Metode Sleep Training pada Anak dan Tips Penerapannya

Metode Sleep Training pada Anak dan Tips Penerapannya

Table of Contents

Menurut Dr. Kate Aubrey, sleep training (pelatihan tidur) merupakan proses membantu anak belajar untuk tertidur dan tetap tidur sepanjang malam. Proses ini penting untuk anak, karena tidur merupakan kunci untuk kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan mereka.

Namun faktanya, masih banyak orang tua yang tidak tahu cara menerapkan pelatihan tidur yang tepat untuk anak mereka. Oleh sebab itu, pada artikel ini akan diuraikan berbagai metode pelatihan tidur, mulai dari Cry It Out hingga metode No Tears yang bisa Anda coba terapkan pada anak. 

Key takeaway: 

  • Sleep training membantu anak belajar tidur mandiri dan meningkatkan kualitas tidurnya.
  • Pilih metode latihan tidur mandiri yang sesuai dengan karakter anak dan kenyamanan orang tua.

Metode Sleep Training

Berbagai cara dan metode telah dikembangkan untuk melatih anak agar bisa tidur secara mandiri. Berikut beberapa metode tersebut.

1. Metode Cry It Out

Cry It Out atau CIO adalah metode yang cukup populer, paling cepat, dan efektif untuk melatih anak tidur mandiri. Caranya yaitu orang tua akan menidurkan anak sesuai rutinitas malam, lalu meninggalkan ruangan. Jika bayi menangis, orang tua tidak akan merespons hingga akhirnya bayi kelelahan dan kembali tertidur. 

2. Metode Ferber

Sleep training ini mirip dengan Cry It Out, tetapi lebih bertahap. Caranya yaitu orang tua akan melakukan ritual malam, lalu meninggalkan anaknya. Jika anak menangis, orang tua akan kembali untuk menjenguk dan menenangkan mereka. 

Namun, ini berlangsung hanya pada malam-malam pertama, karena setelahnya, orang tua mulai menunda waktu jenguk saat anak menangis, dari yang awalnya cepat menjadi lebih lama secara bertahap hingga anak belajar menenangkan diri mereka sendiri.

3. Metode Check and Console

Metode Check and Console adalah versi lembut dari metode Ferber, karena orang tua tetap memeriksa dan menenangkan bayi secara berkala, bahkan sebelum bayi menangis.

Caranya, orang tua meninggalkan kamar anak setelah ritual malam, lalu kembali dalam 1-2 menit untuk menepuk lembut atau memberi penghiburan verbal, kemudian meninggalkannya lagi. Interval ini secara bertahap diperpanjang hingga anak bisa tidur mandiri.

4. Metode Pick Up/Put Down

Ini juga termasuk metode sleep training versi lembut, karena bisa membuat bayi belajar tidur sendiri sambil tetap merasa aman. Caranya yaitu bayi diletakkan di tempat tidur saat mengantuk, dan jika menangis, diangkat sebentar untuk ditenangkan sebelum diletakkan kembali. Proses ini diulang terus menerus sesuai kebutuhan. Metode ini paling efektif untuk anak usia 4-8 bulan.

5. Metode Fading

Fading adalah metode dengan pendekatan bertahap di mana orang tua tetap berada di kamar anak sampai ia tertidur. Caranya, orang tua bisa duduk atau berdiri dekat anak saat tidur, lalu setiap malam perlahan menjauh sambil tetap terlihat oleh mereka. Tujuannya adalah memberikan kenyamanan minimal, baik verbal maupun fisik, sambil mendorong anak belajar tidur sendiri.

6. Metode “No Tears”

Metode “No Tears” atau Gentle Sleep Training adalah pendekatan yang fokus membantu anak belajar tidur sendiri tanpa menangis. Caranya yaitu saat anak menangis setelah ditinggalkan, orang tua akan menenangkan dengan shushing, atau memberi penghiburan verbal.

Setelah tenang, pastikan mereka kembali ke tempat tidur sebelum tertidur sepenuhnya. Ini penting untuk membiasakan mereka tidur mandiri. Metode ini aman dan lembut, namun biasanya memakan waktu lebih lama.

Tips Menerapkan Sleep Training pada Anak

Setelah mengetahui beberapa metode melatih anak tidur mandiri, Anda bisa langsung cara yang sesuai dengan kebutuhan anak dan kenyamanan Anda. Untuk meningkatkan keberhasilan penerapannya, berikut beberapa tips yang bisa Anda coba.

  • Buat rutinitas malam yang membuat anak tenang dan siap tidur, misalnya membaca buku, menyanyi, atau aktivitas menenangkan lainnya.
  • Buat jadwal tidur yang konsisten setiap malamnya agar anak terbiasa dengan ritme tidur yang teratur dan lebih mudah tidur mandiri.
  • Pastikan untuk membawa anak ke tempat tidur saat mengantuk.
  • Pisahkan diri dari anak, bisa dengan menempatkan anak di kamarnya sendiri atau memberikan jarak ketika tidur seruang bersama orang tua.
  • Gunakan metode training yang Anda rasa paling sesuai untuk anak.
  • Selalu catat kemajuan anak agar bisa memberikan metode terbaik setiap harinya.
  • Ciptakan suasana tidur yang aman dan nyaman untuk anak, misalnya meredupkan lampu kamar tidur dan mengurangi stimulasi yang berlebihan sebelum tidur.
  • Apabila anak belum menunjukkan tanda-tanda mengantuk, beri tahu dengan lembut bahwa sudah saatnya tidur.

Siap Menerapkan Sleep Training pada Anak?

Pelatihan tidur merupakan cara efektif untuk membantu anak belajar tidur mandiri dan meningkatkan kualitas tidurnya. Anda pilih metode mana yang sesuai dengan karakter anak dan kenyamanan Anda. Kunci utama keberhasilannya terletak pada konsistensi dan perhatian terhadap kebutuhan anak. 

Selain itu, mengembangkan aktivitas fisik anak juga bisa menjadi solusi, karena dapat mendukung kualitas tidur yang lebih baik. Dalam hal ini, Sparks Sports Academy adalah pilihan yang tepat untuk mendukung aktivitas fisik mereka.

Pasalnya, sekolah ini tidak hanya menawarkan pendidikan fisik biasa, tetapi juga merancang aktivitas yang mendukung perkembangan holistik anak, termasuk keterampilan motorik halus, komunikasi bahasa, motorik kasar, sosial-emosional, dan kognitif. Ada banyak pilihan kelas menarik yang ditawarkan, mulai dari gymnastic, sensory, dance, multisport, ballet, taekwondo, basketball, hingga futsal.

Jadi, dengan bergabung di Sparks Sports Academy, Anda tidak hanya membantu anak tidur lebih nyenyak dan sehat, tetapi juga mendukung pertumbuhan optimal mereka secara keseluruhan. Informasi selengkapnya, kunjungi website resmi Sparks Sports Academy!

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%