8 Cara Menangani Anak Suka Bohong dan Penyebabnya

8 Cara Menangani Anak Suka Bohong dan Penyebabnya

Table of Contents

“Bagaimana cara menangani anak suka bohong?” Sering menjadi pertanyaan banyak Mom/Dad ketika mulai menyadari anak tidak mengatakan hal sebenarnya. Kebiasaan bohong pada anak sebenarnya adalah hal wajar, terutama pada usia perkembangan tertentu. Namun, jika tidak ditangani dengan tepat, kebiasaan ini bisa terbawa hingga anak tumbuh besar. Oleh karena itu, penting bagi Mom/Dad memahami penyebab sekaligus cara menanganinya agar anak belajar bersikap jujur.

Penyebab Anak Suka Bohong

Sebelum mencari solusi, Mom/Dad harus mengenali penyebab anak berbohong. Tidak semua kebohongan berarti anak memiliki niat buruk. Berikut beberapa penyebab anak suka berbohong.

  1. Takut dimarahi.
  2. Ingin menghindari hukuman.
  3. Ingin mendapat perhatian.
  4. Ingin mendapatkan sesuai yang diinginkan.
  5. Membuat cerita menjadi lebih seru.

Baca juga: Begini 11 Cara Mendidik Anak Supaya Nurut Tanpa Kekerasan

Cara Menangani Anak Suka Bohong

Setelah mengenali penyebabnya, Mom/Dad bisa menerapkan cara menangani anak suka bohong di rumah seperti berikut ini.

1. Menjadi Contoh Kejujuran di Rumah

Jika Mom/Dad selalu berkata jujur di rumah, anak akan meniru kebiasaan positif tersebut dan tidak berbohong lagi. Ini salah satu cara mengatasi anak suka berbihing agar tidak mengulangi perbuatannya.

2. Memperingati Anak jika Berbohong

Mom/Dad bisa memberikan konsekuensi jika anak berbohong, supaya anak tidak mengulanginya. Namun, Mom/Dad harus menghindari hukuman fisik saat anak berbohong.

3. Abaikan Jika Mencari Perhatian

Menurut Matthew H. Rouse, PhD, jika anak berbohong demi mencari perhatian, sebaiknya Mom/Dad mengabaikannya. Daripada menghakiminya, Mom/Dad harus melaukan pendekatan yang halus untuk menanggapinya seperti mengalihkan pembicaraan yang lebih nyata.

4. Tanyakan Alasan di Balik Kebohongannya

Mom/Dad bisa mendengarkan alasan anak ketika ia berbohong. Tanyakan dengan lembut mengapa anak mengatakan hal kebohongan. Dengan memahami alasannya, Mom/Dad bisa menemukan solusi yang lebih tepat.

5. Menjelaskan Perbedaan antara Kebohongan dan Kejujuran

Anak masih belum memahami apa yang dimaksud dengan berkata jujur karena mereka masih suka menggunakan imajinasinya untuk bercerita. Mom/Dad harus menjelaskan perbedaan antara kebohongan dan kejujuran untuk melatih anak jujur sejak dini dan mengatasi anak yang suka berbohong.

6. Hindari Label Pembohong pada Anak

Mom/Dad harus menghindari mencap anak sebagai pembohong. Hal ini akan membuat anak menjadi sering berbohong atau justru trauma. Sebaliknya, berikan pujian atau kata manis untuknya ketika anak melakukan kejujuran. Hal ini bisa memotivasinya untuk terus berperilaku jujur.

7. Beri Tahu Dampak Buruk dari Berbohong

Mom/Dad bisa menjelaskan bahwa berbohong bisa berdampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain. Selain itu, Mom/Dad bisa memberi contoh keburukan yang dialami seseorang akibat berbohong.

8. Bangun Komunikasi Terbuka

Mom/Dad bisa membuat lingkungan rumah yang membuat anak merasa aman untuk bercerita apa pun kepada Mom/Dad. Ini akan mengatasi anak terus-terusan berbohong akibat lingkungan rumah yang tidak nyaman.

Kebiasaan berbohong pada anak bukanlah hal yang langsung menunjukan karakter buruk. Anak melakukan kebohongan adalah hal wajar dan merupakan proses perkembangan anak. Dengan memahami penyebab dan menerapkan cara menangani anak suka bohong dengan bijak, Mom/Dad bisa membantu anak belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, dan kepercayaan sejak dini.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%