Author: Tim Sparks Sports Academy
Bola basket bukan hanya tentang kemampuan menggiring atau memasukkan bola ke ring. Pemain juga perlu bekerja sama untuk memindahkan bola, mencari ruang, dan menciptakan peluang mencetak angka. Salah satu keterampilan yang mendukung kerja sama tersebut adalah passing.
Passing yang baik bukan sekadar melempar bola sekuat mungkin kepada rekan satu tim. Pemain perlu mempertimbangkan arah, kecepatan, waktu, jarak, posisi penerima, dan keberadaan pemain bertahan.
Menurut FIBA passing dalam bola basket adalah teknik memindahkan bola kepada rekan satu tim melalui operan langsung, operan pantul, atau variasi operan lainnya. Operan yang baik harus tepat sasaran, mudah ditangkap, dilakukan pada waktu yang sesuai, dan tidak mudah dipotong oleh lawan.
Bagi pemain pemula, chest pass dan bounce pass merupakan dua teknik utama yang perlu dikuasai terlebih dahulu. Jr. NBA menempatkan kedua teknik tersebut sebagai operan mendasar yang perlu dikuasai setiap pemain sebelum mempelajari variasi yang lebih sulit.
Apa Itu Passing dalam Bola Basket?
Passing adalah tindakan mengoper bola dari seorang pemain kepada rekan satu tim. Teknik ini digunakan untuk mempertahankan penguasaan bola, mengubah arah serangan, melewati pertahanan lawan, dan menciptakan kesempatan menembak.
Bola biasanya dapat dipindahkan lebih cepat melalui passing daripada dibawa dengan dribbling. Oleh karena itu, pemain perlu belajar mengoper sekaligus bergerak setelah melepaskan bola.
Keberhasilan passing melibatkan dua pihak:
- Pengoper, yang harus memilih jenis operan dan sasaran dengan tepat.
- Penerima, yang harus menunjukkan kesiapan, bergerak menuju bola, dan menangkapnya dengan aman.
Pemain yang mampu mengoper tetapi tidak dapat membaca posisi rekan tetap berisiko kehilangan bola. Sebaliknya, penerima yang tidak menunjukkan tangan atau tidak memperhatikan bola juga dapat menyebabkan operan gagal.
Apa Fungsi Passing dalam Bola Basket?
Passing mempunyai beberapa fungsi dalam permainan.
1. Memindahkan Bola dengan Cepat
Operan memungkinkan tim memindahkan bola dari satu area ke area lain tanpa terlalu banyak dribble. Pergerakan bola yang cepat dapat memaksa pertahanan lawan berpindah posisi.
2. Membangun Serangan
Tim menggunakan passing untuk mengatur pola serangan, mencari pemain yang terbuka, dan membawa bola ke posisi yang lebih menguntungkan.
3. Menghindari Tekanan Lawan
Pemain yang dijaga ketat dapat mengoper bola kepada rekan sebelum lawan berhasil merebutnya. Namun, pemain tetap harus memastikan jalur operan tersedia.
4. Menciptakan Peluang Mencetak Angka
Passing yang tepat dapat memberikan kesempatan kepada rekan untuk melakukan shooting atau lay-up dari posisi terbuka.
5. Mendukung Kerja Sama Tim
Pemain harus berkomunikasi, melakukan kontak mata, dan memahami pergerakan rekannya. Karena itu, passing tidak hanya melatih teknik, tetapi juga membangun kebiasaan bermain sebagai satu tim.
6. Mengurangi Dribble yang Tidak Perlu
Terlalu banyak dribble dapat memperlambat serangan dan memberi kesempatan kepada lawan untuk menutup ruang. Pemain perlu belajar mengenali kapan harus menggiring dan kapan harus mengoper.
Dua Bentuk Umum Passing Bola Basket
Secara umum, operan dapat dibedakan berdasarkan jalur bola.
Air Pass
Air pass adalah operan yang bergerak langsung melalui udara menuju penerima tanpa menyentuh lantai.
Contohnya meliputi:
- chest pass;
- overhead pass;
- baseball pass; dan
- beberapa variasi one-hand pass.
