Cara Mengisi Tangki Cinta Anak Berdasarkan Love Languagenya

Cara Mengisi Tangki Cinta Anak Berdasarkan Love Languagenya

Table of Contents

Pernah ga sih mom-dad melihat anak yang tidak mau berbagi dengan kakak-adiknya atau dengan sekitar? Atau anak mau-nya nempel melulu dan bikin mom-dad kesusahan buat melakukan tugas rumah Yep, itu tanda kalau tangki cinta anak tidak terpenuhi dengan baik.

Tangki cinta itu mirip seperti sebuah wadah perasaan yang ada di dalam diri setiap anak yang perlu terus diisi penuh agar mereka dapat tumbuh, belajar, dan berperilaku dengan baik. Tapi, gimana sih cara mengisinya?

Mom-dad perlu mengenali terlebih dahulu apa love language yang anak miliki. Hal ini bisa dilihat dari apa yang menjadi kebiasaan atau sedang terjadi pada anak. Berikut ini penjelasannya.

Tipe-tipe Love Language Anak

Umumnya, love language pada anak maupun dewasa itu sama. Hanya bedanya kali ini kita fokuskan pada anak saja.

Physical Touch

Namanya physical touch, pasti tidak jauh-jauh dari sentuhan fisik ya mom-dad. Berikut ini ciri-ciri anak yang punya love language bertipe physical touch:

  • Suka memeluk atau dipeluk
  • Suka pengangan tangan
  • Suka memanjat badan mom-dad
  • Selalu minta digendong
  • Suka di elus di kepala atau punggung
  • Suka sandaran ke mom-dad
  • Terkadang ada yang suka cium pipi

Terdengar seperti anak yang penuh cinta ya mom-dad, tapi anak dengan physical touch tetap perlu pengawasan dan berikan batasan agar anak tidak melakukannya ke sembarang orang.

Ciri-ciri anak kekurangan physical touch:

  • Mulai ada tindakan seperti memukul-mencubit
  • Mengisap jempol
  • Gigit kuku
  • Terikat dengan suatu benda seperti boneka, selimut, atau bantal tertentu
  • Anak jadi sulit diajak bercanda
  • Pendiam, menarik atau menutup diri

Jika mulai terlihat tanda anak kekurangan physical touch, ada trik sebelum memberikan stimulasi sentuhan ke anak yang perlu diperhatikan. Antara lain:

  • Peluk anak saat dirinya sedang dalam keadaan tenang, bukan saat menangis atau tantrum. Kalau diberikan saat menangis, anak menganggap bahwa perlu menangis terlebih dahulu agar dapat sentuhan dari mom-dad.
  • Sering-sering ajak bermain kuda-kudaan
  • Gendong anak di punggung atau pundak mom-dad

Word of Affirmation

Word of affirmation atau kata-kata pujian untuk anak. Berikut ini ciri-ciri anak yang memiliki love language bertipe Word of Affirmation.

  • Sering bertanya “…. bagus ga?”
  • Suka memberikan pujian balik tanpa diminta
  • Sensitif terhadap nada biacara
  • Suka menyimpan catatan-catatan seperti kartu ucapan ulang tahun
  • Suka bercerita panjang

Ciri-ciri anak kekurangan word of affirmation:

  • Suka mengatakan dirinya “bodoh”, “ga bisa apa-apa”
  • Suka mencari pengakuan atau validation seeker
  • Mudah drop ketika menerima kritikan atau teguran kecil
  • Suka bilang “gatau”, “terserah”. Hal ini agar dia tidak menerima penolakan ketika memilih
  • Penjilat. Nurut sama orang supaya bisa mendapatkan perhatian verbal

Jika mulai ada tanda-tanda tersebut pada anak, ada beberapa cara yang bisa mom-dad lakukan. Antara lain:

  • Terapkan aturan 3:1. 3x pujian 1x teguran.
  • Sebelum berangkat les atau sekolah, katakan “Mama sayang [nama/sebutan anak]”.
  • Saat anak mau tidur, cium kening sembari bilang “Mama sayang [nama/sebutan anak]”.
  • Puji mereka didepan orang lain
  • Terapkan three magic words ketika berbicara dengan anak.

