12 Atlet Taekwondo Indonesia yang Memiliki Prestasi Terbaik

12 Atlet Taekwondo Indonesia yang Memiliki Prestasi Terbaik

Table of Contents

Taekwondo merupakan salah satu cabang olahraga bela diri yang memiliki perjalanan panjang di Indonesia. Dari kompetisi tingkat daerah hingga panggung internasional, banyak atlet taekwondo Indonesia yang berhasil menunjukkan kemampuan, disiplin, serta mental bertanding yang luar biasa. Prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga turut mengharumkan nama Indonesia di berbagai kejuaraan.

Ringkasan Cepat

  • Taekwondo Indonesia memiliki atlet berprestasi di nomor kyorugi dan poomsae.
  • Muhammad Hafiz Fachrur Rhozy menjadi salah satu peraih emas Indonesia pada Asian Taekwondo Indonesia Open 2026.
  • Muhammad Raihan Fadila dan Aqila Ramadani meraih emas pada nomor kyorugi di ajang yang sama.
  • Defia Rosmaniar merupakan salah satu tokoh penting karena meraih emas Asian Games 2018.
  • Prestasi para atlet menunjukkan pentingnya latihan, disiplin, mental, dan pembinaan sejak dini.

Menariknya, perjalanan prestasi taekwondo Indonesia tidak hanya datang dari satu nomor pertandingan. Ada atlet yang bersinar melalui kyorugi, yaitu pertandingan tarung, sementara atlet lainnya menunjukkan kemampuan melalui poomsae, yaitu rangkaian teknik dan gerakan taekwondo yang dilakukan dengan ketepatan, keseimbangan, serta penguasaan teknik. Keduanya membutuhkan latihan serius dan konsistensi tinggi.

Bagi Mom/Dad yang memiliki anak dengan ketertarikan terhadap olahraga bela diri, kisah para atlet ini bisa menjadi inspirasi. Prestasi mereka menunjukkan bahwa kemampuan seorang atlet dibangun melalui proses panjang, mulai dari latihan teknik, kebugaran fisik, kedisiplinan, keberanian menghadapi lawan, hingga kemampuan mengendalikan diri. Berikut 12 atlet taekwondo Indonesia yang memiliki catatan prestasi menarik untuk diketahui.

Mengenal Prestasi Atlet Taekwondo Indonesia

Sebelum membahas satu per satu, Mom/Dad perlu mengetahui bahwa prestasi dalam taekwondo tidak selalu harus diukur dari satu medali atau satu kejuaraan. Seorang atlet dapat memiliki perjalanan panjang melalui kejuaraan daerah, nasional, SEA Games, Asian Games, kejuaraan Asia, hingga kompetisi dunia.

Perkembangan taekwondo Indonesia juga terlihat dari munculnya atlet dari berbagai daerah dan kelompok usia. Pada 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026, misalnya, Indonesia menjadi kontingen dengan perolehan medali terbanyak, yaitu 26 medali yang terdiri dari 5 emas, 4 perak, dan 17 perunggu. Lima emas di antaranya diraih oleh Muhammad Hafiz Fachrur Rhozy, Azka Hannayaka, Andi Sultan, Muhammad Raihan Fadila, dan Aqila Ramadani.

Hal ini menunjukkan bahwa regenerasi atlet terus berjalan. Nama-nama baru mulai muncul berdampingan dengan atlet yang sudah lebih dahulu dikenal di tingkat internasional.

1. Muhammad Hafiz Fachrur Rhozy

Muhammad Hafiz Fachrur Rhozy menjadi salah satu nama yang patut diperhatikan dalam perkembangan atlet taekwondo Indonesia. Ia tampil pada nomor poomsae, sebuah nomor yang menuntut ketepatan gerakan, keseimbangan, koordinasi, konsentrasi, dan penguasaan teknik.

Salah satu pencapaian terbarunya adalah medali emas pada nomor Poomsae U30 Men’s Individual Recognized di 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026. Prestasi tersebut menempatkannya sebagai salah satu penyumbang emas Indonesia dalam kejuaraan tersebut.

Hafiz juga menjadi bagian dari tim poomsae putra Indonesia yang meraih emas pada SEA Games 2025 bersama Muhammad Rizal dan Muhammad Alfi Kusuma. Data Kementerian Pemuda dan Olahraga mencatat tim tersebut sebagai peraih medali emas.

