10 Rekomendasi Raket Tenis untuk Pemula dan Tips Membelinya

10 Rekomendasi Raket Tenis untuk Pemula dan Tips Membelinya

Table of Contents

Memilih raket tenis untuk pemula tidak cukup hanya berdasarkan merek atau desain yang terlihat menarik. Bagi Mom/Dad yang baru ingin mengenalkan olahraga tenis kepada anak, memilih raket yang sesuai justru dapat membantu proses belajar menjadi lebih nyaman. Raket yang terlalu berat, terlalu panjang, atau memiliki ukuran grip yang tidak sesuai dapat membuat anak lebih cepat lelah dan kesulitan mengontrol pukulan.

Hal yang sama juga berlaku ketika Mom/Dad sedang memilih raket untuk diri sendiri. Setiap pemain mempunyai kemampuan fisik, gaya bermain, serta kebutuhan yang berbeda. Karena itu, raket yang dianggap bagus untuk pemain berpengalaman belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk pemula. Pada tahap awal, fokus utama sebaiknya adalah kenyamanan, kemudahan mengayunkan raket, dan kemampuan mengontrol bola. Artikel ini membahas 10 rekomendasi raket tenis untuk pemula sekaligus tips penting agar Mom/Dad tidak salah memilih.

Rekomendasi Merek Tenis untuk Pemula

Sebelum masuk ke daftar, perlu dipahami bahwa pilihan raket di bawah ini bukan berarti satu model pasti cocok untuk semua pemain. Model raket dapat memiliki beberapa generasi dan variasi berat, ukuran grip, serta spesifikasi yang berbeda. Jadi, Mom/Dad tetap perlu memeriksa spesifikasi produk yang tersedia ketika membeli.

Untuk pemain pemula, ukuran kepala raket sekitar 100–115 inci persegi dan bobot sekitar 9,5–11 ons sering menjadi titik awal yang masuk akal. Raket dengan kepala lebih besar umumnya mempunyai sweet spot yang lebih luas sehingga pukulan yang tidak tepat di tengah masih lebih toleran. Sementara itu, raket yang lebih ringan biasanya lebih mudah digerakkan.

1. Wilson Clash 100L

Wilson Clash 100L menjadi salah satu pilihan menarik bagi pemain yang mencari raket relatif ringan dengan karakter yang nyaman. Seri Clash dikenal dengan pendekatan desain yang menekankan kombinasi fleksibilitas, stabilitas, dan kenyamanan.

Varian 100L juga dapat menjadi pertimbangan bagi pemain baru yang belum terbiasa dengan raket berbobot lebih tinggi. Wilson sendiri menjelaskan bahwa Clash 100L ditujukan antara lain untuk pemain yang membutuhkan frame lebih ringan guna membantu meningkatkan kecepatan kepala raket.

Bagi Mom/Dad yang baru mulai belajar tenis, karakter seperti ini dapat membantu ketika harus berlatih forehand, backhand, maupun melakukan latihan koordinasi tangan dan mata.

Kelebihan:

  • Relatif mudah diayunkan.
  • Nyaman untuk latihan.
  • Cocok untuk pemain yang belum terbiasa dengan raket berat.
  • Dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan secara bertahap.

2. Yonex Ezone 100L

Yonex Ezone 100L dapat menjadi pilihan untuk pemula yang menginginkan raket dengan ukuran kepala yang cukup besar dan bobot lebih ringan dibandingkan beberapa raket dewasa standar.

Seri Ezone dikenal sebagai keluarga raket yang mengutamakan kemudahan menghasilkan tenaga. Karakter tersebut menarik bagi pemain baru karena pemula sering kali belum mempunyai kecepatan ayunan yang konsisten.

Dengan kepala raket yang luas, pemain juga mendapatkan area toleransi yang cukup baik ketika titik kontak dengan bola belum selalu tepat.

Kelebihan:

  • Mudah dikontrol untuk pemain baru.
  • Membantu menghasilkan tenaga.
  • Ukuran kepala cukup ramah untuk pemula.
  • Pilihan menarik untuk pemain yang menginginkan raket ringan.

3. Babolat Boost Drive

Babolat Boost Drive merupakan pilihan yang patut dipertimbangkan bagi pemain yang baru mengenal tenis dan menginginkan raket dengan karakter yang relatif mudah dimainkan.

