7 Cara Mengatasi Anak Bicara Kurang Jelas dan Kapan Harus ke Terapis Wicara

7 Cara Mengatasi Anak Bicara Kurang Jelas dan Kapan Harus ke Terapis Wicara

Table of Contents

Kemampuan bicara merupakan salah satu tonggak penting dalam tumbuh kembang anak. Namun, tidak semua anak berkembang dengan tempo yang sama. Ada kalanya, beberapa anak mengalami kesulitan dalam bicara meski di usia yang dianggap sudah cukup besar.

Kondisi ini tentunya kerap membuat orang tua cemas. Kabar baiknya, dalam banyak kasus, keterlambatan bicara bisa diatasi dengan stimulasi yang tepat di rumah.

Artikel ini akan membahas cara mengatasi anak yang berbicara kurang jelas, beserta tanda-tanda yang perlu diwaspadai dan kapan pertolongan profesional sebaiknya dilakukan.

Kenapa Anak Bicara Kurang Jelas?

Pada dasarnya, kemampuan bicara anak berkembang secara bertahap dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti stimulasi bahasa, pendengaran, dan kesehatan organ bicara.

Ketika anak belum bisa berbicara dengan jelas, seringkali hal ini terjadi bukan karena mereka kurang cerdas, melainkan karena belum optimalnya kemampuan fonetik dan otot mulut, atau kurangnya praktik berbicara sehari-hari.

Faktor lingkungan, seperti terlalu banyak bermain gadget dan sedikit interaksi verbal, juga turut berperan besar dalam kasus speech delay pada anak.

Kapan Anak Dianggap Bicara Kurang Jelas?

Mengukur kemampuan bicara anak tentunya tidak bisa asal. Berikut panduan yang bisa orang tua jadikan acuan untuk menilai batas normal kemampuan bicara anak sesuai usianya:

  • Anak 1 Tahun: Pada usia ini, anak umumnya sudah mulai mengucapkan satu atau dua kata sederhana seperti “mama” atau “papa”. Jika mereka belum pernah mengucapkannya sama sekali dan hanya mengoceh tanpa makna jelas, ini perlu diperhatikan.
  • Anak 2 Tahun: Di usia dua tahun, anak biasanya mulai merangkai dua kata (misalnya “mau makan”) meski pengucapannya belum sempurna. Jika belum bisa menyusun dua kata sama sekali atau jarang mencoba bicara, ini bisa jadi tanda speech delay.
  • Anak 3 Tahun: Harusnya anak mulai bisa menyusun kalimat pendek (3–4 kata). Jika mereka masih belum mampu membuat kalimat sederhana yang bisa dimengerti, atau sering hanya menggunakan potongan kata, ini saatnya orang tua waspada dan lebih memperhatikan.
  • Anak 4 Tahun: Di usia ini, anak seharusnya sudah bisa berbicara lebih jelas dengan kalimat lebih panjang. Bila pada usia ini anak masih sulit dimengerti oleh orang dewasa di sekitarnya, maka sangat disarankan untuk segera lakukan konsultasi dengan terapis wicara.

Cara Mengatasi Anak Bicara Kurang Jelas di Rumah

Selain konsultasi ke ahlinya, orang tua juga bisa membantu anak menghadapi kesulitan bicara lewat cara-cara sederhana sekaligus menyenangkan yang bisa dilakukan di rumah, seperti:

1. Mengajak Bicara Sesering Mungkin

Supaya perkembangan bahasa dan kosa kata anak semakin terangsang, ajak mereka bicara sering-sering. Gunakan kata-kata yang jelas dan sederhana, kemudian ulangi secara perlahan agar anak bisa mendengar intonasi dan pelafalan yang tepat. Hal ini juga bisa memancing respons anak dalam menjawab maupun meniru lawan bicara.

2. Mengajak Bicara dengan Perlahan dan Jelas

Hindari berbicara terlalu cepat atau terburu-buru. Pakai intonasi yang lembut dan artikulasi yang jelas agar anak dapat menangkap perbedaan bunyi di setiap kata dan memproses ucapan orang lain dengan lebih baik. Dengan begitu, mereka juga bisa berlatih meniru pengucapan lawan bicara dengan lebih baik.

