekspresikan perasaan.

2. Tunjukkan Cara Mengekspresikan Emosi dengan Benar

Anak perlu diajari alternatif positif untuk mengungkapkan emosi. Misalnya, ketika marah, ajarkan anak untuk menarik napas dalam, memeluk bantal, atau mengatakan perasaannya secara verbal. 

Dengan latihan konsisten, anak akan belajar bahwa ada cara lain yang lebih baik daripada mencubit.

3. Alihkan ke Aktivitas Sensori atau Permainan Lembut

Kegiatan sensori dapat membantu anak menyalurkan energi dan emosi dengan cara yang aman. Misalnya, bermain pasir kinetik, slime, air, atau menggenggam bola stres.

Aktivitas seperti ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga melatih kemampuan anak dalam mengontrol impuls dan menenangkan diri.

Baca: Manfaat Tummy Time untuk Bayi, Cara, dan Tips Agar Si Kecil Nyaman

Atasi Anak yang Suka Mencubit dengan Ikut Kelas Sensori!

CTA Banner Sparks Sports Academy - Kelas Olahraga

Kebiasaan anak suka mencubit sebenarnya adalah bagian dari proses belajar mengenali dan mengendalikan emosi. Dengan pendampingan yang sabar dan respons yang tepat, perilaku ini bisa perlahan berkurang seiring waktu.

Untuk membantu anak menyalurkan emosinya dengan cara positif, ajak ia mengikuti kelas Sensori untuk Anak di Sparks Sports Academy!

Melalui aktivitas lembut dan permainan interaktif, anak belajar mengontrol perasaan, meningkatkan fokus, serta berinteraksi dengan lingkungan secara sehat dan menyenangkan.

Dengan bimbingan yang tepat, anak tumbuh lebih tenang, percaya diri, dan bahagia.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%