Raket seperti Boost Drive dapat digunakan untuk latihan dasar, terutama ketika pemain masih berfokus menjaga bola tetap masuk ke area permainan. Pada tahap awal, kemampuan menjaga reli jauh lebih penting daripada mengejar pukulan keras.

Mom/Dad dapat mempertimbangkan model ini jika ingin memberikan raket pertama yang tidak terlalu menuntut teknik tingkat lanjut.

Kelebihan:

  • Ramah bagi pemain baru.
  • Relatif mudah digunakan.
  • Cocok untuk latihan dasar.
  • Membantu pemain beradaptasi dengan permainan tenis.

4. Head Boom Team

Head Boom Team dapat menjadi alternatif untuk pemain pemula yang menginginkan raket dengan keseimbangan antara tenaga dan kemudahan bermain.

Salah satu hal yang menarik dari raket kategori ini adalah potensinya untuk tetap digunakan ketika kemampuan pemain mulai berkembang. Pemula tidak selalu membutuhkan raket yang sangat sederhana. Raket yang bisa menemani perkembangan teknik justru dapat menjadi investasi yang lebih praktis.

Bagi Mom/Dad, pertimbangkan model seperti ini apabila anak atau orang dewasa yang baru bermain tenis diperkirakan akan berlatih secara rutin.

Kelebihan:

  • Cocok untuk pemain rekreasional.
  • Mendukung permainan dengan tenaga yang cukup.
  • Bisa menjadi pilihan untuk pemain yang ingin berkembang.
  • Nyaman digunakan dalam latihan rutin.

5. Wilson Ultra 100L

Wilson Ultra 100L dapat menjadi pilihan bagi pemain yang menginginkan raket ringan dengan karakter permainan yang cukup bertenaga.

Bagi pemula, raket yang membantu menghasilkan tenaga dapat terasa menyenangkan karena pemain tidak harus mengayunkan raket terlalu keras hanya untuk mengirim bola melewati net. Meski demikian, Mom/Dad tetap perlu mengajarkan teknik dasar agar tenaga tidak menjadi satu-satunya fokus.

Raket ini juga dapat dipertimbangkan untuk pemain yang memiliki kemampuan fisik cukup baik tetapi belum terbiasa dengan raket yang berat.

Kelebihan:

  • Ringan dan relatif mudah digerakkan.
  • Mendukung permainan bertenaga.
  • Cocok untuk latihan dasar.
  • Menarik untuk pemain yang menyukai pukulan agresif.

6. Babolat Pure Drive Team

Babolat Pure Drive Team merupakan opsi lain yang dapat dipertimbangkan bagi pemain baru yang ingin mempunyai raket dengan karakter bertenaga tetapi tetap berada pada kelas yang lebih mudah dimainkan dibandingkan frame berat untuk pemain tingkat lanjut.

Seri Pure Drive dikenal luas karena karakter power-nya. Namun, Mom/Dad perlu memperhatikan bobot dan ukuran grip dari unit yang dipilih karena tersedia beberapa varian.

Untuk pemula yang memiliki kondisi fisik cukup baik dan ingin berlatih secara rutin, model seperti ini dapat menjadi pilihan jangka menengah.

Kelebihan:

  • Membantu menghasilkan tenaga.
  • Cocok untuk permainan dari area belakang lapangan.
  • Dapat digunakan ketika kemampuan mulai meningkat.
  • Banyak pilihan varian dalam keluarga produknya.

7. Yonex VCORE 100L

Berbeda dengan raket yang lebih berorientasi pada tenaga, Yonex VCORE dikenal dengan karakter yang mendukung permainan spin. Varian 100L dapat menjadi alternatif bagi pemula yang ingin mulai mengenal teknik menghasilkan putaran pada bola.

Namun, Mom/Dad tidak perlu terburu-buru mengajarkan teknik yang terlalu kompleks. Pada tahap awal, anak sebaiknya terlebih dahulu mampu melakukan kontak bola dengan konsisten.

Setelah kemampuan dasar terbentuk, karakter raket yang mendukung spin dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan variasi pukulan.

Kelebihan:

  • Menarik untuk pemain yang ingin belajar spin.
  • Varian ringan lebih mudah diayunkan.
  • Dapat mendukung perkembangan teknik.
  • Cocok sebagai pilihan ketika pemain mulai serius berlatih.