Prestasi Hafiz menjadi contoh bahwa nomor poomsae membutuhkan latihan yang sangat detail. Setiap gerakan harus dilakukan dengan kontrol dan ketepatan, sehingga kemampuan tersebut tidak bisa diperoleh secara instan.

2. Azka Hannayaka

Azka Hannayaka merupakan salah satu atlet yang menunjukkan bahwa poomsae memiliki ruang besar bagi generasi atlet Indonesia. Ia meraih medali emas pada nomor Poomsae U30 Mixed Pair Recognized di Asian Taekwondo Indonesia Open 2026.

Pada nomor mixed pair, kemampuan individu perlu dipadukan dengan pasangan. Artinya, seorang atlet tidak hanya harus menguasai teknik, tetapi juga mampu menjaga tempo, posisi, koordinasi, dan keselarasan gerakan.

Keberhasilan Azka menjadi bagian dari lima emas Indonesia pada kejuaraan tersebut memperlihatkan kualitas atlet poomsae Indonesia.

Bagi Mom/Dad, pencapaian seperti ini dapat menjadi gambaran bahwa taekwondo bukan hanya mengenai kemampuan menendang atau bertanding. Anak yang memiliki karakter teliti, fokus, dan menyukai gerakan terstruktur juga dapat menemukan potensi melalui poomsae.

3. Andi Sultan

Andi Sultan Altaf Mirza adalah atlet taekwondo Indonesia yang berkompetisi pada nomor poomsae. Namanya semakin dikenal setelah dipercaya memperkuat Indonesia dalam sejumlah kompetisi internasional.

Berdasarkan artikel Antara.com, pada Asian Taekwondo Indonesia Open 2026, Andi Sultan berhasil meraih emas pada nomor Poomsae O17 Men’s Individual Freestyle.

Ia juga menjadi wakil Indonesia pada Asian Games 2026. Dalam ajang tersebut, Andi Sultan berhasil mencapai semifinal nomor poomsae sebelum menempati posisi keenam dan tidak melaju ke final.

Perjalanan tersebut tetap menjadi pengalaman penting. Bertanding di level Asian Games memberikan kesempatan bagi atlet untuk menghadapi tekanan kompetisi yang jauh lebih besar.

Dari perjalanan Andi Sultan, Mom/Dad dapat melihat bahwa prestasi atlet muda bukan hanya tentang mendapatkan medali, tetapi juga tentang membangun pengalaman kompetitif dan kesiapan menghadapi level pertandingan yang semakin tinggi.

4. Muhammad Raihan Fadila

Muhammad Raihan Fadila merupakan salah satu atlet kyorugi Indonesia yang mencatatkan prestasi penting pada 2026. Ia tampil di kelas -80 kilogram putra dalam Asian Taekwondo Indonesia Open 2026.

Pada pertandingan final, Raihan berhasil mengalahkan atlet India Akshay Hooda dengan skor 2-0 dan membawa pulang medali emas untuk Indonesia.

Prestasinya berlanjut pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Raihan mencapai babak perempat final kelas -80 kilogram dan kemudian menempati peringkat kelima setelah kalah dari unggulan pertama Uzbekistan, Jasurbek Jaysunov.

Perjalanan Raihan menunjukkan bagaimana atlet harus mampu menjaga performa dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya. Setelah mendapatkan prestasi di tingkat Asia Open, tantangan berikutnya datang dari panggung Asian Games.

5. Aqila Ramadani

Aqila Ramadani menjadi salah satu nama menarik dari kelompok atlet taekwondo Indonesia yang berprestasi pada 2026. Atlet asal Jawa Barat tersebut tampil pada nomor kyorugi kelas -57 kilogram putri.

Pada Asian Taekwondo Indonesia Open 2026, Aqila secara mengejutkan berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan sesama wakil Indonesia, Silvana Lamanda, dengan skor 2-0 di partai final.

Pencapaian tersebut menarik karena memperlihatkan adanya persaingan sehat di antara atlet Indonesia sendiri. Untuk menjadi juara, atlet tidak selalu hanya berhadapan dengan lawan dari negara lain, tetapi juga harus mampu menghadapi atlet nasional yang memiliki kualitas tinggi.

