Tanpa disadari, bayi merasa terlalu banyak merasakan rangsangan, seperti suara bising, atau cahaya yang terlalu terang dapat mengakibatkan rewel dan sulit untuk ditenangkan.
Memberikan stimulasi memang penting untuk mendukung perkembangan otak bayi, tetapi kalau terlalu banyak dan terlalu cepat bisa membuat bayi kewalahan dan tidak nyaman.
Apa itu Overstimulasi pada Anak?
Overstimulasi adalah sebuah kondisi ketika anak merasa kewalahan karena menerima terlalu banyak rangsangan. Misalnya, awalnya tenang bisa tiba-tiba menangis setelah terlalu lama bermain tummy time, digendong bergantian oleh banyak orang, atau berada di tempat ramai.
Hal ini dapat terjadi karena sistem sensorinya menjadi penuh dan otaknya kesulitan untuk memproses semua sinyal yang masuk. Akibatnya, anak bisa merasa tidak nyaman, rewel, dan kewalahan menghadapi semua rangsangan yang datang bersamaan.

Penyebab Overstimulasi pada Anak
Overstimulasi bisa terjadi karena hal-hal sederhana yang sering dilakukan tanpa sadar berikut penyebab yang paling umum.
- Terlalu banyak aktivitas sekaligus, misalnya bermain, mendengarkan musik, dan diajak bicara bersamaan bisa bikin anak kewalahan memproses semua rangsangan.
- Lingkungan yang terlalu ramai atau terang, adanya suara bising, lampu silau, atau tempat penuh warna bisa membuat anak cepat lelah dan rewel.
- Paparan gadget terlalu lama, layar yang penuh warna dan suara cepat membuat otak anak sulit untuk beristirahat.
- Perubahan rutinitas, adanya perubahan kecil seperti jadwal tidur, waktu makan, atau berpergian bisa membuat anak merasa tidak nyaman.
- Sistem saraf yang belum matang, anak kecil masih dalam proses belajar untuk menyesuaikan diri dengan berbagai stimulasi jadi mudah merasa kewalahan oleh hal-hal baru.
Baca juga: Cara Mengatasi Anak Suka Teriak
Tanda-Tanda Anak Mengalami Overstimulasi
Saat bayi mengalami overstimulasi, tubuhnya dapat memproduksi lebih banyak hormon kortisol dan stres yang bisa membuat detak jantungnya meningkat, sebab bayi belum bisa menyampaikan rasa tidak nyaman dengan kata-kata dan mengekspresikan lewat perilaku. Inilah tanda-tanda bayi mulai merasa kewalahan karena terlalu banyak stimulasi:
- Menolak untuk disentuh atau tampak tegang, seolah ingin menyendiri
- Rewel dan menangis keras meski sudah digendong atau ditenangkan
- Susah tidur atau enggan menyusu, padahal sudah terlihat lelah
- Memalingkan wajah atau terlihat gelisah dan mudah kesal
- Mengepalkan tangan, menghentakkan kaki, atau meronta saat dipeluk
Baca juga: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Atasi Sensory Overload pada Anak
Cara Mengatasi Anak yang Overstimulasi
Ketika bayi sudah memunculkan tanda-tanda overstimulasi, maka dapat membantunya merasa aman dan tenang kembali. Setiap anak memiliki batas berbeda terhadap rangsangan di sekitarnya, jadi penting untuk mengenali kapan mereka mulai kewalahan dan segera menyesuaikan situasi.
1. Kurangi Aktivitas Stimulasi
Ketika bayi mulai tampak gelisah atau rewel, kurangi intensitas permainan atau interaksi. Hentikan sementara sesi stimulasi dan biarkan ia beristirahat di suasana yang lebih tenang. Waktu terbaik untuk stimulasi biasanya pagi hari atau setelah tidur siang.
2. Pindahkan ke Lingkungan yang Tenang dan Nyaman
Jika bayi kewalahan dengan suara keramaian, pindahkan ke ruangan yang sejuk dan minim gangguan. Tempat yang tenang bisa membantu sistem sarafnya kembali stabil dan membuatnya lebih mudah ditenangkan.
3. Gunakan Sentuhan dan Musik Lembut
Sentuhan lembut bisa menjadi obat penenang alami bagi bayi. Cobalah untuk peluk sambil memutar musik klasik dengan tempo lembut. Suara ritmis yang dapat menenangkan bisa membantu bayi merasa aman dan mengurangi stres.
4. Biarkan Bayi Beristirahat Penuh
Tanda overstimulasi sering kali muncul karena bayi sudah terlalu lelah, pastikan ia dapat tidur tenang. Tidur yang cukup dapat membantu tubuh dan otaknya memulihkan diri dari kelelahan sensori.
5. Batasi Paparan Layar dan Suara Bising
Hindari membawa bayi ke tempat ramai, batasi juga paparan layar agar otak bayi tidak kewalahan menerima rangsangan visual.
6. Ciptakan Rutinitas yang Konsisten
Bayi sangat terbantu dengan pola aktivitas yang teratur karena rutinitas dapat memberikan rasa aman dan bisa meminimalkan stres akibat perubahan mendadak. Buat pola tidur, makan, dan bermain yang stabil setiap harinya.
7. Ajak Bayi Bermain Aktivitas Sensori yang Terarah
Ajak bayi untuk dapat mengenali dan menyeimbangkan rangsangan dengan cara yang menyenangkan, salah satu caranya bisa mengikuti kelas sensori untuk anak usia 12-35 bulan dari Sparks Sports Academy. Di kelas ini, bayi akan belajar melalui aktivitas sederhana seperti bermain tekstur, warna, dan gerakan.

Cara Mencegah Overstimulasi
Supaya tidak terjadinya overstimulasi pada anak, pentingnya bagi orang tua untuk lebih peka terhadap tanda-tanda yang muncul. Berikut beberapa cara untuk membantu mencegah pada bayi.
- Batasi penggunaan gadget atau mainan dengan suara yang keras dan cahaya yang terlalu terang
- Hindari memberikan stimulasi saat bayi akan tidur atau sedang tertidur
- Seimbangkan antara waktu bermain dan waktu istirahat agar bayi tidak kelelahan
Orang tua bukan hanya menyadari gejalanya, tetapi perlu membimbing anak untuk mengenali batas pada diri mereka sendiri. Dengan kiat-kiat mengatasi diatas, bisa dapat mengatur rangsangan dalam tubuh anak dengan baik.
Kalau anak sering kewalahan dalam aktivitas sehari-hari, pertimbangkan untuk ikut kelas sensori yang profesional agar mereka mendapatkan bimbingan dan latihan yang tepat. Sebab dapat membantu anak mendapatkan keseimbangan sensori untuk tumbuh bahagia dan sehat.Â