8. Head Speed Team

Head Speed Team dapat menjadi pilihan bagi pemula yang ingin raket dengan karakter serbaguna. Raket tipe ini dapat membantu pemain mempelajari berbagai pukulan tanpa terlalu cepat mengunci diri pada gaya bermain tertentu.

Bagi pemula, kemampuan beradaptasi merupakan hal penting. Pemain perlu mencoba forehand, backhand, volley, dan serve sebelum mengetahui gaya bermain yang paling nyaman.

Karena itu, raket serbaguna dapat menjadi pilihan praktis untuk latihan rutin.

Kelebihan:

  • Serbaguna untuk berbagai jenis pukulan.
  • Cocok untuk pemain yang sedang mencari gaya bermain.
  • Dapat digunakan dalam latihan rutin.
  • Mendukung proses perkembangan teknik.

9. Head Ti Conquest

Jika Mom/Dad ingin mencari pilihan yang lebih ekonomis untuk tahap pengenalan, Head Ti Conquest dapat masuk dalam daftar pertimbangan.

Pemula sebenarnya tidak selalu harus membeli raket kelas premium. Apabila anak baru mencoba tenis dan belum diketahui apakah ia akan melanjutkan olahraga ini secara rutin, raket dengan harga lebih terjangkau bisa menjadi pilihan rasional.

Yang paling penting adalah memastikan ukuran, bobot, grip, dan kondisi raket sesuai dengan pemain.

Kelebihan:

  • Bisa menjadi pilihan untuk tahap pengenalan.
  • Lebih ramah bagi anggaran tertentu.
  • Cocok untuk latihan dasar.
  • Tidak mengharuskan pemula langsung membeli raket premium.

10. Prince Warrior 100L

Prince Warrior 100L dapat menjadi alternatif bagi Mom/Dad yang ingin mengeksplorasi merek selain Wilson, Yonex, Babolat, dan Head.

Raket dengan ukuran kepala sekitar 100 inci persegi dapat memberikan kombinasi antara kontrol dan toleransi yang cukup menarik untuk pemain yang sedang berkembang.

Pilihan seperti ini juga menunjukkan bahwa memilih raket bukan hanya tentang mencari merek paling terkenal. Yang lebih penting adalah kesesuaian karakter raket dengan kemampuan pemain.

Kelebihan:

  • Alternatif bagi pemain pemula.
  • Ukuran kepala relatif ramah untuk belajar.
  • Bisa digunakan untuk mengembangkan teknik.
  • Menjadi pilihan bagi yang ingin mencoba merek berbeda.

Mengapa Pemula Tidak Harus Memilih Raket Termahal?

Salah satu kesalahan yang cukup sering dilakukan ketika membeli perlengkapan olahraga adalah menganggap harga tinggi selalu berarti lebih baik. Padahal, dalam tenis, raket harus disesuaikan dengan pemain.

Raket yang digunakan atlet profesional dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan teknik, kecepatan ayunan, kekuatan fisik, dan gaya bermain yang sudah matang. Pemula justru membutuhkan perlengkapan yang membantu mereka belajar.

Karakter raket seperti ukuran kepala, bobot, distribusi massa, dan ukuran grip dapat memengaruhi pengalaman bermain. Karena itu, keputusan pembelian sebaiknya tidak hanya didasarkan pada teknologi pemasaran atau harga.

Bagi Mom/Dad, anggaran dapat diarahkan tidak hanya untuk membeli raket, tetapi juga untuk bola tenis, sepatu yang sesuai, perlengkapan pelindung, dan yang paling penting, sesi latihan bersama pelatih.

Tips Membeli Raket Tenis untuk Pemula

Berikut ini 10 tips membeli raket tenis untuk pemula yang wajib diterapkan.

1. Tentukan Siapa yang Akan Menggunakan Raket

Langkah pertama adalah menentukan apakah raket akan digunakan oleh anak atau orang dewasa.

Raket anak mempunyai ukuran yang berbeda dengan raket dewasa. Pilihan raket junior mulai dari ukuran sekitar 19, 21, dan 23 inci untuk anak yang lebih kecil, kemudian 23–25 inci, 26 inci, hingga ukuran 27 inci dan lebih untuk pemain yang sudah menggunakan ukuran dewasa.

Jangan memberikan raket dewasa kepada anak hanya karena terlihat lebih kuat atau tahan lama. Raket yang terlalu besar dan berat dapat menyulitkan anak mempelajari teknik.

