Di tengah gempuran era digital dan gaya hidup yang serba cepat, banyak orang tua khawatir dengan anaknya yang terlalu fokus pada diri sendiri tanpa memedulikan orang sekitarnya. Padahal, kalau anak bisa memahami konsep empati, anak mudah untuk melakukan aktivitas sosial dan menjaga kestabilan emosi.
Rasa empati pada anak bisa ditumbuhkan sejak usia dini melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Mengapa anak Perlu Belajar Empati Sejak Dini?
Menurut Aulad: Journal on Early Childhood, empati berperan penting dalam membangun hubungan sosial yang baik. Kurangnya rasa empati pada diri seseorang bisa menghambat kerja sama, komunikasi terhambat, menimbulkan kesalahpahaman dan konflik.
Kurangnya empati pada anak dapat menyebabkan anak kurang peduli satu sama lain, sulit bekerja sama, sampai tidak bisa dipercayai atau dijauhi. Oleh karena itu, pengembangan empati pada anak sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kerja sama yang baik.
Baca juga: Penyebab Empathy Lag pada Anak dan Cara Mengatasinya
Cara Menumbuhkan Rasa Empati pada Anak
Mom/Dad bisa melakukan beberapa cara ini di rumah untuk menumbuhkan rasa empati anak:
1. Berbicara Tentang Perasaan
Mom/Dad bisa mengajak anak untuk berbicara tentang perasaan mereka dan perasaan orang lain. Ajari anak mengenali emosi atau perasaan, baik dirinya sendiri atau orang lain.
2. Baca Buku
Anak bisa diberikan buku atau cerita tentang empati. Isi dari buku yang ditulis berdasarkan pengalaman orang lain dapat membantu anak memahami perspektif yang berbeda.
3. Berikan Contoh
Mom/Dad bisa memberikan contoh perilaku empatik dalam kehidupan sehari-hari. Ketika anak melihatnya, maka mereka cenderung akan meniru dan mempraktikkannya.
4. Ajari Anak Sopan Santun
Mengajari anak kesopanan bertujuan untuk mengenalkan pentingnya menunjukan rasa peduli dan hormat kepada orang lain. Mom/Dad bisa mengajarinya dengan kata-kata “tolong”, “terima kasih”, dan maaf”.
5. Penuhi Kebutuhan Emosi Anak
Pengalaman emosioanl antara orang tua dan anak sangat penting. Berinteraksi lah secara positif dan hargai perasaan anak agar anak merasa aman, terlindungi, dan dicintai sehingga mereka akan lebih peka terhadap kebutuhan emosional orang lain.
6. Pertanyaan Terbuka
Mom/Dad bisa menanyakan pertanyaan yang bisa merangsang rasa empatik anak. Seperti contoh, “Bagaimana perasaanmu jika berada di posisi teman mu yang lagi terpuruk?”
7. Latihan Menyimak
Latih anak untuk bisa mendengarkan orang lain berbicara dengan penuh saksama. Hal ini bertujuan untuk bisa mengenali emosi orang, membaca bahasa tubuh, dan ekspresi wajah.
8. Ajari Anak tentang Perbedaan
Mom/Dad bisa memberi pemahan tentang perbedaan lewat teman-temannya. Ini bisa menimbulkan rasa empati dan rasa hormat anak terhadap perbedaan. Bicarakan kepada anak bagaimana perbedaan membuatnya lebih kaya secara budaya dan emosional.
9. Ajarkan Anak Menghadapai Emosi Negatif
Anak-anak pasti bisa mengalami emosi negatif seperti marah, cemburu, sedih, atau kecewa. Anak yang diajari untuk mengontrol emosinya secara positif biasanya memiliki kecerdasan emosi dan empati yang kuat. Seperti contoh, jika anak marah atau sedih, ia bisa menuangkannya ke aktivitas positif.
10. Libatkan Anak pada Aktivitas Sosial
Mom/Dad bisa mengajaknya untuk terlibat dalam aktivitas sosial seperti berdonasi atau beramal. Tetapi, jangan lupa memberinya penjelasan dan pemahaman kalau donasi atau amal yang diaberikan bisa memberikan efek positif ke orang lain.
Ciri-Ciri Anak Sudah Memiliki Empati
Anak yang memiliki sifat empati bisanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Sensitif secara emosional: Anak bisa merasakan emosi orang lain dengan intens. Bahkan mereka bisa memahami perasaan orang lain lewat ekspresi wajahnya.
- Membutuhkan waktu sendiri: Anak dengan empati suka menyendiri sejnak untuk mengembalikan energi dan menenangkan pikiran sebelum beraktivitas lagi.
- Kesulitan mengendalikan emosi: Anak dengan sifat empati sering kesulitan mengendalikan emosinya, karena terlalu terpengaruh oleh perasaan orang lain.
- Sering membantu: Anak yang memiliki empati cenderung tertarik untuk membantu orang. Mereka memiliki rasa peduli yang mendalam dan merasa terdorong untuk meringankan bebasn orang lain.
Menumbuhkan rasa empati pada anak bukan proses yang instan, tetapi bisa dibentuk dari kebiasaan sehari-hari. Dengan memahami cara menumbuhkan rasa empati pada anak, Mom/Dad memiliki peran besar dalam membentuk anak yang peduli, berperilaku baik, dan mampu menjalin hubungan sosial yang sehat. Semakin dini anak diajarkan empati, semakin kuat karakternya di masa depan.







