Bahaya game Roblox untuk anak menjadi perhatian utama para Mom/Dad saat ini. Game Roblox adalah salah satu platform permainan online yang populer dikalangan remaja dan anak-anak saat ini. Melalui Roblox, anak-anak bisa bermain ribuan game buatan developer, membuat karakter sendiri, bahkan mendesain dunia virtual versi mereka.
Game ini bisa didapatkan secara gratis melalui Google Play Store, App Store, atau website resmi. Roblox sendiri menetapkan rating usia 7+ atau 9+ tergantung negara, namun secara umum direkomendasikan untuk anak usia 9-12 tahun ke atas dengan pengawasan orang tua.
Meski Roblox terlihat seperti permainan yang kreatif dan edukatif, nyatanya ada bahaya game Roblox untuk anak yang perlu dipahami orang tua sebelum memberikan akses tanpa batas.
10 Bahaya Game Roblox untuk Anak
Tak hanya seru dimainkan oleh anak, game Roblox juga memiliki bahaya yang mengintai anak jika tidak diawasi. Berikut adalah beberapa risikonya:
1. Adanya Penjahat Anak
Dilansir dari KSAT, mudahnya akses game Roblox mengakibatkan banyaknya penjahat anak. Penjahat anak biasanya bermain Roblox dengan menipu anak-anak kecil agar percaya bahwa mereka sedang mengobrol dengan teman lalu kemudia memerasnya. Pemerasan itu bisa berbentuk uang dan hal yang berkaitan dengan seksual.
Penjahat anak menggunakan ancaman ke anak jika tidak memberikan apa yang diinginkan.
2. Terpapar Konten Negatif
Roblox memiliki konten negatif seperti horor, kekerasan dan simulasi yang tidak pantas dengan anak-anak. Anak pastinya tidak bisa memfilter konten tersebut dan jika dibiarkan anak akan meniru perilaku yang sama nantinya.
3. Anak Berpotensi Mengalami atau Melakukan Cyberbullying
Di game Roblox anak bisa berinteraksi dengan sesama, meskipun ada batasanya. Itu bisa mengakibatkan anak menjadi korban atau pelaku ejekan, hinaan, atau dikucilkan dalam permainan.
4. Anak Menjadi Kecanduan
Adanya sistem reward dan level di game Roblox membuat anak sulit untuk berhenti bermain. Anak akan kecanduan untuk terus bermain karena dopamine yang diberikan oleh Roblox dalam bentuk pencapaian.
5. Gangguan Konsentrasi Belajar
Keseringan bermain Roblox secara berlebihan bisa mengganggu fokus belajar dan aktivitas produktif sehari-hari anak. Dampaknya adalah anak menjadi malas belajar, sulit menerima informasi, hingga penurunan akademik.
6. Menjadi Konsumtif
Roblox memiliki mata uang virtual bernama Robux. Robux digunakan untuk membeli beberapa item yang ada di dalam game dan biasanya memiliki visual yang keren. Melihat hal ini, anak bisa saja membeli item tanpa memahami nilai uang yang sebenarnya dan selalu meminta orang tua untuk membelikannya.
7. Mengganggu Pola Tidur
Jika anak sudah kecanduan bermain Roblox, akan mengakibatkan anak bermain hingga larut malam, membuat anak kurang tidur, dan mudah lelah.
8. Kurangnya Aktivitas Fisik
Anak yang terlalu lama di depan layar bermain Roblox akan mengurangui waktu bergerak dan bermain aktif. Itu akan mengakibatkan berkurangnya stimulasi motorik dan sensorik anak.
9. Berisiko Bocornya Data Pribadi
Anak pastinya belum memahami apa itu konsep privasi. Anak yang dibiarkan bebas bermain Roblox berisiko membocorkan informasi data pribadinya ke orang tidak dikenal.
10. Emosi Anak Menjadi Tidak Stabil
Anak yang kecanduan bermain roblox akan mudah marah dan frustrasi karena kalah dalam game, kehilangan item, atau konflik dengan pemain lain.
Langkah Pencegahan yang Perlu Orang Tua Ketahui
Mom/Dad tidak harus langsung melarang anak bermain Roblox, tetapi bisa membimbing, mengontrol, dan membatasi anak bermain. Mom/Dad bisa mengikuti langkah berikut ini:
- Aktifkan parental control di gadget.
- Batasi anak bermain.
- Matikan fitur chat di Roblox.
- Gunakan akun dengan pengaturan usia anak.
- Ajak anak berdisukusi dengan aturan penggunaan gadget.
- Dampingi anak bermain.
- Edukasi anak tentang privasi dan bahaya orang asing di internet.
- Ajari anak literasi digital yang berarti apa yang terjadi di game tidak boleh ditiru di dunia nyata.
Usahakan Mom/Dad melakukannya secara bertahap agar anak tidak melanggarnya.
Cara Alihkan Anak dari Game Roblox
Jika anak langsung dilarang maka ia akan semakin penasaran untuk mencobanya. Solusinya adalah membatasi waktu bermain dan menggantikannya dengan aktivitas yang seru.
- Ganti Aktivitas yang Mirip Secara Keseruan
- Gymnastic: Anak tetap bisa bergerak aktif dan menantang diri sendiri. Kegiatan ini bisa didapatkan di kelas gymnastic Sparks Sports Academy.
- Bermain kartu: Permainan ini akan melatih anak untuk membuat strategi dan kesabaran.
- Lego: Mirip dengan roblox karena sama-sama membangun dan berkreasi.
- Bermain di luar ruangan: Ajak anak bermain di lingkungan yang baru seperti di alam atau di taman.
- Multi sports: Anak bisa mencoba berbagai olahraga agar tidak mudah bosan. Kelas multi sports tersedia di Sparks Sports Academy.
- Buat Aktivitas Rumah yang Seru
- Bermain dan membangun benteng dari bantal dan selimut.
- Membuat rumah-rumahan dari kardus.
- Menyusun blok.
- Bermain peran atau role play.
Sebenarnya, anak membutuhkan stimulasi dan tantangan. Jika Mom/Dad bisa membuat aktivitas yang seru, ketergantungan anak terhadap game akan berkurang secara alami.
Baca juga: 10 Ide Permainan yang Mengasah Kreativitas Anak
Memahami bahaya game Roblox untuk anak bukan berarti Mom/Dad harus melarangnya. Roblox memang menawarkan kreativitas dan hiburan, tetapi jika tidak diawasi, risiko dengan mudah memengaruhi anak. Dengan pendekatan yan bijak, Mom/Dad bisa membantu anak menikmati teknologi tanpa kehilangan masa kecilnya






