-
Author: Tim Sparks Sports Academy
Mom/Dad pasti sering memerhatikan kecukupan gizi dan mengoptimalkan aktivitas anak, tetapi sering kali lupa apakah waktu tidur anak cukup atau tidak. Padahal, kurang tidur pada anak bisa berefek pada kesulitan fokus, mudah rewel, dan tumbuh kembangnnya terganggu.
Di tengah kegiatan yang padat, menjaga jam tidur anak memang bukan hal mudah. Lalu, sebenarnya berapa lama waktu tidur anak yang ideal dan bagaimana cara memastikan anak memiliki waktu tidur yang cukup?
Berapa Lama Waktu Tidur Anak yang Ideal?
Anak memiliki kebutuhan tidur yang berbeda-beda, tergantung dengan usianya. Dilansir dari Nemourus KidsHealth berikut adalah durasi tidur yang cocok sesuai dengan usianya:
- Bayi (0-3 bulan): 14-17 jam, termasuk tidur siang.
- Bayi (4-12 bulan): 12-16 jam, termasuk tidur siang.
- Balita (1-2 tahun): 11-14 jam, termasuk tidur siang.
- Prasekolah (3-5 tahun): 10-13 jam, termasuk tidur siang.
- Usia sekolah (6-13 tahun): 9-12 jam.
- Remaja (14-17 tahun): 9-10 jam.
Mom/Dad juga perlu mengingat bahwa ini adalah panduan umum. Jika waktu tidur anak sesuai dengan jamnya, ia akan bangun dengan kondisi segar, tidak rewel, dan beraktivitas baik sepanjang hari.
Tanda Anak Kurang Waktu Tidur
Tanda-tanda anak kurang tidur bisa dilihat dari perilaku, fisik, dan emosional. Anak yang kurang tidur memiliki tanda-tanda sebagai berikut:
- Ketiduran di siang hari.
- Hiperaktif (khususnya anak kecil)
- Gangguan fokus.
- Sekolah terganggu.
- Menjadi pemarah, rewel, mudah tersinggung, atau murung.
- Memiliki masalah perilaku.
Anak yang kurnag tidur dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan fisik, emosional, dan perkembangan kognitif mereka.
Manfaat Tidur yang Cukup bagi Anak
Tidur merupakan peran penting bagi perkembangan anak dari fisik, emosional, dan kognitifnya. Hormon pertumbuhan dilepaskan saat tidur di malam hari, sehingga memaksimalkan pertumbuhan tulang dan perkembangan ototnya.
Di usia balita, tidur siang sangat penting, karena di waktu itu otak dapat berkembang dan meningkatkan fokus. Jadi ketika bangun, anak terlihat aktif dan ceria ketika berkativitas. Tidur siang tidak hanya meningkatkan kemampuan motorik, tetapi juga fungsi kekebalan tubuh meningkat, dan tidak mudah terkena penyakit.
Baca juga: 5 Manfaat Tidur Siang untuk Anak dan Cara Membiasakannya
Tidur yang cukup juga membuat emosi anak stabil dan tidak mudah rewel. Bahkan ia mampu mengontrol emosi dengan baik, dan tidak mudah tantrum saat menginginkan sesuatu.
Menurut Centric Health, anak yang tidur nyenyak cenderung berprestasi secara akademik di sekolah, karena mendapatkan istirahat yang cukup sehingga otak dan kognitifnya berkembang dengan optimal.
Efeknya anak akan dengan mudah memecahkan masalah, lebih kretif, dan mudah mempelajari hal baru. Sebab, otak membentuk jalur baru ketika tidur di malam hari, sehingga membantunya mudah dalam mempelajari informasi baru.
Menjaga waktu tidur anak sama pentingnya dengan memberikan makanan bergizi dan stimulasi yang tepat. Dengan jam tidur yang cukup dan teratur, anak bisa tumbuh lebih sehat, bahagia, dan siap menjalani aktivitas sehari-hari.







