Lewati ke konten
Sparks Sports Academy Logo
Speech Delay pada Anak: Hal yang Perlu Orang Tua Ketahui

Speech Delay pada Anak: Hal yang Perlu Orang Tua Ketahui

Parenting

Anak Anda sudah memasuki usia 3 tahun tetapi belum lancar berbicara? Kondisi ini bisa menjadi tanda speech delay atau keterlambatan bicara pada anak. Hal ini dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari perkembangan anak hingga kurangnya stimulasi dari lingkungan sekitar.  Lalu, bagaimana cara mengenali dan menangani speech delay sejak dini? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Key Takeaways: Apa itu Speech Delay? Speech delay merupakan suatu kondisi keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa pada anak. Kondisi ini menyebabkan anak yang seharusnya sudah dapat mengucapkan beberapa kata atau kalimat sederhana menjadi lebih lambat dari rata-rata anak sepantarannya. Menurut laman idai.or.id, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan penyebab speech delay meliputi gangguan pendengaran, gangguan otak, autisme, serta gangguan pada mulut yang menghambat pengucapan kata. Sementara itu, menurut keslan.kemkes.go.id, rendahnya pendidikan orang tua, kurangnya stimulasi, riwayat keluarga dengan keterlambatan bicara, serta lingkungan multibahasa dapat menjadi faktor eksternal anak terlambat bicara. Baca juga: 5 Cara Mengajari Anak Berbicara Umur 2 Tahun agar Cepat Lancar Pada Usia Berapa Anak Dianggap Speech Delay?  Sebelum mengetahui pada usia berapa anak dianggap speech delay, orang tua sebaiknya memahami terlebih dahulu tahapan perkembangan bicara normal anak. 1. Usia 0-6 Bulan  Bayi baru lahir hanya dapat menangis untuk mengatakan keinginannya, kemudian memasuki usia 2-3 bulan bayi mulai membuat suara-suara seperti aah atau uuh atau istilahnya cooing. Setelah usia 3 bulan bayi akan mencari sumber suara yang ia dengar dan mendekati usia 6 bulan bayi merespon apabila dipanggil.  Cooing perlahan berubah menjadi babbling, yaitu bayi mengoceh dengan suku kata tunggal, seperti babababa, mamama. Pada usia ini yang perlu Anda waspadai apabila bayi dipanggil tidak menoleh dan tidak ada babbling.  2. Usia 6-12 Bulan Pada usia 6-9 bulan perlahan bayi mulai mengenai nama orang dan benda serta konsep dasar kata “ya”, “tidak”, dan “habis”. Beranjak ke usia 9-12 bayi sudah mulai mampu mengucapkan satu kata seperti “mama”, “papa”, dan istilah lainnya.  Bayi juga akan menengok saat dipanggil dan faham dengan beberapa perintah seperti “ayo” dan “lihat sini”. Perlu Anda waspadai pada usia ini apabila bayi tidak menunjuk dengan jari dan ekspresi wajah yang kurang pada usia 12 bulan.  3. Usia 12-18 Bulan  Pada usia 15 bulan umumnya anak sudah mampu menyusun 3-6 kata bermakna, mampu mengangguk dan menggeleng saat ditanya, dan dapat menunjuk anggota tubuh atau gambar orang yang disebutkan orang lain. Kemudian, beranjak ke usia 18 bulan kosakata anak akan bertambah mencapai 5-50 kata. Yang perlu Anda waspadai di usia ini apabila anak tidak mengeluarkan kata tak bermakna pada usia 16 bulan.  4. Usia 18-24 Bulan  Di antara usia ini umumnya anak akan memiliki banyak bahasa, setiap harinya ia akan memiliki kosakata baru dan mampu menyusun kalimat yang terdiri dari dua kata, mampu mengikuti perintah dua langkah, dan puncaknya pada usia 24 bulan orang dewasa memahami ucapan anak.  Pada usia ini yang perlu Anda waspadai apabila anak sama sekali tidak tidak mengeluarkan kalimat dua kata, seperti “mama mandi” atau “papa tidur” yang dapat dimengerti pada usia 24 bulan. 5. Usia 2-3 Tahun  Setelah anak berusia di atas 2 tahun, hampir semua kata yang diucapkan oleh anak dapat difahami oleh orang dewasa, anak sudah mampu memakai kalimat 2-3 kata atau lebih, dan mulai dapat menggunakan kalimat tanya.  Apabila anak Anda memperlihatkan salah satu tanda waspada seperti uraian di atas, Anda dapat segera membawa anak Anda ke dokter. Pada dasarnya Anda tidak perlu menunggu di usia 2 atau 3 tahun untuk membawa anak ke dokter, Anda dapat langsung membawa anak ke dokter apabila menunjukkan kelemahan pada kemampuan berbicara atau sosialnya.    Bagaimana Cara Mencegah Speech Delay?  Orang tua dan keluarga dapat mencegah speech delay dengan rutin mengajak anak berkomunikasi, membacakan cerita, melibatkan anak dalam diskusi sederhana, serta membatasi penggunaan gadget. Selain itu, orang tua juga dapat mengajak anak bernyanyi, merespons ocehan, dan mendorong anak untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Untuk membantu anak berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sebaya, Anda dapat mengarahkan anak mengikuti berbagai kegiatan, seperti mengikuti kelas gymnastics, dance, hingga multi sports. Beragam kegiatan tersebut dapat anak Anda dapatkan di Sparks Sports Academy. Sparks Sports Academy mendukung tumbuh kembang anak melalui stimulasi sensorik dan aktivitas fisik yang terarah. Program ini menjadi salah satu pilihan tepat untuk mendukung perkembangan anak, termasuk dalam upaya mencegah speech delay. Selain stimulasi aktivitas, orang tua tetap perlu memeriksakan anak ke dokter spesialis anak jika keterlambatan bicara sudah terlihat. Penanganan yang tepat dan sedini mungkin dapat membantu mempercepat perkembangan kemampuan komunikasi anak.

