Seorang anak berteriak di tempat umum, melempar mainan, atau menolak mendengarkan orang tua. Dari contoh kasus tersebut kebanyakan orang pasti mencap anak sebagai anak nakal. Namun, perilaku tersebut sering kali bukan tanda kenakalan, melainkan anak sulit mengekspresikan emosi, kebutuhan, atau energinya.
Perilaku nakal muncul karena anak belum mampu mengontrol emosi, belum memahami aturan sosial, atau memiliki energi yang berlebih yang tidak disalurkan dengan baik. Kabar baiknya, perilaku ini bisa dikontrol, bukan malah dihukum. Kuncinya ada pada cara orang tua mendidik dan merespons anak.
Tips Mendidik Anak Nakal
Berdasarkan penelitian Profesor Lucie Cluver, ahli pekerjaan sosial anak dan keluarga dari Universitas Oxford, menyarankan cara yang lebih efektif dalam mendidik anak nakal adalah disiplin yang positif.
Berikut adalah pendekatan disiplin positif untuk membangun hubungan yang sehat antra orang tua dan anak:
1. Luangkan Waktu Bersama Anak (Quality Time)
Mom/Dad bisa menyisihkan waktu 5 hingga 20 menit untuk fokus bersama anak. Beraktivitaslah bersama anak seperti mencuci piring atau menjemir pakaian sambil mengobrol. Matikan gadget agar perhatian Mom/Dad tertuju pada anak.
2. Berikan Pujian atas Perilaku Positif
Mom/Dad pasti sering sekali menegur kesalahan anak dan tanpa sadar jarang memberi pujian atas perilaku positifnya. Padahal, anak sangat butuh pujian agar merasa dihargai dan termotivasi berbuat baik. Berikan pujian meski anak hanya bermain dengan saudara selama beberapa menit.
3. Sampaikan Pesan dengan Jelas
Daripada melarang, lebih baik jelaskan apa yang Mom/Dad inginkan secara spesifik. Misalnya, “Selesai main tolong simpan mainanya di kotak ya dek,” lebih jelas daripada “Jangan berantakan mainnya.” Pastikan pesan yang Mom/Dad sampaikan realistis sesuai dengan kemampuan anak.
4. Berikan Dukungan yang Sesuai Kebutuhan
Setiap anak memiliki sifat yang berbeda. Dilansir dari Psychology Today, ada tipe anak yang perlu diingatkan tentang rutinitas, ada anak yang butuh gambaran tentang jadwal, atau anak harus bermain untuk bisa memahami aturan.
Mom/Dad bisa sesuaikan dukungan agar anak merasa terbantu, bukan tertekan.
5. Buat Aturan dengan Pengertian
Anak memiliki prioritas dan cara pandang berbeda. Tugas Mom/Dad adalah membimbing dengan tegas tapi penuh pengertian. Seperti contoh, jelaskan kenapa sepatu tidak boleh dipakai di sofa, lalu alihkan energi anak ke aktivitas lain yang lebih cocok seperti olahraga.
Baca juga: Memahami Penyebab Anak Temperamental dan Cara Mengatasinya
6. Berikan Contoh yang Baik
Mom/Dad memiliki peran utama dalam memberi contoh ke anak, karena anak akan meniru perilaku yang ditunjukan Mom/Dad. Oleh karena itu, penting memberikan contoh baik untuk anak seperti rasa hormat, keramahan, kejujuran, kebaikan, dan toleransi.
Cara sederhana yang bisa dilakukan adalah membiasakan diri mengucapkan terima kasih, maaf, dan tolong.
7. Lakukan Distraksi
Ketika anak sudah mulai nakal, Mom/Dad bisa mendistraksinya dengan aktivitas positif agar energinya tersalurkan. Dengan mendistraksi anak, Mom/Dad bisa mencegah hal yang tidak diinginkan.
8. Beri Batasan
Jangan menerima semua kelakuan yang dilakukan anak. Mom/Dad juga perlu menetapkan batas dan jangan berikan tanggung jawab pada anak tentang apa yang mereka butuhkan.
Parenting First Cry menjelaskan, bersikap tegas tetapi lembut bisa menjadi cara efektif mengatasi kenakalan anak.
9. Berikan Konsekuensi
Bagian dari tumbuh dewasa adalah belajar bahwa jika melakukan sesuatu, pasti ada konsekuensinya. Ajari anak konsep ini untuk mendorong perilaku yang lebih baik sekaligus mengajarkan mereka tanggung jawab.
Berikan anak kesempatan untuk melakukan hal positif dengan menjelaskan konsekuensi dari perilaku nakal mereka.
10. Hindari Bersikap Kasar dan Membentak
Mengingat bahwa anak akan meniru sikap orang tuanya, maka penting bagu Mom/Dad memberikan contoh yang baik dan membangun. Mom/Dad harus menghindari perilaku kasar dan membentaknya untuk mencegah hal buruk terjadi ketika anak dewasa.
Perilaku kasar dan bentakan akan mengakibatkan trauma pada anak, bahkan akan membuatnya semakin tidak patuh.
Pada dasarnya, anak nakal bukanlah anak yang buruk. Mereka hanya belum tahu cara menyalurkan enegri, emosi, dan kebutuhannya dengan tepat. Dengan pendekatan yang tepat, konsisten, dan penuh empati, perilaku anak bisa diarahkan ke hal yang lebih positif.
Anak nakal disebabkan karena energi berlebih yang tidak disalurkan dengan baik. Mom/Dad bisa membantu anak dengan memasukannya ke les yang menyenangkan.
Salah satunya adalah mengikuti les olahraga dari Sparks Sports Academy. Di sana ada beberapa program kelas seperti gymnastic, multi sport, dance, balet, taekwondo, basket, dan futsal.
Khusus kelas mulit sport, ini adalah kelas yang memiliki banyak program latihan untuk melihat bakat dan minat si kecil. Mom/Dad bisa mendaftarkan si kecil jika belum tahu apa yang diinginkannya.
Ikut kelas multi sport di Sparks Sports Academy tidak mahal, banyak promo menarik, dan ada potongan uang pangkal hinga 400 ribu. Tunggu apa lagi? Daftar dan dapatkan promonya sekarang!







