-
Author: Tim Sparks Sports Academy
Para ahli tumbuh kembah sepakat bahwa masa awal kehidupan anak adalah periode emas yang tidak akan terulang. Pada fase ini, otak anak sangat responsif, kemampuan fisik mulai terlihat, dan kebiasaan hidup yang mulai terbentuk.
Di samping perkembangan yang begitu pesat pada anak, kebanyakan orang tua masih belum memahami golden age dan cara memaksimalkannya. Padahal, jika orang tua sudah memahaminya sejak dini, maka masa depan anak akan cemerlang.
Apa itu Golden Age?
Dilansir dari Kemenkes, golden age anak dimulai sejak masih dalam kandungan hingga usia 2-5 tahun. Periode ini juga dikenal dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) atau “fondasi kehidupan” karena sangat memengaruhi pertumbuhan anak ke depannya.
Menurut Hurlock, golden age adalah ketika anak berada dalam periode sensitif atau masa peka, yaitu periode di mana suatu fungsi tubuh anak perlu dirangsang dan diarahkan dengan optimal sehingga anak tidak terhambat perkembangannya.
Mengapa Golden Age itu Penting?
Fase golden age adalah fase paling krusial, karena dalam rentang waktu ini otak anak akan membentuk jutaan koneksi saraf setiap detik. Pada fase ini, otak anak sudah tumbuh 80%, begitu juga dengan fisik, emosi, sosial, dan sistem imun juga berkembang dengan pesat.
Jika terdapat gangguan atau keterlambatan pada golden age anak, bisa berdampak permanen pada tumbuh kembangnya, seperti stunting akibat kurang asupan gizi. Oleh karena itu, penting untuk mempersiapkan masa golden age anak untuk masa depannya yang baik.
Aspek Perkembangan yang Terjadi Selama Golden Age
Selama golden age, anak mengalami perkembangan pesat di berbagai aspek seperti:
- Kognitif: Kemampuan berpikir, belajar, dan memecahkan masalah.
- Bahasa: kemampuan berbicara, memahami, dan menggunakan bahasa.
- Motorik: Kemampuan bergerak dan mengkoordinasikan gerakan tubuh (motorik kasar dan halus).
- Sosial-Emosional: Kemampuan berinteraksi dengan orang lain, mengelola emosi, dan mengembangkan empati.
Setiap aspek memiliki keterkaitan dan hubungan satu sama lain. Oleh karena itu, penting bagi Mom/Dad memberi stimulasi yang komprehensif untuk mendukung semua aspek perkembangan anak.
Baca juga: Dampingi Anak yang Memasuki Fase Fantastic Five!
Kenapa Golden Age Perlu Perhatian Lebih dari Orang Tua
Mom/Dad harus memperhatikan fase golden age anak, karena ini akan menjadi fondasi perkembangan anak, seperti:
- Perkembangan fisik, kognitif, bahasa, dan emosi yang cepat.
- perkembangan otak yang maksimal dan akan berdampak panjang.
- Stimulasi dan nutrisi yang cepat terserap.
Tips Mengoptimalkan Pertumbuhan Anak pada Masa Golden Age
Mom/Dad harus mengoptimalkan pertumbuhan fisik dan mental anak saat berada di fase ini. Berikut adalah beberapa upaya menstimulasi golden age anak:
1. Memberikan Stimulasi terhadap Motorik Halus dan Kasar
Mom/Dad harus memberikan stimulasi motorik sejak anak lahir hingga usia 5 tahun. Ajak anak untuk berolahraga sehingga motorik kasarnya terlatih dan anak bisa mengkoordinasikan dan menyeimbangkan tubuh.
Selain menstimulasi motorik kasar, anak harus distimulai motorik halusnya yang berkaitan dengan otot-otot kecil seperti jari-jari tangan. menstimulasi motorik halus supaya anak bisa melakukan aktivitas-aktivitas harian.
2. Melatih Kemampuan Kognitif Anak
Kemampuan kognitif harus dilatih supaya anak bisa memahami pengetahuan dengan cepat. Mom/Dad bisa melatihnya dengan cara bermain di luar ruangan, mengenalkan buku, bermain mainan edukasi, hingga mengenalkan musik sesuai usianya.
3. Pastikan Nutrisi dan Gizi Anak Tercukupi
Hal yang tidak kalah penting dalam mengembangkan tumbuh kembang anak di fase golden age adalah pemberian asupan nutrisi dan gizi yang tepat.
Pada bayi usia 0-6 bulan perlu diberikan ASI eksklusif agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi. Memasuki usia 6 bulan, bayi memerlukan tambahan makanan pendamping ASI (MPASI) agar gizinya terpenuhi dengan baik.
