-
Author: Tim Sparks Sports Academy
Jangan salah kira, strict parents dan toxic parents ternyata tidak sama! Sebab, dalam hal pola asuh anak, ada orang tua yang suka bersikap egois dan sombong terhadap anaknya ketimbang sekadar kaku dan banyak memerintah. Lantas, apa saja perbedaan strict parents dan toxic parents? Mari simak lebih lengkah di bawah ini!
Key Takeaways
- Beberapa perbedaan strict parents dan toxic parents bisa Anda lihat dari bentuk bentuk kendali mereka terapkan pada anak.
- Perbedaan juga dapat terlihat dari standar dan harapan yang mereka tetapkan untuk anak dan aturan batasan privasi.
- Strict parents secara umum hanya ingin anak bisa berhasil, sedangkan toxic parents hanya ingin memanfaatkan anak untuk keuntungan peribadinya.
5 Perbedaan Strict Parents dan Toxic Parents
Orang tua kaku dan egois sekilas memang tampak sama, namun mereka sebenarnya sangat berbeda. Mengutip laman Calm, pola asuh strict parents terjadi atas dasar cinta dan kepedulian, sedangkan toxic parents akan menggunakan kontrol sebagai cara untuk memanipulasi. Agar tidak salah paham, mari simak ulasan lengkapnya berikut!Â
1. Kendali versus Manipulasi
Strict parents lebih mengedepankan kendali penuh atas anak mereka daripada manipulasi psikis. Terdapat peraturan yang mereka ingin anak ikuti dan patuhi secara konsisten. Tujuannya agar anak memiliki disiplin yang tinggi, berperilaku baik, serta dapat meraih keberhasilan dan tidak menderita.
Di sisi lain, toxic parents menggunakan peraturan untuk menjaga kekuasaan, mereka ingin memanipulasi bahkan mempermainkan anak demi meraup keuntungan pribadi. Selain itu, peraturan yang mereka terapkan biasanya tidak konsisten, semuanya akan bergantung pada suasana hati.
Ketidakpastian inilah yang justru akan sangat menguras emosi dan melelahkan. Karena tidak ada pola yang pasti, anak harus selalu waspada karena bisa saja mereka mendapatkan hukuman tanpa peringatan.
2. Aturan Batasan
Perbedaan strict parents dan toxic parents juga terlihat dari batasan yang mereka buat. Strict parents memang memiliki ekspektasi tinggi dan aturan yang tidak ada habisnya, namun mereka masih memberikan ruang anak menjadi dirinya sendiri. Jadi, masih ada ruang agar anak tetap memiliki privasi.
Sedangkan toxic parents menginginkan anak memiliki nilai, perilaku, atau pilihan yang sama dengan apa yang mereka inginkan. Jika tidak terbentuk sesuai dengan apa yang mereka mau, maka anak akan ditekan dan dimanipulasi.
3. Kesempatan Anak untuk Berpendapat dan Berekpresi
Kendati orangtua strict bersikap ketat dan dingin, masih ada waktu di mana mereka akan memberikan anak kesempatan untuk menyatakan opininya dan mengekspresikan diri. Tentu saja, anak harus bersikap tenang, berpikir jernih, dan menunjukkan rasa hormat supaya orang tua mau mendengarkan.
Sementara itu, toxic parents tidak peduli pada pendapat anak. Melansir Jurnal Peneliti, orang tua toxic akan selalu menuntut, memaksa, dan mengintimidasi anak agar mengikuti seluruh kemauan mereka. Mereka bahkan tidak mau memahami perasaan anak, hal tersebut tidak penting. Â
Mereka akan menolak memberikan anak kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan mengekspresikan perasaan. Jika anak tetap mengutarakan isi hatinya, orang tua tipe ini pasti akan berpaling dan menutup telinga. Hasilnya, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang sulit untuk memahami emosi dan perasaannya sendiri.
4. Standar dan Harapan
Di balik sikap dingin orang tua strict, mereka hanya mengharapkan anak meraih sukses dan pencapaian terbaik. Perbedaan strict parents dan toxic parents ini juga menekankan standar orang tua strict yang tinggi, namun terdapat tujuan mulia agar anak bisa menjadi mandiri dan bertanggung jawab.
Sekarang Anda lihat pola pikir orang tua toxic yang cenderung menerapkan standar pencapaian secara asal-asalan dan tak masuk akal. Mereka bahkan sering membandingkan anak dengan orang lain, tidak menghargai pencapaiannya, serta menyerang dan merendahkan karakter anak untuk menyudutkan.
5. Kendali Emosi pada Diri Orang Tua
Orang tua yang strict cenderung lebih mampu mengontrol emosi saat berbicara dengan anak. Bahkan, mereka masih bersedia untuk meminta maaf jika memang melakukan kesalahan.
Di lain pihak, orang tua yang egois sangat mungkin untuk meledak dan mengutuk di hadapan anak apabila ada kesalahan sekecil apapun.
Orang tua seperti ini tidak akan mau mengakui kesalahan, bahkan tidak mau mengerti bahwa masalah sebenarnya ada pada mereka. Hal yang dilakukan adalah menyalahkan anak tanpa memberi anak kesempatan untuk membela diri.
Baca juga: Strict Parents: Pengertian, Ciri, dan Dampaknya Bagi Anak
Sudah Tahu Perbedaan Strict Parents dan Toxic Parents?
Setelah memahami perbedaan strict parents dan toxic parents, maka jangan biarkan Anda menjadi orang tua yang merusak merusak pikiran anak dan menghancurkan impian mereka. Karena sebagai orang tua, Anda bertugas untuk menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, serta nyaman agar anak dapat tumbuh dengan baik.
Tentu saja, lingkungan tersebut tidak hanya dapat tercipta di rumah, sebab ada Sparks Sports Academy yang menyediakan lingkungan supportive agar anak tumbuh optimal. Anda pun dapat memilih berbagai kelas yang menarik seperti dance dan olahraga sesuai minat dan bakat anak.
Lewat pendampingan instruktur profesional, anak akan mendapat berbagai stimulasi yang sangat baik untuk perkembangannya. Ayo, booking free trial class yang tersedia lebih dulu untuk merasakan manfaatnya!







