10 Tips Anak Mau Makan Sendiri Tanpa Drama di Meja Makan

10 Tips Anak Mau Makan Sendiri Tanpa Drama di Meja Makan

Table of Contents

Mendorong anak agar mau makan sendiri sering kali jadi tantangan bagi para orang tua: dari makanan yang tumpah, cara makan yang berantakan, hingga anak yang lebih suka disuapi. Semuanya adalah bagian dari proses panjang dalam mendidik dan membesarkan anak.

Meski terkesan sepele, kemampuan makan secara mandiri ternyata merupakan bagian penting dari tumbuh kembang sensorik dan motorik anak. Dengan stimulasi yang tepat dan kesabaran, anak bisa menikmati waktu makannya tanpa paksaan.

Kapan Sebetulnya Anak Siap Makan Sendiri?

Umumnya, anak mulai menunjukkan ketertarikan untuk makan sendiri di usia 12-18 bulan. Pada fase ini, koordinasi tangan dan mata mereka mulai berkembang. Anak sudah mulai bisa memegang sendok dan mencoba menyuapkan makanan ke mulut, meski belum selalu tepat sasaran.

Namun dari segi kesiapan, setiap anak berbeda-beda. Ada yang lebih cepat, ada juga yang perlu waktu lebih lama. Di sini, orang tua sebaiknya tidak membandingkan dan lebih baik fokus memperhatikan tanda-tanda kesiapan anak.

Ciri-ciri anak siap makan sendiri:

  • Mulai tertarik memegang sendok atau garpu saat makan.
  • Suka bereksperimen dengan makanan menggunakan tangan.
  • Dapat duduk tegak tanpa bantuan.
  • Mampu menggenggam benda kecil, seperti biskuit atau potongan buah.
  • Menunjukkan rasa ingin mandiri, misalnya menolak disuapi.
CTA Banner Sparks Sports Academy - Kelas Olahraga

Kenapa Anak Tidak Mau Makan Sendiri?

Ada kalanya anak menolak untuk makan tanpa disuapi. Sebenarnya, hal ini sangat wajar terjadi, apalagi pada anak usia 1-3 tahun yang masih dalam tahap belajar mengkoordinasikan gerakan tangan, mata, dan mulut.

Secara garis besar, ada beberapa alasan umum mengapa anak enggan makan sendiri, seperti:

  • Anak belum memiliki kemampuan motorik halus yang cukup baik.
  • Terlalu terbiasa disuapi sehingga tidak punya kesempatan mencoba.
  • Makanan yang disajikan terlalu panas atau sulit dipegang.
  • Kurang rasa percaya diri karena sering dimarahi saat makanan tumpah.
  • Waktu makan yang tidak menyenangkan atau terburu-buru.

10 Tips Agar Anak Mau Makan Sendiri

Mengajarkan anak makan sendiri bukan hanya tentang kemandirian, tapi juga tentang melatih motorik halus dan membangun rasa percaya diri.

Proses ini memang membutuhkan kesabaran, tetapi dengan pendekatan yang tepat, anak bisa menikmati waktu makannya tanpa drama. Berikut tips yang bisa diterapkan di rumah agar anak mau makan sendiri:

1. Beri Contoh Langsung

Anak adalah peniru yang ulung. Saat waktu makan, duduklah bersama dan tunjukkan cara menggunakan sendok atau garpu dengan perlahan. Melihat orang tuanya makan dengan tenang dan rapi akan membuat anak lebih tertarik untuk mencoba hal yang sama.

2. Gunakan Peralatan Makan Anak

Pilih peralatan makan yang didesain khusus untuk anak. Misalnya sendok yang ringan, piring atau mangkuk berukuran kecil, atau gelas yang mudah digenggam. Alat makan dengan warna dan bentuk yang lucu juga bisa menambah semangat anak untuk makan sendiri.

3. Mulai dari Finger Food

Sebelum belajar memakai sendok, anak bisa makan dengan tangan terlebih dulu. Sajikan finger food seperti potongan buah, kentang rebus, atau sayuran kukus. Ini sekaligus membantu anak belajar menggenggam, menyuap, dan mengenal tekstur makanan.

4. Buat Waktu Makan Jadi Menyenangkan

Anak-anak umumnya kurang suka suasana yang kaku, termasuk ketika belajar makan sendiri. Orang tua bisa mengajak mereka bermain sambil makan, contohnya “menyuapi boneka” sebelum menyuapi dirinya sendiri. Pendekatan ini juga membuat waktu makan terasa seperti permainan, bukan kewajiban.

5. Jangan Menekan atau Memaksa

Setiap anak memiliki tempo belajar berbeda. Jangan memarahi atau menunjukkan frustrasi saat makanan tumpah. Anggap itu bagian dari proses belajar. Saat anak merasa aman dan tidak ditekan, ia akan lebih percaya diri untuk mencoba lagi.

6. Ajak Anak Menyiapkan Makanan

Biarkan mereka memilih piring favorit, menata meja, atau membantu mengaduk masakan sambil tetap diawasi. Mengajak anak menyiapkan makanan membuat mereka merasa memiliki kendali dan menumbuhkan minat untuk makan dari hasil “kerja” mereka sendiri.