Bagi atlet muda, keberhasilan Aqila dapat menjadi motivasi bahwa kesempatan untuk berprestasi terbuka selama latihan dilakukan secara konsisten dan atlet memiliki keberanian untuk menghadapi pertandingan.

6. Abdulrahman Darwin Latjanda

Nama Abdulrahman Darwin Latjanda perlu ditempatkan dalam konteks yang sedikit berbeda. Sumber akademik mencatat nama Abdul Rahman Darwin K. Latjanda dalam penelitian mengenai kondisi fisik atlet kyorugi Taekwondo Club Kota Palu. Penelitian tersebut membahas beberapa komponen fisik penting seperti kelentukan, daya ledak otot tungkai, kecepatan, kelincahan, dan kekuatan.

Artinya, nama ini memiliki keterkaitan dengan pembinaan dan kajian mengenai atlet kyorugi. Pengetahuan mengenai kondisi fisik sangat penting dalam taekwondo karena pertandingan membutuhkan kombinasi kekuatan, kecepatan, koordinasi, kelincahan, serta kemampuan melakukan gerakan secara berulang.

Untuk Mom/Dad, bagian ini memberikan perspektif bahwa prestasi atlet tidak hanya ditentukan oleh keberanian saat bertanding. Ada aspek ilmiah dalam proses latihan yang perlu diperhatikan.

Anak yang berlatih taekwondo secara rutin juga perlu mendapatkan latihan yang sesuai usia dan tahap perkembangannya. Program latihan yang baik seharusnya tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga membantu anak mengembangkan kemampuan fisik secara bertahap.

Baca juga: Apa Saja Peraturan di Turnamen Taekwondo?

7. M. Bassam Raihan

Muhammad Bassam Raihan merupakan salah satu atlet taekwondo Indonesia yang memiliki rekam jejak internasional cukup panjang. Ia berkompetisi pada nomor kyorugi dan pernah tampil dalam berbagai kejuaraan dunia, Asia, serta kompetisi terbuka internasional.

Salah satu prestasinya adalah medali perunggu SEA Games Thailand 2025 pada kelas -63 kilogram. Data prestasinya juga mencatat medali perak China Open 2025 dan emas British Taekwondo International Open Manchester 2026.

Pada Asian Championships 2026, Bassam mencapai posisi kelima di kelas -63 kilogram. Ia juga telah tampil di World Taekwondo Championships dan Asian Games.

Rekam jejak tersebut memperlihatkan bahwa seorang atlet profesional membutuhkan konsistensi jangka panjang. Tidak setiap pertandingan berakhir dengan medali, tetapi setiap kompetisi dapat menjadi pengalaman untuk meningkatkan kemampuan.

Bassam juga pernah menjadi peraih medali emas bersama Tim Taekwondo Universitas Negeri Jakarta pada Pancasila Cup 2025.

8. Dinda Putri Lestari

Dinda Putri Lestari merupakan atlet taekwondo Indonesia yang memiliki prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Ia dikenal sebagai atlet kyorugi dan memiliki perjalanan kompetitif yang menarik.

Dinda meraih medali emas pada 21st ASEAN University Games 2024 dan Kasad 6th Asian Taekwondo Open Championship. Ia juga meraih emas PON XXI Sumut-Aceh 2024 untuk Jawa Tengah pada kelas -73 kilogram.

Menariknya, prestasi Dinda menunjukkan bahwa pendidikan dan olahraga dapat berjalan secara bersamaan. Ia menyelesaikan pendidikan di Universitas Dian Nuswantoro sembari menjalani karier sebagai atlet.

Hal tersebut dapat menjadi inspirasi bagi Mom/Dad. Anak tidak harus memilih antara mengembangkan kemampuan akademis dan olahraga sejak dini. Dengan jadwal yang teratur, dukungan keluarga, serta lingkungan latihan yang baik, keduanya dapat berkembang bersama.

9. Defia Rosmaniar

Jika membicarakan atlet taekwondo Indonesia yang memiliki sejarah prestasi penting, nama Defia Rosmaniar tidak boleh dilewatkan.

