Mom/Dad pasti deg-degan saat melihat kepala anak sering terbentur. Biasanya, hal itu disebabkan karena anak baru belajar dudul, merangkak, berdiri, atau terlalu aktif bermain. Banyak yang mengira benturan kecil di kepala merupakan hal wajar, tapi kalau terlalu sering bisa menjadi masalah serius.
Di artikel ini akan membahas satu persatu agar Mom/Dad lebih paham dan bisa mencegah dampak jangka panjangnya.
Efek Kepala Anak Sering Terbentur
Pada dasarnya, kepala anak terutama bayi dan balita sangatlah rentan. Tulang yang masih berkembang belum sepenuhnya keras dan otak masih masa perkembangan.
Jika kepala anak sering terbentur, berikut adalah efek yang akan dialami oleh anak:
1. Cedera Kepala
Cedera kepala adalah salah satu efek dari terbentur. Ketika bayi sering terbentur, baik ringan maupun berat, risiko cedera kepala akan semakin meningkat. Jika anak Mom/Dad mengalami benturan yang mengakibatkan memar, segera bawa ke rumah sakit karena bisa menjadi memar yang serius.
2. Trauma Otak
Trauma otak bisa terjadi karena benturan, guncangan, atau penetrasi ke dalam tengkorak. Hal ini dapat mengakibatkan cedera pada jaringan otak khususnya pada anak. Trauma otak pada anak memiliki efeknya masing-masing, mulai dari gangguan perlaku, kesulitan tidur, muntah, kejang, dan bahkan kerusakan permanen pada otak.
3. Gangguan Perkembangan Otak dan Sistem Saraf
Jika kepala anak sering terbentur, dapat menimbulkan masalah perkembangan pada otak dan sistem saraf. Anak bisa mengalami gangguan kognitif, motorik, sensorik, hingga bahasa. Hal ini sangat menggangu perkembangan anak dan bisa berakibat fatal seperti cerebral palsy.
4. Gangguan Keseimbangan dan Koordinasi
Benturan yang terlalu sering pada anak bisa mengganggu keseimbangan dan koordinasi tubuh. Akibatnya, anak kesulitan dalam berjalan stabil, hingga ganggua aktivitas motorik halus seperti mengambil atau menyusun benda.
5. Gangguan Sensorik
Kepala anak sering terbentur dapat memengaruhi kemampuan sensorik anak. Dampaknya, anak bisa mengalami gangguan pengelihatan, pendengaran, hingga kesulitan merespon rangsangan sensorik seperti sentuhan atau aroma.
Benturan ringan memang tidak terlalu berbahaya, tetapi jika terjadi berulang kali, risikonya bisa meningnkat. Mom/Dad perlu mewaspadai jika anak mengalami perubahan setelah kepalanya terbentur.
Baca juga: Mengenal Kinestetik, Kunci Anak Aktif dan Cerdas Gerak
Apakah Kepala Anak Sering Terbentur Bisa Mempengaruhi Kemampuan Belajar?
Menurut terapis okupasi di Flint Rehab, Courtney Maher, OTR/L, anak yang mengalami cedera di kepala dan otak akan mengalami kesulitan kognitif dan hampir tidak mungkin menyerap informas. Hal ini dapat menyebabkan mengalami gejala ketidakmampuan belajar, meskipun tidak mengalami gangguan seperti pasien ADHD.
Berikut ini adalah efek kognitif utama dari cedera otak akibat benturan kepala yang memengaruhi kemampuan belajar:
1. Masalah Memori
Ketika kepala anak sering terbentur dan mengalami cedera otak, memori kerja anak akan terganggu dan hampir tidak mungkin untuk menyerap informasi saat mendengar atau membaca pertama kali. Anak mungkin perlu membaca atau mendengarnya beberapa supaya paham.