2. Perhatikan Berat Raket

Berat adalah salah satu faktor terpenting saat memilih raket tenis untuk pemula.

Raket terlalu ringan memang mudah digerakkan, tetapi raket yang sangat ringan juga dapat terasa kurang stabil ketika terkena bola dengan kecepatan tinggi. Sebaliknya, raket terlalu berat dapat membuat pemula kesulitan melakukan ayunan berulang.

Kisaran sekitar 9,5–11 ons untuk pemula dewasa. Namun, kondisi fisik pemain tetap harus menjadi pertimbangan utama.

Untuk anak, gunakan raket junior sesuai usia, tinggi badan, kekuatan, dan kemampuan koordinasinya.

3. Pilih Ukuran Kepala yang Ramah Pemula

Ukuran kepala raket menentukan luas permukaan tempat bola dapat mengenai senar.

Kepala yang lebih besar memberikan sweet spot lebih luas sehingga lebih toleran terhadap kesalahan kontak. Sebaliknya, kepala yang lebih kecil cenderung menawarkan kontrol lebih besar tetapi membutuhkan ketepatan yang lebih baik.

Bagi pemula, ukuran sekitar 100–115 inci persegi dapat menjadi titik awal yang masuk akal.

4. Pastikan Panjang Raket Sesuai

Panjang raket juga tidak boleh diabaikan.

Raket standar dewasa umumnya sekitar 27 inci. Raket yang lebih panjang dapat memberikan jangkauan dan leverage tambahan, tetapi juga dapat terasa lebih sulit dikendalikan.

Untuk pemula dewasa, ukuran standar 27 inci biasanya merupakan titik awal yang sederhana. Sementara itu, anak sebaiknya menggunakan raket junior sesuai ukuran tubuhnya.

5. Pilih Ukuran Grip dengan Tepat

Grip merupakan bagian yang bersentuhan langsung dengan tangan. Ukuran yang tidak tepat dapat membuat pemain merasa tidak nyaman.

Grip terlalu kecil dapat membuat tangan bekerja lebih keras untuk mempertahankan pegangan. Sebaliknya, grip terlalu besar dapat mengurangi kemampuan tangan dan pergelangan untuk bergerak dengan nyaman.

Jika memungkinkan, Mom/Dad sebaiknya mencoba menggenggam raket sebelum membeli.

6. Perhatikan Distribusi Berat

Dua raket dengan berat yang sama belum tentu terasa sama ketika diayunkan.

Hal ini disebabkan distribusi massa. Raket yang lebih berat di bagian kepala dapat memberikan stabilitas dan tenaga tertentu, tetapi mungkin terasa lebih sulit digerakkan. Raket yang terasa lebih ringan di bagian kepala umumnya dapat lebih mudah dimanuver.

Bagi pemula, pilih karakter yang tidak membuat anak harus mengeluarkan tenaga berlebihan untuk mengayunkan raket.

7. Jangan Mengabaikan Senar

Senar adalah bagian penting dari raket karena menjadi permukaan yang bersentuhan dengan bola.

Jenis senar, tegangan, dan kondisi senar dapat memengaruhi rasa pukulan. Pemula tidak perlu langsung menggunakan konfigurasi senar yang biasa dipilih pemain tingkat lanjut.

Jika Mom/Dad membeli raket yang belum dipasang senar, konsultasikan pilihan senar dan tegangan kepada stringer atau pelatih yang berpengalaman.

8. Sesuaikan dengan Gaya Bermain

Pada tahap pemula, gaya bermain biasanya belum terbentuk sepenuhnya. Karena itu, pilih raket serbaguna terlebih dahulu.

Jika pemain nantinya lebih menyukai pukulan bertenaga, raket dengan karakter power dapat dipertimbangkan. Jika menyukai spin, pilih raket yang mendukung karakter tersebut. Sementara pemain yang mengutamakan akurasi mungkin nantinya membutuhkan raket yang lebih berorientasi pada kontrol.

Tidak perlu terburu-buru memilih raket khusus sebelum mengetahui gaya bermain.

9. Coba Sebelum Membeli Jika Memungkinkan

Salah satu cara terbaik menemukan raket tenis untuk pemula adalah mencobanya terlebih dahulu.

Jika toko atau klub menyediakan layanan demo racket, manfaatkan kesempatan tersebut. Rasakan bagaimana raket ketika melakukan forehand, backhand, volley, dan serve.

