Tahukah Ibu, bahwa tanda bayi kurang ASI tidak selalu terlihat dari tangisan saja? Banyak sinyal halus yang sebenarnya dapat membantu orang tua memahami apakah si kecil sudah mendapatkan cukup nutrisi. Apa saja tandanya? Bagaimana cara mengatasinya agar buah hati tetap tumbuh dengan optimal? Yuk, simak!
Key Takeaways:
- Bayi yang kurang ASI biasanya menunjukkan tanda seperti jarang pipis, berat badan sulit naik, dan tampak lebih rewel dari biasanya.
- Frekuensi menyusu yang terlalu jarang atau durasi menyusu yang sangat singkat dapat menandakan asupan ASI belum optimal.
- Pola tidur yang gelisah atau bayi tampak lemas dapat menjadi sinyal bahwa kebutuhan nutrisi harian belum terpenuhi.
5 Tanda Bayi Kurang ASI
Di bawah ini adalah beberapa ciri ketika si kecil kekurangan ASI.
1. Frekuensi Pipis Berkurang
Salah satu tanda si kecil kurang ASI yang paling mudah Anda perhatikan ada pada pola pipisnya. Menurut HelloSehat, ketika asupan lancar, bayi biasanya mengeluarkan 6-8 popok basah dalam sehari.
Jika jumlahnya lebih sedikit, bisa saja mereka belum mendapatkan cairan yang cukup. Bila urinnya tampak lebih gelap atau muncul noda merah bata, Anda juga perlu lebih waspada karena bisa terkait dengan dehidrasi ringan.
2. Rewel Setelah Menyusu
Bayi yang cukup minum biasanya terlihat rileks, kadang seperti tertidur pulas dalam “milk drunk moment”. Bila terjadi sebaliknya, seperti menangis, gelisah, atau terus mencari payudara, itu dapat menjadi tanda bayi kekurangan ASI.
Dalam beberapa kasus, bayi akan tampak menyusu terus-menerus, namun tidak pernah terlihat puas. Ini bisa terjadi karena aliran ASI yang belum optimal atau pelekatan yang kurang tepat.
3. Berat Badan Tidak Bergerak Naik
Di awal kelahirannya, bayi memang akan turun berat badan. Namun, setelah dua minggu, berat badan bayi seharusnya mulai bergerak naik secara bertahap.
Bila grafik pertumbuhannya datar, ini termasuk tanda bayi kurang ASI yang perlu Anda cek lebih detail. NHS juga menyebutkan bahwa kenaikan stabil setelah dua minggu adalah sinyal bahwa bayi menerima cukup air susu ibu.
4. Tidak Terdengar Suara Menelan
Selama menyusu, bayi biasanya mulai dengan isapan cepat lalu berubah menjadi sedotan teratur dengan jeda kecil karena ia menelan. Jadi, Anda bisa melihat atau mendengar proses menelan ketika ASI mengalir dengan baik.
Bila suara menelan jarang atau tidak ada sama sekali, kondisi ini bisa jadi tanda, terutama bila gerakan mulutnya hanya berupa isapan cepat tanpa ritme menelan.
5. Payudara Tetap Terasa Penuh
Ketika proses menyusu berjalan lancar, payudara biasanya terasa lebih ringan setelah sesi selesai. Bila payudara Anda masih terasa penuh walaupun bayi sudah menyusu cukup lama, ini bisa berkaitan dengan pelekatan yang kurang pas sehingga ia tidak bisa mengosongkan payudara dengan optimal.
Cara Mengatasi Bayi Kurang ASI
Setelah mengetahui tanda bayi kurang ASI, berikut merupakan beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya.
1. Perbaiki Posisi dan Pelekatan
Pelekatan yang baik akan membuat aliran ASI lebih optimal dan membantu bayi mengosongkan payudara dengan benar. Pastikan mulutnya menutupi puting dan areola, dengan bibir mengarah keluar. Banyak masalah seperti suplai rendah dapat tertangani lebih cepat bila pelekatan diperbaiki sejak awal.
2. Menyusu Lebih Sering
Agar dapat membantu memenuhi asupan dan mengurangi kemungkinan munculnya tanda bayi kurang ASI, beri kesempatan menyusu lebih sering, setidaknya 8 hingga 12 kali dalam sehari. Bila bayi mudah tertidur, Anda dapat perlahan membangunkannya tiap dua jam untuk kembali menyusu.
3. Kontak Kulit dan Respons Lapar Lebih Awal
Skin-to-skin dapat membantu tubuh Anda melepas hormon yang memicu aliran ASI lebih lancar. Cara ini juga membuat Anda lebih mudah mengenali tanda lapar anak sebelum ia menangis, seperti mencari payudara atau membuka mulut.
4. Ekspresikan ASI Bila Diperlukan
La Leche League International menyarankan teknik hand expressing bila Anda merasa bayi belum mendapatkan cukup ASI. Hasil perahan bisa Anda berikan dengan sendok kecil ataucup feeding.
Metode ini dapat sekaligus merangsang produksi ASI agar meningkat dan membantu mengurangi tanda kekurangan yang mungkin muncul saat bayi belum mampu menyusu secara efektif.
5. Makan dan Minum yang Cukup
Cairan dan makanan bergizi berpengaruh besar pada aliran ASI. Ibu sebaiknya memilih makanan tinggi protein, sayur, buah, serta lemak sehat. Selain itu, cukupi kebutuhan minum sepanjang hari, terutama saat merasa haus atau setelah menyusu.
Kebiasaan ini akan membantu tubuh tetap bertenaga dan menjaga produksi ASI tetap mengalir tanpa hambatan.
Sudah Tahu Apa Saja Tanda Bayi Kurang ASI?
Mengenali tanda si kecil kekurangan ASI akan membantu Ibu merespons lebih cepat agar kebutuhan nutrisi si kecil tetap terpenuhi. Ketika Ibu bisa membaca sinyal tubuhnya dengan lebih jeli, proses menyusui pun terasa lebih tenang, hangat, dan penuh rasa percaya diri.
Selain itu, jika orang tua ingin mendukung tumbuh kembang si kecil secara menyeluruh, Sparks Sports Academy dapat menjadi tempat yang aman dan menyenangkan, serta mampu menstimulasi anak.
Melalui program khusus untuk perkembangan sensorik, sosial-emosional, dan motorik, Sparks Sports Academy akan memberikan pengalaman belajar yang positif dalam lingkungan suportif. Ayo, bangun rasa percaya diri dan kebiasaan bergerak yang sehat di tempat yang tepat!