Bounce Pass
Bounce pass adalah operan yang dipantulkan ke lantai sebelum diterima oleh rekan satu tim.
Teknik ini biasanya digunakan ketika jalur operan langsung tertutup oleh tangan atau badan pemain bertahan.
Prinsip Dasar Passing yang Benar
Jenis passing dapat berbeda, tetapi beberapa prinsip berikut berlaku pada hampir semua operan.
1. Jaga Posisi Tubuh Tetap Seimbang
Berdirilah dengan kaki terbuka kurang lebih selebar bahu dan lutut sedikit ditekuk. Posisi yang seimbang membantu pemain mengarahkan bola dan menyesuaikan diri terhadap tekanan lawan.
Jangan mengoper ketika tubuh terhuyung apabila tidak diperlukan oleh situasi permainan.
2. Lihat Sasaran Sebelum Mengoper
Pastikan rekan siap menerima bola. Kontak mata dapat digunakan sebagai tanda bahwa pengoper dan penerima memahami tujuan operan.
Hindari mengoper kepada pemain yang membelakangi bola atau tidak menyadari datangnya operan.
3. Arahkan Operan ke Area yang Mudah Dijangkau
Untuk operan kepada pemain yang diam, bola umumnya diarahkan ke area dada atau tangan penerima.
Apabila rekan sedang bergerak, arahkan bola ke ruang di depan jalur larinya. Jangan mengoper tepat ke posisi lama karena pemain harus berhenti atau bergerak mundur untuk menangkapnya.
4. Langkahkan Kaki ke Arah Sasaran
Langkah kaki membantu mengalirkan tenaga dari tubuh menuju bola. Langkah tersebut juga membantu menjaga arah operan agar lebih konsisten.
Jr. NBA mengajarkan pemain pemula untuk melihat sasaran, melangkah ke arah target, meluruskan lengan, dan menggunakan gerakan pergelangan tangan saat mengoper.
5. Gunakan Jari dan Pergelangan Tangan
Bola tidak hanya didorong menggunakan telapak atau kekuatan lengan. Jari dan pergelangan tangan membantu menghasilkan arah, kecepatan, dan putaran bola yang lebih terkendali.
6. Lakukan Follow-Through
Setelah bola dilepaskan, lanjutkan gerakan tangan menuju sasaran. Gerakan akhir atau follow-through membantu menjaga akurasi operan.
7. Sesuaikan Kekuatan dengan Jarak
Operan jarak dekat tidak membutuhkan tenaga yang sama dengan operan jarak jauh. Bola yang terlalu keras dapat menyulitkan rekan untuk menangkapnya, sedangkan operan yang terlalu lemah lebih mudah dipotong lawan.
8. Jangan Memberi Tanda Operan Terlalu Jelas
Pemain bertahan mengamati pandangan, bahu, dan posisi bola. Sesekali, pemain dapat menggunakan gerakan tipuan atau pass fake sebelum mengoper ke arah yang berbeda.
Tipuan harus digunakan untuk membuka jalur operan, bukan sekadar menambah gerakan yang tidak diperlukan.
Jenis Passing Dasar untuk Pemula
Pemain pemula sebaiknya menguasai chest pass, bounce pass, dan overhead pass sebelum berlatih teknik yang lebih kompleks.
1. Chest Pass atau Operan Dada
Chest pass adalah operan dua tangan yang dilakukan dari depan dada menuju bagian dada penerima. Gerakannya cepat, lurus, dan relatif mudah dikontrol.
Jr. NBA menyebut chest pass sebagai operan yang sangat akurat dan menganjurkan penggunaannya ketika jalur langsung menuju rekan tersedia.
Kapan Chest Pass Digunakan?
Chest pass sesuai digunakan ketika:
- rekan terbuka pada jarak dekat atau menengah;
- tidak ada pemain bertahan yang menghalangi jalur langsung;
- tim membutuhkan operan cepat;
- pemain melakukan permainan berpasangan; atau
- pemain memindahkan bola di sekitar area serangan.
Cara Melakukan Chest Pass
- Berdirilah dalam posisi seimbang dengan lutut sedikit ditekuk.
