Night terror yang terjadi pada anak sering kali membuat orang tua panik. Pasalnya, saat kondisi ini terjadi, anak akan berteriak, ketakutan, bahkan menangis. Lebih parahnya, ini terjadi selama beberapa menit dan setelahnya mereka tidak ingat kejadian tersebut.
Meskipun situasi seperti ini tidak tergolong berbahaya, namun bisa mengganggu kualitas tidur maupun perkembangan emosional anak, sehingga tetap memerlukan perhatian khusus. Pada artikel ini akan diuraikan penyebab serta cara efektif untuk menanganinya sehingga dampak negatif tersebut bisa dihindari.
Key takeaway:
- Night terror adalah gangguan tidur yang biasanya anak alami di usia 4-12 tahun dan muncul dengan teriakan, kepanikan, atau gerakan yang tidak mereka sadari saat tidur.
- Hal-hal yang dapat memicu gangguan ini seperti kelelahan, stres, kurang tidur, demam, atau faktor keturunan.
- Rutinitas tidur yang konsisten, lingkungan yang tenang, serta aktivitas fisik yang seimbang dapat membantu mencegah terjadinya gangguan ini.
Apa itu Night Terror?
Menurut Stanford Medicine Children’s Health, night terror atau teror malam merupakan suatu kondisi di mana seseorang setengah terbangun dari tidurnya dan menunjukkan perilaku seperti mengigau, bergumam, menendang, panik, berjalan dalam tidur, hingga berteriak. Teror ini paling sering terjadi pada anak-anak di usia 4 hingga 12 tahun.
Adapun ciri umum lainnya saat anak mengalami gangguan ini antara lain:
- Anak terlihat ketakutan, mengeluarkan keringat, bernapas cepat, detak jantung meningkat, dan pupil mata melebar, namun Anda tidak bisa membangunkan atau menenangkannya.
- Matanya terbuka lebar, namun anak tidak menyadari keberadaan orang-orang di dekatnya.
- Anak duduk tiba-tiba di tempat tidur.
- Anak tidak merespons saat diajak bicara.
- Anak tidak mengingat sama sekali kejadian tersebut pada pagi harinya.
Apa Penyebabnya?
Menurut Children’s Hospital Colorado, night terror bersifat turunan, artinya dapat diwariskan dari orang tua ke anaknya dan cenderung terjadi dalam satu keluarga. Selain itu, gangguan ini juga bisa terjadi karena kelelahan berlebih pada anak. Beberapa kasus juga menyebutkan bahwa gangguan tidur lain seperti obstructive sleep apnea bisa menjadi pemicu teror malam.
Beberapa pemicu lainnya antara lain paparan kafein, konsumsi obat-obatan tertentu, demam, kurang tidur, stres, gangguan pernapasan, migrain, cedera kepala, dan tidur di lingkungan baru.
Apa yang Harus Dilakukan Ketika Anak Mengalami Night Terror?
Jika anak Anda mengalami gangguan ini, jangan panik. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menanganinya dengan aman dan efektif.
- Hindari mengguncangkan, berteriak, ataupun membangunkan anak ketika hal ini terjadi. Sebaliknya, bantu anak kembali tidur dengan tenang.Â
- Jika saat teror malam terjadi, anak berjalan atau berpindah tempat, pastikan Anda mengarahkannya kembali ke tempat tidur dengan lembut sambil melindungi mereka dari cedera. Hindari pengekangan fisik karena bisa menyebabkan peningkatan stres.
- Jika anak menangis, berteriak, atau terlihat panik, berikan kata-kata yang menenangkan, walaupun mungkin mereka tidak sepenuhnya merespons. Pasalnya, kata-kata ini bisa membantu menciptakan rasa aman untuk mereka selama gangguan ini berlangsung.Â
- Tetaplah berada di dekat anak hingga episode teror malam berakhir untuk memastikan keamanannya. Pastikan juga pintu dan jendela terkunci atau ciptakan lingkungan yang aman agar anak terhindar dari cedera jika kejadian serupa terjadi.
Bagaimana Cara Mencegah Night Terror?
Gangguan ini dapat Anda atasi dengan beberapa langkah pencegahan yang tepat. Adapun cara untuk mencegahnya, antara lain:
- Pastikan anak selalu tidur siang agar tidak terlalu kelelahan.
- Ciptakan rutinitas malam yang menenangkan, misalnya mandi air hangat kemudian membacakan buku cerita sambil memeluk mereka.Â
- Putar white noise di kamar untuk memblokir suara berisik yang tiba-tiba sehingga membantu meminimalisir gangguan tidur pada anak.Â
- Terapkan jadwal tidur yang konsisten setiap malamnya.
- Ciptakan suasana yang nyaman dan tenang sesuai kebutuhan anak, misalnya jika anak lebih suka tidur dengan lampu yang menyala, maka biarkan mereka tidur sambil menyalakan lampu malam di kamarnya.
Wujudkan Tidur Anak yang Berkualitas!
Night terror pada anak memang bukan kondisi yang berbahaya, namun tetap memerlukan perhatian khusus agar tidak mengganggu kualitas tidur dan perkembangan emosional mereka. Menerapkan rutinitas tidur yang konsisten, menciptakan suasana tidur yang nyaman, serta memastikan anak cukup istirahat merupakan langkah penting untuk mencegah terjadinya gangguan ini.
Selain itu, penting juga untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik dan waktu istirahat untuk menjaga kualitas tidur anak. Dalam hal ini, Sparks Sports Academy hadir membantu Anda mewujudkannya melalui berbagai program olahraga dan aktivitas fisik yang menyenangkan bagi anak.
Setiap program dirancang khusus untuk menstimulasi tujuh indra anak dan mengembangkan kemampuan penting, seperti language communication, gross motor skill, social emotional skill, cognitive skill, hingga fine motor skill. Dengan pendekatan ini, anak tidak hanya aktif secara fisik, tetapi juga berkembang secara emosional dan sosial.
Sparks Sports Academy menawarkan berbagai kelas menarik, mulai dari Gymnastic, Sensory & Phonics, Multisport, Dance, Ballet, Taekwondo, Basketball, hingga Futsal, yang dapat disesuaikan dengan minat dan kebutuhan anak. Didukung juga dengan fasilitas modern seperti lapangan indoor, studio tari luas, serta pelatih yang sabar dan responsif.
Jadi, bersama Sparks Sports Academy, Anda tidak hanya akan memperbaiki kualitas tidur mereka, tetapi juga membentuk rutinitas sehat sekaligus mendukung tumbuh kembang mereka secara keseluruhan. Untuk booking kelas, langsung hubungi Sparks Sports Academy sekarang juga!







