Di tengah perjalanan kehamilan yang penuh perubahan dan tantangan, wajar jika Anda dan pasangan merindukan waktu tenang berdua. Apalagi mengingat rutinitas pemeriksaan kehamilan, persalinan, hingga persiapan kedatangan anggota keluarga baru yang pasti melelahkan. Karena itu babymoon hadir sebagai momen istimewa.
Liburan sebelum persalinan ini akan memberikan momen tak terlupakan khususnya untuk first time parents yang mungkin memiliki tekanan batin di masa kehamilan yang tidak mudah. Lantas, apa saja manfaatnya? Bagaimana dengan tips agar liburan tetap aman untuk bumil? Simak selengkapnya di sini!
Key Takeaways:
- Babymoon diibaratkan sebagai “honeymoon kedua” dan menjadi waktu terakhir Anda menikmati momen berdua sebelum fokus berpindah pada sang buah hati.
- Waktu liburan ini akan memberikan kesempatan bagi calon orang tua untuk tidur lebih nyenyak, makan lebih nyaman, serta menikmati suasana tenang.
- Kegiatan ini sebaiknya dilakukan pada trimester kedua kehamilan, yaitu sekitar minggu ke-14 hingga ke-28.
Apa itu Babymoon?
Babymoon adalah perjalanan singkat atau liburan ringan yang dilakukan pasangan sebelum menyambut kelahiran buah hati. Pada umumnya, kegiatan liburan ini dilakukan saat trimester kedua kehamilan atau ketika kondisi ibu biasanya lebih nyaman dan stabil.
Istilah ini juga dapat Anda ibaratkan sebagai “honeymoon kedua”. Namun, suasananya jauh lebih hangat dan sarat makna karena menjadi waktu terakhir Anda menikmati momen berdua sebelum fokus berpindah pada sang buah hati.
Tentu saja, liburan sebelum persalinan juga memiliki tujuan emosional dan psikologis yang penting. Contohnya seperti memperkuat hubungan pasangan, menciptakan ketenangan bagi ibu hamil, dan membangun suasana positif sebelum memasuki fase persalinan.
Baca juga: Mengenal Newborn: Ciri, Perilaku, & Tantangan Merawatnya
Mengapa Babymoon Penting?
Selama kehamilan, tubuh dan emosi ibu akan mengalami banyak perubahan. Anda mungkin merasa sensitif, cepat lelah, atau mudah cemas. Di sinilah manfaat liburan akan terasa sangat berarti. Berikut beberapa manfaatnya.
1. Mengurangi Stres dan Ketegangan
Perubahan hormon selama kehamilan dapat membuat Anda lebih mudah cemas dan stres. Namun, lewat liburan ini, Anda dapat menikmati lingkungan baru yang lebih rileks. Contohnya seperti ke pantai, pegunungan, atau sekadar staycation di hotel yang tenang.
2. Membangun Koneksi Emosional dengan Pasangan
Berdasarkan penelitian dari laman Gottman, dua dari tiga pasangan mengalami penurunan kepuasan dalam hubungan dalam tiga tahun setelah memiliki bayi. Sedangkan kunci dari satu pasangan yang dapat bertahan adalah ikatan hubungan yang kuat dan memiliki manajemen konflik yang sehat.
Selain itu, seperti yang Anda tahu, kehamilan seringkali membuat pasangan fokus pada hal-hal teknis, seperti biaya persalinan, perlengkapan bayi, atau jadwal kontrol. Karena itu, babymoon dapat memberi ruang untuk bercerita, tertawa, dan saling menguatkan sehingga Anda dan pasangan lebih terhubung secara emosional.
3. Memberi Waktu untuk Istirahat
Tubuh ibu hamil membutuhkan banyak istirahat, sedangkan liburan akan memberikan kesempatan bagi Anda untuk tidur lebih nyenyak, makan lebih nyaman, serta menikmati suasana damai. Momen ini juga bisa menjadi jeda penting sebelum energi Anda tercurah pada proses persalinan dan merawat bayi.
Tips Aman Melakukan Babymoon untuk Ibu Hamil
Agar momen liburan berjalan nyaman, aman, dan tetap menyenangkan, berikut tipa yang harus Anda perhatikan.
1. Pilih Destinasi yang Tidak Terlalu Jauh
Utamakan lokasi yang jaraknya tidak memerlukan perjalanan panjang. Destinasi dengan waktu tempuh satu hingga tiga jam juah lebih ideal agar Anda tidak terlalu kelelahan.
Selain itu, melansir HelloSehat, sebaiknya Anda sering-sering melakukan peregangan saat perjalanan dan hindari menahan untuk buang air kecil. Tujuannya untuk mengurangi bengkak pada kaki dan pembentukan gumpalan darah.
2. Konsultasi ke Dokter Sebelum Berangkat
Dilansir dari Babycenter, liburan sebaiknya Anda lakukan pada trimester kedua kehamilan, yaitu sekitar minggu ke-14 hingga ke-28. Sebab, pada masa itu, kondisi ibu sudah stabil, risiko komplikasi relatif lebih rendah dan perut belum terlalu besar sehingga Anda lebih nyaman saat beraktivitas.
Meski begitu, keputusan tetap harus mempertimbangkan kondisi kesehatan ibu. Coba tanyakan ke dokter apakah kondisi Anda memang memungkinkan untuk bepergian. Dokter pasti akan memberi saran terbaik, seperti obat yang aman dibawa, aktivitas yang boleh dilakukan, hingga langkah darurat jika terjadi sesuatu.
3. Hindari Aktivitas Fisik yang Terlalu Berat
Ketika melakukan babymoon, nikmati aktivitas ringan saja. Beberapa kegiatan yang dapat Anda lakukan adalah jalan santai, berenang ringan, menikmati spa khusus ibu hamil, atau sekadar bersantai di tepi kolam.
4. Jaga Asupan Nutrisi dan Keamanan Diri
Meski sedang liburan, Anda tetap perlu memperhatikan pola makan. Pilih makanan yang aman bagi ibu hamil dan pastikan minum cukup air untuk mencegah dehidrasi.
Selain itu, bawa vitamin, bantal kecil untuk tidur, dan catatan kontrol kehamilan. Jika perlu cari tahu lokasi rumah sakit terdekat di sekitar tempat liburan jika terjadi kondisi darurat.
Sudah Tahu Apa Itu Babymoon?
Masa kehamilan memang membawa kebahagiaan besar, namun rasa lelah dan stres pasti tetap ada. Karena itu, menyisakan sedikit waktu untuk babymoon sama sekali tidak salah dan setiap calon orang tua layak mendapatkannya.
Namun, ingat, saat perjalanan baru sebagai orang tua dimulai, anak biasanya mulai aktif untuk belajar berjalan, memegang benda, hingga eksplorasi lingkungan. Pada fase inilah, memberikan ruang aman untuk bergerak, bermain, dan mengembangkan kemampuan motorik sangat penting.
Itulah mengapa Sparks Sports Academy bisa menjadi pilihan luar biasa bagi Anda. Sebab, setiap program kelasnya dirancang khusus sesuai kelompok usia. Melalui berbagai aktivitas menyenangkan, si kecil dapat belajar keseimbangan, koordinasi, keberanian, dan interaksi sosial. Tertarik untuk mendaftarkan buah hati?







