Author: Tim Sparks Sports Academy
Masa Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD merupakan periode penting bagi anak untuk mengenal lingkungan, mencoba berbagai hal baru, serta mengembangkan kemampuan melalui pengalaman sehari-hari. Pada usia ini, anak biasanya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga aktivitas sederhana pun dapat menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan.
Karena itu, kegiatan anak PAUD tidak harus selalu berupa aktivitas belajar dengan lembar kerja atau kegiatan yang membuat anak duduk diam dalam waktu lama. Bermain, bergerak, bernyanyi, menggambar, menyusun benda, hingga bermain peran dapat menjadi bagian dari proses belajar yang bermakna.
Bagi Mom/Dad, memilih aktivitas yang tepat dapat membantu anak memperoleh stimulasi dalam berbagai aspek perkembangan, mulai dari kemampuan motorik, bahasa, kognitif, sosial-emosional, hingga kreativitas. Yang tidak kalah penting, kegiatan tersebut sebaiknya disesuaikan dengan usia, kemampuan, minat, dan kondisi anak.
UNICEF juga menekankan pentingnya belajar melalui bermain. Dalam salah satu materi untuk orang tua, UNICEF menjelaskan bahwa bermain membantu anak mengeksplorasi lingkungan, melatih keterampilan, belajar, sekaligus membangun kedekatan dengan pengasuh.
Lantas, apa saja kegiatan anak PAUD yang dapat dilakukan di sekolah maupun di rumah? Berikut beberapa ide yang seru, kreatif, dan tetap memiliki nilai edukatif.
Mengapa Kegiatan Anak PAUD Perlu Dibuat Menyenangkan?
Sebelum membahas berbagai aktivitas, Mom/Dad perlu memahami bahwa kegiatan untuk anak usia dini memiliki karakteristik yang berbeda dari kegiatan belajar anak usia sekolah dasar.
Anak PAUD masih berada dalam tahap perkembangan yang membutuhkan banyak pengalaman langsung. Mereka belajar dengan melihat, menyentuh, bergerak, mendengar, mencoba, dan berinteraksi dengan orang lain.
Oleh karena itu, kegiatan anak PAUD sebaiknya tidak hanya berorientasi pada hasil. Proses ketika anak mencoba sesuatu juga merupakan bagian penting dari pembelajaran.
Misalnya, ketika anak menyusun balok dan bangunannya roboh, pengalaman tersebut dapat menjadi kesempatan untuk belajar tentang keseimbangan, ukuran, kesabaran, dan pemecahan masalah. Ketika anak menggambar dengan bentuk yang belum sempurna, Mom/Dad tidak perlu buru-buru memperbaikinya karena proses menggambar justru dapat membantu mengembangkan koordinasi mata dan tangan serta ekspresi diri.
Kegiatan yang menyenangkan juga membuat anak lebih mudah terlibat. Anak tidak merasa sedang dipaksa belajar, tetapi memperoleh pengetahuan melalui aktivitas yang mereka sukai.
10 Kegiatan Anak PAUD yang Seru, Kreatif, dan Edukatif
Berikut 10 kegiatan yang dapat menjadi inspirasi bagi Mom/Dad untuk menemani anak bermain sekaligus belajar.
1. Menggambar dan Mewarnai dengan Berbagai Media
Menggambar dan mewarnai merupakan kegiatan sederhana yang hampir selalu menarik bagi anak. Namun, aktivitas ini dapat dibuat lebih kreatif dengan menggunakan berbagai media.
Mom/Dad dapat menyediakan kertas, krayon, pensil warna, cat air, atau bahan lain yang aman untuk anak. Sesekali, biarkan anak menggambar tanpa menentukan bentuk yang harus dibuat.
Sebagai contoh, Mom/Dad dapat mengajak anak membuat gambar rumah, hewan, pohon, keluarga, atau pemandangan. Setelah selesai, ajak anak bercerita tentang hasil gambarnya.
Aktivitas ini memiliki beberapa manfaat, seperti:
- Melatih koordinasi mata dan tangan.
- Mengembangkan kemampuan motorik halus.
- Mengenalkan warna.
- Mendorong kreativitas.
- Melatih kemampuan anak mengekspresikan ide.
- Memperkaya kosakata ketika anak menceritakan gambarnya.
Mom/Dad juga dapat menggunakan benda di sekitar sebagai inspirasi. Ajak anak mengamati daun, bunga, mainan, atau buah kemudian menggambarkannya. Jangan terlalu fokus pada apakah gambar anak terlihat bagus atau tidak. Berikan apresiasi terhadap proses dan keberanian anak untuk mencoba.