Memasuki usia 4-5 tahun, Mom/Dad bisa memberikan makanan yang baik untuk tumbuh kembang seperti, pisang, alpukat, daging ikan, brokoli, ubi, hingga yoghurt.
4. Maksimalkan Potensi Anak
Mom/Dad harus mulai mengenali dan memerhatikan segala potensi yang dimiliki anak. Seperti contoh, jika anak suka berolahraga, Mom/Dad bisa memfasilitasinya dan kalau perlu mendaftarkannya ke program multi sports di Sparks Sports Academy.
5. Dampingin Anak Berpikir
Anak di bawah usia 5 tahu tidak dapat bertindak dan berpikir dengan cepat. Oleh karena itu, Mom/Dad harus menemani anak supaya paham dalam menyelesaikan masalah yang datang setiap hari. Hal ini bisa dilatih dengan cara bermain role play, menyusun balok, atau merapihkan puzzle.
6. Lengkapi Imunisasi
Supaya golden age anak bisa dioptimalkan, anak harus dalam keadaan sehat agar lebih mudah dalam mencerna setiap stimulasi yang datang. Untuk itu lah, harus dilakukan imunisasi saat bayi baru lahir sampai berusia 18 bulan agar terhindar dari berbagai penyakit berbahaya.
7. Mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Golden age pada anak bisa menyerap ilmu dengan cepat dan penting untuk membentuk karakter pada anak. PAUD dapat dijadikan pilihan untuk Mom/Dad untuk mengasah kemampuannya. Anak bisa belajar banyak hal seperti mengasah kemampuan emosi, fisik, motorik, dan kognitif.
Cara Memaksimalkan Masa Golden Age
Mom/Dad bisa melakukan cara berikut ini untuk memaksimalkan masa golden age anak:
1. Aktivitas Sensori
Stimulasi sensori sangat penting dalam membantu anak mengenal lingkungan. Mom/Dad bisa memberikan aktivitas sensori seperti bermain air, bermain tekstur, bermain oasir, atau eksplorasi benda. Aktivitas tersebut bisa membantu perkembangan otak, fokus, dan regulasi emosi anak sejak dini.
Jika Mom/Dad tidak mau repot, seluruh aktivitas sensori tersebut sudah dikemas menjadi Kelas Sensori di Sparks Sports Academy.
2. Aktivitas Motorik Kasar
Motorik kasar berhubungan dengan kemampuan anak menggerakan otot besar. Aktivitas yang bisa Mom/Dad berikan ke anak bisa berlari, jingkrak, melompat, dan menghindari rintangan. Mom/Dad bisa mendaftarkan anak Kelas Gymnastic di Sparks Sports Academy untuk aktivitas yang menyenangkan dan aman.
3. Aktivitas Motorik Halus
Motorik halus berperan besar dalam persiapan akademik anak, termasuk kemampuan menulis, fokus, dan problem solving. Contoh aktivitasnya seperti mewarnai, menggambar, menyusun balok, dan bermain puzzle. Aktivitas ini membantu anak melatih koordinasi tangan dan mata serta meningkatkan kesabaran.
4. Aktivitas Koordinasi dan Keseimbangan
Koordinasi dan keseimbangan adalah fondasi penting untuk postur tubuh, konsentrasi, dan kesiapan anak dalam aktivitas fisik lanjutan. Kegiatan seperti berdiri dengan satu kaki, berjalan di atas balance beam, dan melompat dengan arah tertentu.
Semua kegiatan ini tersedia di Kelas Gymnastic Sparks Sports Academy, dengan alat yang aman dan pelatih berpengalaman.
5. Aktivitas Bahasa & Sosial
Di masa golden age, perkembangan bahasa dan sosial menjadi bagian penting di dalamnya. Anak harus belajar komunikasi, mengekspresikan emosi, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Contoh aktivitas bahasa dan sosial seperti bermain role play, bernyanyi, dance, dan bekerja sama dalam kelompok kecil.
Untuk mengoptimalkannya, Mom/Dad bisa mendaftarkan anak ke Kelas Balet dan Modern Dance di Sparks Sports Academy
Golden age adalah kesempatan yang dimiliki anak dan tidak bisa diulang. Dengan stimulasi yang tepat, aktivitas yang seimbang, dan lingkungan yang mendukung, Mom/Dad bisa membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, percaya diri, dan berprestasi.
Jika Mom/Dad bingung bagaimana mengoptimalkan golden age anak, Sparks Sports hadir dengan program yang menyenangkan, terstruktur, dan cocok untuk anak yang berada di fase ini. Lewat program multi sports, anak menumbuhkan fisik, sosial, dan emosi yang sehat.
Yuk, kunjungi dan daftarkan anak sekarang di Sparks Sports Academy!







