Langkah Efektif Menerapkan Digital Parenting di Rumah

Langkah Efektif Menerapkan Digital Parenting di Rumah

Table of Contents

Saat ini, digital parenting adalah konsep yang sangat penting untuk orang tua yang ingin anaknya mendapatkan pendampingan optimal saat menjelajahi dunia online secara aman dan produktif. Konsep ini bukan sekadar membatasi screen time, melainkan memahami media digital hingga menjaga keseimbangan antara kehidupan online dan offline.

Ketika orang tua memahaminya, mereka dapat memanfaatkan teknologi sebagai alat pendukung tumbuh kembang anak, bukan sumber risiko. Mempraktekkan pola asuh digital juga berarti kedua orang tua berperan aktif dalam memahami perilaku digital anak dan menyediakan lingkungan yang mendukung dalam pertumbuhan kognitif, sosial-emosional, dan etis anak di dunia maya.

Key Takeaways

  • Digital parenting melibatkan aturan, dukungan, dan pemahaman terhadap aktivitas digital anak.
  • Orang tua yang sadar akan risiko dan manfaat teknologi dapat membimbing buah hatinya secara lebih efektif.
  • Strategi utama dalam pola asuh digital meliputi pembuatan aturan secara jelas, komunikasi terbuka, dan menjadi model dalam penggunaan teknologi secara bijak.
  • Faktor sumber daya, kesiapan keluarga, dan keahlian/kemampuan digital orang tua berpengaruh terhadap keberhasilan penerapan pengasuhan digital ini.

Pengertian Digital Parenting

Digital parenting merupakan praktik pengasuhan di mana orang tua berusaha memahami, mendukung, dan mengatur aktivitas anak di dunia maya. Pola asuh ini juga mengacu pada bagaimana orang tua terlibat dalam mengatur relasi anak-anaknya dengan media sosial.

Itu artinya, pola asuh digital bukan sekadar tentang memonitor anak ketika menggunakan gadget, melainkan bagaimana membekali anak dengan kesadaran atas risiko, keterampilan digital, dan kepercayaan diri dalam menavigasi dunia online secara tepat dan aman.

Baca: Mengenal Mindful Parenting, Manfaat, Hingga Cara Penerapannya

Mengapa Digital Parenting Begitu Penting?

Saat ini, dunia telah dipenuhi oleh perangkat digital yang mudah diakses oleh anak-anak seperti smartphone, media sosial, tablet, dan game online. Tanpa adanya pengasuhan digital yang tepat, anak berpotensi menghadapi beragam risiko seperti:

  • Paparan konten yang tidak relevan;
  • Cyberbullying;
  • Penggunaan waktu layar atau screen time secara berlebihan; dan
  • Gangguan terhadap perkembangan sosial-emosi.

Sebagai contoh, kesadaran orang tua terkait pola asuh digital yang rendah berkorelasi terhadap penggunaan media bermasalah terhadap anak. Lantas, bagaimana dengan orang tua yang aktif dalam melakukan pola asuh digital, seperti berkomunikasi secara terbuka, memberi bimbingan, dan memberi model digital yang baik?

Mereka akan membantu anak dalam mengembangkan kebiasaan digital secara sehat, mengurangi potensi dampak buruk penggunaan media, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis.

Baca: 7 Aktivitas Saat Liburan yang Bikin Anak Tetap Aktif Tanpa Gadget

Strategi Menerapkan Digital Parenting

Terdapat beberapa langkah praktis yang dapat Anda terapkan agar pola asuh digital berjalan dengan baik. Beberapa langkahnya adalah sebagai berikut.

1. Bangun Komunikasi Terbuka

Mulailah percakapan rutin mengenai aktivitas digital anak. Tanyakan apa yang sudah mereka tonton, siapa yang sudah mereka ajak berinteraksi, dan bagaimana perasaannya ketika online.

Jangan sekadar memberi aturan tanpa memberi penjelasan. Anda perlu memberi penjelasan mengapa aturan tersebut Anda buat. Dengan begitu, anak akan memahami dan turut bertanggung jawab atas tindakan dan keputusannya.

2. Terapkan Aturan dan Batasan secara Jelas

Anda harus mengatur waktu layar, jenis konten apa yang Anda perbolehkan, dan waktu bebas gadget (seperti sebelum tidur atau ketika makan). Pendekatan semacam ini termasuk di dalam praktik “meditation” dalam digital parenting.

Aturan tersebut juga harus konsisten dan telah menjadi kesepakatan bersama, bukan dari satu pihak. Anda bisa melibatkan anak dalam proses pembuatan aturan, sehingga mereka merasa dihargai sehingga lebih patuh.

3. Jadilah Contoh yang Baik

Orang tua wajib menjadi “model” dalam penggunaan teknologi, misalnya bagaimana memanfaatkan smartphone saat di meja makan, menanggapi notifikasi, dan menjaga etika online. Dalam jurnal Parenting and Digital Media, sikap orang tua terhadap media digital akan sangat berpengaruh terhadap sikap anak.

Contohnya, memberi batasan penggunaan gawai Anda sendiri ketika bersama anak. Langkah ini akan membuat Anda benar-benar hadir, baik secara fisik dan emosional.

4. Ajari Keterampilan Digital dan Literasi Media

Teknologi bukan sekadar tentang hiburan, tapi alat pembelajaran dan kreativitas. Anda bisa mendorong anak agar memanfaatkan media digital secara positif, seperti mengeksplorasi coding sederhana, membuat video edukatif, hingga mengembangkan proyek kreatif. Anda juga bisa mengajari mereka agar mengenali risiko seperti cyberbullying, hoax, dan privasi digital.

5. Pantau dan Evaluasi Rutin

Lakukan monitoring terhadap aktivitas anak, bukan sekadar memata-matai secara terus-menerus. Anda perlu melakukannya dengan cara yang hormat dan transparan.

Contohnya, tinjau aplikasi apa saja yang mereka gunakan, diskusikan konten atau game yang mereka suka, maupun menanyakan apakah mereka nyaman atau takut. Hal tersebut membantu menghadirkan kepercayaan dan memperkuat hubungan anak dengan orang tua dalam ranah digital.

Baca: Karate atau Taekwondo untuk Anak: Mana yang Lebih Cocok?

Seimbangkan Digital dan Perkembangan Nyata Anak

Mempraktikkan pola asuh digital secara konsisten memang perlu usaha, kesabaran, dan kemampuan beradaptasi. Akan tetapi, orang tua bisa menjadi sahabat dan mentor bagi anak, bukan sekadar pengawas pasif. Dengan begitu, anak bisa tumbuh menjadi generasi tangguh, cerdas, dan bertanggung jawab.

Jika ingin memaksimalkan tumbuh kembang anak melalui stimulasi sensorik dan aktivitas fisik, daftarkan mereka ke Sparks Sports Academy. Sparks Sports Academy merupakan tempat anak bisa berkembang melalui character building, aktivitas olahraga, disiplin, dan memperkuat keterampilan sosial.

Hasilnya, Anda bisa memperkuat hasil digital parenting. Anak pun akan mendapatkan fondasi yang tepat agar berhasil di dunia nyata dan dunia digital.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%