26/01/2026 / Komentar Dinonaktifkan pada Speech Delay pada Anak: Hal yang Perlu Orang Tua Ketahui
Baca Lebih Lanjut
Belajar Mengetik untuk Anak, Mau Tahu 8 Tipsnya?

Belajar Mengetik untuk Anak, Mau Tahu 8 Tipsnya?

Parenting

Belajar mengetik di komputer bisa menumbuhkan ketertarikan anak terhadap bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Apalagi jika mengingat perkembangan teknologi yang tidak ada habisnya, banyak sekolah pun mulai menerapkan pembelajaran digital yang lebih inovatif.  Selain itu, melansir laman Learning, anak atau siswa dengan kemampuan mengetik yang baik akan memiliki kepercayaan diri lebih tinggi dalam melakukan tugas sekolah. Lantas, bagaimana tips untuk mengajarinya? Key Takeaways: Tips Belajar Mengetik di Komputer untuk Anak Melansir jurnal Human Movement Science, mengembangakan kemampuan mengetik pada anak daat meningkatkan motorik dan kognitif skills. Kemampuan mengetik juga dapat membantu meningkatkan literasi komputer yang sangat penting di dunia yang semakin digital. Lantas, bagaimana mengajari keterampilan mengetik kepada si kecil? 1. Kenalkan Anak Mengenai Perangkat Komputer Hal pertama yang perlu Anda ajarkan kepada anak sebelum membuat mereka belajar mengetik adalah mengenalkan perangkat komputer atau laptop serta semua bagian komputer tersebut. Tunjukkan dulu setiap bagian dan fungsinya, seperti fungsi tombol power, fungsi keyboard, mouse, speaker, dan juga layar komputer. 2. Siapkan Ruang Khusus untuk Belajar Typing Anda tentu tidak mungkin membawa perangkat komputer ke dapur atau ruang tamu. Jadi, Anda bisa menyiapkan ruang belajar khusus supaya anak dapat belajar ilmu typing tanpa terganggu oleh apapun. Namun, komputer sebaiknya tidak diletakkan di kamar tidur si kecil demi mencegahnya bermain-main tanpa pengawasan. 3. Posisi Duduk Anak Harus Tepat Sebelum mulai belajar mengetik, Anda perlu mengatur posisi duduk anak lebih dulu. Postur punggung anak wajib tegak, kedua tangan siap di keyboard untuk belajar typing, dan mata lurus menatap layar komputer.  Posisi kaki juga sebaiknya tegak dan menapak lantai, bukan bersilang atau terlipat. Selain itu, mengutip laman BBC, keberadaan penopang untuk pergelangan tangan dan lengan juga dapat membantu posisi menjadi lebih nyaman. 4. Ketahui Posisi Jari-Jari di Keyboard Tips belajar typing selanjutnya adalah mengatur posisi jari-jari anak di atas keyboard. Letak jari-jari tangan kiri harus berada di tombol a, s, d, dan f. Sementara jari-jari tangan kanan harus berada di tombol j, k, l, dan simbol dua titik. Lalu, kedua jempol anak berada di tombol spacebar. 