Defia merupakan atlet poomsae yang mencatat sejarah dengan meraih medali emas pada Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang. Medali tersebut menjadi emas pertama Indonesia pada Asian Games 2018.

Defia meraih emas nomor poomsae individu putri setelah mengalahkan wakil Iran, Marjan Salahshouri. Kementerian Pemuda dan Olahraga juga mencatat sejumlah prestasi Defia, termasuk emas PON 2021 pada nomor individu dan tim serta beberapa medali SEA Games.

Perjalanan Defia menjadi bukti bahwa olahraga membutuhkan proses panjang. Ia mulai mengenal taekwondo sejak 2007 dan kemudian berkembang hingga mencapai panggung Asian Games.

Kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi anak yang baru memulai taekwondo. Prestasi besar tidak terbentuk dalam waktu singkat. Ada latihan, kegagalan, evaluasi, dan ketekunan yang harus dijalani.

10. Reinaldy Atmanegara

Reinaldy Atmanegara merupakan salah satu nama penting dalam perjalanan kyorugi taekwondo Indonesia. Ia memiliki pengalaman bertanding di berbagai kejuaraan internasional dan pernah memperkuat Indonesia di kompetisi besar.

Data kompetisinya mencatat medali perunggu Asian Championships 2014, emas Indonesia Open 2015, serta berbagai keikutsertaan pada World Championships, Asian Games, dan kualifikasi Olimpiade.

Reinaldy juga pernah tampil pada Asian Games 2018 di kelas -58 kilogram. Sebelumnya, ia telah memiliki pengalaman di tingkat junior sebelum berkembang ke level senior.

Pengalaman panjang tersebut membuat namanya tidak hanya penting sebagai atlet, tetapi juga dalam pembinaan generasi berikutnya. Reinaldy kini dikenal melalui Reinaldy Atmanegara Training Ground, sebuah wadah pembinaan taekwondo yang dikembangkan untuk anak-anak, remaja, hingga dewasa.

Perjalanan seperti ini memperlihatkan bahwa seorang atlet berprestasi dapat memberikan dampak lebih luas setelah masa kompetitifnya, salah satunya melalui pembinaan atlet generasi berikutnya.

11. Osanando Naufal

Osanando Naufal Khairudin merupakan salah satu atlet kyorugi Indonesia yang tampil pada kelas berat. Ia menjadi bagian dari kontingen Indonesia pada SEA Games 2025.

Pada SEA Games Thailand 2025, Osanando berhasil meraih medali perunggu pada kelas -87 kilogram putra. Data Kementerian Pemuda dan Olahraga mencatat prestasi tersebut sebagai salah satu medali taekwondo Indonesia.

Osanando juga tercatat tampil pada SEA Games dan berbagai kompetisi lainnya. Keikutsertaannya menunjukkan bahwa Indonesia memiliki atlet dengan karakter fisik yang beragam di berbagai kelas pertandingan.

Dalam taekwondo, pembagian kelas berat membantu pertandingan berlangsung lebih seimbang. Karena itu, atlet harus mengembangkan kemampuan yang sesuai dengan kelasnya, termasuk kekuatan, kecepatan, teknik, strategi, dan daya tahan.

12. Nicholas Armanto

Nicholas Armanto merupakan atlet taekwondo Indonesia yang memiliki perjalanan kompetitif kuat di kelas berat. Ia pernah memperkuat Jawa Barat pada PON dan mencatatkan hasil penting di level nasional.

Pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024, Nicholas meraih medali perak kelas +87 kilogram putra setelah kalah dari Rizky Anugrah Prasetyo di partai final.

Namun, perjalanan Nicholas di PON bukanlah hal baru. Pada PON Papua sebelumnya, Nicholas justru berhasil mengalahkan Rizky di final. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan atlet elite dapat berubah dari satu kejuaraan ke kejuaraan berikutnya.

Kementerian Pemuda dan Olahraga juga mencatat Nicholas sebagai peraih medali perak pada kompetisi sebelumnya di kelas +87 kilogram.

Kisah Nicholas menjadi pengingat bahwa seorang atlet tidak selalu harus memenangkan setiap pertandingan. Kekalahan dapat menjadi bahan evaluasi untuk kembali meningkatkan kemampuan.

Apa yang Bisa Dipelajari Anak dari Para Atlet Taekwondo Indonesia?

