Kursus mengisi liburan anak merupakan solusi terbaik bagi orang tua yang ingin sang buah hati tetap terhibur dengan kegiatan bermakna. Anak akan memiliki aktivitas terstruktur sehingga mereka dapat memperoleh pengalaman baru.
Hal ini jauh lebih baik daripada membiarkan anak menghabiskan liburan hanya dengan menonton televisi, bermain gawai terus-menerus, atau travelling tanpa tujuan edukatif yang jelas. Pola liburan semacam ini malah berisiko membuat anak kurang produktif dan rawan terbawa saat masa sekolah dimulai.
Key takeaways
- Kunci agar anak tidak cepat bosan adalah menyesuaikan kursus dengan energi dan ketertarikan mereka.
- Pastikan tempat kursus yang dipilih memiliki pengajar yang profesional namun tetap suportif.
6 Pilihan Kursus Mengisi Liburan AnakÂ
Berikut adalah rekomendasi pilihan kursus yang bisa Anda pertimbangkan untuk mengisi liburan anak.
1. Kursus Bahasa Inggris
Pada usia anak-anak, proses penyerapan bahasa berlangsung lebih cepat karena daya ingat mereka masih tajam. Mengutip Language Kids, anak yang mempelajari bahasa asing sejak dini dapat meningkatkan kemampuan kognitif, problem solving, dan meraih prestasi akademik yang lebih tinggi.Â
Itulah mengapa mengikutsertakan mereka ke kursus bahasa Inggris dapat membantu penguasaan kosakata baru serta melatih kemampuan membaca, menulis, mendengar, serta berbicara menggunakan bahasa tersebut. Kemampuan ini akan bermanfaat untuk hidup anak ke depannya.
2. Kursus Olahraga atau Aktivitas Fisik
Setelah berbulan-bulan menjalani rutinitas belajar di dalam kelas, anak dapat me-refresh diri dengan mengikuti aktivitas outdoor agar tubuh tetap sehat. Apalagi, bagi anak yang aktif bergerak, kursus olahraga atau aktivitas ini menjadi solusi paling cocok untuk menyalurkan energi secara positif.
Melalui aktivitas fisik, anak bukan hanya melatih kekuatan dan ketahanan tubuh, melainkan juga nilai-nilai penting seperti disiplin, kerja sama, dan sportivitias. Beberapa contoh kelas yang bisa diikuti selama liburan antara lain basket, futsal, renang, taekwondo, dan gymnastic.
Jika anak kurang cocok dengan olahraga yang intens dan kompetitif, Anda bisa mendaftarkannya ke aktivitas yang lebih ringan seperti yoga. Olahraga ini dapat membantu menjaga keseimbangan tubuh, menyehatkan badan, dan relaksasi.
3. Kursus Coding
Rekomendasi kursus mengisi liburan anak yang tertarik dengan dunia teknologi adalah coding. Melalui pembelajaran coding, anak dikenalkan pada dasar-dasar logika pemrograman secara sederhana dan menyenangkan sesuai usia mereka.
Kursus coding anak umumnya dirancang interaktif dengan ruang eksperimen yang luas. Anak dapat belajar membuat game sederhana atau animasi 2D menggunakan platform seperti ScratchJr atau Blockly. Mereka juga akan berlatih berpikir kritis dan memecahkan masalah agar kode yang dibuat bisa berjalan.
Ketika mereka berhasil menjalankan hasil karya sesuai perintah yang dibuat sendiri, muncul rasa bangga dan motivasi untuk terus belajar serta berkreasi di bidang teknologi. Jadi, mereka tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi juga dapat membangunnya sendiri.
4. Kursus Seni
Setiap anak punya bakat atau potensi yang terpendam. Untuk mengetahui apakah anak mempunyai bakat di bidang seni, Anda bisa mendaftarkannya ke kursus melukis atau kerajinan tangan selama liburan.
Berbagai kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk menumbuhkan kreativitas anak sejak dini. Mereka akan belajar melukis dengan beragam teknik mulai dari pensil warna hingga cat air.
Selain melukis, kursus seni juga mencakup kegiatan kerajinan tangan yang melatih anak berproses membuat karya dari bahan daur ulang. Hal ini tidak hanya memberikan ruang bagi anak untuk berpikir kreatif, tetapi juga sebagai sarana mengekspresikan diri.
5. Kursus Menari
Kursus mengisi liburan anak paling tepat bagi mereka yang gemar bergerak dan mengekspresikan diri melalui irama adalah kelas menari. Kelas ini akan memberikan aktivitas fisik yang menyenangkan dan membantu memperbaiki postur tubuh menjadi lebih ideal serta melatih konsentrasi sejak dini.
Anak dapat mengenal berbagai jenis tarian yang sesuai dengan minat dan usianya. Beberapa rekomendasi kelas tari yang populer adalah modern dance dan balet.
Modern dance cocok untuk anak yang menyukai gerakan dinamis dan musik kekinian. Sementara balet dapat membantu anak meningkatkan kelenturan dan kepercayaan diri melalui gerakan yang elegan. Selain itu, keduanya juga dapat melatih anak untuk belajar berani tampil di depan umum.
Baca juga: 7 Aktivitas Saat Liburan yang Bikin Anak Tetap Aktif Tanpa Gadget
6. Kursus Pengembangan Diri
Pengetahuan yang penting bagi anak bukan hanya di ranah akademik saja. Non-akademik seperti pengembangan diri penting bagi kehidupan sosial dan emosionalnya. Selama liburan, Anda bisa mengikutsertakan anak ke kursus pengembangan diri, misalnya belajar public speaking.
Melalui kelas public speaking, anak akan diajari cara untuk mendengarkan orang lain dan menyampaikan pendapatnya. Mereka juga akan belajar teknik-teknik public speaking agar lebih percaya diri saat tampil di hadapan publik.
Sudah Memutuskan Kursus yang Sesuai dengan Anak?
Saat memilih kursus anak selama liburan, orang tua sebaiknya mempertimbangkan minat dan karakter anak sebagai faktor utama. Perhatikan apakah anak lebih menyukai aktivitas fisik atau pembelajaran seni.
Selain itu, pastikan tempat kursus yang dituju memiliki metode belajar menyenangkan, pengajar profesional, dan lingkungan yang suportif, seperti di Sparks Sports Academy (SSA). SSA menyediakan berbagai kelas seperti balet, taekwondo, gymnastic, hingga futsal yang dirancang sesuai dengan usia dan kemampuan anak.
Dengan program terstruktur, SSA siap membantu anak mengisi liburan secara produktif, sehat, dan penuh pengalaman positif. Yuk, daftar sekarang!