5. Kenalkan Letak Tombol Shortcut Apabila anak sudah paham posisi jari yang tepat pada keyboard, Anda bisa mulai mengenalkan tombol-tombol shortcut. Misalnya seperti tombol Alt+Delete untuk menutup aplikasi atau Ctrl+C untuk menjiplak kalimat. Tak perlu mengajarkan semua jenis shortcut, cukup shortcut yang paling umum digunakan. Baca juga: Cara Belajar Menulis Anak TK agar Cepat Mengenal Huruf 6. Unduh Aplikasi Latihan Mengetik Bagi anak yang sudah mulai mahir mengetik, tetapi ingin meningkatkan keterampilan mengetik cepat atau 10 jari, coba Anda unduhkan aplikasi latihan. Beberapa contoh aplikasi latihan typing yang cocok untuk anak adalah Typesy, Typing Instructor Platinum, GS Typing Tutor, dan Ultrakey. 7. Arahkan Perhatian Anak ke Layar, Bukan Keyboard Tidak ada salahnya jika anak melihat ke keyboard untuk mengecek di mana letak jari-jarinya. Namun, ketika belajar mengetik Anda sebaiknya konsisten mengarahkan pandangan anak ke layar komputer. Penyebabnya adalah jika anak terlalu banyak melihat keyboard, mereka justru akan lebih sering salah mengetik dan tidak fokus. 8. Beri Anak Teks Kalimat atau Paragraf untuk Latihan Begitu anak sudah menguasai keterampilan dasar typing, langkah berikutnya adalah memberikan teks untuk anak ketikkan di layar komputer. Teks tersebut bisa berupa sekumpulan kalimat pendek atau beberapa paragraf panjang. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana anak dapat mengetik. Sudah Tahu Cara Belajar Mengetik yang Baik untuk Anak? Orang tua masa kini sebaiknya tidak ragu untuk mendidik anak cara belajar mengetik dan menggunakan komputer supaya anak tidak gagap teknologi. Namun, Anda tetap perlu memantau jam dan rentang waktu pemakaian komputer pada anak demi mencegah anak dari menjadi kecanduan gawai. Apalagi, sekarang ada banyak sekali konten tak pantas yang sangat mudah terakses. Jadi, orang tua wajib untuk mengawasi anak selama mereka sedang menggunakan komputer demi menjamin keamanannya. Namun, tak cukup hanya dengan belajar typing, Anda tetap harus mendukung perkembangan anak dengan cara lain. Salah satunya dengan mendaftarkan anak di Sparks Sports Academy yang sangat cocok untuk anak-anak pra-sekolah dan TK. Nantinya, anak akan belajar untuk mengembangkan skill motorik dan melakukan berbagai aktivitas yang baik untuk fisik, seperti olahraga, dansa, dan bela diri.  Anda bisa mencoba free trial class yang tersedia untuk membantu anak berkenalan dengan berbagai kelas dan kegiatan yang ada. Ayo, booking sekarang agar tidak kehabisan slot!

26/01/2026 / Komentar Dinonaktifkan pada Belajar Mengetik untuk Anak, Mau Tahu 8 Tipsnya?
Baca Lebih Lanjut
10 Manfaat Nyeker atau Barefoot untuk Anak

