-
Author: Tim Sparks Sports Academy
Bahaya membentak anak menjadi topik terkini dikalangan keluarga. Sebuah studi dari Kemensos menyebutkan, kekerasan berbentuk bentakan bisa berdampak pada kepribadian dan kehidupan anak di masa depan. Di tengah aktivitas sehari-hari, Mom/Dad pasti pernah tanpa sadar membentak anak sebagai cara cepat untuk mendisiplinkannya. Hal itu adalah cara yang salah dan bisa merusak perkembangan emosional anak.
Di artikel ini akan membahas secara lengkap 10 bahaya membentak anak yang harus dipahami oleh Mom/Dad
Bahaya Membentak Anak
Jika Mom/Dad merasa sudah emosi, sebaiknya emosi itu ditahan. Hal itu perlu karena dengan membentak anak akan menimbulkan dampak sebagai berikut ini:
1. Memperburuk Perilaku Anak
Ketika Mom/Dad memarahi dan membentak anak dengan nada bicara yang tinggi, anak pasti merasa takut dan tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Anak dengan kemampuan problem solving yang belum sempurna ini berpotensi mengekspresikan perasaannya dengan tindakan berontak karena anak juga ingin memperlihatkan autonominya.
Tak hanya itu, anak berisiko memiliki perilaku buruk di kemudian hari.
2. Anak Menjadi Melawan Orang Tua
Anggapan kalau membentak anak, anak menjadi patuh adalah salah besar. Saat Mom/Dad membentak, otak anak akan mengaktifkan sistem pertahanan dan perlawanan. Di saat yang samaanak akan ketakutan, melawan orang tua, atau justru kabur dari rumah sebagai bentuk perlawanannya.
3. Menjadi Penakut dan Tidak Percaya Diri
Ketika Mom/Dad membentak anak, kemudian anak diam, itu tandanya ia merasa takut dan terancam. Hal itu bisa menyebabkan anak menjadi penakut dan tidak percaya diri saat dewsa nanti, karena anak merasa apa yang dilakukan selalu salah.
4. Mengganggu Perkembangan Otak
Bentakan atau hentakan suara bisa memberikan efek pada tubuh anak yang nantinya berdampak pada aktivitas otak. Orang dengan riwayat kekerasan verbal di masa kanak-kanak memiliki perbedaan fisik pada bagian otak yang bertanggung jawab untuk memproses suara dan bahasa. Hal itu terjadi karena otak cenderung lebih mudah memproses informasi dan peristiwa negatif dibandingkan yang positif.
Itu berarti otak akan semakin “tumpul” karena sering mencerna informasi negatif.
Baca juga: 10 Dampak Serius Akibat Anak Sering Dibentak dan Dipukul
5. Anak Merasa Tidak Berharga
Anak yang terlalu sering dibentak akan merasa diri mereka tidak berharga. Sebagai seorang anak tentu ingin disayangi dan dihargai, apalagi oleh orang tuanya. Oleh sebab itu, terlalu sering membentak dapat menghambat tumbuh kembang si kecil.
6. Anak Mengalami Depresi dan Gangguan Mental
Membentak anak sama dengan mem bully nya. Jika terlalu sering, akan berdampak buruk pada kesehatan mental sang anak yang berujung pada depresi. Di kemudian hari, anak yang sering dibentak akan mencari pelampiasan untuk meluapkan emosi negatifnya dengan merusk diri, seperti menggunakan obat terlarang atau aktivitas seksual yang berisiko.
7. Anak Mengalami Nyeri Kronis
Ada hubungan antara kekerasan verbal dengan perkembangan nyeri kronis yang akan dialami anak di kemudian hari. Rasa nyeri ini berupa radang sendi, sakit kepala parah, masalah punggung dan leher, dan nyeri lainnya.
8. Hubungan Menjadi Renggang
Terlalu sering membentak anak akan merenggangkan hubungan antara orang tua dan anak. Dampaknya, anak merasa sedih, malu, dan tidak disayang lagi. Hal ini sangat wajar terjadi karena orang tua terlalu sering memarahi atau membentak anak.
9. Anak Menjadi Pribadi Pemarah
Dibentak terus-menerus bisa menyebabkan anak memiliki masalah mental dan perilaku yang agresif saat dewasa. Selain itu, anak akan beranggapan bahwa marah atau memaki adalah respon yang wajar saat menghadapi maslaah.
Jadi, anak akan meniru perilaku orang tuanya yang sering membentak. Risiko lainnya adalah anak menjadi gemar berkelahi atau sering memukul jika ada hal yang tidak sesuai keinginannya.
10. Sulit Bersosialisasi
Anak yang sering dibentak akan sulit untuk bergaul atau bersosialisasi karena anak terlalu takut untuk dicela atau dihina teman-temannya. Akibatnya, anak akan sulit memiliki hubungan pertamanan dalam jangka waktu panjang.
Bahaya membentak anak bukan cuma soal emosi sesaat, tapi bisa berdampak pada perkembangan anak kedepannya. Untuk mencegahnya, Mom/Dad harus membiasakan komunikasi yang lembut dan sabar. Kunci dalam mendidik anak adalah cinta dan teladan. Dengan begitu anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan bahagia.