- Pegang bola di depan dada menggunakan kedua tangan.
- Letakkan jari-jari pada sisi bola dengan ibu jari berada di bagian belakang.
- Arahkan pandangan ke dada atau tangan penerima.
- Langkahkan satu kaki menuju sasaran.
- Dorong bola dengan meluruskan kedua lengan.
- Sentakkan pergelangan tangan ketika bola dilepaskan.
- Akhiri gerakan dengan lengan mengarah ke target dan ibu jari mengarah ke bawah.
Bola sebaiknya bergerak lurus menuju penerima dengan putaran belakang yang terkendali.
Kesalahan Saat Melakukan Chest Pass
Kesalahan yang sering terjadi meliputi:
- siku dibuka terlalu lebar;
- bola didorong hanya menggunakan telapak tangan;
- pemain tidak melangkah menuju target;
- operan diarahkan terlalu tinggi atau terlalu rendah;
- tangan berhenti segera setelah bola dilepaskan; dan
- tenaga terlalu besar untuk jarak dekat.
Tips Chest Pass untuk Anak
Mulailah dari jarak yang dekat. Gunakan tanda di dinding atau tangan pasangan sebagai sasaran. Jarak dapat ditambah setelah anak mampu mengarahkan bola secara konsisten.
Baca juga: Apa Itu Chest Pass? Cara dan Tips Melakukannya dengan Benar
2. Bounce Pass atau Operan Pantul
Bounce pass adalah operan yang dipantulkan ke lantai sebelum sampai kepada penerima. Teknik ini berguna ketika tangan atau badan pemain bertahan menghalangi chest pass.
Kapan Bounce Pass Digunakan?
Bounce pass dapat dipilih ketika:
- jalur operan setinggi dada tertutup;
- pemain bertahan mengangkat tangan;
- bola perlu diarahkan melewati bagian bawah pertahanan;
- rekan melakukan gerakan memotong menuju ring; atau
- pemain memberikan operan jarak dekat kepada rekan di area dekat ring.
Bounce pass kurang tepat apabila area lantai dipenuhi banyak pemain atau jaraknya terlalu jauh sehingga pantulan sulit dikendalikan.
Cara Melakukan Bounce Pass
- Pegang bola dengan kedua tangan di depan dada.
- Jaga posisi tubuh tetap seimbang.
- Arahkan pandangan kepada penerima.
- Langkahkan kaki menuju sasaran.
- Dorong bola ke depan dan ke bawah.
- Sentakkan pergelangan tangan saat melepaskan bola.
- Arahkan pantulan lebih dari setengah hingga sekitar tiga perempat jarak menuju penerima.
- Sesuaikan titik pantulan agar bola naik ke area pinggang atau tangan penerima.
Titik pantulan tidak harus selalu sama. Jarak, kecepatan, tinggi badan penerima, dan posisi lawan perlu dipertimbangkan. Dalam latihan pemula, Jr. NBA menyarankan agar bola memantul lebih dari setengah jarak menuju rekan.
Kesalahan Saat Melakukan Bounce Pass
Kesalahan yang perlu dihindari antara lain:
- memantulkan bola terlalu dekat dengan pengoper;
- memantulkan bola terlalu dekat dengan penerima;
- mendorong bola tanpa langkah kaki;
- pantulan terlalu tinggi;
- operan terlalu lambat; dan
- menggunakan bounce pass pada jalur yang penuh pemain.
Tips Bounce Pass untuk Anak
Buat tanda di lantai sebagai sasaran pantulan. Minta anak mengarahkan bola ke tanda tersebut hingga pantulannya tiba di sekitar pinggang pasangan.
3. Overhead Pass atau Operan Atas
Overhead pass adalah operan dua tangan yang dilepaskan dari posisi di atas dahi. Teknik ini digunakan untuk melewati tangan pemain bertahan atau mengirim bola ke rekan pada jalur yang lebih tinggi.
Kapan Overhead Pass Digunakan?