10 Manfaat Nyeker atau Barefoot untuk Anak

Parenting

Ketika anak sudah mulai pandai berjalan, Mom/Dad jangan langsung memberinya sepatu lucu, melainkan biarkan ia nyeker. Nyeker atau barefoot adalah kegiatan berjalan tanpa menggunakan alas kaki. Anak yang berjalan nyeker memiliki banyak manfaat penting bagi perkembangan fisik, melatih sensorik dan motorik sejak dini. Manfaat Nyeker atau Barefoot untuk Anak Menurut Dokter Ortopedi Jonathan Kaplan, MD, manfaat nyeker atau barefoot adalah bisa membuat cara berjalan senatural mungkin. Tak hanya itu, berikut ini adalah berbagai manfaatnya: 1. Memperkuat Kaki dan Tubuh Tulang kaki bayi akan terus lunak sampai usianya 5 tahun. Jika bayi dilatih berjalan tanpa alas kaki, itu akan memperkuat otot kaki serta tungkai, sehingga dapat berkembang baik dan membantu menopang punggung. 2. Melatih Mekanisme Kaki yang Baik Berjalan nyeker memungkinkan kontrol posisi kaki yang lebih baik saat menyentuh tanah. Bayi yang menggunakan alas kaki sejak dini dapat mengganggu perkembangan kekuatan kaki, stabilitas pergelangan kaki, dan membatasi pergerakan bayi. 3. Meningkatkan Keseimbangan Tubuh Nyeker bisa meningkatkan koneksi otak terhadap gerakan tubuh sehingga bayi lebih cepat belajar menyeimbangkan tubuhnya. Anak yang sering nyeker memiliki keseimbangan yang baik dibanding dengan yang sering memakai sepatu. 4. Mengembangkan Motorik Halus di Kaki Anak yang dibiarkan berjalan tanpa alas kaki bisa membantu mereka belajar cara mengendalikan gerakan motorik halus di kaki mereka secara bebas. 5. Melatih Sensori Anak Telapak kaki memiliki banyak titik saraf dibanding dengan anggota tubuh lainnya. Untuk menstimulasinya, berjalan nyeker adalah salah satu solusinya. Nyeker juga melatih kepekaan indra peraba yang ada pada telapak kaki. Dengan begitu, anak akan belajar menerima sensori atau rangsangan sehingga anak mudah beradaptasi di lingkungan yang baru. Baca juga: Gunakan Push Walker untuk Membantu Anak Belajar Berjalan 6. Mendorong Perkembangan Otak dan Memperbaiki Mood Anak Meningkatnya sensori yang diterima anak dengan berjalan nyeker, maka banyak informasi dikirimkan pada sistem saraf atau otak. Hal ini yang membuat otak anak berkembang dengan optimal. Contohnya ketika anak berjalan di permukaan licin, maka anak akan mendapatkan informasi bahwa ia harus berjalan pelan. 7. Mendorong Perkemabangan Kaki dan Tubuh yang Alami Anak yang berjalan tanpa alas kaki dapat membantu mengembangkan dan mempertahankan ruang gerak yang tepat pada sendi kaki dan pergelangan kaki, di samping kekuatan dan stabilitas yang memadai pada otot dan ligamen kaki dan tubuh. 8. Melatih Kewaspadaan Nyeker bisa melatih kewaspadaan anak, seperti contoh anak berjalan di genangan air, laintai basah, kotoran, duri, batu, dan tantangan lainnya. Rintangan tersebut akan melatih kewaspadaannya terhadap lingkungan sekitarnya. 9. Merangsang Kelincahan Anak yang memiliki kemampuan motorik yang baik akan lebih aktif bergerak. Selain itu, nyeker membuat anak merasa bebas berjalan dan berlari dibandingkan dengan menggunakan alas kaki yang kurang stabil. 10. Melatih Kepekaan Lingkungan Sekitar Berjalan nyeker membuat anak memiliki koneksi dengan lingkungan sekitar. Anak yang merasakan sensasi menginjak tanah, merasakan berbagai tekstur, dan hal lain dengan kakinya membuat indranya menjadi tajam. Semakin terkoneksinya seluruh indra di lingkungan khususnya alam bisa meningkatkan rasa kepekaan dan rasa memiliki. Manfaat nyeker untuk anak tidak hanya sebatas pada kesehatan kaki, tetapi juga berperan besar dalam perkembangan sensori dan motorik. Dengan stimulasi yang tepat, aktivitas sederhana seperti nyeker bisa menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Jika Mom/Dad ingin memberikan stimulasi sensori yang terarah, menyenangkan, dan aman, kelas sensory di Sparks Sports Academy bisa menjadi pilihan tepat. Kelas sensory dirancang khusus untuk membantu anak mengembangkan kemampuan motorik dan sensorik melalui aktivitas menyenangkan dan terstruktur.

23/01/2026 / Komentar Dinonaktifkan pada 10 Manfaat Nyeker atau Barefoot untuk Anak
Baca Lebih Lanjut
Rekomendasi Tempat Buka Puasa Ramah Anak yang Nyaman dan Aman