Quality Time

Quality time atau waktu yang dihabiskan anak bersama orang tua. Berikut ini ciri-ciri anak yang memiliki love language bertipe Quality Time.

  • Sering mengajak main bareng
  • Tidak suka saat sedang bermain bersama, mom-dad malah sibuk balas chat di socmed
  • Suka bercerita panjang lebar
  • Sedih kalau sudah janji tapi malah batal
  • Tidak bisa pergi sendiri tanpa mom-dad

Ciri-ciri anak kekurangan word of affirmation:

  • Suka gangguin mom-dad ketika bertelefon
  • Sengaja membuat gaduh di samping mom-dad
  • Suka berkata “aku bosan” atau “gak ada mainan yang seru”
  • Tidak mau cerita ketika ditanya “Gimana les hari ini?”
  • Caper dengan bicara cadel atau mainan ludah agar di notice oleh mom-dad

Jika mulai ada tanda-tanda tersebut pada anak, ada beberapa cara yang bisa mom-dad lakukan. Tidak harus liburan seharian untuk bantu anak agar tangki cintanya penuh. Antara lain:

  • Cobalah mengobrol dengan anak sebelum tidur
  • Minta anak temani saat sedang masak atau cuci kendaraan
  • Kalau bisa, ajak juga melakukan “tugas dewasa” sembari mengobrol atau bermain
  • kalau full sibuk, sempatkan untuk chat anak atau telfon di sela-sela makan siang
  • Buat daftar keinginan saat weekend untuk dilakukan bersama anak

Receiving Gift

Berikut ini ciri-ciri anak yang memiliki love language bertipe Receiving Gift.

  • Suka dengan pemberian sekecil apapun
  • Sukar melupakan siapa yang memberikannya hadiah
  • Suka momen membuka hadiah
  • Terkadang merasa sedih jika hadiahnya rusak atau hilang

Ciri-ciri anak kekurangan receiving gift:

  • Suka bertanya “Mama bawa apa hari ini?”
  • Suka berkata “Adik dibelikan es krim, aku engga”
  • Anak jadi sukar untuk berbagi ke adik/kakak/sekitar

Jika mulai ada tanda-tanda tersebut, ada beberapa cara yang bisa mom-dad lakukan untuk mengisi tangki cinta anak. Antara lain:

  • Cobalah memberikan hadiah secara tiba-tiba
  • Buat hadiah dari tangan mom-dad sendiri seperti origami
  • mom-dad bisa buat permainan “treasure hunt” dengan anak
  • Cobalah membuat koleksi berkelanjutan seperti magnet kulkas, kelereng, stiker, atau kartu

Act of Service

Berikut ini ciri-ciri anak yang memiliki bahasa cinta bertipe Act of Service.

  • Sering meminta bantuan
  • Senang dibantu saat mengalami kesusahan
  • Suka membantu mom-dad atau sekitaran saat kesulitan atau melakukan sesuatu

Ciri-ciri anak kekurangan act of service:

  • Suka tantrum atau menjadi kasar kalau tidak dibantu
  • Kesulitan untuk meminta bantuan
  • Bersikap menuntut seperti “Sini bantuin sekarang!”
  • Sukar memberikan bantuan
  • Suka menunda saat membantu orang lain

Jika mulai ada tanda-tanda tersebut, ada beberapa cara yang bisa mom-dad lakukan untuk mengisi tangki cinta anak bertipe Act of Service. Antara lain:

  • Bantu anak di titik tersulit agar anak belajar berjuang terlebih dahulu
  • Bantu anak melakukan aktivitas rutin yang kurang disukai seperti merapihkan tempat tidur
  • Cobalah membawakan makanan atau minuman ketika anak sedang sibuk

Memahami love language anak memang butuh proses dan kesabaran, tapi hasilnya akan sangat sebanding dengan kedekatan yang terjalin. Ingat ya mom-dad, tangki cinta yang penuh adalah bekal utama anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan penuh kasih.

Yuk, mulai hari ini kita lebih peka lagi terhadap sinyal-sinyal yang mereka berikan. Karena bagi anak, cinta yang dirasakan jauh lebih bermakna daripada sekadar cinta yang diucapkan.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%