Sebagai orang tua, Anda pasti ingin membekali anak dengan keterampilan sosial yang kuat sejak dini. Salah satu cara sederhana, namun berdampak besar ialah mengajarkan three magic word, alias tiga kata ajaib yang meningkatkan sopan santun dan membantu anak merasa nyaman dalam interaksi sosial.
Tiga kata ajaib tersebut adalah “tolong,” “terima kasih,” serta “maaf”. Meski terlihat sederhana, ketiga kata ini memiliki kekuatan luar biasa untuk membentuk karakter anak yang lebih empatik dan penuh rasa hormat. Yuk, simak tips mengajari anak tiga kata ajaib tersebut!
Key Takeaways:
- Tiga kata ajaib meliputi tolong (sorry), terima kasih (thank you), dan maaf (sorry).
- Ketika anak belajar mengatakan tiga kata ajaib, mereka juga akan belajar tentang apa itu perhatian, penghargaan, dan tanggung jawab.
- Penerapan tiga kata ajaib tersebut harus dimulai dari teladan orang tua, konsistensi, dan kesabaran.
Mengapa Anak Perlu Belajar Three Magic Word?
Mengapa tolong (sorry), terima kasih (thank you), dan maaf (sorry) disebut magical? Karena ketiga kata tersebut bukan hanya sekadar kata, tetapi cerminan perhatian, penghargaan, dan tanggung jawab. Ketika anak belajar mengatakan tolong, mereka belajar bahwa meminta bantuan dengan cara yang baik itu penting.
Lalu, saat mereka mengucapkan terima kasih, anak diajarkan menghargai bantuan atau pemberian orang lain. Sedangkan saat anak berani mengatakan maaf, itu menunjukkan keberanian mereka menghadapi kesalahan dan tanggung jawab atas tindakan mereka.
Mengutip Journal of Human And Education (2024) terbiasa mengucapkan tiga kata tersebut dapat mendorong perkembangan karakter yang positif pada anak usia dini. Namun, penting bagi Anda untuk memahami bahwa anak tidak langsung bisa menguasai semuanya, mereka perlu dibimbing secara konsisten sesuai usianya.
Melansir Liputan6, memperkenalkan kata-kata ajaib ini dapat dimulai sejak usia sangat muda, yakni batita atau usia 1-3 tahun. Pada waktu ini, orang tua bisa mulai menggunakan kata-kata tersebut dalam interaksi sehari-hari.
Namun, belajar menggunakan three magic word tisak hanya berlaku untuk batita (bawah tiga tahun) saja, tetapi juga anak usia pra sekolah hingga sekolah. Sebab, di usia tersebut anak sudah mengembangkan pemahaman yang lebih baik dengan lingkungan sosial yang semakin kompleks.
Tips Praktis Mengajarkan Three Magic Word pada Anak
Mengajarkan tiga kata ajaib pada anak membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan pendekatan yang tepat. Anak tidak hanya perlu tahu arti kata-kata tersebut, tetapi juga harus memahami kapan dan mengapa mereka perlu menggunakannya. Berikut berbagai tipsnya!
1. Jadilah Teladan dalam Situasi Nyata
Anak belajar paling cepat melalui contoh, bukan ceramah. Mengutip Kompasiana, peranan orang tua pun sangat berpengaruh mengingat anak akan meniru perilaku merekaa.
Karena itu, Anda juga bisa mulai mengucapkan “tolong” saat meminta bantuan, “terima kasih” saat menerima sesuatu, dan “maaf” ketika melakukan kesalahan. Sehingga, anak akan melihat bahwa kata-kata tersebut bukan sekadar aturan, melainkan kebiasaan yang wajar.
2. Ajarkan Konteks, Bukan Sekadar Ucapan
Jelaskan secara sederhana bahwa, mengatakan “tolong” berarti kita menghargai bantuan orang lain, “terima kasih” menunjukkan rasa syukur, dan “maaf” berarti kita peduli pada perasaan orang lain. Ketika anak paham makna three magic word, mereka akan lebih tulus dan tidak mengucapkannya hanya karena disuruh.
3. Gunakan Bahasa yang Sesuai Usia Anak
Hindari penjelasan yang terlalu panjang atau abstrak. Bagi anak usia dini, Anda bisa menggunakan kalimat sederhana, seperti, “kalau minta bantuan, pakai kata tolong supaya terdengar sopan.”
Sedangkan untuk anak yang lebih besar, Anda bisa berdiskusi tentang bagaimana kata-kata tersebut dapat memengaruhi perasaan orang lain. Penyesuaian bahasa akan membuat anak lebih mudah menerima dan mempraktikkannya.
4. Libatkan Anak dalam Permainan Peran
Berdasarkan situs Anakku, permainan peran atau role play adalah cara yang efektif untuk anak pra sekolah. Anda bisa berpura-pura menjadi teman, guru, atau saudara, lalu menciptakan situasi sederhana seperti meminjam barang atau meminta bantuan.
Lewat bermain peran, anak akan belajar dan merasa bahwa penggunaan three magic word adalah aktivitas yang menyenangkan.
5. Beri Apresiasi, Bukan Hukuman
Ketika anak berhasil menggunakan kata “tolong”, “terima kasih”, atau “maaf” dengan tepat, berikan pujian yang spesifik. Misalnya, “Mama senang kamu bilang terima kasih, tandanya kamu anak yang sopan”. Apresiasi positif ini akan memperkuat perilaku baik. Sebaliknya, jika anak menolak, hindari memarahi dan ingatkan dengan lembut.
6. Konsisten di Semua Lingkungan
Agar anak tidak bingung, penting bagi Anda untuk menjaga konsistensi di rumah, sekolah, dan lingkungan sosial lainnya. Jika di rumah anak dibiasakan berkata sopan, tetapi di luar lingkungan tersebut tidak diperkuat, anak bisa kehilangan arah. Jadi, komunikasikan dengan pengasuh atau guru agar nilai yang diajarkan selaras.
Sudah Tahu Tips Mengajarkan Three Magic Word pada Anak?
Pada prosesnya, Anda mungkin merasa frustasi ketika anak tidak langsung bisa menerapkan kata terima kasih atau maaf. Namun, ingatlah, bahwa mengajarkan three magic word butuh kesabaran dan konsistensi. Apalagi, setiap anak memiliki perkembangan kecepatan yang berbeda.
Namun, selain mengajarkan tiga kata ajaib, kemampuan sosial anak juga dapat berkembang melalui kegiatan yang melibatkan kerja sama, disiplin, dan interaksi langsung dengan berbagai teman sebaya. Karena itu, Anda bisa memasukkan anak ke Sparks Sports Academy yang juga mendukung aspek sosial dan emosional.
Dengan suasana belajar yang menyenangkan dan bimbingan profesional, anak tidak hanya menjadi lebih aktif secara fisik, tetapi juga lebih siap bersosialisasi dalam kehidupan sehari-hari. Ayo, berikan pengalaman belajar yang holistik melalui Sparks Sports Academy!