Rekomendasi Tempat Buka Puasa Ramah Anak yang Nyaman dan Aman

Parenting

Buka puasa bersama keluarga, khususnya bersama anak adalah momen yang ditunggu saat Ramadan. Tetapi, tidak semua restoran atau tempat makan cocok untuk anak. Faktornya ketidakcocokannya seperti tempat terlalu ramai, menu yang tidak cocok dengan anak, hingga fasilitas yang minim. Oleh karena itu, Mom/Dad wajib memilih tempat buka puasa ramah anak agar momen berbuka tetap hangat, nyaman, dan bebas drama. Tips Memilih Tempat Buka Puasa Ramah Anak Mom/Dad perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini sebelum mengajak anak buka puasa bersama di tempat makan: Selain beberapa hal di atas, Mom/Dad juga bisa memilih tempat yang menyediakan aktivitas ringan untuk anak seperti, mewarnai, belajar, dan bermain agar anak tidak bosan menunggu adzan Maghrib. Baca juga: 10 Kegiatan Menjelang Berbuka Puasa Anak yang Seru, Edukatif, dan Bikin Waktu Tidak Terasa Tempat Buka Puasa Ramah Anak Berikut adalah beberapa rekomendasi tempat buka puasa ramah anak yang bisa menjadi pilihan keluarga: 1. Restoran Keluarga dengan Playground Restoran yang menyediakan playground kecil bisa menjadi rekomendasi Mom/Dad untuk berbuka puasa bersama anak. Dengan adanya fasilitas tersebut, anak bisa bermain sambil mengunggu waktu berbuka tanpa khawatir rewel. 2. Cafe Terbuka Cafe yang bertema alam seperti di taman, saung, atau area terbuka lainnya sangat cocok untuk anak yang aktif. Udara segar dan ruang gerak yang luas membuat anak-anak tidak mudah bosan. 3. Restoran Tradisional Restoran dengan menu tradisional sering menjadi pilihan berbuka puasa dengan anak. Biasanya, restoran ini menyajikan menu yang autentik dan lezat, didukung dengan suasana yang santai dan ramah anak. 4. Restoran dengan Menu Khusus Anak-Anak Restoran yang menyediakan menu anak-anak bisa menjadi pilihan Mom/Dad berbuka dengan anak. Menu seperti pizza, spaghetti, dan fried chicken biasanya selalu disukai anak-anak. 5. Restoran Berkonsep Edukatif Restoran yang memiliki aktivitas edukatif untuk anak-anak bisa menjadi pilihan yang menghibur untuk berbuka puasa bersama. Anak-anak bisa melakukan kegiatan edukatif seperti membuat karya seni, melukis, menggambar, dan lain-lain sehingga anak mendapatkan pengalaman baru selama Ramadan. Berbuka di tempat buka puasa bersama ramah anak bisa mempererat hubungan dan komunikasi antar keluarga. Dengan memilih tempat yang cocok dan nyaman, Mom/Dad memiliki quality time dengan anak tanpa harus merasa tidak nyaman. Tak hanya itu, anak bisa mendapatkan memori positif yang akan terus dikenang olehnya.

23/01/2026 / Komentar Dinonaktifkan pada Rekomendasi Tempat Buka Puasa Ramah Anak yang Nyaman dan Aman
Baca Lebih Lanjut
9 Cara Belajar Membaca, Lebih Menyenangkan dan Efektif!

