Tahapan Perkembangan Motorik Anak Usia Dini, Usia 0-5 Tahun

Tahapan Perkembangan Motorik Anak Usia Dini, Usia 0-5 Tahun

Table of Contents

Memahami tahapan perkembangan motorik anak usia dini sangat penting agar Anda dapat memberikan stimulasi yang tepat sejak awal. Perkembangan motorik sendiri bukan hanya soal anak bisa bergerak aktif, tetapi juga berkaitan erat dengan kemampuan berpikir, kemandirian, hingga keterampilan sosial dan emosionalnya.

Pada rentang usia 0–5 tahun, anak akan mengalami lompatan perkembangan yang sangat pesat. Di fase inilah fondasi kemampuan fisik, koordinasi tubuh, dan kepercayaan diri mulai terbentuk. Mari pahami setiap perkembangannya agar Anda bisa memberikan pendampingan optimal!

Key Takeaways:

  • Tahapan perkembangan motorik anak usia dini sangat penting agar Anda dapat memberikan stimulasi yang tepat sejak awal usia anak
  • Motorik adalah kemampuan anak untuk menggerakkan tubuhnya secara terkoordinasi. Kemampuan ini dibagi menjadi dua, yaitu motorik kasar dan halus.
  • Kegiatan seperti olahraga anak, permainan kelompok, dan aktivitas fisik terstruktur dapat menjadi sarana efektif untuk melatih motorik sekaligus kemampuan sosial dan emosional. 

Pentingnya Tahapan Perkembangan Motorik Anak Usia Dini

Motorik adalah kemampuan anak untuk menggerakkan tubuhnya secara terkoordinasi. Perkembangan motorik pun menjadi fondasi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan. Kemampuan ini terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu motorik kasar dan motorik halus.

Keduanya saling melengkapi dan berperan besar dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari bermain, belajar, hingga berinteraksi. Mengutip Journal of Islamic Early Childhood Education, lingkungan kondusif, makanan bergizi, dan pola asuh orang tua adalah faktor yang menunjang perkembangan motorik terutama pada balita.

Ketika perkembangan motorik anak terstimulasi dengan baik, anak cenderung lebih percaya diri, mudah beradaptasi, dan memiliki kesiapan belajar yang lebih baik. Inilah alasan mengapa tahapan perkembangan motorik anak usia dini harus diperhatikan dengan seksama. 

Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 0–5 Tahun

Motorik kasar berkaitan dengan penggunaan otot-otot besar pada tubuh, seperti tangan, kaki, dan badan. Kemampuan ini memungkinkan anak melakukan aktivitas fisik yang melibatkan keseimbangan, kekuatan, dan koordinasi. Berikut ​tahap perkembangan motorik anak​ yang perlu Anda ketahui.

1. Usia 0–1 Tahun

Pada usia 0–1 tahun, anak mulai belajar mengangkat kepala, berguling, duduk, merangkak, hingga berdiri dengan bantuan. Setiap gerakan sederhana ini merupakan langkah besar dalam perkembangan fisiknya.

2. Usia 1–3 Tahun

Memasuki usia 1–3 tahun, anak mulai berjalan sendiri, berlari kecil, memanjat, serta menendang bola. Di tahapan perkembangan motorik anak usia dini ini, anak sangat aktif dan senang mengeksplorasi lingkungan sekitar. 

Aktivitas fisik seperti bermain kejar-kejaran atau naik turun tangga pun akan sangat membantu melatih keseimbangan dan kekuatan ototnya.

3. Usia 3–5 Tahun

Sementara itu, pada usia 3–5 tahun, koordinasi tubuh anak semakin matang. Anak sudah mampu melompat dengan satu kaki, bersepeda roda tiga, menangkap dan melempar bola, serta mengikuti gerakan sederhana dalam permainan atau olahraga. Inilah masa yang ideal untuk mengenalkan aktivitas olahraga ringan yang terstruktur.

Baca juga: 9 Aspek Perkembangan Anak Usia Dini yang Harus Diperhatikan

Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 0–5 Tahun

Berbeda dengan motorik kasar, motorik halus melibatkan otot-otot kecil, terutama pada jari tangan dan pergelangan. Kemampuan ini sangat penting untuk mendukung kemandirian dan kesiapan akademik anak. Berikut uraian tahapannya.

1. Usia 0–1 Tahun

Pada usia 0–1 tahun, motorik halus ditandai dengan kemampuan menggenggam jari orang tua, memegang mainan, dan memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya. Meski terlihat sederhana, aktivitas ini dapat melatih koordinasi mata dan tangan.

2. Usia 1–3 Tahun 

Usia 1–3 tahun merupakan tahapan perkembangan motorik anak usia dini yang membuat mereka mulai belajar menyusun balok, mencoret-coret dengan krayon, membuka tutup wadah, serta makan sendiri meskipun masih berantakan. Di tahap ini, anak membutuhkan banyak kesempatan bereksplorasi tanpa takut salah.

3. Usia 3–5 Tahun

Memasuki usia 3–5 tahun, kemampuan motorik halus anak semakin berkembang. Anak mulai mampu menggambar bentuk sederhana, menggunting kertas, mengancingkan baju, hingga memegang pensil dengan lebih stabil. Keterampilan ini menjadi bekal penting sebelum anak masuk ke jenjang sekolah dasar.

Peran Aktivitas untuk ​Tahap Perkembangan Motorik Anak​

Berdasarkan Alodokter, jika anak tidak bisa melakukan berbagai keterampilan sesuai tahap perkembangan yang umum, bukan berarti anak terlambat. Mereka hanya perlu waktu yang berbeda atau bisa saja karena faktor lain, seperti kurangnya aktivitas.

Melansir dari Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini (2024), stimulasi terbaik untuk perkembangan motorik anak adalah melalui aktivitas bermain yang terarah. Tidak hanya menyenangkan, bermain juga membantu anak belajar mengontrol tubuh, mengelola emosi, dan berinteraksi dengan teman sebaya.

Kegiatan seperti olahraga, permainan kelompok, dan aktivitas fisik terstruktur dapat menjadi sarana efektif untuk melatih motorik sekaligus kemampuan sosial dan emosional. Dengan pendampingan yang tepat, anak akan belajar mengikuti aturan, bekerja sama, dan mengembangkan rasa percaya diri.

Sudah Tahu Tahapan Perkembangan Motorik Anak Usia Dini?

Melihat tahapan perkembangan motorik anak usia dini, kini Anda bisa memahami betapa pentingnya aktivitas fisik untuk si kecil. Anda pun bisa mengoptimalkannya dengan program olahraga dan aktivitas edukatif untuk anak usia balita hingga sekolah dasar di Sparks Sports Academy. 

Program di Sparks Sports Academy tidak hanya fokus pada aktivitas fisik, tetapi juga mengintegrasikan aspek kognitif dan sosial-emosional melalui pendekatan yang menyenangkan dan aman. Dengan bimbingan pelatih profesional dan metode yang sesuai usia, anak diajak bergerak aktif.

Ini juga akan membantu anak melatih motorik kasar dan halus, sekaligus belajar disiplin dan kerja sama. Bagi Anda yang ingin memberikan stimulasi terbaik untuk anak sejak dini, Sparks Sports Academy dapat menjadi partner yang tepat. Ayo, dukung perjalanan tumbuh kembang buah hati secara menyeluruh!

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%