2. Bermain Balok dan Menyusun Bentuk
Bermain balok merupakan salah satu kegiatan anak PAUD yang dapat dilakukan dengan sederhana tetapi memiliki banyak manfaat.
Mom/Dad dapat memberikan balok dengan berbagai bentuk dan ukuran. Selanjutnya, biarkan anak mencoba menyusunnya menjadi menara, rumah, jembatan, kendaraan, atau bentuk lain sesuai imajinasi. Dalam aktivitas ini, anak dapat belajar mengenai ukuran, bentuk, keseimbangan, serta hubungan antara satu benda dengan benda lainnya.
Agar lebih menarik, Mom/Dad dapat memberikan tantangan sederhana.
Misalnya:
“Bisakah kamu membuat menara yang lebih tinggi dari sebelumnya?”
Atau:
“Coba buat rumah untuk boneka dengan tiga balok.”
Pertanyaan semacam ini dapat mendorong anak berpikir dan mencari solusi sendiri.
Jika bangunan anak roboh, jangan langsung membantunya. Berikan kesempatan untuk mencoba kembali. Dari kegagalan sederhana tersebut, anak dapat belajar bahwa suatu masalah dapat dicoba dan diperbaiki.
3. Eksperimen Sederhana dengan Air
Anak-anak umumnya senang bermain dengan air. Mom/Dad dapat mengubah kesenangan tersebut menjadi kegiatan edukatif yang sederhana.
Siapkan beberapa wadah, air, sendok, gelas plastik, spons, dan benda-benda aman yang dapat digunakan untuk mengamati apakah benda tersebut mengapung atau tenggelam. Anak kemudian dapat memasukkan satu benda ke dalam wadah berisi air dan mengamati hasilnya.
Mom/Dad dapat mengajukan pertanyaan seperti:
“Menurut kamu, benda ini akan mengapung atau tenggelam?”
“Kenapa yang ini bisa mengapung?”
Tidak masalah jika jawaban anak belum tepat. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pengalaman langsung dan mengembangkan rasa ingin tahu.
Aktivitas air juga dapat dikembangkan menjadi permainan memindahkan air menggunakan spons atau gelas. Kegiatan tersebut dapat melatih koordinasi tangan sekaligus mengenalkan konsep sederhana mengenai jumlah dan volume. Pastikan kegiatan dilakukan dengan pengawasan orang dewasa dan menggunakan wadah yang aman.
4. Membuat Kerajinan dari Bahan Bekas
Kegiatan anak PAUD tidak harus menggunakan perlengkapan mahal. Bahan yang tersedia di rumah dapat dimanfaatkan menjadi media bermain yang menarik.
Kardus bekas, gulungan tisu, kertas, stik es krim, kotak telur, atau botol plastik dapat digunakan selama kondisinya aman dan bersih.
Misalnya, Mom/Dad dapat mengajak anak membuat:
- Mobil-mobilan dari kardus.
- Binatang dari gulungan tisu.
- Kolase dari kertas.
- Rumah-rumahan sederhana.
- Tempat pensil.
- Boneka kertas.
- Bentuk bunga atau kupu-kupu.
Kegiatan ini dapat memperkenalkan konsep menggunakan kembali barang yang masih layak.
UNICEF Indonesia juga menunjukkan bahwa bahan sederhana dan barang yang tersedia di lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dalam kegiatan PAUD.
Dengan demikian, Mom/Dad tidak perlu merasa harus membeli perlengkapan craft yang mahal untuk memberikan pengalaman belajar yang menarik.
5. Bermain Peran
Bermain peran merupakan aktivitas yang sangat cocok untuk anak PAUD karena memungkinkan mereka menggunakan imajinasi sekaligus belajar berkomunikasi.
Mom/Dad dapat mengajak anak bermain menjadi dokter dan pasien, guru dan murid, penjual dan pembeli, koki, petugas pemadam kebakaran, atau anggota keluarga.
Contohnya, ketika bermain dokter, anak dapat menggunakan boneka sebagai pasien. Mom/Dad dapat berperan sebagai orang tua yang membawa anak ke dokter.
Selain menyenangkan, permainan ini dapat membantu anak:
- Mengembangkan kemampuan berbicara.
- Menambah kosakata.
- Mengenal berbagai profesi.
- Belajar memahami peran orang lain.
- Melatih kemampuan sosial.
- Mengembangkan imajinasi.