9 Cara Belajar Membaca, Lebih Menyenangkan dan Efektif!

Parenting

Kegiatan belajar membaca bagi anak tak melulu harus di sekolah. Orang tua juga dapat meluangkan waktu di rumah untuk mendidik anak agar dapat membaca dengan lancar. Lantas, apa saja cara yang efektif, namun tetap menyenangkan? Simak selengkapnya lewat artikel berikut ini! Key Takeaways Tips Belajar Membaca Mengutip Aulad: Journal on Early Childhood, selain menjadi fondasi utama dalam pembelajaran, kemampuan membaca sangat penting untuk meningkatkan kosa kata, kemampuan kognitif, dan pemahaman bahasa. Namun, meski penting, orang tua juga tidak bisa memaksa anak. Agar mereka tertarik untuk belajar, coba lakukan cara ini. 1. Bacakan Buku Cerita Sebelum Tidur Melansir Halodoc, pada usia 1-3 tahun anak akan mulai memahami jika Anda membacakan sesuatu untuknya dan dapat mengenal gambar. Karena itu, salah satu cara mengembangkan minat anak untuk mau membaca sejak dini ialah dengan membacakan buku cerita.  Pada umumnya, jenis buku cerita yang paling efektif adalah cerita dongeng atau cerita rakyat. Anda bisa melakukan tips ini menjelang waktu tidur malam supaya perhatian anak tidak terpecah oleh aktivitas lain. 2. Membaca Buku Bersama Orang Tua Selain waktu sebelum tidur, siang hari pun sebaiknya Anda gunakan sebagai waktu mengajarkan anak membaca. Coba duduk bersama anak dengan sebuah buku cerita untuk Anda baca bersama anak. Sebisa mungkin Anda membacakan ceritanya dengan suara yang jelas supaya anak lebih mengerti. 3. Belajar dengan Bantuan Kartu Alfabet Jika anak sudah berusia 4-5 tahun, Anda bisa mulai mengenalkannya pada huruf-huruf. Kartu alfabet atau flashcard pun bisa menjadi alat belajar visual untuk menunjukkan wujud atau cara penulisan suatu huruf dalam kegiatan belajar membaca.  Ambilah satu kartu, misalnya kartu bertuliskan huruf L, lalu Anda tunjukkan kartu itu kepada anak sambil mencontohkan cara membunyikan huruf L yang benar. 4. Bermain Kata dengan Tebak-Tebakan Tebak-tebakan dapat men cara yang sangat baik untuk memancing minat anak belajar sambil bermain. Dengan bermain tebak-tebakan, anak akan merasa tertarik untuk mencari tahu bagaimana cara mengucapkan suatu huruf atau kata. Cara ini juga mampu merangsang minat anak untuk membaca buku sendiri. Baca juga: 3 Cara Efektif Mengajarkan Anak Mulai Membaca dengan Baik 5. Ajarkan Suku Kata Vokal dan Konsonan Ada baiknya jika Anda mengajarkan perbedaan antara suku kata vokal (huruf hidup) dengan suku kata konsonan (huruf mati) saat mengajari anak. Kartu alfabet dapat Anda manfaatkan pada momen ini untuk membantu anak membedakan mana huruf yang vokal dan mana yang konsonan. 6. Mengulangi Kata-Kata yang Sering Diucapkan Anak-anak senang meniru dan mengulangi suara yang mereka dengar. Jadikan ini sebagai metode belajar membaca, yaitu dengan mengajarkan mereka mengulangi kata-kata yang biasa mereka dengar. Apabila mungkin, coba barengi dengan pengulangan kata tersebut dengan cara menulis. 7. Membaca Label pada Barang-Barang di Rumah Selain menggunakan buku cerita dan kartu alfabet, belajar juga bisa anak lakukan dengan cara mengeja label yang ada pada barang-barang. Contoh barang yang bisa Anda gunakan adalah bungkus makanan, tempelan magnet, kartu ucapan selamat, hingga surat kabar. 8. Salin Huruf dan Kata ke Selembar Kertas Tips ini lebih cocok untuk mengasah kemampuan anak dalam mengingat apa yang sudah mereka pelajari. Berikan anak selembar kertas dan pensil, kemudian Anda ajak anak untuk menyalin huruf dan kata yang telah dipelajarinya. Setelah itu, perintahkan anak untuk membaca salinan tersebut untuk menilai kemampuan literasinya. 9. Berkunjung ke Perpustakaan Apabila anak merasa bosan atau tidak betah di rumah, coba saja untuk mengajak mereka mengunjungi perpustakaan. Apalagi jika Anda tidak memiliki banyak buku bacaan yang sesuai di rumah. Jadu, untuk menambal kekurangan tersebut, bawa anak ke perpustakaan agar mereka dapat memilih sendiri buku yang menurutnya menarik. Sudah Tahu Bagaimana Cara Belajar Membaca yang Baik? Anak-anak belum tentu mau menumbuhkan kemampuan membaca kecuali jika Anda memandu mereka. Tidak cukup dari guru di sekolah, bimbingan dari orang tua juga sangat penting demi menjadikan kegiatan membaca di rumah tidak terasa memberatkan, namun menyenangkan bagi anak sejak dini. Namun, selain memastikan anak memiliki pemahaman literasi yang baik, Anda juga bisa mendaftarkan anak di Sparks Sports Academy untuk menjaganya tetap aktif. Sebab, anak dapat belajar aneka ilmu dan skill motorik seperti kesenian hingga olahraga.  Suasana belajarnya pun selalu interaktif dan menggugah minat belajar. Apalagi terdapat instruktur berpengalaman yang akan selalu mendampingi si kecil. Mari biarkan anak mendapatkan pengalaman baru lewat free trial class!

23/01/2026 / 0 Komentar
Baca Lebih Lanjut

Paginasi pos

Sebelumnya 1 … 12 13 14 … 73 Berikutnya
Tema Royal Elementor Kit dibuat oleh WP Royal.