Overhead pass dapat digunakan ketika:
- pemain bertahan menutup jalur operan dari dada;
- pemain perlu mengoper melewati pertahanan;
- bola akan diberikan kepada rekan yang lebih tinggi;
- pemain melakukan outlet pass setelah rebound; atau
- tim perlu memindahkan bola melintasi area permainan.
Cara Melakukan Overhead Pass
- Berdirilah dalam posisi seimbang.
- Pegang bola menggunakan kedua tangan.
- Tempatkan bola sedikit di atas dahi, bukan jauh di belakang kepala.
- Arahkan pandangan kepada penerima.
- Langkahkan satu kaki menuju sasaran.
- Luruskan siku dan dorong bola ke depan.
- Gunakan pergelangan tangan untuk mengontrol arah.
- Akhiri gerakan dengan kedua tangan mengarah ke penerima.
Bola tidak perlu dilempar terlalu melambung. Jalur yang terlalu tinggi memberi waktu lebih lama kepada lawan untuk membaca dan memotong operan.
Kesalahan Saat Melakukan Overhead Pass
Hindari kesalahan berikut:
- membawa bola terlalu jauh ke belakang kepala;
- menahan bola terlalu lama di atas;
- hanya mengandalkan kekuatan lengan;
- membuat operan terlalu melambung;
- tidak memperhatikan pemain bertahan; dan
- melempar terlalu keras pada jarak dekat.
Tips Overhead Pass untuk Anak
Gunakan bola yang sesuai dengan ukuran dan kemampuan anak. Mulailah dari jarak dekat agar anak tidak harus memaksakan kekuatan bahu dan lengan.
Jenis Passing Tingkat Menengah dan Lanjutan
Teknik berikut bukan prioritas pertama bagi pemain pemula. Anak sebaiknya menguasai chest pass, bounce pass, overhead pass, keseimbangan, dan catching terlebih dahulu.
4. Wrap-Around Pass
Wrap-around pass adalah operan satu atau dua tangan yang dilepaskan dari sisi tubuh untuk melewati pemain bertahan.
Teknik ini sering dipadukan dengan pivot. Pemain menggunakan tubuh untuk melindungi bola, kemudian mengoper dari sisi kanan atau kiri pemain bertahan.
Cara Melakukan Wrap-Around Pass
- Pegang bola dekat tubuh.
- Gunakan pivot untuk membuka sudut operan.
- Bawa bola ke sisi tubuh yang tidak dijangkau lawan.
- Langkahkan kaki bebas ke arah jalur operan.
- Lepaskan bola menuju tangan atau dada penerima.
- Segera kembali ke posisi seimbang.
Jangan mengayunkan bola terlalu jauh dari tubuh karena lawan dapat menjangkaunya.
Baca juga: Pivot Basket, Aturan Kaki Poros, dan Cara Melakukannya
5. Baseball Pass
Baseball pass adalah operan satu tangan untuk mengirim bola dalam jarak jauh. Gerakannya menyerupai lemparan dalam permainan baseball.
Operan ini dapat digunakan dalam transisi cepat, misalnya setelah pemain memperoleh rebound dan melihat rekan berlari menuju area depan.
Cara Melakukan Baseball Pass
- Berdirilah menyamping terhadap sasaran.
- Pegang bola di dekat bahu menggunakan satu tangan, dengan tangan lainnya membantu mengontrol bola.
- Arahkan pandangan kepada rekan.
- Putar pinggul dan bahu menuju target.
- Langkahkan kaki ke depan.
- Lepaskan bola dengan koordinasi tubuh, lengan, dan pergelangan tangan.
- Lanjutkan gerakan tangan menuju sasaran.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Baseball pass bukan sekadar melempar sekuat mungkin. Akurasi, waktu operan, dan posisi rekan tetap menjadi pertimbangan utama.
Untuk anak, gunakan jarak yang wajar dan batasi pengulangan. Hentikan latihan apabila anak merasakan nyeri atau ketidaknyamanan pada bahu, siku, atau pergelangan tangan.
6. Behind-the-Back Pass
Behind-the-back pass adalah operan yang dilepaskan melalui belakang tubuh. Teknik ini dapat mengecoh lawan ketika jalur operan di depan tertutup.
