Gentle Parenting: Pengertian, Penerapan, dan Manfaatnya

Gentle Parenting: Pengertian, Penerapan, dan Manfaatnya

Table of Contents

Banyak orang tua modern kini beralih ke gentle parenting, metode pengasuhan yang berfokus pada empati dan komunikasi positif. Sebab, pendekatan ini dinilai lebih manusiawi dibanding pola asuh tradisional yang sering melibatkan hukuman. Mari mengenal lebih dalam tentang pengertian, cara penerapan, dan manfaatnya!

Key Takeaways: 

  • Gentle parenting adalah pendekatan yang menempatkan empati dan komunikasi sebagai pondasi utama dalam mendidik buah hati.
  • Gentle parenting bukan berarti memanjakan anak, tetapi mengajarkan disiplin dengan empati dan komunikasi yang penuh rasa hormat.  
  • Langkah penerapannya dapat dimulai dengan kesadaran orang tua, penetapan batasan yang jelas, serta bangun komunikasi positif.

Apa Itu Gentle Parenting?

Secara garis besar, gentle parenting merupakan pendekatan yang menempatkan empati dan komunikasi sebagai pondasi utama dalam mendidik anak. Alih-alih menuntut kepatuhan melalui hukuman, orang tua diajak untuk memahami emosi anak dan memberi bimbingan dengan penuh kesabaran. 

Konsep ini dipelopori oleh Sarah Ockwell-Smith, yang percaya bahwa anak belajar lebih efektif melalui contoh positif, bukan tekanan. Riset dari ParentData.org pun menunjukkan bahwa anak yang dibesarkan dengan cara ini cenderung memiliki pengendalian emosi yang lebih baik. 

Meski begitu, hasil studi dari Journal Plos mengingatkan bahwa keberhasilan metode ini tetap memerlukan komitmen, stabilitas, dan keseimbangan emosi dari pihak orang tua.

Baca: Helicopter Parenting: Ciri-ciri dan Dampaknya Bagi Anak

Langkah Praktis Menerapkan Gentle Parenting

Setelah memahami konsepnya, berikut beberapa cara sederhana menerapkan pola asuh lembut di rumah.

1. Mulai dari Kesadaran Diri

Sebelum membimbing anak, orang tua perlu mengenali emosinya sendiri. Ketika anak marah atau menangis, jangan langsung emosi dan marah. Coba validasi perasaannya dengan kalimat seperti, “Aku tahu kamu kecewa karena mainannya rusak”. Cara ini akan akan membantu anak memahami emosinya dan merasa didengarkan.

2. Tetapkan Batasan yang Jelas

Empati bukan berarti membiarkan semua perilaku anak, baik atau buruk. Anak tetap butuh aturan untuk belajar tanggung jawab, namun jelaskan alasannya dengan lembut. Misalnya, “Kita tidak boleh memukul karena bisa melukai orang lain”. Lewat pendekatan gentle parenting ini anak akan belajar disiplin tanpa ada rasa takut.

3. Bangun Komunikai Positif Setiap Hari

Luangkan waktu untuk berbicara dan bermain bersama anak. Dengarkan tanpa menghakimi, beri perhatian penuh, dan refleksikan perasaan satu sama lain. Rutinitas ini dapat memperkuat kelekatan emosional sekaligus menumbuhkan rasa saling percaya antara orang tua dan anak.

Baca: 4 Penyebab Anak Pemalu dan Penakut yang Perlu Diperhatikan

Manfaat Gentle Parenting

Nilai-nilai dalam pola asuh juga memiliki banyak kelebihan untuk anak sekaligus orang tua. Berikut di antaranya. 

1. Melatih Pengendalian Emosi

Lewat pendekatan yang penuh pengertian, anak akan belajar memahami dan mengekspresikan emosi dengan cara yang sehat tanpa rasa takut dimarahi. Suasana di rumah pun menjadi lebih nyaman dan tenang, karena setiap permasalahan bisa diselesaikan tanpa emosi berlebih.

2. Meningkatkan Hubungan Orang Tua dan Anak

Sebuah studi di National Library of Medicine menemukan bahwa pola asuh yang memprioritaskan ikatan dan kelembutan dapat meningkatkan hubungan antara orang tua dan anak. Ini terjadi karena anak menerima segenap cinta, waktu, dan dukungan penuh dari orang tuanya.

3. Menumbuhkan Kerja Sama dan Empati Sosial

Empati merupakan salah satu prinsip dasar gentle parenting. Karena orang tua menerapkan empati untuk memahami anak, anak pun akan belajar melakukan hal yang sama. Tentu saja, hal ini juga akan mereka lakukan pada orang lain, di mana anak akan belajar memahami perasaan orang lain dan memberikan tanggapan yang positif.

4. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Melansir laman Parents, pola asuh satu ini mampu mengurai risiko anxiety pada anak. Ini karena orang tua tidak fokus pada perilaku buruk anak, mereka justru akan memberikan motivasi agar anak dapat berkembang dan meningkatkan kemampuannya. 

Karena itu, anak pun akan merasa didukung dan dihargai, sehingga mereka tidak takut untuk mengambil risiko dan mencoba hal-hal baru.

5. Orang Tua Dapat Berkembang

Tak hanya anak, lewat pola asuh ini orang tua juga dapat berkembang dan menjadi pribadi yang lebih baik. Sebab, orang tua juga akan belajar untuk mengenal dan menghargai anak serta diri mereka sendiri. Mereka pun belajar untuk mengatasi emosi di berbagai situasi sulit.

Baca: 5 Cara Mengatasi Anak Pemalu dan Penakut, Jangan Dihakimi!

Sudah Memahami Apa Itu Gentle Parenting?

Intinya, gentle parenting mengajarkan keseimbangan antara kasih sayang dan kedisiplinan. Melalui empati dan komunikasi yang sehat, anak pun dapat tumbuh lebih percaya diri dan mampu memahami emosinya sendiri. 

Namun, orang tua harus tetap memiliki batasan dan melakukan kerja sama dengan setiap orang yang terlibat dalam tumbuh kembang anak, termasuk sekolah. Anda pun dapat mengandalkan Spark Sports Academy yang fokus membantu anak berkembang secara alami dan bahagia. 

Apalagi dengan adanya aktivitas positif seperti olahraga juga dapat membantu anak belajar disiplin, kerja sama, serta sportivitas. Lingkungan ini pun sejalan dengan nilai pola asuh yang menekankan perkembangan fisik, mental, dan emosional secara seimbang. Mari awali perjalanan anak menuju perkembangan positif di Sparks Sports Academy!

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%