Si Kecil Tak Bisa Diam Ini 4 Cara Mengatasi Anak Aktif

Si Kecil Tak Bisa Diam? Ini 4 Cara Mengatasi Anak Aktif

Table of Contents

Pada masa tumbuh kembang, mungkin Anda akan mendapati si kecil menjadi aktif dan tidak bisa diam. Selain bisa membuat orang tua kerepotan, Anda mungkin akan merasa khawatir anak memiliki kelainan. Namun, bisa saja anak Anda memiliki kecerdasan kinestetis tinggi. Lantas, bagaimana cara mengatasi anak aktif agar tidak kewalahan?

Key Takeaways:

  • Anak yang aktif umumnya memiliki kecerdasan kinestetik yang tinggi.
  • Berbeda dengan anak hiperaktif, anak aktif memiliki fokus yang baik, mampu mengelola emosi, dan dapat berinteraksi dengan baik.
  • Beberapa cara mengatasi anak aktif adalah dengan melakukan aktivitas baru, tidak memarahi dan memaksa anak, menggunakan alat peraga, dan memperhatikan konsumsi makanannya.

Ciri-Ciri Anak Aktif

Anda harus memahami bahwa, anak aktif berbeda dengan anak hiperaktif. Melansir Halodoc, hiperaktif merupakan turunan dari ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Anak hiperaktif umumnya butuh perhatian lebih karena mereka akan kesulitan untuk fokus, berbicara dengan tempo cepat, dan sangat sensitif.

Sedangkan ciri ciri anak aktif biasanya ditandai dengan cara bicara yang lebih terstruktur daripada Mereka juga lebih mudah fokus pada hal yang disukai, lebih bisa mengontrol emosi dan perasaan, serta mampu berinteraksi sosial dengan baik. Sayangnya, perbedaan ini terkadang sulit terlihat dan butuh pengamatan lebih dalam.

Cara Mengatasi Anak Aktif

Berdasarkan Halodoc, ada beberapa penyebab anak terlalu aktif, seperti ADHD, makanan, kebisingan, stres, hingga kurang olahraga. Lantas, bagaimana cara orang tua bisa mendampinginya? Berikut ulasannya.

1. Kenalkan pada Aktivitas yang Menarik

Tidak jarang anak akan merasa bosan pada kegiatan yang terlalu monoton atau pada mainan yang sudah lama. Karena itu, akan jauh lebih baik jika Anda mengajak anak melakukan aktivitas baru yang lebih menyenangkan.

Anak aktif sendiri cocok dengan gaya belajar kinestesis. Di mana anak akan lebih banyak bergerak dan sering berinteraksi dengan objek pembelajaran. Beberapa kegiatan positif yang bisa anak Anda lakukan dapat berupa olahraga, bermain di luar, atau melakukan seni bela diri. Anda pun bisa putuskan dari hal-hal yang anak gemari.

2. Jangan Memaksa dan Memarahi Anak

Salah satu cara mengatasi anak aktif adalah dengan memiliki kesabaran tinggi, karena kebanyakan akan sulit ditenangkan, bahkan cenderung tidak mau mendengar perkataan orang tua. Ingat! Anda tidak boleh langsung memarahi atau memaksa si kecil mengikuti keinginan meski dalam keadaan sangat jengkel sekalipun.

Alih-alih emosi, Anda bisa amati lebih dulu apakah aktivitas yang mereka lakukan berbahaya atau tidak. Jika masih aman, Anda cukup dampingi saja agar tidak terjadi hal yang buruk pada anak.

3. Siapkan Alat Peraga

Anak yang aktif biasanya menyukai praktik, mereka senang jika dapat mempraktikkan apa yang mereka pelajari secara langsung. Anda pun bisa menyiapkan mainan yang berbentuk huruf, angka, dan mainan balok, puzzle, dan sebagainya. 

Selain itu, jika sedang mengajari anak, akan lebih baik jika Anda langsung memberi contoh. Misalnya, saat belajar menggunakan sendok, maka contohkan bagaimana cara memegang alat makan dengan baik.

4. Perhatikan Konsumsi Makanan Anak

Pada dasarnya, tidak ada penelitian yang mampu membuktikan bahwa gula dapat membuat seseorang menjadi hiperaktif, namun sedikit banyak konsumsi gula tetap bisa memengaruhi perilaku. Mengutip laman Hello Sehat, gula memang sangat mudah diserap, namun dapat menyebabkan penurunan dan peningkatan darah dengan cepat.

Sedangkan pada anak-anak, jika terjadi penurunan darah dengan cepat, maka mereka cenderung akan rewel. Jika sudah seperti ini, suasana hatinya menjadi buruk dan tidak stabil. Karena itu, Anda harus pastikan si kecil tidak berlebihan mengonsumsi gula dan gizinya pun terpenuhi dengan sayur serta buah.

Sudah Tahu Bagaimana Cara Mengatasi Anak Aktif?

CTA Banner Sparks Sports Academy - Kelas Olahraga

Perilaku aktif pada anak sebenarnya bukan sesuatu yang berbahaya, namun bisa tidak tak terkontrol, perilaku tersebut tetap dapat memberi dampak buruk. Pada umumnya, anak akan mulai terlihat aktif saat memasuki usia 2 tahun. Karena itu, terdapat beberapa aktivitas untuk anak 2 tahun yang aktif yang dapat si kecil coba.

Anda pun dapat mempercayakan buah hati di Sparks Sports Academy yang dapat membantu anak tumbuh dengan optimal dengan berbagai aktivitas menyenangkan. Sparks sendiri memiliki banyak kelas yang disesuaikan dengan tumbuh kembang anak sesuai dengan usia dan kebutuhan. Bagaimana, Anda tertarik mendaftarkan buat hati?

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%