Kondisi anak berkeringat saat tidur ternyata cukup umum dan bisa dialami di berbagai usia. Respons tubuh yang berusaha menyeimbangkan suhu atau kondisi lingkungan sering menjadi pemicunya. Anda pun perlu tahu penyebabnya secara pasti agar dapat mengatasinya sejak dini. Agar tidak salah sangka, mari simak ulasan berikut!
Key Takeaways:
- Anak berkeringat saat tidur sering dipicu oleh suhu ruangan, aktivitas sebelum tidur, atau sistem saraf yang belum matang sehingga tubuh mudah mengeluarkan keringat.
- Keringat malam dapat muncul saat anak mengalami infeksi ringan, alergi, atau gangguan tidur yang membuat tubuh bekerja lebih keras.
- Penanganan paling efektif dapat dengan mengatur lingkungan tidur, menjaga hidrasi, dan memperhatikan gejala tambahan yang perlu dievaluasi tenaga medis.
Kenapa Anak Berkeringat Saat Tidur?
Kondisi anak berkeringat ketika terlelap bisa muncul dari berbagai sisi. Adapun penyebabnya antara lain sebagai berikut.
1. Suhu Ruangan yang Terlalu Hangat
Ketika kamar terasa pengap atau sirkulasi udara kurang lancar, tubuh anak langsung bereaksi dengan memproduksi keringat lebih banyak. Lampu kamar yang terang, menumpuk benda di sekitar tempat tidur, pakaian tidur tebal, atau sprei berbahan sintetis biasanya akan membuat panas tubuh terperangkap.
2. Proses Tumbuh Kembang dan Sistem Saraf
Anak masih belajar menyeimbangkan suhu tubuhnya. Sistem saraf otonomnya yang mengatur produksi keringat belum bekerja seefektif orang dewasa. Oleh karena itu, wajar jika anak berkeringat saat tidur meski udara tidak terlalu panas.
Beberapa anak justru lebih sering berkeringat di bagian kepala karena kelenjar keringatnya lebih aktif di area tersebut. Sebuah penelitian Night sweats in children: prevalence and associated factors juga mencatat bahwa 11,7% (dari 6.381 anak) anak usia sekolah mengalami keringat malam setiap minggu.Â
Studi tersebut juga menyebutkan bahwa anak laki-laki lebih sering mengalaminya. Selain itu, kondisi ini dapat berhubungan dengan gejala tidur tertentu, alergi, hingga tanda yang mengarah ke obstructive sleep apnea (OSA).
3. Aktivitas Sebelum Tidur
Tubuh yang belum kembali ke suhu normal setelah beraktivitas seperti berlari atau lompat-lompatan juga dapat membuat anak berkeringat saat terlelap. Terutama jika mereka makan makanan panas atau pedas, sehingga tubuh harus bekerja lebih keras untuk mencerna. Akhirnya, si kecil akan lebih mudah keringat saat tidur.
4. Infeksi atau Demam
Ketika anak menghadapi flu, batuk pilek, atau radang tenggorokan, keringat biasanya muncul ketika suhu tubuh perlahan turun. Anda bisa melihat keringat di dahi, leher, atau punggung, dan ini masih termasuk wajar, selama gejala lain ikut mereda.
Beberapa pusat kesehatan seperti Lotus Medical Centre juga menyebutkan bahwa keringat berlebih di kepala saat tidur bisa muncul saat anak mengalami infeksi pernapasan atau kondisi seperti sleep apnea. Karena itu, jika keringatnya sangat banyak dan berlangsung lama, Anda sebaiknya segera memeriksakannya.
5. Gangguan Tidur
Mimpi buruk, berjalan dalam tidur, atau henti napas sesaat (sleep apnea) dapat membuat tubuh bekerja lebih keras. Anak yang mengalami night terror biasanya menangis, menjerit, atau bernapas lebih cepat, lalu muncul keringat berlebih. Kondisi ini sering menjadi alasan anak berkeringat saat tidur.
6. Kondisi Kesehatan Tertentu
Meski jarang, beberapa penyakit seperti TBC, kelainan jantung, gangguan tiroid, atau diabetes bisa memicu keringat berlebih di malam hari. Tanda lain yang mungkin terlihat adalah berat badan turun, batuk lama, atau mudah lelah. Ketika gejala semacam ini muncul, Anda bisa segera mencari pemeriksaan lanjutan dan profesional.
Cara Mengatasi Anak Berkeringat Saat Tidur
Anda bisa membantu mengurangi keluhan si kecil yang berkeringat saat tidur dengan langkah-langkah sederhana. Berikut di antaranya.
1. Mengatur Lingkungan Tidur
Anda dapat memilih pakaian tidur berbahan katun, menggunakan seprei yang tidak menahan panas, dan menjaga suhu kamar tetap sejuk. Selain itu, sirkulasi udara yang baik dapat membantu tubuh anak melepas panas lebih cepat.
2. Menyesuaikan Kebiasaan Sebelum Tidur
Hentikan aktivitas berat menjelang jam tidur. Beri jarak waktu setelah anak makan, terutama makanan panas atau pedas, agar tubuhnya lebih rileks. Cara ini biasanya cukup membantu meredakan keringat berlebih.
3. Menjaga Asupan Cairan
Langkah ini juga efektif mengurangi keluhan anak berkeringat saat tidur, yaitu dengan memberikan cairan dengan jumlah cukup sepanjang hari. Sebab, tubuh yang terhidrasi akan lebih mudah menjaga suhu.
4. Memperhatikan Gejala yang Menyertai
Waspada jika keringat anak sangat banyak, terjadi setiap malam, atau disertai gangguan pernapasan, mengorok keras, batuk lama, atau berat badan turun. Anda sebaiknya membawa anak ke dokter untuk memastikan penyebabnya.
Sudah Bisa Atasi Masalah Anak Berkeringat Saat Tidur?
Jika sudah tahu penyebab anak berkeringat saat tidur, orang tua pasti lebih tenang dan mampu memberi penanganan tepat. Si kecil pun akan memiliki kualitas tidur lebih baik dan mendukung energi positif mereka setiap hari. Namun, bila Anda ingin anak berkeringat dan sehat dengan beraktivitas fisik, maka Sparks Sports Academy solusinya.
Sparks Sports Academy akan menjadi ruang aman dan menyenangkan untuk anak menyalurkan energi, membangun kebiasaan sehat, dan mengembangkan sensorik serta kemampuan fisik. Berbagai aktivitas dan stimulasi tujuh indera akan membantu anak tidur lebih nyenyak karena tubuhnya bergerak aktif dengan cara yang terarah.
Anak juga akan belajar lebih percaya diri, bersosialisasi, dan mengasah keterampilan penting yang dapat mendukung masa depannya. Ayo, daftarkan si kecil ke kelas sesuai minatnya untuk mendukung tumbuh kembang optimal mereka!







