Pentingnya Bahan Lokal untuk Makanan Pendamping ASI

Pentingnya Bahan Lokal untuk Makanan Pendamping ASI

Table of Contents

Menyediakan makanan pendamping ASI (MPASI) untuk anak berusia 6-11 bulan wajib mengandung nutrisi lengkap. Sebagai orang tua, Anda bisa memanfaatkan bahan pangan lokal untuk mencukupi kebutuhannya sesuai aturan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Bahan pangan lokal seperti tahu, tempe, ikan, ayam, sawi, kangkung, kacang panjang, labu siam, dan ikan kembung mudah didapatkan dan harganya sangat terjangkau di pasaran. Jadi, Anda tidak perlu repot mencari bahan makanan bergizi karena Indonesia kaya akan bahan pangan lokal berkualitas.

Key Takeaways

  • Indonesia memiliki 77 jenis tanaman pangan untuk sumber karbohidrat, 26 jenis kacang-kacangan, 75 jenis minyak atau lemak, 228 jenis sayuran, 389 jenis buah-buahan, dan 110 jenis rempah.
  • Bahan pangan lokal seperti ikan, tahu, tempe, ayam, teri nasi, kangkung, dan labu siam bisa digunakan untuk makanan pendamping ASI (MPASI).
  • MPASI yang menggunakan bahan pangan lokal dapat memberikan gizi seimbang, membantu mencegah stunting, dan melestarikan perekonomian masyarakat.

Mengapa Harus Bahan Pangan Lokal?

Banyak orang tua masih bingung bagaimana cara memberi makanan pendamping ASI yang mampu mencukupi kebutuhan nutrisi bayi sekaligus ramah di kantong. Padahal, Indonesia adalah negara yang kaya akan bahan pangan lokal yang.

Ada 77 jenis tanaman pangan untuk sumber karbohidrat, 26 jenis kacang-kacangan, 75 jenis minyak atau lemak, 228 jenis sayuran, 389 jenis buah-buahan, dan 110 jenis rempah di Indonesia. Semua bisa Anda olah menjadi MPASI setiap harinya sesuai pedoman Isi Piringku.

World Health Organization (WHO) sendiri menganjurkan penggunaan bahan lokal untuk MPASI. Hal ini karena bahannya mudah didapatkan dengan harga terjangkau tanpa khawatir gizi kurang atau nutrisi tidak terpenuhi.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) juga mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk konsumsi sehari-hari. Di setiap desa contohnya, mengutamakan menu lokal untuk diberikan pada anak-anak hingga dewasa dengan menyesuaikan potensi dan komoditas di daerah masing-masing.

Selain karena harga yang murah dan mudah didapatkan, imbauan ini bertujuan untuk meningkatkan konsumsi bahan lokal, mengurangi ketergantungan pada produk impor, mencegah stunting, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Meski begitu, pemberian bahan lokal untuk makanan pendamping ASI ini menyimpan tantangan tersendiri. Pasalnya, masih banyak orang tua yang memilih MPASI instan yang praktis.

Mereka juga masih menganggap bahwa MPASI bergizi lengkap itu mahal karena harus membeli daging, susu, ikan salmon, dan keju. Padahal, banyak sekali bahan pangan yang bisa dimanfaatkan, bahkan gizinya lebih tinggi daripada produk impor.

Rekomendasi Makanan Pendamping ASI yang Kaya Nutrisi

Anda tidak perlu kesulitan mencari bahan lokal yang cocok untuk MPASI. Ada beberapa bahan pangan yang bisa Anda manfaatkan dan olah menjadi makanan lezat sekaligus kaya nutrisi untuk bayi. Berikut ini daftarnya.

1. Ikan Kembung

Jangan remehkan gizi ikan laut asli perairan tropis Indonesia yang satu ini. Ikan kembung mengandung nutrisi lebih tinggi daripada salmon yang mengandung Omega-3 untuk meningkatkan kinerja otak. Meskipun sama-sama sumber protein hewani, kandungan nutrisi salmon cenderung lebih sedikit daripada ikan kembung.

Dalam data penelitian Goodstats, setiap 100 gram ikan kembung mengandung 21,4 gram protein, 112 kalori, 2,3 gram lemak, dan 33 mg kolesterol. Sementara per 100 gram ikan salmon mengandung 19,9 gram protein, 116 kalori, dan 3,46 gram lemak. Sehingga, tingkat kolesterol ikan salmon lebih tinggi dari ikan kembung, yakni 52 mg.

2. Teri Nasi

Banyak orang menyebut bahwa teri nasi adalah harta karun dalam lautan. Bukan karena menyimpan emas atau mutiara mahal, tetapi ikan berukuran sangat kecil dan berwarna putih ini mengandung gizi yang luar biasa. Di antaranya adalah:

  • Kalsium;
  • Protein tinggi;
  • Kaya asam lemak Omega-3 (DHA-EPA);
  • Sumber zat besi; serta
  • Vitamin dan Mineral (Fosfor, Vitamin D, Selenium, Vitamin B12, Vitamin A, dan lain-lain).

3. Labu Siam

Labu siam mengandung 39 kkal, 9 gram karbohidrat, 2 gram protein, vitamin B6, serat, vitamin C, vitamin K, mangan, tembaga, vitamin B9 (folat), seng, kalium, dan magnesium. Kandungan gizi ini membantu melancarkan pencernaan anak, mengoptimalkan imunitas tubuh, serta menurunkan risiko diabetes.

Labu siam pun bisa meningkatkan perkembangan otak dan saraf, menjaga kesehatan jantung, menjaga energi bayi, menjaga fungsi hati, mengoptimalkan penglihatan, kesehatan kulit,  dan mengoptimalkan perkembangan kognitif.

4. Tempe dan Tahu

Anda juga bisa memberi bahan pangan lokal yang paling digemari orang Indonesia, yaitu tempe dan tahu. Makanan berbahan dasar kedelai ini mengandung protein nabati, prebiotik, hingga kalsium yang baik untuk tulang.

Tempe dan tahu bisa Anda masak menjadi tumisan, kukus, atau goreng bersama protein hewani dan sayur lainnya. Jangan lupa berikan tambahan karbohidrat sebagai sumber energi untuk anak.

Ingin Coba Bahan Lokal untuk Makanan Pendamping ASI?

Kesimpulannya, bahan pangan lokal sangat cocok untuk makanan pendamping ASI. Semuanya bisa Anda dapatkan dengan mudah dan murah di pasar terdekat demi memenuhi nutrisi si kecil di masa pertumbuhannya.

Tak hanya makanan bergizi, pendidikan berkualitas wajib Anda berikan untuk mendorong perkembangan anak. Spark Sports Academy menawarkan pembelajaran yang mendukung tumbuh kembang anak melalui stimulasi sensorik dan aktivitas fisik. Ini penting untuk meningkatkan kemampuan kognitif di periode emas pertumbuhannya.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%