Namun, teknik ini mempunyai tingkat kesulitan lebih tinggi karena pemain tidak melihat bola secara langsung ketika melepaskannya.
Cara Melakukan Behind-the-Back Pass
- Pastikan rekan berada pada posisi yang tepat.
- Pegang bola menggunakan satu tangan.
- Bawa bola ke arah belakang pinggang.
- Ayunkan lengan melewati belakang tubuh.
- Lepaskan bola menggunakan gerakan pergelangan tangan.
- Arahkan bola menuju jalur gerak rekan.
Apakah Behind-the-Back Pass Cocok untuk Pemula?
Teknik ini tidak menjadi prioritas untuk pemain yang baru belajar. Pemain perlu menguasai akurasi, koordinasi, keseimbangan, dan kemampuan membaca permainan terlebih dahulu.
Behind-the-back pass sebaiknya dilatih dari posisi diam, pada jarak pendek, tanpa pemain bertahan, dan dengan pengawasan pelatih.
Jangan menggunakan teknik ini hanya agar permainan terlihat menarik. Pilih operan yang paling aman dan efektif sesuai situasi.
Cara Memilih Jenis Passing Sesuai Situasi
| Jenis passing | Situasi yang sesuai | Kurang tepat ketika |
| Chest pass | Rekan terbuka pada jarak dekat atau menengah | Jalur langsung ditutup pemain bertahan |
| Bounce pass | Tangan atau badan lawan menutup chest pass | Lantai penuh pemain atau jarak terlalu jauh |
| Overhead pass | Perlu melewati pertahanan atau memberikan outlet pass | Bola harus ditahan lama di atas kepala |
| Wrap-around pass | Mengoper melewati sisi pemain bertahan | Pemain belum menguasai pivot dan keseimbangan |
| Baseball pass | Mengirim operan jarak jauh dalam transisi | Target dekat atau jalur operan tidak jelas |
| Behind-the-back pass | Jalur depan tertutup dan pemain telah terlatih | Pemain masih pemula atau penerima belum siap |
Jenis passing tidak boleh dipilih hanya berdasarkan gerakan yang paling sulit. Operan terbaik adalah operan yang sesuai dengan posisi rekan, lawan, jarak, dan tujuan permainan.
Cara Menerima Passing dengan Benar
Passing tidak akan berhasil apabila penerima tidak siap menangkap bola. Karena itu, catching atau menerima bola perlu dilatih bersama teknik mengoper.
Langkah Menerima Passing
- Hadapkan tubuh ke arah datangnya bola.
- Lakukan kontak mata dengan pengoper.
- Tunjukkan kedua tangan sebagai sasaran.
- Rentangkan jari-jari dengan rileks.
- Bergerak menuju bola apabila situasinya aman.
- Tangkap bola menggunakan jari dan kedua tangan.
- Tarik bola mendekati tubuh untuk meredam kecepatannya.
- Lindungi bola dari pemain bertahan.
- Masuk ke posisi siap untuk passing, dribbling, atau shooting.
Jr. NBA menekankan kontak mata sebelum mengoper serta tangan penerima yang ditunjukkan sebagai sasaran.
Kesalahan Saat Menerima Bola
Kesalahan yang sering terjadi meliputi:
- tidak melihat pengoper;
- tangan tidak ditunjukkan;
- menunggu bola tanpa bergerak;
- menangkap menggunakan telapak dengan jari rapat;
- memalingkan kepala karena takut terkena bola;
- tidak meredam kecepatan bola; dan
- membiarkan bola jauh dari tubuh setelah ditangkap.
Untuk anak yang masih takut menangkap bola, gunakan bola yang lebih ringan dan lakukan operan perlahan dari jarak dekat.
Kesalahan Umum Saat Melakukan Passing
1. Mengoper Tanpa Melihat Target
Pemain mengoper sebelum memastikan penerima siap.
Cara memperbaiki: lakukan kontak mata dan lihat tangan penerima sebelum bola dilepaskan.
2. Mengutamakan Kekuatan daripada Akurasi
Operan terlalu keras dapat menyulitkan rekan, sedangkan operan tanpa arah berisiko menjadi turnover.
