Setiap orang tua memiliki naluri untuk selalu melindungi dan memberikan yang terbaik untuk anaknya. Namun tanpa disadari, sebagian justru terjebak dalam pola asuh yang dikenal dengan snowplow parenting. Istilah ini menggambarkan orang tua yang kerap ‘membersihkan jalan’ di depan anak supaya mereka tidak mengalami hambatan.
Pola asuh ini bisa jadi berangkat dari niat baik orang tua yang sayang kepada anaknya. Akan tetapi, pola asuh ini juga menimbulkan sejumlah dampak negatif terhadap perkembangan anak, seperti cemas berlebihan hingga tidak bisa mandiri menghadapi tantangan. Mari simak lebih lanjut pengertian hingga dampak parenting satu ini!
Key takeaways:
- Pola asuh snowplow adalah ketika orang tua berusaha menghilangkan segala rintangan yang menghalangi jalan sang anak dengan berlebihan.Â
- Ciri-ciri orang tua snowplow yaitu terlalu protektif, berlebihan mengontrol kehidupan anak, dan mencari pembenaran atas kesalahan anak.Â
- Dampak negatif pola asuh snowplow, yaitu anak menjadi tidak tahan menghadapi rasa frustasi, mudah cemas, dan problem solving buruk.
Mengenal Apa Itu Snowplow Parenting
Snowplow parenting merupakan pola asuh di mana orang tua berusaha menghilangkan segala rintangan yang menghalangi jalan anaknya. Hal ini seperti cara kerja mesin snowplow yang menyingkirkan salju dari jalan sehingga orang yang melaluinya bisa melintas dengan aman tanpa khawatir terjatuh atau terpeleset.
Mengutip Parents, Jessica Lahey–penulis buku parenting–mengatakan salah satu penyebab gaya pengasuhan snowplow menjadi tren tidak terlepas dari peran media. Media menyebabkan orang tua meyakini bahwa anak-anak selalu dalam bahaya. Alhasil, orang tua merasa harus selalu melindungi anak-anaknya dari ancaman.Â
Padahal, ketika orang tua terus-menerus mengendalikan situasi dan mengambil alih tanggung jawab anak, mereka tanpa sadar menghambat kemampuan anak untuk tumbuh mandiri dan percaya diri. Anak jadi terbiasa bebas dari masalah karena bantuan dari orang tuanya.
Baca: Gentle Parenting: Pengertian, Penerapan, dan Manfaatnya
Ciri-Ciri Orang Tua yang Menerapkan Snowplow Parenting
Apakah Anda termasuk orang tua yang menerapkan snowplow parenting? Terkadang, orang tua tidak menyadari telah menerapkan pola pengasuhan ini dalam keseharian. Berikut beberapa cirinya.
1. Berlebihan Melindungi Anak
Orang tua yang menerapkan pola pengasuhan snowplow cenderung mengambil langkah lebih jauh saat melindungi anak. Mereka terlalu protektif melindungi anak dari berbagai potensi kegagalan atau tantangan yang kompleks sehingga tidak mengizinkan anak untuk melakukan aktivitas yang sesuai dengan usianya karena khawatir bahaya.
2. Terlalu Mengontrol Kehidupan Anak
Orang tua yang mengontrol kehidupan anak sampai tidak memberi ruang untuk membuat keputusan sendiri juga termasuk tanda dari pola asuh snowplow. Mereka mengatur seluruh jadwal dan kegiatan anak tanpa melibatkan pendapat anak. Bahkan, sering mengambil keputusan atas nama anak karena takut anak membuat kesalahan.
3. Mencari Pembenaran untuk Kesalahan Anak
Ketika anak berbuat salah, sudah sewajarnya mereka menghadapi konsekuensi dari tindakannya itu. Namun, bagi orang tua yang menerapkan snowplow parenting, mereka berusaha melindungi anak dari akibat tindakannya dengan cara membuat alasan untuk membenarkan perilaku anak, alih-alih menyuruh mereka untuk bertanggung jawab.
Baca: Ciri-ciri Anak Aktif dan Perbedaannya dengan Anak Hiperaktif
Dampak Negatif Snowplow Parenting pada Anak
Terdapat beberapa dampak negatif yang akan anak rasakan dari pola pengasuhan snowplow ini. Cek penjelasan selengkapnya berikut ini.
1. Tidak Tahan Menghadapi Rasa Frustasi
Anak yang terbiasa ‘diselamatkan’ oleh orang tuanya dari berbagai masalah cenderung kurang tahan menghadapi rasa frustasi ketika menghadapi tantangan sendiri. Mereka jadi lebih mudah menyerah karena tidak terbiasa berjuang menyelesaikan suatu kesulitan secara mandiri.
2. Problem Solving yang Buruk
Karena orang tua selalu ikut campur dalam menghilangkan rintangan yang menghadang kehidupan anak, kemampuan problem solving anak pun melemah. Hal ini karena mereka jarang memiliki kesempatan untuk mencari solusi sendiri sehingga cenderung menunggu bantuan datang.
3. Tidak Mampu Mengatasi Kekecewaan
Melansir Verywell Mind, anak yang belum pernah mengalami tekanan atau kegagalan cenderung tidak tahan mengatasi kekecewaan ketika itu terjadi pada hidup mereka. Mereka terbiasa dengan hasil positif berkat bantuan dari orang tuanya, sehingga belum siap menghadapi emosi negatif saat keinginannya tidak berjalan sesuai harapan.Â
4. Meningkatkan Kecemasan
Dampak negatif lainnya dari snowplow parenting yaitu bisa meningkatkan kecemasan pada anak. Pasalnya, anak tidak tahu cara menghadapi situasi yang menantang sehingga mereka tidak dapat membangun ketahanan mental. Alhasil, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang mudah cemas dan takut gagal atau berbuat salah.
Baca: Si Kecil Tak Bisa Diam? Ini 4 Cara Mengatasi Anak Aktif
Sudah Tahu tentang Snowplow Parenting?
Pola pengasuhan tipe snowplow umumnya lahir karena orang tua yang cemas anaknya mengalami kegagalan. Namun, jika porsinya berlebihan, pola asuh ini dapat merugikan perkembangan anak dalam jangka panjang.
Orang tua perlu menahan diri untuk tidak selalu ikut campur membereskan masalah anak. Sebaliknya, orang tua perlu memberikan ruang bagi anak agar mereka dapat belajar dari setiap tindakan dan keputusannya. Dari proses itulah, ketangguhan, kemandirian, dan kepercayaan diri anak dapat terbentuk.
Salah satu cara yang efektif melatih ketangguhan dan kepercayaan diri anak adalah dengan mendaftarkannya ke Sparks Sports Academy. Sparks Sports Academy menyediakan berbagai program kelas aktivitas fisik yang seru, mulai gymnastic, multisport, ballet, taekwondo, hingga futsal. Dari situ, anak tidak hanya mendapat manfaat dari segi fisik tetapi juga mendukung perkembangan kognitif, sosial, dan emosional.