- Membangun rasa percaya diri.
Mom/Dad juga dapat mengikuti alur permainan yang dibuat anak. Jika anak mengatakan bahwa bonekanya sedang sakit, ikuti cerita tersebut dan ajukan pertanyaan yang membuat permainan semakin berkembang.
6. Bernyanyi dan Bermain Musik
Musik dapat menjadi pilihan kegiatan anak PAUD yang menyenangkan dan mudah dilakukan.
Mom/Dad tidak membutuhkan alat musik profesional. Sendok kayu, botol plastik berisi benda yang aman, atau benda rumah tangga lainnya dapat digunakan sebagai alat musik sederhana selama tidak membahayakan anak.
Ajak anak bernyanyi sambil melakukan gerakan sederhana. Misalnya, ketika menyanyikan lagu tentang anggota tubuh, anak dapat menunjuk kepala, tangan, kaki, mata, dan bagian tubuh lainnya. Kegiatan tersebut dapat menggabungkan unsur bahasa, musik, gerakan, dan koordinasi tubuh.
Mom/Dad juga dapat mengajak anak mengikuti ritme dengan tepukan tangan. Mulailah dengan pola sederhana seperti dua tepukan kemudian berhenti. Setelah anak terbiasa, buat pola yang lebih panjang. Aktivitas tersebut dapat melatih kemampuan mendengarkan dan mengikuti instruksi.
Selain itu, bernyanyi bersama juga menjadi kesempatan untuk membangun interaksi positif antara anak dan orang tua.
7. Berburu Warna di Lingkungan Sekitar
Kegiatan berburu warna dapat dilakukan di rumah, halaman, maupun lingkungan sekolah dengan tetap memperhatikan keamanan. Mom/Dad dapat menyebutkan satu warna, lalu meminta anak mencari benda dengan warna tersebut.
Misalnya:
“Coba cari benda yang berwarna merah.”
Anak kemudian dapat mencari bantal, mainan, pakaian, atau benda lain yang sesuai.
Setelah itu, permainan dapat dikembangkan menjadi aktivitas mengelompokkan benda berdasarkan warna.
Misalnya, semua benda merah diletakkan di satu tempat, benda biru di tempat lain, dan seterusnya.
Aktivitas ini dapat membantu anak mengenal warna sekaligus melatih kemampuan mengamati dan mengelompokkan.
Mom/Dad dapat meningkatkan tantangannya secara bertahap. Setelah anak memahami warna dasar, perkenalkan warna yang lebih kompleks. Namun, jangan terburu-buru. Kemampuan setiap anak berbeda sehingga kegiatan sebaiknya dilakukan secara fleksibel.
8. Membaca Buku Cerita dan Membuat Cerita Sendiri
Membaca buku bersama dapat menjadi kegiatan anak PAUD yang memberikan banyak manfaat. Pilih buku bergambar dengan cerita yang sesuai usia anak. Bacakan cerita dengan intonasi yang menarik dan sesekali berhenti untuk mengajak anak berinteraksi.
Misalnya:
“Menurut kamu, setelah ini kelincinya pergi ke mana?”
“Mana gambar pohonnya?”
“Bagaimana suara kucing?”
Pertanyaan sederhana seperti itu dapat membuat anak lebih aktif dalam kegiatan membaca.
Setelah cerita selesai, Mom/Dad dapat meminta anak menceritakan kembali bagian yang paling disukai. Tidak perlu memaksa anak mengingat seluruh cerita. Aktivitas berikutnya dapat berupa membuat cerita sendiri berdasarkan gambar.
Misalnya, berikan tiga gambar sederhana berupa rumah, kucing, dan taman. Kemudian tanyakan kepada anak bagaimana ketiga gambar tersebut dapat menjadi sebuah cerita. Kegiatan ini dapat mendukung kemampuan bahasa, imajinasi, daya ingat, serta keberanian anak untuk berbicara.
9. Permainan Sensorik
Permainan sensorik merupakan salah satu kegiatan yang menarik untuk anak PAUD karena melibatkan berbagai indra. Mom/Dad dapat membuat aktivitas sederhana menggunakan bahan yang aman, seperti pasir kinetik, adonan bermain, beras berwarna yang dibuat secara aman, air, spons, atau bahan bertekstur lainnya.
Anak dapat diminta merasakan tekstur dan membandingkannya.
“Mana yang terasa lembut?”
“Mana yang terasa kasar?”
“Bagaimana rasanya ketika ditekan?”