2. Kesulitan Perhatian dan Konsentrasi
Masalah kognitif umum lainnya adalah kesulitan perhatian dan konsentrasi. Rentang perhatian yang pendek menyebabkan anak mengalami kesulitan untuk fokus dalam waktu yang lama, dan mereka juga kesulitan memperhatikan lebih dari satu hal sekaligus.
3. Masalah Organisasi
Setelah mengalami cedera otak akibat terbentur, anak akan mengalami kesulitan mengatur informasi baru. Ini dapat memiliki dampak besar pada pembelajaran. Bahkan jika anak memperhatikan dan mengingat pelajaran, merekan tidak akan paham kecuali otak mereka dapat mengaturnya secara logis.
Hal itu dapat menyebabkan anak membuat keputusan terburu-buru karena tidak dapat menganalisis situasi dan memilih opsi terbaik.
Cara Menjegah Kepala Anak yang Sering Terbentur
Mom/Dad bisa mengambil langkah sederhana untuk menjaga anak agar tidak mengalami benturan kepala yang bisa mengakibatkan cedera otak.
1. Keamanan Berkendara
Gunakan sabut pengaman saat berkendara menggunakan mobil atau motor. Gunakan kursi pengaman anak atau kursi booster yang sesuai dengan usia, berat, dan tinggi badan anak.
2. Memakai Helm
Helm membantu mencegah benturan kepala. Anak harus menggunakan helm pada aktivitas olahraga atau aktivitas outdoor.
3. Menjaga Anak Aman di Rumah
Pasang pagar pengaman di bagian atas dan bawah tangga supaya anak bisa naik turun dengan aman. Jangan biarkan anak bermain di tangga atau melompat di atas atau dari furnitur.
Mom/Dad juga jangan tinggalkan anak di tempat tinggi seperti kasur atau sofa.
4. Keamanan Tempat Tidur
Pasang pagar di samping ranjang supaya anak tidak jatuh ke lantai. Jangan biarkan anak bermain lompat-lompatan di tempat tidur.
Kapan Harus ke Dokter saat Anak Terbentur
Mom/Dad pasti bertanya-tanya, jika kepala anak sering terbentur, kapan harus diperiksa ke dokter? Berikut adalah ciri-cirinya:
1. Anak di Bawah 2 Tahun
Anak di bawah 2 tahun memiliki risiko keretakan tulang kepala yang sangat tinggi, sehingga pemeriksaan CT Scan diperlukan berdasarkan risiko cederanya.
- Risiko Rendah: Jatuh tidak tinggi dan tidak ada gejala setelah observasi 2 jam tidak memerlukan CT Scan.
- Risiko Sedang: Anak mengalami benturan keras, muntah 3-4 kali, pingsal <1 menit, atau anak lemas/rewel. Disarankan CT Scan.
- Risiko Tinggi: Anak mengalami penurunan kesadaran, kejang, ubun-ubun menonjol, atau munta >5 kali. Sangat disarankan CT Scan.
2. Anak di Atas 2 Tahun
Anak di atas 2 tahun memerlukan observasi ketat, terutama dalam 24 jam pertama, untuk memantau tingkat kesadaran, kejang, kelumpuhan, sakit kepala, atau muntah berulang. Pemantauan ini bisa dilakukan di rumah sakit atau di rumah denga pengawas profesional.
Pemeriksaan CT Scan baru dianjurkan jika ditemukan tanda-tanda tidak sadar penuh, perubahan perilaku, atau kecurigaan patah tulang kepala.
Jika kepala anak sering terbentur, Mom/Dad jangan panik tapi juga jangan dianggap remeh. Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa anak masih membutuhkan stimulasi keseimbangan dan sensorik agar gerak tubuhnya lebih terkontrol.
Di Sparks Sports Academy menyediakan program kelas sensori bayi yang aman, menyenangkan, dan dipandu oleh profesional.
Bantu anak tumbuh lebih seimbang, percaya diri, dan aman saat beraktivitas.