Dari 12 nama di atas, terdapat banyak pelajaran yang dapat diberikan kepada anak. Prestasi olahraga bukan hanya mengenai medali, tetapi juga mengenai karakter yang terbentuk selama proses latihan.

  • Disiplin: Latihan taekwondo membutuhkan jadwal yang konsisten. Anak belajar bahwa kemampuan tidak akan berkembang apabila latihan dilakukan hanya ketika sedang bersemangat.
  • Keberanian: Pada kyorugi, anak harus berani menghadapi lawan. Keberanian tersebut tidak berarti bertindak sembarangan, tetapi mampu menghadapi situasi menantang dengan tetap mengikuti aturan.
  • Fokus: Pada poomsae, fokus menjadi bagian penting. Anak harus mengingat urutan gerakan dan menampilkan teknik secara tepat.
  • Mengendalikan emosi: Taekwondo mengajarkan anak untuk mengontrol respons tubuh dan emosinya. Anak belajar bahwa pertandingan memiliki aturan yang harus dihormati.
  • Menerima kemenangan dan kekalahan: Tidak semua pertandingan berakhir dengan kemenangan. Atlet seperti Muhammad Raihan Fadila, Nicholas Armanto, dan Andi Sultan menunjukkan bahwa perjalanan kompetitif juga melibatkan kekalahan dan evaluasi.
  • Menghargai lawan: Salah satu nilai penting dalam bela diri adalah rasa hormat. Anak belajar menghargai pelatih, teman latihan, wasit, dan lawan.

Perbedaan Kyorugi dan Poomsae dalam Taekwondo

Mom/Dad mungkin masih bertanya mengenai perbedaan dua nomor utama dalam taekwondo.

Kyorugi merupakan pertandingan tarung antara dua atlet. Atlet menggunakan teknik serangan dan pertahanan untuk memperoleh poin sesuai aturan pertandingan. Nomor ini membutuhkan kombinasi kecepatan, strategi, kelincahan, kekuatan, dan kemampuan membaca pergerakan lawan.

Sementara itu, poomsae merupakan rangkaian gerakan taekwondo yang dilakukan dengan pola tertentu. Penilaian lebih berhubungan dengan ketepatan teknik, keseimbangan, akurasi, ekspresi gerakan, dan kualitas penampilan.

Keduanya memiliki karakter berbeda. Karena itu, anak sebaiknya tidak dipaksa harus memilih berdasarkan prestasi orang lain. Pelatih dapat membantu melihat kemampuan, karakter, dan minat anak sebelum menentukan fokus latihan.

Mengapa Latihan Sejak Dini Bisa Menjadi Bekal Positif?

Memperkenalkan taekwondo kepada anak tidak harus selalu diarahkan untuk menjadi atlet profesional. Pada tahap awal, olahraga bela diri dapat menjadi sarana untuk mengenalkan anak pada aktivitas fisik yang terstruktur.

Anak dapat belajar mengikuti instruksi, menunggu giliran, melakukan pemanasan, menyelesaikan latihan, dan menghargai teman. Kebiasaan tersebut dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter.

Mom/Dad juga dapat memperhatikan respons anak selama latihan. Apakah anak menikmati kegiatan? Apakah anak merasa tertantang dengan cara yang positif? Apakah ia mampu mengikuti instruksi? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membantu orang tua memilih program yang sesuai.

Yang tidak kalah penting, latihan anak sebaiknya disesuaikan dengan usia dan kemampuan. Anak tidak membutuhkan tekanan untuk menjadi juara sejak awal. Mereka membutuhkan lingkungan yang aman, menyenangkan, dan membantu mereka berkembang secara bertahap.

Dukungan Orang Tua untuk Anak yang Ingin Belajar Taekwondo

Peran Mom/Dad sangat penting dalam perjalanan anak belajar olahraga. Dukungan tidak selalu berarti harus menuntut anak memenangkan pertandingan.

Orang tua dapat membantu dengan memastikan anak memiliki waktu istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, mengikuti jadwal latihan, serta memberikan apresiasi terhadap usaha yang sudah dilakukan.

