Unoccupied Play: Orang Tua Wajib Mengenali Definisi dan 5 Manfaatnya!

Unoccupied Play: Orang Tua Wajib Mengenali Definisi dan 5 Manfaatnya!

Table of Contents

Saat ini, kebanyakan Mom/Dad sudah sadar bahwa stimulasi anak tidak harus berupa aktivitas yang terstruktur melainkan bisa dengan tahapan bermain yang tepat. Terdapat satu jenis tahap bermain yang bisa mengoptimalkan perkembangan bayi, yaitu unoccupied play.

Meski terlihat seperti “tidak sedang bermain”, tahap bermain ini bisa menjadi fondasi penting dalam tumbuh kembang bayi. Lalu, apa sebenarnya unoccupied play? dan bagaimana cara Mom/Dad mendukungnya? Yuk simak di artikel ini.

Apa itu Unoccupied Play?

Menurut Stanrock dalam jurnal UNY, unoccupied play adalah tahapan bermain anak paling awal yang biasanya anak hanya mengamati kejadian di sekitarnya. Apabila tidak ada hal yang menarik, maka anak akan menyibukkan dirinya sendiri.

Pada tahap bermain ini, anak hanya duduk, berdiri, atau menggerakkan tubuhnya sesuka hati dan tidak bermain dengan benda atau anak lain. Tahap bermain ini sangat penting untuk meningkatkan eksplorasi, mengembangkan saraf dan motorik, serta meningkatkan daya kognitif anak.

Usia Berapa Anak Bisa Diajarkan Unoccupied Play?

Tahapan bermain ini muncul secara alami sejak bayi baru lahir hingga usia sekitar 3 bulan. Pada rentang usia ini, bayi:

  • Belum memiliki koordinasi motorik yang matang.
  • Masih belajar mengenali suara, cahaya, dan sentuhan.
  • Mengembangkan koneksi awal di otaknya.

Jadi, jika Mom/Dad melihat bayi sedang memperhatikan sekitar atau sedang bergerak secara acak, itu bukan tanda ia sedang bosan. Justru, ia sedang dalam tahap unoccupied play yang normal dan sehat.

Ciri-Ciri Unoccupied Play

Berikut adalah ciri-ciri unoccupied play pada bayi:

  • Gerakan tubuh acak.
  • Menatap benda atau cahaya dalam waktu singkat.
  • Menggerakan tangan atau kaki berulang-ulang.
  • Mengeluarkan suara sederhana.
  • Belum fokus pada satu mainan tertentu.

Di tahap bermain ini, bayi tidak benar-benar “bermain”, melainkan sedang menyerap informasi dari lingkungan sekitarnya.

Baca juga: Cooperative Play: Pengertian, Manfaat, dan Implementasinya

Manfaat Unoccupied Play pada Anak

Meski terlihat pasif, tahap bermain ini memiliki manfaat penting untuk perkembangan bayi, di antaranya:

1. Meningkatkan Pengalaman Sensori

Gerakan eksploratif memungkinkan bati untuk merasakan berbagai tekstur, sensasi, dan material sekitar. Ketika sudah tumbuh besar, bayi mulai bermain dengan mainan dan memungkinkan mereka menemukan berbagai hal sendiri tanpa bantuan apa pun.

2. Menyiapkan Bayi untuk Bermain Sendiri

Bayi yang baru lahir akan mengeksplorasi banyak gerakan untuk menyiapkan tahapan bermain selanjutnya, yaitu bermain sendiri. Hal ini penting karena bayi nantinya akan menghabiskan waktu bermain sendiri dan berimajinasi secara liar di dunianya.

3. Mengembangkan Kemampuan Motorik

Pada tahap bermain ini, gerakan kecil bayi selama bermain dapat membantu meningkatkan kemampuan motorik mereka.

4. Membantu Memahami Struktur Tubuh Mereka

Tahap bermain ini memungkinkan bayi memhami struktur tubuh mereka sendiri, seperti kaki, tangan, lengan, dan tubuh lainnya yang mereka gerakkan. Ini membantu bayi untuk belajar cara mengambil mainan.

5. Merangsang Perkembangan Otak

Saat bayi bermain dengan menggerakkan anggota tubuhnya secara acak atau sedang mengamati sekitarnya, itu bisa membantu membangun koneksi saraf awal di otak bayi.

Contoh Unoccupied Play

Berikut adalah beberapa contoh unoccupied play pada bayi yang sering terjadi tanpa disadari oleh Mom/Dad:

  • Bayi melambaikan tangannya ke mainan sambil tertawi tanpa berinteraksi lebih lanjut dengan mainan itu.
  • Bayi memercikkan tangannya di air bak mandi dan mengamati gerakan tubuhnya,
  • Bayi menendang-nendang kakinya dan mengepakkan tangganya saat berbaring.

Cara Dukung Anak Melakukan Unoccupied Play

Mom/Dad tidak perlu memberikan mainan atau aktivitas khusus untuk mendukung tahap bermain ini. Mom/Dad cukup memberi ruang untuk bayi bermain secara optimal. Berikut adalah caranya:

  • Tummy time: Hal ini membantu memperkuat bahu dan leher bayi dan juga meningkatkan motoriknya. Mom/Dad hanya perlu menempatkan bayi di permukaan rata dengan perut bayi di bawah selama 3-5 menit.
  • Membebaskan bayi bergerak: Beri ruang untuk bayi bebas menggerakan kaki, tangan, atau seluruh tubuhnya.
  • Berbicara dengan bayi: Mom/Dad bisa mengajaknya bicara saat memberi makan, memakaikan baju, atau sedang berjalan. Mom/Dad juga bisa menyanyikan lagu pengantar tidur untuk bayi.

Unoccupied play adalah tahap awal bermain bagi bayi yang terjadi secara alami. Meski terlihat tidak melakukan apa-apa, tahap ini penting untuk perkembangan otak, sensorik, dan motorik. Penting bagi Mom/Dad memahami tahap awal bermain ini agar bisa lebih tenang dan tidak terburu-buru memberikan bayi stimulasi. Terkadang, memberikan ruang untuk bayi adalah bentuk dukungan terbaik.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%