Cara Hitung Kebutuhan Kalori Harian Anak Berdasarkan Usia

Cara Hitung Kebutuhan Kalori Harian Anak Berdasarkan Usia

Table of Contents

Kebutuhan kalori harian anak umumnya berubah sesuai usia, berat badan, dan aktivitas. Tubuh anak butuh cukup energi agar tumbuh dengan baik, tetap fokus saat belajar, dan aktif bergerak. Namun, orang tua seringkali bingung menentukan jumlah kalori harian si kecil secara tepat.

Padahal perhitungannya bisa dilakukan dengan langkah sederhana. Artikel ini akan membantu Anda memahami apa pentingnya menghitung kalori harian, berapa angka yang ideal untuk setiap kelompok usia, dan cara menghitungnya.

Key Takeaways

  • Kebutuhan kalori harian anak bergantung pada usia, berat badan, dan tingkat aktivitasnya.
  • Anda bisa menghitung kalori harian menggunakan angka dasar kebutuhan energi, lalu disesuaikan dengan aktivitas.
  • Dukungan aktivitas fisik teratur membantu menjaga keseimbangan antara energi masuk dan energi keluar.

Pentingnya Menghitung Kebutuhan Kalori Harian Anak

Kalori adalah sumber energi utama agar anak bisa belajar, bergerak, dan tumbuh. Mengetahui kebutuhan kalori harian sangatlah penting untuk membantu orang tua memastikan tubuh anak mendapat energi yang cukup untuk tumbuh dan beraktivitas.

Pemenuhan kalori yang tepat akan membantu menjaga berat badan anak tetap stabil, mendukung kesehatan, dan memastikan anak memperoleh nutrisi terbaik untuk belajar dan bergerak.

Untuk anak yang aktif berolahraga, pemahaman ini juga membantu menjaga performa dan pemulihan tubuh. Jika asupan energi teratur dan sesuai, risiko gangguan seperti berat badan berlebih, diabetes, atau masalah jantung dapat ditekan sejak dini.

Kebutuhan Kalori Harian Berdasarkan Usia

Kebutuhan kalori harian anak mengacu pada jumlah energi dari makanan dan minuman setiap hari. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi dari Kemenkes RI (Permenkes Nomor 28 Tahun 2019), setiap kelompok usia memiliki kebutuhan yang berbeda. Berikut adalah rinciannya.

1. Bayi dan Anak Usia < 9 Tahun

Bayi yang masih mengonsumsi ASI eksklusif akan mendapatkan seluruh energi dari ASI. Sehingga, ibu menyusui perlu menjaga asupan hariannya. Sejak bayi berusia 6 bulan, MPASI membantu menambah energi sesuai perkembangan bayi.

  • 0–5 bulan: 550 kalori per hari.
  • 6–11 bulan: 800 kalori per hari.
  • 1–3 tahun: 1350 kalori per hari.
  • 4–6 tahun: 1400 kalori per hari.
  • 7–9 tahun: 1650 kalori per hari.

2. Anak Usia 10 Tahun ke Atas

Angka berikut adalah panduan umum yang dibedakan menurut jenis kelamin. Kebutuhan setiap anak juga bisa berbeda sesuai kondisi tubuh dan aktivitas hariannya.

Anak laki laki:

  • 10–12 tahun: 2000 kalori per hari.
  • 13–15 tahun: 2400 kalori per hari.
  • 16–18 tahun: 2650 kalori per hari.

Anak perempuan:

  • 10–12 tahun: 1900 kalori per hari.
  • 13–15 tahun: 2050 kalori per hari.
  • 16–18 tahun: 2100 kalori per hari.

Cara Menghitung Kebutuhan Kalori Harian Anak

Salah satu cara menghitung kebutuhan energi anak adalah dengan melihat tinggi badan dan jenis kelamin. Pertama-tama, ketahui berat badan ideal menggunakan rumus berikut:

BBI (Berat Badan Ideal) = (Tinggi Badan – 100) – (10% x (Tinggi Badan – 100))

Setelah mendapatkan angka BBI, hitung kebutuhan kalori dasar atau KKB. Angka ini menggambarkan seberapa banyak energi yang dibutuhkan untuk fungsi dasar saat istirahat. Begini cara hitungnya:

  • KKB anak laki-laki: 30 kalori x BBI.
  • KKB anak perempuan: 25 kalori x BBI.

Hasil perhitungan ini nantinya akan digunakan sebagai acuan awal sebelum menambahkan kebutuhan kalori sesuai tingkat aktivitas harian. Sementara itu, untuk anak yang berusia di bawah 2 tahun atau masih menyusu, sebagian kebutuhan kalori akan terpenuhi dari ASI dengan panduan berikut:

  • Usia 6–8 bulan: 70% dari ASI, 30% dari makanan pendamping (MPASI).
  • Usia 9–11 bulan: 50% dari ASI, 50% dari makanan pendamping (MPASI).
  • Usia 12–24 bulan: 30% dari ASI, 70% dari makanan pendamping (MPASI).

Tips Memenuhi Kebutuhan Kalori Harian Anak

Memenuhi kebutuhan energi harian anak tidak hanya soal jumlah kalori, tetapi juga kualitas makanan yang orang tua berikan. Beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu Anda menyusun pola makan anak yang lebih seimbang.

  • Berikan menu lengkap dari semua kelompok gizi. Gabungkan sumber karbohidrat seperti nasi atau singkong, protein dari ayam, ikan, atau tahu, lemak sehat dari santan atau minyak kelapa, serta sayur dan buah.
  • Kurangi makanan tinggi gula dan garam. Camilan manis boleh Anda berikan sesekali, sementara garam tetap Anda jaga agar tidak berlebihan dalam makanan utama.
  • Utamakan masakan rumah agar bahan lebih segar dan terkontrol. Hindari makanan cepat saji yang biasanya tinggi lemak dan rendah nutrisi.
  • Libatkan anak dalam memilih atau menyiapkan makanan. Cara ini bisa membantu meningkatkan rasa ingin makan dan membuat anak lebih antusias untuk mencoba menu baru.

Baca juga: Viral MPASI Jepang, Apakah Aman untuk Anak Indonesia?

Dukung Tumbuh Kembang Anak bersama Spark Sports Academy

Memahami kebutuhan energi harian anak membantu orang tua memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal. Saat pola makan seimbang dipadukan aktivitas yang teratur, anak akan lebih bertenaga dan fokus saat belajar.

Ingin dukung aktivitas anak agar lebih terarah? Sparks Sports Academy menawarkan program aktivitas fisik melalui latihan yang aman dan menyenangkan. Kegiatan yang teratur membantu anak memakai energi dengan baik, sehingga kebutuhan kalori harian anak lebih seimbang.

Program latihan di Sparks Sports Academy juga membantu anak membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini. Kunjungi situs resmi kami untuk mengenal berbagai program yang cocok untuk usia anak Anda!

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%