Ketika anak kalah dalam pertandingan, hindari langsung memberikan komentar negatif. Ajak anak mengevaluasi pengalaman tersebut dengan pertanyaan sederhana seperti, “Bagian mana yang menurut kamu paling sulit?” atau “Apa yang ingin kamu coba lebih baik pada latihan berikutnya?”

Dengan pendekatan tersebut, anak dapat memahami bahwa kekalahan bukan akhir dari perjalanan. Sebaliknya, kekalahan dapat menjadi kesempatan untuk belajar.

Jadikan Taekwondo sebagai Proses Tumbuh Anak

Melihat prestasi para atlet taekwondo Indonesia tentu bisa membuat anak semakin tertarik mencoba olahraga bela diri. Namun, Mom/Dad tidak perlu langsung membebani anak dengan target menjadi juara.

Hal yang lebih penting adalah membangun fondasi. Anak perlu belajar teknik dasar, menjaga keseimbangan tubuh, memahami instruksi, mengenal disiplin latihan, dan membangun kepercayaan diri.

Ketika fondasi tersebut sudah kuat, kemampuan anak dapat berkembang secara bertahap. Dari latihan dasar, anak dapat mengikuti latihan dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi dan jika memiliki minat serta potensi, bisa diarahkan menuju jalur prestasi.

Dengan demikian, taekwondo bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan medali terbanyak. Taekwondo juga dapat menjadi proses untuk membantu anak mengenal kemampuan dirinya sendiri.

Baca juga: Kyorugi: Metode Sparing yang Seru

Saatnya Dukung Potensi Anak Bersama Les Taekwondo Anak di Sparks Sports Academy

Dua belas atlet taekwondo Indonesia di atas menunjukkan bahwa prestasi lahir dari proses panjang. Ada latihan yang konsisten, kedisiplinan, keberanian, penguasaan teknik, dukungan keluarga, dan kesempatan untuk bertanding. Semua proses tersebut dimulai dari langkah sederhana, yaitu berani mencoba dan mau belajar.

Jika Mom/Dad melihat anak memiliki ketertarikan terhadap olahraga bela diri, les taekwondo anak di Sparks Sports Academy dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengenalkan taekwondo melalui latihan yang terarah. Anak dapat belajar dasar-dasar taekwondo sekaligus mengembangkan disiplin, koordinasi tubuh, kepercayaan diri, dan kemampuan mengikuti instruksi.

Tidak semua anak harus menjadi atlet profesional. Namun, setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk menemukan potensi terbaiknya. Dengan lingkungan latihan yang tepat dan dukungan dari Mom/Dad, latihan taekwondo dapat menjadi pengalaman positif yang membantu anak tumbuh lebih aktif, percaya diri, disiplin, dan pantang menyerah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Siapa atlet taekwondo Indonesia paling berprestasi?

Salah satu yang paling bersejarah adalah Defia Rosmaniar karena meraih emas Asian Games 2018 dan menjadi penyumbang emas pertama Indonesia pada ajang tersebut.

Apa nomor pertandingan taekwondo?

Dua nomor yang umum dikenal adalah kyorugi atau pertandingan tarung dan poomsae atau rangkaian gerakan teknik taekwondo.

Siapa atlet taekwondo Indonesia yang meraih emas Asian Games 2018?

Defia Rosmaniar meraih emas nomor poomsae individu putri pada Asian Games 2018.

Siapa atlet Indonesia yang meraih emas Asian Taekwondo Indonesia Open 2026?

Di antaranya Muhammad Hafiz Fachrur Rhozy, Azka Hannayaka, Andi Sultan, Muhammad Raihan Fadila, dan Aqila Ramadani.

Apakah anak bisa belajar taekwondo sejak kecil?

Bisa. Program latihan sebaiknya disesuaikan dengan usia, kemampuan fisik, kesiapan anak, dan metode pelatihannya.

Apa manfaat taekwondo untuk anak?

Taekwondo dapat membantu anak mengembangkan kebugaran, koordinasi, disiplin, fokus, kepercayaan diri, serta kemampuan mengikuti aturan.

Apakah belajar taekwondo harus bertujuan menjadi atlet?

Tidak. Anak dapat belajar taekwondo untuk aktivitas fisik, pembentukan karakter, pengembangan keterampilan motorik, maupun sebagai langkah awal jika nantinya ingin mengikuti jalur prestasi.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%