Ketika si kecil yang biasa tidur nyenyak tiba-tiba sering terbangun di malam hari, bisa jadi ia sedang mengalami sleep regression atau regresi tidur. Kondisi ini merujuk pada fase pola tidur bayi yang semula teratur, mendadak berubah menjadi lebih pendek atau sulit tidur kembali.
Sebagai orang tua, Anda tidak perlu khawatir karena kondisi ini terbilang normal dan berlangsung sementara saat bayi memasuki usia tertentu. Namun, Anda mungkin bisa kewalahan menghadapi bayi yang rewel saat terbangun. Untuk itu, kenali lebih lanjut soal tanda, penyebab, hingga cara mengatasi gangguannya di bawah ini!
Key takeaways:
- Sleep regression adalah kondisi saat bayi yang sebelumnya memiliki pola tidur teratur mendadak sering terbangun di malam hari
- Penyebab kondisi ini karena bayi sedang mengalami perkembangan baru, pertumbuhan gigi, hingga adanya faktor lingkungan.
- Tips mengatasinya yaitu menyusun jadwal tidur secara konsisten, mematikan lampu, dan menjaga kesehatan fisik anak.
Tanda-Tanda Bayi Mengalami Sleep Regression
Mengutip Huckleberry, sleep regression umumnya terjadi mulai dari usia 3-4 bulan, 7-10 bulan, 14-18 bulan, dan 2 tahun. Terkait lama berlangsungnya, tergantung dari penyebab dan strategi yang digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur bayi. Umumnya, regresi tidur ini terjadi antara 2 sampai 6 minggu lamanya.
Adapun tanda atau gejala bayi yang mengalami fase gangguan tidur ini antara lain:
- Meningkatnya frekuensi terbangun di malam hari padahal sebelumnya tidur lebih lama.
- Setelah terbangun pada malam hari, bayi sulit untuk tidur kembali.
- Tidur siang menjadi lebih singkat atau tidak teratur.
- Bayi menjadi lebih rewel dari biasanya.
- Mengalami perubahan nafsu makan.
Baca: Anak Susah Tidur Malam – Alasan, Penyebab, dan Cara Atasinya
Penyebab Sleep Regression
Fenomena regresi tidur tidak terjadi begitu saja tanpa penyebab yang jelas. Umumnya, bayi mengalami beberapa faktor pemicu yang berkaitan dengan perkembangan dan perubahan kondisi fisik maupun lingkungan. Cermati penjelasan selengkapnya berikut ini.
1. Perkembangan Baru
Apabila bayi mulai menguasai keterampilan baru seperti berguling, merangkak, berdiri, atau berjalan, otak mereka menjadi lebih aktif. Alhasil, bayi merasa memiliki lebih banyak energi sehingga kurang tertarik untuk tidur karena masih ingin beraktivitas.
2. Lonjakan Pertumbuhan
Mengutip Hello Sehat, bayi yang mengalami lonjakan pertumbuhan bisa jadi membutuhkan lebih banyak asupan makanan sehingga mereka rentan merasa lapar pada malam hari. Rasa lapar inilah yang membuat mereka lebih sering terbangun.
3. Tumbuh Gigi
Salah satu penyebab mengapa bayi sulit tidur yakni karena proses pertumbuhan gigi yang sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman pada gusi. Nyeri pada gusi inilah yang membuat bayi rentan rewel dan mudah terbangun pada malam hari.
4. Faktor Lingkungan
Faktor eksternal seperti lingkungan sangat memengaruhi kualitas tidur bayi. Bayi tentu tidak dapat terlelap nyenyak di lingkungan yang bising maupun di suhu kamar terlalu panas atau dingin. Selain itu, jika Anda sedang berpergian, ini juga bisa membuat bayi sulit untuk tidur karena tidak terbiasa.
Baca: 5 Manfaat Tidur Siang untuk Anak dan Cara Membiasakannya
Tips Mengatasi Sleep Regression pada Bayi
Menghadapi bayi yang mengalami sleep regression tentu membutuhkan kesabaran ekstra dan ketekunan. Berikut sejumlah tips yang bisa membantu Anda supaya fase ini dapat berlalu dengan lebih mudah.
1. Menyusun Jadwal Tidur
Bayi membutuhkan rutinitas yang teratur. Oleh sebab itu, Anda dapat menyusun jadwal tidur yang bisa diprediksi dengan menyiapkan piyama, mandi air hangat, minum susu, atau membacakan buku bergambar sebelum tidur. Lakukan langkah ini sampai bayi terbiasa untuk tidur pada waktu konsisten.
2. Mematikan Lampu saat Tidur
Keadaan lingkungan kamar juga sangat memengaruhi kualitas tidur bayi. Pastikan kamar tidur bayi memiliki pencahayaan redup, suhu sejuk, dan minim kebisingan. Mematikan lampu saat tidur juga dapat membuat bayi lebih tenang dan mengenali bahwa itu jadwalnya untuk tidur.
3. Melatih Bayi Tidur Sendiri
Sebagai orang tua, mungkin terbesit perasaan dalam hati yang tidak tega membiarkan si kecil tidur sendiri tanpa dampingan. Padahal, ini termasuk cara yang efektif untuk mengatasi regresi tidur pada bayi. Anda dapat melatih bayi belajar menenangkan dirinya sendiri tanpa selalu digedong atau disusui hingga tertidur.
4. Menjaga Kesehatan Fisik Bayi
Salah satu alasan yang menyebabkan bayi menjadi sulit tidur di malam hari karena mereka merasakan rasa sakit atau ketidaknyamanan fisik. Oleh sebab itu, Anda perlu menjaga kesehatan fisik bayi agar mereka terhindar dari rasa sakit sehingga dapat terlelap dengan tenang.
Sudah Tahu Cara Mengatasi Sleep Regression?
Pada dasarnya, sleep regression adalah fase alami yang menandakan bayi sedang tumbuh dan berkembang. Dengan usaha yang penuh kesabaran, fase ini pasti berlalu dan si kecil pun dapat kembali tidur nyenyak seperti biasa.
Seiring pertumbuhannya nanti, anak akan membutuhkan lebih banyak aktivitas fisik untuk menyalurkan energinya dengan cara positif. Salah satu langkah yang bisa Anda lakukan adalah mendaftarkannya ke Sparks Sports Academy.
Di sana, anak-anak dapat mengikuti berbagai cabang kelas olahraga dalam suasana yang menyenangkan dan aman. Selain itu, anak juga bisa belajar mengeksplorasi tujuh indra yang dapat mendukung perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan fisiknya.







