Ciri Pola Asuh Dolphin Parenting, Kelebihan, dan Kelemahan

Dolphin Parenting: Ciri Pola Asuh, Kelebihan, dan Kelemahan

Table of Contents

Tahukah Anda? Di dunia parenting, nama hewan sering diadopsi untuk mendeskripsikan berbagai jenis gaya asuh sesuai dengan karakteristik hewan tersebut. Salah satu istilahnya yaitu dolphin parenting, yang terinspirasi dari hewan lumba-lumba (dolphin) yang terkenal cerdas, ramah, dan protektif, namun memberikan kebebasan.

Key takeaways

  • Dolphin parenting menekankan keseimbangan antara kedisiplinan dan kebebasan, serta ketegasan dan kehangatan.
  • Tujuan gaya asuh lumba-lumba adalah agar anak bisa lebih bahagia, mandiri, cerdas, percaya diri, dan berani mengambil risiko.
  • Namun, penerapannya cukup sulit dan menantang karena orang tua harus menyeimbangkan kedua sikap yang berbeda, yakni tegas dan fleksibel.
  • Kuncinya, orang tua harus konsisten dan beradaptasi dengan dinamika keluarga masing-masing.

Apa Itu Dolphin Parenting?

Berdasarkan Fimela, dolphin parenting adalah jenis pola asuh yang menyeimbangkan antara kedisiplinan dan kebebasan, serta ketegasan dan kehangatan. Mirip perilaku induk lumba-lumba yang tegas namun fleksibel.

Tujuannya agar anak tumbuh menjadi individu yang bahagia, mandiri, cerdas, percaya diri, dan berani mengambil risiko. Melansir laman Dr. Shimi Kang, dalam buku “The Dolphin Way”, Kang menganjurkan orang tua masa kini untuk mengasuh ala lumba-lumba.

Sebab, dolphin parenting merupakan gabungan terbaik antara tiger parenting dan jellyfish parenting. Artinya, induk lumba-lumba bukan seperti harimau yang suka mengatur, atau ubur-ubur yang permisif dan tak punya nyali.

Selain itu, Kang juga membahas tentang pencapaian jangka panjang ketika mengajarkan anak-anak untuk bekerja keras dan bertanggung jawab. Namun, ia juga menekankan pentingnya menjaga kesejahteraan emosional dan kesehatan mental anak, agar benar-benar sukses di kemudian hari.

Baca: Parenting VOC: Pengertian, Ciri, dan Dampaknya terhadap Anak

Ciri Pola Asuh Dolphin Parenting

Konsep dolphin parenting tidak terpaku hanya pada satu metode, melainkan bisa mengkolaborasikan metode parenting lainnya sesuai kebutuhan, situasi, dan usia anak. Berikut ini adalah ciri-ciri pola asuh seperti lumba-lumba.

1. Sebagai Pemandu

Orang tua bertindak sebagai pemandu, bukan sebagai instruktur yang memberikan perintah berlebihan. Anda harus membimbing dan membiarkan anak untuk mengambil jalannya sendiri dengan arahan yang jelas. Sehingga, anak menjadi lebih mandiri dan memahami tanggung jawab di balik pilihannya tersebut.

2. Sebagai Motivator dan Pendengar

Orang tua memotivasi anak untuk mengejar minat dan tujuan mereka sendiri. Orang tua juga selalu menjadi pendengar yang baik tanpa menginterupsi, sehingga anak berani mengungkapkan pendapat dan perasaannya, serta terlibat dalam diskusi tentang pilihannya. Ini akan membantu anak membangun kepercayaan dirinya.

3. Tidak Overprotektif

Orang tua memberikan kebebasan pada anak untuk bereksplorasi, mencoba hal-hal baru, dan belajar dari pengalaman, termasuk membuat kesalahan. Namun, tetap memberikan aturan dan batasan yang konsisten dan masuk akal tanpa mengendalikan secara berlebihan atau menghindarkan anak dari tantangan atau kegagalan yang wajar.

Baca: Sharenting dan Dampaknya bagi Privasi Anak di Era Media Sosial

Kelebihan dan Kelemahan Dolphin Parenting

Setiap pola asuh tentu memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing, termasuk pada gaya pengasuhan “lumba-lumba”. Meski terdengar sangat baik dan cocok untuk perkembangan karakter anak, namun ternyata tidak mudah bagi orang tua untuk menerapkannya. Berikut ini penjelasannya!

1. Kelebihan

Kelebihan anak yang diasuh dengan pola dolphin parenting adalah sebagai berikut.

  • Percaya diri dan mandiri, karena anak didorong untuk menggali potensi mereka sendiri dalam lingkungan yang mendukung, sehingga lebih percaya diri.
  • Mampu membuat keputusan sendiri dengan bimbingan orang tua serta berani bertanggung jawab atas pilihannya.
  • Cerdas mengelola emosi, sebab orang tua memvalidasi perasaan anak dan mengajarkan empati. Selain itu, anak akan lebih cerdas dalam bidang akademik.
  • Terampil dalam berkomunikasi, sebab anak selalu nyaman untuk mengekspresikan diri tanpa takut dihakimi.
  • Kreatif dan inovatif, karena anak lebih bebas, tidak terlalu terkekang dan diatur.
  • Lebih sukses, sehat, dan bahagia karena adanya keseimbangan antara pencapaian (kerja keras) dan kesejahteraan emosional, termasuk waktu bermain, istirahat, dan bersama keluarga.

2. Kelemahan

Sedangkan kelemahan dalam menerapkan pola dolphin parenting adalah sebagai berikut.

  • Rumit dan menjadi tantangan orang tua ketika harus bersikap tegas dan disiplin. Namun, di sisi lain, orang tua harus fleksibel, hangat, dan berempati, apalagi perlu menyesuaikan dengan usia anak.
  • Memakan waktu, karena orang tua membutuhkan komitmen untuk menjaga keseimbangan sikap yang tepat.
  • Berpotensi membuat orang tua dan anak kewalahan karena tuntutan yang tinggi dan terus menerus untuk menyeimbangkan disiplin sekaligus kebebasan.
  • Ketidakkonsistenan orang tua dalam menerapkan aturan dan kurang memberi panduan yang jelas, sehingga membuat anak bingung, stres, hingga bahkan berperilaku tidak terkendali atau menarik diri.

Baca: Milenial Parenting: Karakteristik dan Tantangan dalam Pengasuhan

Kembangkan Minat dan Bakat Anak di Spark Sports Academy!

Dolphin parenting diklaim sebagai metode parenting terbaik karena mengutamakan keseimbangan antara ketegasan dan fleksibilitas. Namun, keberhasilannya bergantung pada konsistensi dan kemampuan orang tua dalam menyesuaikan diri dengan dinamika keluarga. Sehingga, orang tua harus belajar, memahami karakter, dan kebutuhan anak.

Untuk itu, sebagai orang tua, tak ada salahnya Anda memfasilitasi anak untuk mendapatkan pembelajaran karakter di luar rumah, seperti di Spark Sports Academy. Di akademi ini, anak dapat mengembangkan kemampuan motorik, minat, dan bakatnya melalui program olahraga seperti gymnastic, menari, balet, basket, taekwondo, dan futsal.

Spark Sports Academy tidak hanya sekadar tempat bermain, tetapi juga sebagai tempat untuk anak mengeksplorasi tujuh indranya dengan cara yang seru dan menyenangkan. Dengan fasilitas modern, suasana kelas yang fun, serta pelatih bersertifikat dan ramah, anak akan selalu antusias. Jadi, segera daftar kelas uji coba gratisnya!

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%