Cara memperbaiki: sesuaikan kekuatan dengan jarak dan kondisi penerima.
3. Tidak Melangkah Menuju Sasaran
Pemain hanya menggunakan kekuatan tangan sehingga arah bola kurang stabil.
Cara memperbaiki: latih gerakan langkah, pelurusan lengan, dan pergelangan tangan sebagai satu rangkaian.
4. Menggunakan Telapak Tangan secara Berlebihan
Kontrol bola menjadi kurang baik apabila pemain tidak menggunakan jari.
Cara memperbaiki: pegang bola dengan jari terbuka dan gunakan sentakan pergelangan tangan saat melepaskannya.
5. Tidak Melakukan Follow-Through
Pemain menghentikan tangan segera setelah bola dilepaskan.
Cara memperbaiki: arahkan tangan menuju sasaran hingga gerakan selesai.
6. Mengoper kepada Rekan yang Tidak Siap
Bola dapat mengenai tubuh rekan atau jatuh ke tangan lawan.
Cara memperbaiki: tunggu tanda kesiapan seperti kontak mata, panggilan, atau tangan yang ditunjukkan.
7. Membuat Operan Terlalu Mudah Dibaca
Pemain menatap target terlalu lama atau membawa bola perlahan ke arah operan.
Cara memperbaiki: gunakan pass fake dan lepaskan bola tanpa gerakan tambahan yang tidak diperlukan.
8. Memaksakan Operan melalui Jalur Tertutup
Pemain tetap mengoper meskipun ada pemain bertahan di jalur bola.
Cara memperbaiki: gunakan pivot, ubah sudut, pilih jenis passing lain, atau oper kepada rekan yang lebih terbuka.
9. Berhenti Bergerak Setelah Mengoper
Pemain hanya berdiri dan mengamati bola.
Cara memperbaiki: biasakan melakukan cut, berpindah ruang, atau memberikan dukungan setelah passing.
10. Mempelajari Teknik Sulit Terlalu Awal
Pemain pemula mencoba behind-the-back pass sebelum mampu melakukan chest pass secara akurat.
Cara memperbaiki: kuasai teknik dasar secara bertahap sebelum mencoba variasi lanjutan.
Latihan Passing Bola Basket untuk Anak
Latihan sebaiknya dimulai dari gerakan sederhana, kemudian ditingkatkan menjadi aktivitas yang membutuhkan komunikasi, pergerakan, dan pengambilan keputusan.
Jumlah pengulangan di bawah merupakan contoh latihan dan dapat disesuaikan dengan usia, pengalaman, serta kondisi anak.
Latihan 1: Wall Target Passing
Latihan ini dapat dilakukan menggunakan dinding yang aman dan tidak memiliki benda mudah pecah.
Cara Melakukan
- Buat tanda pada dinding setinggi dada anak.
- Anak berdiri dalam jarak dekat dari dinding.
- Lakukan chest pass menuju tanda sebanyak 8–10 kali.
- Biarkan bola memantul sekali, kemudian tangkap kembali.
- Ulangi menggunakan bounce pass.
- Tambah jarak apabila operan tetap akurat.
Fokus Latihan
- keseimbangan;
- langkah kaki;
- arah pandangan;
- sentakan pergelangan tangan;
- follow-through; dan
- ketepatan sasaran.
Jr. NBA menggunakan latihan passing ke target di dinding untuk mengenalkan keseimbangan, langkah menuju target, pelurusan lengan, dan gerakan ibu jari ke bawah.
Latihan 2: Partner Chest and Bounce Pass
Latihan dilakukan oleh dua pemain yang berdiri saling berhadapan.
Cara Melakukan
- Mulai dari jarak dekat.
- Pemain pertama menunjukkan bola dan melakukan kontak mata.
- Pemain kedua menunjukkan tangan sebagai target.
- Lakukan lima chest pass.
- Lanjutkan dengan lima bounce pass.
- Ganti jarak atau posisi setelah operan konsisten.
Variasi
- gunakan tangan lemah sebagai fokus koordinasi;
- lakukan satu pivot sebelum passing;
- tambahkan satu langkah ke samping;
- penerima bergerak perlahan ke kanan atau kiri.