7. Beri Pujian atas Usahanya

Saat anak berhasil menyendok atau menyuapkan makanan sendiri, apresiasi dan puji mereka. Kalimat seperti, “Wah, hebat banget bisa makan sendiri!” bisa memotivasi dan menambah semangat anak untuk terus mencoba.

8. Coba Aktivitas Sensorik Sebagai Latihan Koordinasi

Kemampuan makan sendiri sangat bergantung pada kontrol tubuh dan koordinasi tangan-mata. Kegiatan sensorik seperti bermain pasir, air, atau permainan sentuhan bisa menjadi latihan alami yang menyenangkan.

Orang tua bisa coba mendaftarkan anak ke kegiatan seperti Kelas Sensori Bayi Sparks Sports Academy. Di sini, anak akan belajar mengenal tekstur, gerakan, dan respons tubuhnya lewat permainan sensorik yang seru dan aman. Hal ini akan sangat membantu anak untuk lebih siap makan secara mandiri.

9. Sajikan Makanan dalam Porsi Kecil

Porsi kecil membantu anak tidak cepat bosan atau merasa kewalahan. Setelah porsi pertama habis, baru tambahkan lagi porsinya sedikit demi sedikit. Cara ini juga bisa melatih anak mengatur rasa kenyang dan lapar.

10. Jadikan Rutinitas dan Lakukan Secara Konsisten

Konsistensi adalah kunci. Biasakan makan di jam yang sama setiap harinya dengan suasana yang tenang. Rutinitas membuat anak tahu kapan waktunya makan dan membantu membentuk kebiasaan positif sejak dini.

Hal yang Harus Dihindari Saat Mengajarkan Anak Makan Sendiri

Mengajari anak makan sendiri memang butuh kesabaran ekstra. Namun, tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan kecil yang justru bisa menghambat proses belajar anak. Agar prosesnya berjalan lancar, hindari hal-hal berikut:

  1. Menyalahkan atau memarahi anak saat makanan tumpah. Hal ini bagian dari proses belajar. Jika anak dimarahi, mereka bisa merasa takut mencoba lagi. Sebaliknya, tanggapi dengan tenang dan bantu anak memperbaiki tanpa tekanan.
  2. Memberi makanan yang terlalu panas atau bertekstur sulit. Tekstur makanan yang terlalu keras, licin, atau panas bisa membuat anak tidak nyaman dan kehilangan minat. Pilih makanan lembut yang mudah diambil dan dikunyah.
  3. Terlalu cepat mengambil alih ketika anak belum berhasil. Biarkan anak berusaha dulu meski terlihat lambat. Sikap orang tua yang tidak sabaran dan kelewat sering membantu anak justru bisa membuat mereka terus menerus bergantung.
  4. Memaksakan anak makan saat mereka sedang lelah atau tidak lapar. Waktu makan sebaiknya dilakukan saat anak dalam suasana hati yang baik. Memaksa justru bisa membuat anak menganggap waktu makan adalah waktu yang buruk.
  5. Membandingkan kemampuan anak dengan anak lain. Setiap anak memiliki kecepatan belajar berbeda. Jangan banding-bandingkan anak karena hal ini bisa menghilangkan kepercayaan diri mereka. Alih-alih, fokuslah pada kemajuan kecil yang mereka tunjukkan setiap hari.

Aktivitas Pendukung Supaya Anak Cepat Terampil Makan Sendiri

CTA Banner Sparks Sports Academy - Kelas Olahraga

Selain latihan makan langsung di meja, anak juga bisa mengembangkan kemampuan motorik halus lewat sederet aktivitas berikut yang bisa dilakukan di rumah:

  • Bermain dengan adonan (playdough). Meremas dan membentuk adonan membantu memperkuat otot jari anak yang berfungsi menggenggam alat makan.
  • Menuang air dari gelas kecil. Aktivitas ini bisa melatih koordinasi dan kontrol tangan sekaligus mengenalkan konsep keseimbangan dengan cara yang menyenangkan.
  • Memindahkan benda kecil menggunakan sendok. Ini bisa dilakukan dengan kacang, bola kecil, atau manik-manik besar, yang menyerupai gerakan menyendok saat makan.
  • Bermain sensorik dengan pasir atau air. Stimulasi sensorik membantu anak mengenali tekstur dan meningkatkan konsentrasi serta ketenangan saat makan.

Untuk mendukung perkembangan sensorik dan koordinasi anak secara optimal, Mom and Dad juga bisa lho, mendaftarkan si kecil ke Kelas Sensori untuk anak Usia 12-35 bulan dari Sparks Sports Academy! Di sana, anak akan bereksplorasi melalui aktivitas yang menyenangkan dan aman, sekaligus belajar mandiri dengan cara yang alami!

Penutup

Mengajarkan anak makan sendiri bukanlah proses instan, melainkan perjalanan yang penuh momen lucu hingga menyebalkan. Namun, dengan kesabaran dan pendekatan yang positif, anak tidak hanya belajar makan dengan mandiri, tetapi juga tumbuh lebih percaya diri dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%