-
Author: Tim Sparks Sports Academy
Bayi yang aktif tentu menjadi sumber kebahagiaan orang tua. Melansir Mind Moves, gerakan yang bayi buat juga sangat penting karena berhubungan dengan otak dan pertumbuhan ototnya. Namun, tahukah Anda bahwa ada pula tanda yang mengindikasi bayi hiperaktif? Bagaimana sebenarnya ciri anak hiperaktif saat bayi?
Key Takeaways:
- Hiperaktif adalah istilah yang menggambarkan anak yang selalu bergerak, sulit duduk diam, dan seolah memiliki energi tanpa batas.
- Anak yang aktif biasa saja menunjukkan semangat dalam eksplorasi, sementara anak hiperaktif mengalami kesulitan mengontrol aktivitasnya
- Mengenali ciri anak hiperaktif saat bayi sejak dini membantu Anda memberi respons yang tepat dan cara untuk mengatasinya.
Apa Itu Hiperaktif?
Hiperaktif adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan anak yang tampak selalu bergerak, sulit duduk diam, dan seolah memiliki energi tanpa batas. Secara umum, perilaku hiperaktif juga bisa disebabkan oleh ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).
Perilaku ini pun tidak sama dengan perilaku anak aktif yang normal. Melansir Morinaga.id, anak yang aktif bisa menunjukkan antusiasme dan semangat dalam eksplorasi, sementara anak yang hiperaktif justru mengalami kesulitan mengontrol tingkat aktivitasnya sehingga mengganggu keseharian mereka.Â
5 Ciri Anak Hiperaktif saat Bayi
Mengutip Lotus Medical Center, hiperaktif atau ADHD biasanya dapat terdiagnosa pada anak usia 6 tahun atau lebih tua. Sedangkan untuk bayi, diagnosa lebih sulit karena secara umum perilaku mereka masih tidak konsisten. Namun, ada beberapa pola yang bisa menjadi ciri anak hiperaktif pada bayi​. Berikut di antaranya.
1. Terus Bergerak Tanpa Henti
Mengutip WonderTree, tanda awal ADHD pada bayi bisa terlihat dari sikap yang selalu gelisah dan sulit untuk tenang. Anda pun bisa curiga jika bayi tampak selalu bergerak meskipun orang lain di sekitarnya sedang tenang.Â
Misalnya, si kecil tak bisa diam saat digendong, selalu menggeliat, atau tampak gelisah hampir setiap waktu. Ini bisa menjadi indikator mereka mengalami tingkat energi yang sangat tinggi.
2. Sulit Fokus pada Satu Hal
Bayi biasanya memiliki perhatian yang pendek, tapi jika si kecil seringkali cepat beralih dari satu objek ke objek lain atau seolah tak pernah bisa konsentrasi pada satu mainan atau kegiatan, ini bisa jadi tanda awal. Ini bukan sekadar nakal, namun bisa berkaitan dengan sistem saraf yang lebih responsif terhadap stimulasi.
3. Rewel dan Lebih Suka Digendong
Sering rewel juga bisa menjadi ciri ciri anak hiperaktif sejak bayi​. Pada umumnya, anak terlihat tak tenang saat diletakkan sendiri, sehingga mereka tampak lebih nyaman bila digendong sepanjang waktu oleh orang dewasa. Namun, jika kerap terjadi, coba renungkan apakah tingkat aktivitasnya berbeda dari anak seusianya.
4. Rutinitas Tidur Terasa Sulit
Ciri anak hiperaktif saat bayi lainnya adalah cenderung mengalami kesulitan tidur atau bangun lebih sering di malam hari. Pola tidur yang tidak konsisten ini bukan hanya membuat si kecil lelah, namun juga bisa berdampak pada keseharian mereka. Mulai dari suasana hati hingga respons terhadap kegiatan baru.
5. Sering Menangis atau Mudah Marah
Meski semua bayi sering menangis, anak yang hiperaktif atau memiliki tanda-tanda awal gangguan fokus seringkali menangis lama dan sulit ditenangkan. Bahkan ketika kebutuhan dasar seperti makan atau ganti popok telah terpenuhi. Ini bisa jadi cara mereka mengekspresikan ketidaknyamanan yang bersifat internal.
Baca juga: Pahami 6 Perbedaan Anak Aktif dan Hiperaktif​ Sejak Dini
Cara Mengatasi Perilaku Hiperaktif Sejak Dini
Jika merasa ciri anak hiperaktif saat bayi di atas mulai tampak, berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk membantu tumbuh kembang si kecil secara positif.
1. Sediakan Lingkungan yang Tenang dan Terstruktur
Lingkungan yang tenang akan membantu anak belajar fokus dan menenangkan diri. Ciptakan rutinitas harian yang konsisten antara waktu bermain, makan, dan tidur. Rutinitas yang teratur ini akan membantu anak merasa lebih nyaman dan aman.
2. Ajak Anak Bergerak Secara Terarah
Bayi dan balita punya energi yang melimpah, Anda pun bisa memanfaatkan itu dengan aktivitas fisik yang terarah seperti merangkak, berjalan di rumput, atau stimulasi motorik halus. Aktivitas semacam ini bukan hanya melepaskan energi, tetapi juga mendukung pertumbuhan otak dan koordinasi tubuh.
3. Konsultasi dengan Profesional
Meski beberapa ciri perilaku bisa tampak mirip dengan perkembangan normal, jika Anda merasa ada yang berbeda secara konsisten dan mengganggu di kegiatan harian anak, berkonsultasilah. Anda bisa pergi ke dokter anak atau ahli tumbuh kembang agar dapat diperiksa lebih lanjut oleh profesional.
Sudah Tahu Apa Saja Ciri Anak Hiperaktif saat Bayi?
Mengenali ciri anak hiperaktif saat bayi akan membantu Anda memberi respons yang tepat. Jika keraguan terus muncul, tak ada salahnya bicara dengan profesional untuk memastikan tumbuh kembangnya tetap optimal dan tidak terjadi salah diagnosa.
Selain itu, Anda juga bisa mendukung anak mengikuti program aktivitas di Sparka Sports Academy. Sebab, setiap programnya akan membantu anak tetap aktif dengan cara yang terarah dan komprehensif. Anda pun akan mendapat dukungan untuk perkembangan fisik dan sosial-emosional secara bersamaan.
Kegiatan yang terstruktur di Sparks Sports Academy bisa dimulai sejak anak berusia 12 bulan. Fokusnya adalah untuk membantu self-regulation atau kemampuan untuk mengatur diri sendiri dengan berbagai aktivitas fisik yang konsisten. Ayo, daftarkan anak di Sparks Sport Academy dari sekarang!