Latihan 3: Passing Through the Gate
Letakkan dua cone sebagai sebuah gerbang kecil.
Cara Melakukan
- Pemain berpasangan dengan satu bola.
- Pasangan harus melakukan chest pass atau bounce pass melalui gerbang.
- Setelah berhasil, keduanya berpindah ke gerbang berikutnya.
- Hitung jumlah operan yang berhasil dalam waktu 45–60 detik.
- Utamakan akurasi, bukan hanya kecepatan.
Jr. NBA menggunakan Gates Passing Game untuk melatih passing, receiving, komunikasi, dan kerja sama melalui beberapa gerbang yang dibuat dari cone.
Latihan 4: Pass and Move
Latihan ini mengajarkan bahwa pemain harus tetap bergerak setelah mengoper.
Cara Melakukan
- Buat tiga titik menggunakan cone.
- Pemain pertama mengoper kepada pemain kedua.
- Setelah mengoper, pemain pertama berlari menuju titik yang kosong.
- Pemain kedua mengoper kepada pemain berikutnya.
- Latihan dilanjutkan mengikuti arah perpindahan.
Fokus Latihan
- mengoper dan bergerak;
- mencari ruang kosong;
- komunikasi;
- menangkap sambil bersiap bergerak; dan
- menjaga aliran bola.
Latihan 5: Pivot and Pass
Cara Melakukan
- Pemain menerima bola.
- Lakukan jump stop.
- Tentukan kaki pivot.
- Pelatih memberikan aba-aba kanan atau kiri.
- Pemain melakukan pivot sesuai arah.
- Lanjutkan dengan chest pass atau overhead pass kepada pasangan.
Fokus Latihan
- keseimbangan;
- aturan kaki pivot;
- membuka jalur operan;
- melihat target; dan
- memilih teknik passing.
Latihan 6: Open Player Decision Game
Latihan ini menggabungkan teknik dengan pengambilan keputusan.
Cara Melakukan
- Satu pemain berdiri dengan bola.
- Dua rekan berdiri pada sisi kanan dan kiri.
- Seorang pelatih atau pemain bertahan menutup salah satu penerima.
- Pemain dengan bola harus melihat situasi.
- Operkan bola kepada rekan yang terbuka.
- Tingkatkan kecepatan keputusan secara bertahap.
Jr. NBA menggunakan aktivitas serupa untuk melatih pemain mengenali rekan yang terbuka, melakukan pivot, dan membuat keputusan passing dengan cepat.
Tips Mengajarkan Passing kepada Anak
Orang tua atau pelatih dapat menerapkan beberapa prinsip berikut:
- Gunakan bola yang sesuai dengan ukuran dan kemampuan anak.
- Mulai dari jarak pendek.
- Ajarkan chest pass dan bounce pass terlebih dahulu.
- Berikan satu atau dua koreksi pada setiap latihan.
- Gunakan target yang mudah dilihat.
- Padukan latihan teknik dengan permainan sederhana.
- Ajarkan cara menerima bola, bukan hanya cara mengoper.
- Berikan waktu istirahat yang cukup.
- Jangan memaksa anak melempar terlalu jauh.
- Hentikan latihan ketika anak merasakan sakit.
- Apresiasi usaha dan perbaikan teknik, bukan hanya jumlah operan yang berhasil.
- Tingkatkan kesulitan setelah gerakan dasar dikuasai.
Latihan yang menyenangkan tetap perlu memiliki tujuan yang jelas. Anak harus memahami apa yang sedang dilatih, misalnya ketepatan sasaran, posisi tangan, atau pengambilan keputusan.
Pertanyaan Umum tentang Passing Bola Basket
Apa yang dimaksud dengan passing dalam bola basket?
Passing adalah teknik mengoper bola kepada rekan satu tim untuk mempertahankan penguasaan bola, memindahkan arah permainan, atau menciptakan peluang serangan.
Apa saja passing dasar dalam bola basket?
