-
Author: Tim Sparks Sports Academy
Belajar menggambar dan mewarnai menjadi aktivitas penting bagi perkembangan daya kreativitas anak. Kegiatan ini mampu mengasah kemampuan visual-spasial dengan menuangkan apa yang ada dalam pikiran melalui bentuk gambar atau lukisan. Namun, sebenarnya umur berapa anak bisa menggambar dan mewarnai?
Key Takeaways
- Umur berapa anak bisa menggambar dan mewarnai tergantung pada faktor usia, stimulasi, dan kesiapan motorik halus.
- Pada usia 1-2 tahun, anak biasanya hanya mencoret acak sebagai latihan koordinasi tangan dan eksplorasi warna.
- Mulai usia 3-6 tahun, anak mampu menggambar bentuk dasar hingga objek yang lebih lengkap seiring meningkatnya keterampilan motorik dan imajinasi.
- Orang tua sebaiknya mendukung kreativitas anak dengan memberi alat menggambar, ruang bereksplorasi, dan apresiasi tanpa kritik berlebihan.
Umur Berapa Anak Bisa Menggambar dan Mewarnai?
Pada dasarnya, setiap anak memiliki ritme perkembangan yang berbeda, tergantung faktor usia, stimulasi, dan kesiapan motorik halus. Meski begitu, ada gambaran umum mengenai umur berapa anak bisa menggambar dan mewarnai sesuai fase usianya. Berikut ini penjelasannya.
1. Usia 1-1,5 Tahun
Pada usia 1 sampai 1,5 tahun, anak umumnya belum mampu menggambar bentuk tertentu. Anak baru bisa mencoret-coret di mana pun sesuka hatinya tanpa makna khusus dan terus melakukan hal itu secara berulang.
Pada usia ini, anak menikmati sensasi ketika tangannya bergerak sesuai kehendaknya. Coretan yang tampak acak sebenarnya menjadi bentuk latihan koordinasi motorik halus. Oleh karena itu, Anda sebagai orang tua sebaiknya tidak melarang, tetapi mengarahkan dan memberi ruang aman agar anak bebas bereksplorasi.
Dalam rentang waktu ini, anak pun mulai mengenali berbagai warna di sekitarnya dan memilih warna tertentu saat mencoret. Proses inilah yang membantu anak bisa mewarnai, meski belum mampu menggambar dengan jelas.
2. Usia 2 Tahun
Pada usia 2 tahun, anak masih belum bisa menggambar objek dengan jelas dan terarah. Bentuk yang dihasilkan biasanya berupa garis-garis acak atau coretan melingkar tanpa pola tertentu. Namun, cara anak dalam memegang alat tulis sudah mulai lebih erat dari usia sebelumnya.
Jika Anda bertanya pada anak tentang objek apa yang sedang digambar, jawabannya bisa berubah-ubah. Hari ini, anak mungkin akan menggambar matahari, namun besok gambar tersebut bisa berubah menjadi bulan.
Pada usia ini, anak juga sering mengubah gambarnya di tengah aktivitas menggambar. Hal ini karena imajinasi mereka berkembang sangat dinamis. Jadi, Anda tidak perlu terlalu ketat dalam mengarahkan anak untuk menggambar objek konkret.
3. Usia 3 Tahun
Lantas, umur berapa anak bisa menggambar dan mewarnai? Jawabannya adalah saat berusia 3 tahun.
Memasuki usia tersebut, kemampuan menggambar dan mewarnai pada anak menunjukkan perkembangan. Si kecil mulai bisa menggambar bentuk dasar seperti lingkaran, persegi, silang, garis, dan menggabungkannya dengan berbagai cara.
Biasanya, anak berusia 3 tahun menyukai gambar lingkaran lalu menambahkan garis-garis hingga menyerupai matahari, wajah, atau roda. Anak juga sudah memahami bahwa gambar yang ia buat dapat mewakili sesuatu, meskipun terkadang maknanya baru mereka tentukan setelah gambar selesai dibuat.
4. Usia 4-5 Tahun
Pada usia 4-5 tahun, anak berada pada fase pre-schematic, di mana anak mulai memahami persepsi warna. Anda bisa mengetahuinya ketika anak mulai memiliki warna favorit, seperti merah muda, biru, kuning, atau hijau serta mampu menuangkan ekspresi melalui warna tersebut.
Brush Studio menyebutkan bahwa anak mampu menangkap informasi mengenai suatu objek melalui warna pada fase ini. Kemampuan memperhatikan suatu pola juga semakin berkembang sesuai dengan apa yang mereka lihat. Hal inilah yang membuat anak suka berkreasi dengan menambahkan detail-detail pada objek, seperti aksesoris, kumis, corak sederhana, jari, dan lain sebagainya.
5. Usia 6 Tahun
Usia 6 tahun dapat menjadi acuan umur berapa anak bisa menggambar dan mewarnai dengan lebih proporsional. Contohnya, saat menggambar manusia, anak bisa menggambar bagian tubuh dengan lebih lengkap, mulai dari kepala, dua tangan, badan, rambut, hingga dua kaki.
Hal ini karena kemampuan motorik halus anak semakin berkembang sehingga mampu menggambar lebih rapi, bahkan lebih dari satu objek. Misalnya, anak menggambar pohon di samping rumah dengan tambahan rumput dan berbagai macam jenis bunga.
6. Usia 7-9 Tahun
Semakin bertambahnya usia, kreativitas anak pun semakin berkembang. Pada fase ini, anak memasuki schematic stage, di mana anak bisa menggambar secara detail mewakili apa yang mereka lihat dan temukan di sekitarnya.
Berbeda dengan fase sebelumnya, anak sudah bisa membedakan warna dan letak suatu objek sesuai pada tempatnya. Misalnya, gambar pohon berada di atas tanah. Ukurannya pun tampak sesuai dan warnanya sudah mulai rapi.
Yuk, Dukung Perkembangan Motorik Anak dengan Tepat!
Pada intinya, umur berapa anak bisa menggambar dan mewarnai tergantung pada stimulasi dan perkembangan motorik halus. Sebagai orang tua, Anda perlu mendukung kreativitas anak dengan memberikan fasilitas memadai, seperti membelikan alat menggambar dan mewarnai lengkap sesuai kebutuhan.
Beri anak ruang untuk berkreasi dengan cara tidak memberi kritik dan paksaan terhadap karya mereka. Sebaliknya, beri apresiasi atas apa yang mereka kerjakan, sekecil apapun itu.
Selain itu, Anda perlu mendukung tumbuh kembang anak dengan memberi pendidikan terbaik di Sparks Sports Academy. Kami menghadirkan kelas edukatif dan kreatif untuk mengasah kecerdasan motorik, kognitif, sosial maupun emosional sejak usia dini.
Melalui pendampingan praktisi berpengalaman dan berbagai aktivitas yang menyenangkan, anak dapat belajar mengekspresikan diri, meningkatkan koordinasi tangan dan mata, serta membangun rasa percaya diri dalam setiap proses belajar. Yuk, segera daftarkan si kecil dan kembangkan kreativitasnya bersama Sparks Sports Academy!