Selain melatih kemampuan mengenali berbagai sensasi, kegiatan sensorik dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak.
Aktivitas dapat dibuat lebih terarah dengan menambahkan tugas sederhana. Misalnya, anak diminta memasukkan benda berdasarkan warna atau bentuk ke dalam wadah tertentu.
Namun, Mom/Dad perlu memastikan bahan yang digunakan sesuai usia anak. Hindari benda kecil yang berisiko tertelan dan selalu dampingi anak selama kegiatan.
10. Permainan Gerak dan Rintangan Sederhana
Anak PAUD membutuhkan kesempatan untuk bergerak. Karena itu, kegiatan anak PAUD tidak sebaiknya hanya berfokus pada aktivitas duduk.
Mom/Dad dapat membuat lintasan sederhana di rumah dengan menggunakan bantal, garis dari selotip kertas, lingkaran, atau benda lain yang aman. Anak dapat diminta berjalan mengikuti garis, melompat dari satu titik ke titik lainnya, merangkak melewati rintangan, atau berjalan seperti berbagai jenis hewan.
Misalnya:
“Sekarang kita berjalan seperti penguin.”
Kemudian:
“Sekarang coba melompat seperti katak.”
Permainan semacam ini membuat aktivitas fisik terasa seperti permainan.
Selain menyenangkan, kegiatan tersebut dapat membantu melatih koordinasi tubuh, keseimbangan, kemampuan mengikuti instruksi, serta kepercayaan diri anak saat mencoba gerakan baru.
Baca juga: 7 Kegiatan Outdoor Anak yang Seru dan Edukatif!
Manfaat Kegiatan Anak PAUD bagi Tumbuh Kembang
Jika dilakukan secara tepat, kegiatan bermain dapat memberikan stimulasi pada berbagai aspek perkembangan anak.
1. Mendukung Motorik Halus
Aktivitas seperti menggambar, mewarnai, meronce, menyusun balok, dan membuat kerajinan membutuhkan koordinasi antara mata dan tangan.
Kegiatan tersebut dapat menjadi latihan bagi anak dalam mengontrol gerakan tangan dan jari. Kemampuan motorik halus nantinya juga berkaitan dengan berbagai aktivitas sehari-hari, seperti menggunakan alat makan, membuka benda, menggambar, hingga melakukan aktivitas yang membutuhkan ketelitian.
2. Melatih Motorik Kasar
Permainan melompat, berlari, berjalan mengikuti garis, merangkak, dan aktivitas gerak lainnya dapat membantu anak menggunakan otot-otot besar tubuh.
Anak juga mendapatkan kesempatan untuk belajar mengatur keseimbangan dan koordinasi tubuh. Karena itu, Mom/Dad sebaiknya memberikan ruang bagi anak untuk bergerak aktif setiap hari dengan tetap memperhatikan keamanan lingkungan.
3. Mengembangkan Bahasa
Kegiatan membaca cerita, bermain peran, bernyanyi, dan berbicara tentang hasil karya dapat memperkaya pengalaman bahasa anak. Semakin sering anak mendapatkan kesempatan berkomunikasi, semakin banyak pula peluang mereka untuk mendengar dan menggunakan kosakata baru.
Mom/Dad dapat membantu dengan mengajak anak berbicara selama aktivitas tanpa menjadikannya seperti sesi tanya jawab yang terlalu kaku.
4. Melatih Kemampuan Kognitif
Ketika anak menyusun balok, mengelompokkan warna, mencari benda, atau memecahkan masalah sederhana, mereka sedang menggunakan kemampuan berpikir. Anak belajar mengamati, membandingkan, mencoba, memperkirakan, dan mencari solusi. Inilah alasan mengapa kegiatan sederhana tidak boleh dianggap remeh.
5. Mengembangkan Sosial dan Emosional
Kegiatan yang dilakukan bersama orang tua, guru, atau teman sebaya dapat mengajarkan anak untuk bergantian, berbagi, mengikuti aturan sederhana, dan berkomunikasi. Anak juga belajar menghadapi rasa kecewa ketika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginannya.
Mom/Dad dapat membantu dengan memberikan contoh bagaimana mengelola emosi secara positif.
Tips Memilih Kegiatan Anak PAUD yang Tepat
Tidak semua aktivitas cocok untuk setiap anak. Berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan Mom/Dad.
Sesuaikan dengan Usia dan Kemampuan Anak
Pilih aktivitas yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Jangan memberikan tantangan yang terlalu sulit karena dapat membuat anak frustrasi. Jika aktivitas terlalu mudah, Mom/Dad dapat menambahkan variasi sederhana agar anak tetap tertantang.
