5 Contoh Sikap Toleransi Anak Usia Dini​, Wajib Diajarkan!

5 Contoh Sikap Toleransi Anak Usia Dini​, Wajib Diajarkan!

Table of Contents

Tanpa arahan yang tepat, anak bisa saja memandang perbedaan sebagai hal yang aneh atau bahkan menimbulkan rasa tidak nyaman. Padahal, mengenalkan contoh sikap toleransi anak usia dini akan membantu mereka melihat bahwa setiap orang memiliki latar belakang, kebiasaan, dan karakter yang beragam. 

Ketika orang tua mampu memberi penjelasan yang hangat dan mudah diingat, anak akan belajar menerima perbedaan dengan sikap yang lebih positif. Mari mencontoh sikap toleransi di bawah ini dan terapkan di kehidupan sehari-hari si kecil!

Key Takeaways:

  • Mengajarkan anak menghargai perbedaan kebiasaan, budaya, atau kemampuan sejak kecil dapat membantu mereka tumbuh lebih ramah dan mudah bergaul.
  • Membiasakan anak berbagi, bergiliran, dan menolong teman akan melatih sikap menghargai hak orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
  • Anak yang terbiasa bersikap toleran sejak kecil cenderung memiliki keterampilan sosial dan empati yang lebih kuat ketika berinteraksi dengan lingkungan yang beragam.

Contoh Sikap Toleransi Anak Usia Dini​

Berikut ini adalah beberapa contoh sikap pada anak yang memunculkan dan menumbuhkan rasa toleransi antar sesama.

1. Belajar Mendengarkan dan Menghargai Pendapat di Rumah

Salah satu contoh sikap toleransi terlihat dari cara anak berinteraksi dengan anggota keluarga. Di rumah, Anda bisa memberi kesempatan anak untuk menyampaikan pendapatnya, lalu mengajaknya mendengarkan pendapat orang lain dengan sikap tenang.

Ajarkan bahwa perbedaan pandangan antara orang tua dan anak sebenarnya hal yang wajar. Ketika Anda menanggapi perbedaan itu dengan sikap terbuka, anak akan belajar bahwa setiap orang memiliki cara berpikir yang berbeda. Dari situ ia mulai belajar menghargai pendapat orang lain tanpa perlu merendahkannya.

Pendidikan karakter seperti ini penting karena menurut Universitas Negeri Surabaya (UNESA), masa usia dini merupakan periode ketika anak mulai membangun cara pandang terhadap dunia dan mengenal berbagai perbedaan di sekitarnya. Apa yang anak lihat dan rasakan pada masa ini sering melekat hingga dewasa.

2. Mau Berbagi dan Bergiliran Saat Bermain

Kebiasaan kecil ketika bermain juga termasuk contoh sikap toleransi anak usia dini yang sangat mudah dilatih. Misalnya, anak bersedia meminjamkan mainannya kepada teman atau berbagi makanan ringan saat bermain bersama.

Berbagi akan membantu anak menyadari bahwa kebahagiaan tidak selalu harus dimiliki sendiri. Ketika ia memberikan sebagian miliknya kepada orang lain, ia belajar menghargai keberadaan teman di sekitarnya.

Selain berbagi, bergiliran juga menjadi kebiasaan penting. Misalnya, mengajarkan mereka menunggu saat bermain ayunan atau permainan kelompok. Sehingga, ia memahami bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama.

3. Menghargai Perbedaan Teman di Sekolah

Di sekolah, anak akan bertemu dengan banyak teman yang memiliki latar belakang berbeda. Situasi ini bisa menjadi tempat belajar yang sangat penting. Anda pun wajib mengajarkan anak untuk berteman dengan siapa saja tanpa memandang agama, suku, warna kulit, ataupun kemampuan fisik.

Sehingga ia bisa bermain bersama dan tidak menjauh hanya karena temannya berbeda. Selain itu, anak perlu belajar mendengarkan pendapat temannya ketika berdiskusi atau bermain bersama. Anak yang terbiasa berinteraksi dengan beragam teman biasanya tumbuh lebih terbuka dalam pergaulan.

Baca juga: 10 Kegiatan yang Menumbuhkan Empati pada Anak Sejak Dini

4. Membantu Teman Tanpa Membeda-bedakan

Perilaku suka menolong juga merupakan sikap toleransi anak dalam kehidupan sehari-hari. Anak bisa membantu temannya yang terjatuh, meminjamkan alat tulis, atau ikut merapikan mainan bersama. Tindakan ini mengajarkan bahwa setiap orang berhak mendapatkan bantuan, tidak peduli seberapa dekat hubungan mereka.

Anak belajar bahwa kepedulian tidak perlu memilih siapa yang pantas ditolong. Guru maupun orang tua pun dapat menanamkan kebiasaan ini melalui kegiatan sehari-hari. Misalnya mengajak anak membereskan mainan bersama atau membantu anggota keluarga yang membutuhkan bantuan kecil.

Ingat! Ketika anak di didik dengan kasih sayang maka dia belajar bertoleransi. Jadi, orang tua harus menjadi contoh agar ia melihat langsung bagaimana orang dewasa memperlakukan orang lain dengan sikap hangat, lalu menirunya dalam kehidupan sehari-hari.

5. Mengenal Perbedaan Budaya dan Kebiasaan

Contoh sikap toleransi anak usia dini lainnya adalah dengan mengenali perbedaan. Anda dapat mengajak anak berbincang tentang makanan khas, bahasa daerah, atau kebiasaan keluarga yang berasal dari daerah lain. Contohnya, orang tua menjelaskan bahwa sebagian masyarakat Papua menjadikan sagu sebagai makanan pokok. 

Penjelasan tersebut akan membantu anak melihat bahwa perbedaan kebiasaan bukan hal yang aneh. Orang tua juga bisa mengajak anak membaca buku cerita tentang tokoh dari latar belakang berbeda. 

Menurut panduan PAUDPEDIA Kemendikdasmen, kegiatan membaca cerita dengan ekspresi menarik dapat membuat anak lebih mudah memahami nilai kebersamaan dan empati. Melalui percakapan santai, permainan, serta cerita sehari-hari, proses mengajarkan toleransi pada anak terasa lebih alami dan menyenangkan.

Terapkan Contoh Sikap Toleransi Anak Usia Dini!

Mengenalkan contoh sikap toleransi anak usia dini akan membantu anak tumbuh dengan empati, rasa hormat, dan kemampuan bergaul yang sehat. Ketika orang tua memberi teladan lewat kebiasaan sehari-hari dan menghargai perbedaan, anak belajar bahwa hidup berdampingan dengan orang lain adalah pengalaman menyenangkan.

Lingkungan belajar yang aktif dan penuh interaksi juga membantu nilai-nilai ini berkembang lebih kuat. Di Sparks Sports Academy sendiri anak-anak akan diajak bergerak, bermain, dan berkolaborasi melalui berbagai aktivitas olahraga serta permainan edukatif yang merangsang tujuh indra mereka. 

Selain itu, program kelas di Sparks Sports Academy dirancang sesuai kelompok usia sehingga anak dapat belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan membangun rasa percaya diri bersama teman-temannya. Jika tertarik, Anda dapat mencoba Book Free Trial di Sparks Sports Academy dari sekarang!

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%