Sebagai orang tua baru, mungkin Anda akan bingung dengan berbagai informasi parenting di luaran sana. Namun, Anda harus tahu fakta kapan bayi boleh minum air putih walau si kecil terlihat haus setelah menyusu. Hal ini karena tindakan yang tampak sepele ini memiliki aturan tersendiri sesuai saran medis.
Key Takeaways
- Anda baru boleh memperkenalkan bayi dengan air putih saat usia bayi mencapai 6 bulan.
- Pemberian air putih pada bayi berusia di bawah 6 bulan bisa menyebabkan berbagai risiko kesehatan serius, mulai dari gangguan penyerapan nutrisi, keracunan air, hingga risiko infeksi.
- Kebutuhan asupan air pada bayi berbeda sesuai usianya, yaitu 60-240 ml per hari untuk bayi usia 6-12 bulan dan 1,3 liter per hari untuk bayi usia 1-3 tahun (gabungan makanan, ASI/susu formula, dan air minum).
Kapan Bayi Boleh Minum Air Putih?
Berdasarkan WHO dan beberapa laman kesehatan terpercaya yang membahas kapan bayi boleh minum air putih, sejatinya bayi bisa mulai mengenal air putih saat usianya mencapai 6 bulan. Sebab, usia 6 bulan adalah waktu di mana bayi mulai mengenal makanan pendamping ASI (MPASI).
Sebelum mencapai usia tersebut, bayi tidak membutuhkan cairan tambahan apapun selain ASI. Hal ini karena ASI mengandung lebih dari 80% senyawa air, khususnya di awal sesi menyusui. Sehingga, kandungan air pada ASI sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh bayi.
Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Baby Led Weaning? Ini Penjelasannya!
Bahaya Konsumsi Air Putih pada Bayi Berusia di Bawah 6 Bulan
Memberikan air putih kepada bayi berusia di bawah 6 bulan berpotensi menyebabkan beberapa risiko kesehatan serius berikut ini.
1. Mengganggu Penyerapan Nutrisi
Hingga hari ini, ada cukup banyak penelitian yang menjelaskan bahwa pemberian air putih kepada bayi di bawah 6 bulan bisa mengganggu penyerapan nutrisi dan gizi. Salah satunya berasal dari laman Pregnancy, Birth & Baby yang menjelaskan bahwa asupan cairan bayi berusia kurang dari 6 bulan bisa membuat bayi cepat kenyang, sehingga tidak ingin menyusu ASI.
Hal ini tentunya berpotensi besar membuat asupan gizi bayi tidak terpenuhi secara optimal. Bahkan, jika terus berlanjut, bayi bisa mengalami penurunan berat secara drastis.
2. Risiko Keracunan Air
Salah satu risiko kesehatan paling serius dari pemberian air ke bayi berusia di bawah 6 bulan adalah keracunan air. Kondisi ini umumnya terjadi saat kadar elektrolit dalam tubuh bayi mengalami penurunan drastis akibat terlalu banyak asupan air.
Kondisi ini bisa mempengaruhi fungsi otak dan sistem saraf pada bayi. Keracunan air pada bayi biasanya disertai dengan beberapa gejala umum, seperti:
- Kejang;
- Pembengkakan wajah;
- Meningkatnya kegelisahan atau rewel; dan
- Kantuk berlebihan.
3. Membebani Ginjal Bayi
Membuat kinerja ginjal bayi lebih terbebani adalah risiko kesehatan serius lainnya yang bisa bayi hadapi jika Anda mengabaikan atau tidak tahu kapan bayi boleh minum air putih.
Sebab, ginjal bayi berusia 6 bulan belum berkembang secara sempurna, sehingga belum bisa memproses cairan dalam volume besar. Memberikan air putih kepada bayi sebelum mencapai usia 6 bulan sama halnya memaksa ginjal bayi bekerja lebih keras yang membuat keseimbangan cairan tubuh menjadi terganggu.
4. Meningkat Resiko Infeksi
Selain ginjal yang belum matang, sistem imun bayi juga masih belum bekerja optimal, sehingga membuat bayi sangat rentan dengan infeksi saluran pencernaan. Air putih tanpa sterilisasi ekstra berpotensi menyebabkan infeksi saluran pencernaan tersebut.
Berapa Asupan Air yang Aman untuk Bayi 6 Bulan?
Selain mengetahui kapan bayi boleh minum air putih, Anda juga perlu paham berapa batas asupan air yang aman untuk si kecil. Pasalnya, kebutuhan air yang ideal untuk bayi bisa berbeda tergantung usianya. Berikut ini aturannya.
| Usia Bayi | Asupan Air | Catatan |
| 6-12 bulan | 60-240 ml | Tergantung porsi MPASI |
| 1-3 tahun | 1,3 liter | Gabungan makanan, ASI/susu dan air minum |
Dukung Perkembangan Motorik Anak Seiring Pertumbuhan!
Jadi, usia ideal kapan bayi boleh minum air putih adalah saat berusia 6 bulan atau lebih. Namun, asupan atau pemberiannya pun juga harus diperhatikan sesuai usia. Misalnya, asupan air putih untuk bayi berusia 6-12 bulan adalah 60-240 ml per hari (tergantung porsi MPASI).
Selain asupan cairan yang cukup, stimulasi fisik yang aman dan terarah seiring dengan pertumbuhan juga menjadi kebutuhan penting untuk tumbuh kembang bayi. Di sini, Sparks Sports Academy bisa menjadi mitra yang membantu Anda memenuhi kebutuhan tersebut.
Akademi kami hadir dengan program baby development berbasis gerak dan sensorik yang dirancang oleh para profesional. Program ini bisa membantu bayi untuk mengembangkan koordinasi tubuh, kekuatan otot, hingga kemampuan eksplorasi motoriknya.
Dengan program dan pendampingan profesional dari Sparks Sports Academy, si kecil bisa mencapai milestone tumbuh kembangnya secara optimal. Saatnya pastikan pertumbuhan dan perkembangan si kecil bisa optimal lewat program baby development dari Sparks Sports Academy. Daftar sekarang!