Raket yang terlihat bagus di internet belum tentu terasa nyaman ketika digunakan.

Pemula yang belum ingin mengeluarkan banyak biaya untuk mempertimbangkan menggunakan raket pinjaman terlebih dahulu saat mulai bermain.

10. Jangan Lupa Mempertimbangkan Kondisi Fisik Pemain

Kekuatan tangan, koordinasi, usia, tinggi badan, dan frekuensi latihan perlu diperhatikan.

Anak yang baru mengenal tenis mungkin membutuhkan raket yang sangat mudah dikendalikan. Anak yang sudah aktif dalam olahraga lain mungkin mempunyai kemampuan koordinasi dan kekuatan yang berbeda.

Begitu juga dengan orang dewasa. Pemain yang berolahraga secara rutin mungkin dapat menggunakan raket dengan bobot berbeda dibandingkan orang yang baru memulai aktivitas fisik.

Intinya, jangan hanya bertanya, “Raket apa yang paling bagus?” Lebih tepat jika Mom/Dad bertanya, “Raket apa yang paling sesuai dengan pemain?”

Perbedaan Raket Pemula dan Raket Pemain Tingkat Lanjut

Raket pemula biasanya mengutamakan kemudahan penggunaan, toleransi terhadap kesalahan, dan kemampuan menghasilkan tenaga dengan ayunan yang belum sempurna.

Sementara itu, raket untuk pemain tingkat lanjut dapat mempunyai karakter yang lebih spesifik. Pemain berpengalaman biasanya sudah mengetahui apakah mereka membutuhkan kontrol, spin, stabilitas, tenaga, atau kombinasi tertentu.

Karena itu, jangan menjadikan raket atlet profesional sebagai patokan utama ketika memilih raket pertama.

Teknik tetap menjadi faktor yang sangat penting. Kecepatan raket saat melakukan ayunan merupakan faktor mekanis penting dalam menghasilkan kecepatan bola, sehingga pembentukan teknik seharusnya menjadi prioritas.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membeli Raket Tenis

Hindari kesalahan berikut ini agar tidak menyesal saat membeli raket tenis.

Membeli Karena Merek Saja

Merek terkenal memang dapat menjadi salah satu pertimbangan, tetapi bukan satu-satunya faktor. Satu merek dapat memiliki berbagai seri yang ditujukan untuk kebutuhan berbeda. Jadi, Mom/Dad harus melihat model spesifik, bukan sekadar nama mereknya.

Memilih Raket Terlalu Berat

Raket berat belum tentu lebih bagus. Jika anak tidak mampu mengayunkannya dengan baik, proses belajar justru dapat terganggu. Lebih baik menggunakan raket yang dapat dikontrol dengan baik daripada raket berat yang hanya terlihat lebih profesional.

Mengabaikan Ukuran Grip

Kesalahan pada grip dapat membuat tangan cepat lelah dan pegangan menjadi tidak nyaman. Karena tangan merupakan bagian penting dalam mengendalikan raket, ukuran grip harus diperhatikan sejak awal.

Terlalu Fokus pada Harga

Raket murah bukan berarti buruk, dan raket mahal bukan berarti otomatis cocok. Pertimbangkan kebutuhan, frekuensi bermain, kemampuan pemain, serta kemungkinan raket digunakan dalam jangka panjang.

Membeli Tanpa Memeriksa Spesifikasi

Nama model yang sama bisa mempunyai beberapa versi. Berat, ukuran grip, keseimbangan, dan konstruksinya dapat berbeda. Sebelum melakukan transaksi, selalu periksa spesifikasi produk yang benar-benar akan dibeli.

Cara Merawat Raket Tenis Agar Lebih Awet

Setelah menemukan raket tenis untuk pemula yang sesuai, Mom/Dad juga perlu mengajarkan cara merawatnya.

  • Pertama, gunakan tas raket untuk melindungi frame dari benturan.
  • Kedua, jangan membiarkan raket terpapar panas ekstrem dalam waktu lama.
  • Ketiga, periksa kondisi senar secara rutin.
  • Keempat, jangan menggunakan raket sebagai alat untuk mengambil atau mendorong bola.

Grip juga perlu diperhatikan. Jika sudah licin atau mulai rusak, pertimbangkan mengganti overgrip. Lapisan tersebut membantu meningkatkan kenyamanan dan daya cengkeram tangan. Overgrip digunakan sebagai lapisan tipis di atas base grip, termasuk untuk membantu menyerap keringat dan mencegah tangan mudah tergelincir.