3. Bacakan Buku Cerita Bergambar

Buku bergambar juga efektif untuk merangsang kemampuan bicara anak. Saat membacakan cerita, tunjuk gambar dan sebutkan namanya. Misalnya, “Ini kucing, kucing bilang meong!”. Selain menambah kosakata, kegiatan ini juga bisa menumbuhkan minat baca anak sejak dini.

4. Gunakan Bahasa Isyarat Sederhana

Bahasa tubuh juga bisa dipakai dalam melatih komunikasi anak yang kesulitan bicara dengan. Tunjukkan gestur yang menggambarkan kata yang ingin disampaikan, misalnya “makan” sambil menggerakkan tangan ke mulut. Selain membantu anak memaknai maksud kalimat, cara ini bisa melatih koordinasi antara gerak dan kata.

5. Mengajak Bermain Sambil Berbicara

Momen bermain juga bisa menjadi sarana belajar. Contohnya lewat permainan sederhana seperti “tebak benda” atau “siapa ini?” sambil menunjuk sesuatu untuk memancing anak menjawab dan meniru kosakata baru. Selain menyenangkan, interaksi santai seperti ini juga bisa meningkatkan kepercayaan diri anak.

6. Beri Respon Positif terhadap Setiap Usahanya

Apabila anak mencoba mengucapkan kata, meskipun belum jelas, tetap berikan pujian sebagai bentuk apresiasi, lalu ulangi dengan kata yang benar agar anak merasa didukung selama proses belajar. Misalnya saat anak bilang “ata” untuk “mata”, katakan, “Iya, itu mata!”. Dengan begitu, anak akan terus termotivasi dan tidak mudah menyerah.

7. Batasi Penggunaan Smartphone

Berdasarkan penelitian, penggunaan gawai secara berlebihan dapat menghambat kemampuan bicara anak karena mereka terlalu banyak menjadi pendengar pasif. Batasi screen time dan alihkan perhatian anak lewat aktivitas lain yang lebih interaktif, seperti bernyanyi atau membaca buku bersama.

Kapan Harus ke Terapis Wicara?

Jika berbagai stimulasi di atas belum bisa menunjukkan kemajuan berarti, jangan ragu untuk berkonsultasi ke profesional. Beberapa kondisi yang perlu diwaspadai orang tua antara lain:

  • Hanya bisa mengucapkan sedikit kata pada usia yang seharusnya sudah lancar berbicara.
  • Pelafalan masih tidak jelas setelah usia 4 tahun.
  • Anak tampak kesulitan meniru suara atau kata.
  • Lebih sering berkomunikasi dengan gestur daripada kata-kata.
  • Terlihat frustrasi atau mudah marah saat berusaha berbicara.
  • Riwayat gangguan pendengaran atau keterlambatan perkembangan lainnya.

Membawa anak ke terapis wicara bukan berarti tanda anak “bermasalah”, melainkan langkah bijak untuk memastikan tumbuh kembang komunikasinya berjalan dengan optimal.

Penutup

CTA Banner Sparks Sports Academy - Kelas Olahraga

Mengasah kemampuan anak yang kesulitan bicara memang membutuhkan waktu, kesabaran, dan dukungan emosional yang konsisten. Dengan menerapkan cara di atas, orang tua sudah membantu anak melangkah lebih dekat menuju kemampuan bicara yang lancar dan percaya diri.

Namun, agar stimulasi bahasa semakin efektif sejak dini, penting juga untuk memberi anak pengalaman multisensorik yang mendukung perkembangan motorik, fokus, dan interaksi sosial.

Misalnya dengan menempatkan anak dalam lingkungan belajar yang kaya rangsangan, seperti di Kelas Sensori dari Sparks Sports Academy. Melalui kegiatan sensorik yang aman dan menyenangkan, anak dapat bereksplorasi sambil memperkuat koneksi antara tubuh, otak, dan kemampuannya berbahasa.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%