Perhatikan Minat Anak
Ada anak yang menyukai aktivitas menggambar, sementara anak lainnya lebih tertarik berlari dan bergerak. Keduanya tidak perlu dipaksa menyukai kegiatan yang sama. Gunakan minat anak sebagai pintu masuk untuk memberikan stimulasi.
Utamakan Proses, Bukan Hasil
Anak PAUD tidak harus menghasilkan karya yang sempurna. Ketika anak membuat gambar yang menurut orang dewasa terlihat tidak beraturan, tetap berikan apresiasi.
Alih-alih berkata, “Gambarnya salah,” Mom/Dad dapat mengatakan, “Wah, kamu membuat banyak warna. Coba ceritakan gambarnya.” Respons seperti ini dapat membuat anak merasa dihargai dan lebih percaya diri untuk mencoba lagi.
Gunakan Perlengkapan yang Aman
Periksa setiap bahan sebelum digunakan. Hindari benda tajam, bahan beracun, atau benda kecil yang berisiko masuk ke mulut anak. Kegiatan yang menggunakan air juga perlu dilakukan dengan pengawasan orang dewasa.
Jangan Terlalu Banyak Memberikan Instruksi
Terkadang orang dewasa terlalu cepat menjelaskan bagaimana anak harus melakukan sesuatu. Padahal, memberikan ruang eksplorasi juga penting. Mom/Dad dapat menunjukkan cara dasar, lalu membiarkan anak mencoba dengan caranya sendiri.
Bagaimana Membuat Kegiatan Anak PAUD Tidak Membosankan?
Salah satu tantangan dalam menemani anak bermain adalah menjaga ketertarikan mereka. Anak usia dini dapat dengan cepat berpindah perhatian dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya.
Hal tersebut tidak selalu berarti anak tidak mampu berkonsentrasi. Bisa saja aktivitas yang diberikan kurang sesuai dengan minat atau tingkat tantangannya.
Mom/Dad dapat membuat variasi dengan mengubah tema permainan.
Misalnya, kegiatan menyusun balok dapat dibuat menjadi:
- Membangun rumah.
- Membuat garasi.
- Membuat jembatan.
- Membuat menara.
- Membuat kandang hewan.
Satu jenis mainan dapat menghasilkan banyak permainan berbeda.
Selain itu, jangan takut mengulang aktivitas favorit anak. Pengulangan dapat membantu anak memahami keterampilan dengan lebih baik.
UNICEF Indonesia juga memberikan contoh bahwa aktivitas bermain sederhana dapat menjadi sarana untuk menguatkan pembelajaran anak di rumah.
Peran Mom/Dad dalam Mendampingi Kegiatan Anak PAUD
Orang tua tidak harus selalu menjadi pengajar yang memberikan instruksi. Dalam banyak aktivitas, Mom/Dad justru dapat berperan sebagai teman bermain. Duduk bersama anak, amati apa yang mereka lakukan, lalu berikan respons yang sesuai.
Misalnya, ketika anak sedang menyusun puzzle, Mom/Dad dapat mengatakan:
“Kamu sedang mencari potongan yang mana?”
Atau ketika anak menggambar:
“Ceritakan kepada Mom/Dad tentang gambar ini.”
Pertanyaan terbuka seperti itu memberikan kesempatan bagi anak untuk berpikir dan berbicara.
Yang tidak kalah penting adalah memberikan apresiasi.
Kalimat sederhana seperti “Kamu sudah berusaha,” “Coba lagi,” atau “Mom/Dad senang melihat kamu mencoba” dapat memberikan dorongan positif.
Dengan demikian, kegiatan bermain bukan hanya tentang mengembangkan kemampuan akademik awal, tetapi juga membangun hubungan yang hangat antara anak dan orang tua.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat Memberikan Kegiatan untuk Anak PAUD
Meskipun aktivitas edukatif memiliki banyak manfaat, terdapat beberapa hal yang sebaiknya dihindari.
- Pertama, jangan menjadikan setiap permainan sebagai tes. Jika setiap kegiatan selalu diikuti pertanyaan untuk menguji anak, aktivitas dapat terasa seperti tekanan.
- Kedua, jangan terlalu sering memperbaiki hasil karya anak. Kreativitas anak membutuhkan ruang untuk berkembang.
- Ketiga, jangan membandingkan hasil anak dengan teman atau saudara. Setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda.