Passing dasar yang sebaiknya dipelajari pemula adalah chest pass, bounce pass, dan overhead pass. Chest pass dan bounce pass menjadi dua operan utama yang perlu dikuasai pada tahap awal.
Apa perbedaan chest pass dan bounce pass?
Chest pass bergerak langsung melalui udara menuju dada penerima. Bounce pass dipantulkan ke lantai sebelum sampai kepada penerima.
Kapan bounce pass digunakan?
Bounce pass digunakan ketika tangan atau tubuh pemain bertahan menghalangi jalur chest pass.
Mengapa chest pass diarahkan ke dada?
Area dada merupakan sasaran yang relatif mudah dilihat dan dijangkau oleh penerima. Namun, arah operan tetap perlu disesuaikan apabila penerima sedang bergerak.
Berapa titik pantulan bounce pass yang benar?
Sebagai pedoman awal, bola dapat dipantulkan lebih dari setengah hingga sekitar tiga perempat jarak menuju penerima. Titik tersebut perlu disesuaikan agar bola naik menuju area pinggang atau tangan penerima.
Apakah baseball pass cocok untuk anak pemula?
Baseball pass bukan prioritas awal. Anak sebaiknya menguasai chest pass, bounce pass, overhead pass, catching, dan keseimbangan sebelum berlatih operan jarak jauh.
Apakah behind-the-back pass harus dikuasai pemula?
Tidak. Behind-the-back pass merupakan variasi lanjutan. Teknik tersebut hanya perlu dipelajari setelah pemain memiliki kontrol bola, koordinasi, akurasi, dan pemahaman permainan yang memadai.
Bagaimana cara agar passing lebih akurat?
Akurasi dapat dilatih dengan menjaga keseimbangan, melihat sasaran, melangkah menuju target, menggunakan jari dan pergelangan tangan, melakukan follow-through, serta berlatih menggunakan sasaran tertentu.
Bagaimana cara menerima passing yang keras?
Hadapkan tubuh ke arah bola, rentangkan tangan, tangkap dengan jari-jari, kemudian tarik bola mendekati tubuh secara bertahap untuk meredam kecepatannya.
Apakah pemain harus bergerak setelah passing?
Dalam banyak situasi, pemain sebaiknya bergerak setelah mengoper untuk mencari ruang, melakukan cut, membantu rekan, atau menerima operan kembali. Namun, arah pergerakannya harus mengikuti strategi tim dan situasi permainan.
Kuasai Passing secara Bertahap
Passing merupakan keterampilan dasar yang mendukung kerja sama, pergerakan bola, dan penciptaan peluang dalam permainan bola basket. Pemain pemula perlu memulai dari chest pass dan bounce pass, kemudian mempelajari overhead pass sebelum mencoba variasi yang lebih sulit.
Latihan passing juga perlu mencakup cara menerima bola, komunikasi, pergerakan setelah mengoper, dan kemampuan memilih rekan yang terbuka. Dengan demikian, pemain tidak hanya mampu melakukan gerakan secara teknis, tetapi juga memahami kapan teknik tersebut harus digunakan.
Kecepatan dan kekuatan bukan satu-satunya ukuran operan yang baik. Operan yang efektif adalah operan yang sampai kepada rekan dengan aman, tepat waktu, dan mudah dikendalikan.
Belajar Passing Bersama Sparks Sports Academy
Anak masih kesulitan mengarahkan operan, menangkap bola, atau memilih jenis passing yang sesuai?
Melalui kelas basket di Sparks Sports Academy, anak dapat mempelajari teknik dasar seperti dribbling, passing, shooting, koordinasi, dan kerja sama tim melalui kegiatan yang dilakukan secara bertahap. Program basket Sparks umumnya tersedia untuk anak usia sekitar 5–7 tahun dan menerima peserta yang belum memiliki pengalaman bermain basket.
Pendampingan pelatih membantu anak memperoleh koreksi gerakan, berlatih bersama teman, dan menerapkan teknik dasar dalam mini games yang sesuai dengan tahap kemampuannya.
Lihat lokasi kelas basket Sparks Sports Academy yang paling dekat atau daftarkan anak untuk mencoba kelas pertamanya.