Raket Tenis untuk Pemula Anak, Apa yang Harus Diperhatikan?

Jika raket akan digunakan anak, aspek ukuran menjadi semakin penting.

Jangan hanya memilih berdasarkan usia. Tinggi badan, kemampuan mengayunkan raket, koordinasi, dan kenyamanan anak juga perlu dipertimbangkan.

Salah satu cara sederhana yang dapat digunakan adalah meminta anak memegang raket di samping tubuh dengan kepala raket mengarah ke bawah. Ukuran yang tepat secara sederhana dapat dilihat dari posisi kepala raket yang berada sedikit di atas lantai dan tidak menyentuhnya ketika berada di samping tubuh.

Namun, cara tersebut sebaiknya tetap dipadukan dengan penilaian pelatih karena kebutuhan setiap anak dapat berbeda.

Yang tidak kalah penting adalah jangan memaksa anak menggunakan raket yang terlalu berat hanya agar dapat “dipakai sampai besar”. Peralatan olahraga harus mendukung proses belajar, bukan menjadi hambatan.

Apa yang Lebih Penting, Raket atau Latihan?

Raket yang bagus memang membantu, tetapi latihan tetap menjadi bagian utama dalam perkembangan pemain.

Pemula perlu mempelajari cara memegang raket, posisi tubuh, gerakan kaki, koordinasi mata dan tangan, serta teknik dasar seperti forehand, backhand, volley, dan serve.

Bahkan ketika menggunakan raket yang mahal, pemain tidak otomatis menjadi lebih baik jika teknik dasarnya belum terbentuk.

Untuk anak, proses latihan juga sebaiknya dibuat menyenangkan. Jangan menjadikan olahraga hanya sebagai aktivitas untuk mengejar prestasi. Pada tahap awal, rasa senang, kepercayaan diri, keberanian mencoba, dan konsistensi jauh lebih penting.

Mom/Dad dapat memperkenalkan tenis sebagai bagian dari aktivitas olahraga yang lebih beragam. Dengan mencoba beberapa cabang olahraga, anak dapat menemukan aktivitas yang paling sesuai dengan minat dan kemampuan tubuhnya.

Apakah Raket Tenis untuk Pemula Harus Mahal?

Tidak. Harga bukan indikator tunggal bahwa sebuah raket cocok untuk pemula.

Jika anak baru mencoba tenis, raket dengan harga terjangkau bahkan dapat menjadi pilihan yang lebih masuk akal. Setelah anak menunjukkan minat dan mulai berlatih secara rutin, Mom/Dad dapat mempertimbangkan peningkatan perlengkapan.

Untuk pemain yang sudah berlatih beberapa kali dalam seminggu dan mulai mengikuti pertandingan, kebutuhan raket mungkin akan berubah.

Jadi, jangan merasa harus membeli raket paling mahal sejak hari pertama. Yang terpenting adalah raket tersebut sesuai dengan ukuran, kemampuan, kenyamanan, dan tujuan latihan.

Baca juga: Perbedaan Padel dan Tenis: Olahraga yang Serupa Tapi Tak Sama

Saatnya Dukung Perkembangan Anak Bersama Sparks Sports Academy

Memilih raket tenis untuk pemula merupakan langkah awal yang penting, tetapi perkembangan kemampuan anak tidak hanya ditentukan oleh perlengkapan. Teknik, koordinasi, kelincahan, keseimbangan, kekuatan, dan pengalaman bergerak juga perlu dikembangkan secara bertahap. Karena itu, Mom/Dad sebaiknya memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba berbagai aktivitas olahraga sejak dini agar mereka dapat menemukan olahraga yang paling sesuai dengan minat dan potensinya.

Jika Mom/Dad ingin anak mendapatkan pengalaman olahraga yang lebih beragam, multi sport anak di Sparks Sports Academy dapat menjadi pilihan yang menarik. Melalui kegiatan multi sport, anak dapat mengenal berbagai jenis olahraga dalam suasana belajar yang menyenangkan sekaligus melatih kemampuan gerak dasar, koordinasi, keseimbangan, kelincahan, dan kerja sama. Jadi, bukan hanya memiliki raket tenis untuk pemula yang tepat, tetapi juga membangun fondasi keterampilan olahraga yang dapat mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%