- Keempat, jangan memaksakan kegiatan ketika anak sudah terlihat lelah atau kehilangan minat. Mom/Dad dapat memberikan waktu istirahat dan melanjutkannya di kesempatan lain.
- Kelima, jangan mengutamakan perlengkapan mahal. Barang sederhana di rumah pun dapat menjadi media belajar yang menarik jika digunakan dengan kreatif.
Ide Jadwal Kegiatan Anak PAUD yang Sederhana di Rumah
Agar tidak bingung menentukan aktivitas, Mom/Dad dapat membuat variasi kegiatan berdasarkan jenis stimulasi.
- Pada hari pertama, anak dapat diajak menggambar dan mewarnai.
- Hari berikutnya dapat diisi dengan permainan balok.
- Hari selanjutnya, lakukan permainan sensorik.
- Kemudian, ajak anak membaca buku dan membuat cerita.
- Di hari lain, lakukan permainan gerak sederhana.
Tidak perlu membuat jadwal yang terlalu kaku. Tujuan utamanya adalah memberikan pengalaman yang beragam dan menyenangkan.
Mom/Dad juga dapat mengombinasikan beberapa aktivitas dalam satu sesi. Contohnya, setelah membaca cerita tentang hewan, anak dapat diajak menggambar hewan favorit kemudian menirukan gerakannya. Dengan cara tersebut, satu tema dapat digunakan untuk mengembangkan beberapa kemampuan sekaligus.
Kegiatan Anak PAUD Tidak Harus Mahal
Salah satu kesalahpahaman yang sering muncul adalah anggapan bahwa kegiatan edukatif membutuhkan mainan mahal.
Padahal, banyak aktivitas dapat dilakukan menggunakan benda yang sudah tersedia di rumah.
Kertas bekas dapat digunakan untuk membuat kolase. Kardus dapat dijadikan rumah-rumahan. Wadah dapat digunakan untuk mengelompokkan benda. Daun yang sudah jatuh dapat digunakan sebagai bahan mengenal bentuk dan warna, selama bersih dan aman.
Hal terpenting adalah bagaimana Mom/Dad memberikan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Kreativitas orang tua dalam mengubah benda sederhana menjadi media bermain justru dapat membuat aktivitas terasa lebih menarik.
Kapan Sebaiknya Anak Mengikuti Kelas dengan Pendamping Profesional?
Bermain bersama orang tua di rumah tentu memiliki banyak manfaat. Namun, kelas yang dirancang secara terstruktur juga dapat menjadi pelengkap pengalaman anak.
Dalam kelas yang sesuai usia, anak dapat memperoleh kesempatan untuk melakukan berbagai aktivitas dengan arahan instruktur, bertemu teman sebaya, mengikuti aturan sederhana, dan mencoba pengalaman baru.
Kegiatan seperti ini juga dapat menjadi pilihan bagi Mom/Dad yang ingin memberikan stimulasi lebih terarah.
Yang perlu diperhatikan adalah memilih kelas yang memiliki aktivitas sesuai usia dan tidak memberikan tekanan berlebihan kepada anak.
Baca juga: 15 Kegiatan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun
Yuk, Dukung Tumbuh Kembang Anak melalui Kelas Sensori di Spakrs Sports Academy
Setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda. Ada yang senang bergerak, ada yang suka bereksperimen, ada pula yang menikmati aktivitas dengan tekstur, warna, dan benda-benda di sekitarnya.
Karena itu, memberikan pengalaman yang beragam dapat membantu anak mengenal dunia dengan cara yang menyenangkan.
Jika Mom/Dad ingin memberikan pengalaman bermain yang lebih terarah dan membantu anak mengeksplorasi berbagai rangsangan melalui aktivitas yang menyenangkan, kelas sensori anak di Spakrs Sports Academy dapat menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan.
Melalui kegiatan yang dirancang sesuai kebutuhan anak, kelas sensori dapat menjadi ruang bagi anak untuk bereksplorasi, mencoba, bergerak, dan belajar sambil bermain.
Jadi, jangan menunggu anak harus siap belajar secara formal untuk mulai memberikan stimulasi. Mulailah dari kegiatan sederhana yang menyenangkan di rumah dan lengkapi pengalaman tersebut dengan aktivitas yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Dengan pendampingan yang positif dari Mom/Dad dan lingkungan belajar yang menyenangkan, setiap permainan dapat menjadi kesempatan berharga bagi anak untuk tumbuh, bereksplorasi, dan mengembangkan potensinya.








