Tahukah Anda bahwa psikomotorik merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak? Dengan aspek tersebut, kemampuan fisik maupun mental si kecil bisa berkembang secara maksimal.
Bila Anda masih awam dengan psikomotorik, ulasan berikut bisa disimak dengan baik. Ulasan ini akan membahas pengertian, jenis-jenis, hingga cara mengembangkannya agar semakin optimal.
Pengertian dan Fungsi Psikomotorik
Psikomotorik adalah kemampuan untuk menggerakan tubuh dan menggunakan fungsi mental secara terkoordinasi. Sejumlah manfaat bisa dirasakan bila kemampuan ini berjalan dengan maksimal, seperti:
- Mengembangkan keterampilan fisik agar lebih terkoordinasi, baik gerakan halus seperti menulis maupun gerakan kasar seperti berjalan.
- Mengembangkan kognitif dan cara berpikir anak.
- Memaksimalkan kemampuan si kecil dalam bersosialisasi.
- Meningkatkan kemampuan anak untuk mengelola emosi.
- Meningkatkan tingkat kemahiran dalam melakukan suatu tindakan maupun aktivitas.

Jenis-jenis Psikomotorik Anak
Secara garis besar, ada dua jenis psikomotorik yang perlu Anda kembangkan pada tubuh si kecil. Inilah kedua jenis tersebut serta hubungannya:
Motorik Kasar
Motorik kasar berkaitan dengan kemampuan si kecil untuk menggerakkan otot tubuh yang berukuran besar. Misalnya kaki, lengan, dan seluruh tubuhnya. Hal ini membuatnya bisa melakukan berbagai gerakan besar, termasuk berjalan dan berlari.
Gerakan ini berfokus pada tiga aspek utama, yaitu kekuatan fisik, koordinasi tubuh, dan keseimbangan. Bila terlatih secara maksimal, anak bisa melakukan beragam kegiatan dengan benar tanpa takut terjatuh.
Motorik Halus
Di sisi lain, motorik halus berhubungan dengan kemampuannya dalam menggerakan otot-otot berukuran kecil. Contohnya seperti pergelangan tangan dan jari. Jadi, anak bisa melakukan tindakan secara presisi.
Dengan motorik ini, aneka gerakan kecil bisa dilakukan. Misalnya menulis dan bermain menggunakan benda berukuran kecil. Fokus gerakan ini terletak pada koordinasi antara mata dan tangan.
Hubungan antara Motorik Kasar dan Halus
Meski berbeda, keduanya bisa saling melengkapi dalam proses tumbuh kembang si kecil. Dengan demikian, anak bisa melakukan berbagai aktivitas secara lebih mudah, teliti, dan tangkas.
Cara Mengembangkan Kemampuan Psikomotorik Anak
Kini Anda sudah tahu bahwa psikomotorik adalah kemampuan yang penting untuk dikembangkan. Bila belum tahu apa yang harus dilakukan, beragam cara berikut dapat diterapkan:
1. Melibatkan Anak dalam Aktivitas Fisik
Anda bisa melibatkan anak dalam sejumlah aktivitas fisik yang dapat mengembangkan kemampuan ini. Contohnya seperti berlari, memanjat, dan meremas kertas hingga membentuk bola.
Bagaimanapun juga, hindari untuk memaksa anak jika ia sudah merasa lelah. Hal ini bisa menimbulkan trauma hingga membuatnya jatuh sakit.
2. Mengajak Bermain yang Merangsang Gerakan Tubuh
Berbagai aktivitas fisik bisa dilakukan dengan cara menyenangkan lewat permainan. Misalnya dengan bermain bola, melewati balok titian dengan tantangan menarik, dan menggunting bentuk-bentuk hewan lucu.
Dengan cara ini, si kecil akan semakin termotivasi untuk mengembangkan kemampuannya. Hubungan antara Anda dengan anak pun bisa semakin erat.
3. Dukung dengan Kegiatan yang Sesuai
Anda bisa berdiskusi dengan si kecil untuk memilih kegiatan yang menyenangkan baginya. Hal ini akan meningkatkan keinginannya untuk mengembangkan kemampuan psikomotorik.
Selain itu, sesuaikan juga dengan usia dan tumbuh kembangnya. Jadi, perkembangan anak bisa semakin maksimal demi masa depannya kelak.

Psikomotorik merupakan aspek yang tak bisa disepelekan begitu saja. Maka dari itu, Anda perlu mendukung perkembangannya melalui kelas Multi Sport di Sparks Sports Academy. Ayo bantu anak untuk daftar karena ada banyak olahraga menarik yang ditawarkan di sana!







