Tak bisa dipungkiri bahwa banyak sekali orang tua merasa bahwa sikap keras dan penuh larangan adalah cara terbaik untuk mendidik anak. Alasan strict parents pun sekilas akan terlihat mulia. Namun, tahukah Anda bahwa sikap-sikap tersebut dapat menjadi racun yang justru akan merusak masa depan anak? Berdasarkan Journal on Education, pola asuh yang ketat dan penuh kontrol justru akan membuat anak memiliki low self esteem serta memiliki tingkat stres dan kecemasan yang tinggi. Melihat pengaruhnya, mengapa sikap otoriter orang tua tersebut masih banyak diterapkan? Mari simak alasan lebih lengkapnya di bawah ini! Key Takeaways Alasan Strict Parents yang Harus Dilenyapkan Kebanyakan orang tua otoriter sering mengemukakan berbagai alasan di balik perilaku mereka yang terkesan semena-mena. Padahal, kontrol yang terlalu berlebihan justru dapat merusak hubungan orang tua dan buah hati. Berikut adalah sejumlah contoh alasan sikap strict parenting tersebut. 1. Takut Jika Masa Depan Anak Suram Seorang anak yang tak mendapat arahan yang baik dari orang tua berisiko menjalani masa depan yang suram dan berat. Tentu, orang tua tidak ingin hal itu terjadi dan tidak akan membiarkan anaknya menderita di masa depan. Sayangnya, rasa takut dan was-was ini dapat berubah menjadi sikap mengatur yang berlebihan. 2. Pengalaman Orang Tua Itu Sendiri dan Meneruskan Budaya Dalam beberapa kasus, alasan strict parents bersikap kaku dan dingin kepada anak datang dari keluarga yang juga sama-sama otoriter. Ini karena orang tua sendiri memiliki keyakinan dan nilai bahwa sikap parenting tersebut memang baik untuk anak. Pernyataan yang serupa juga disebutkan dalam jurnal Plos, di mana intergenerational continuity of parenting merupakan proses aktif, dan secara sadar maupun tidak sadar, kedua generasi berperan dalam prosesnya. Selain itu, ini dapat terjadi karena orang meneruskan budaya yang ada, misalnya praktik pola asuh ketat di Jawa. Sebuah jurnal dari UST Jogja pun menyebutkan bahwa dalam anak perempuan jawa sering kali tumbuh dengan peraturan yang kaku dan kontrol tinggi sebagai bagian dari integral norma-norma budaya. Jadi, orang tua bersikap keras terhadap anak bukan sekadar karena pengalaman pribadi, tetapi tradisi atau budaya sosial yang diwariskan sejak dulu. Namun, budaya strict parenting warisan ini berisiko menyebabkan tekanan psikologis, serta menghambat perkembangan kemandirian dan kreativitas anak. 3. Tidak Tahu Cara Mengasuh Anak yang Benar Sebagian orang tua mungkin menganggap bahwa mengurus anak itu mudah. Bisa jadi mereka merasa bahwa anak-anak secara otomatis akan patuh tanpa banyak bertanya. Orang tua juga menganggap bahwa pola asuh yang ketat dapat mencegah anak-anaknya menjadi pembangkang. 4. Ingin Menjadikan Anak Keras dan Tangguh Alasan strict parents lainnya adalah memiliki niat untuk menjadikan anak memiliki jiwa yang keras dan tangguh melalui pola asuh otoriter dan ketat. Padahal, ini adalah kesalahan besar. Anak yang mendapat pengasuhan otoriter bukannya menjadi keras dan tangguh, melainkan akan memiliki perilaku kasar dan menarik diri dari pergaulan. 5. Tidak Percaya Terhadap Potensi Anak Sekecil apapun potensi bakat dalam seorang anak, Anda harus bersedia memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan potensi tersebut. Sayangnya, strict parents seringkali tidak percaya terhadap potensi anak-anaknya karena mereka merasa kepatuhan total kepada orangtua sudah cukup. 6. Memiliki Harapan yang Terlampau Tinggi Apakah ada orang tua yang tak mengharapkan apa-apa dari anak-anaknya? Tidak ada, semua orang tua sudah pasti ingin melihat anak mereka menggapai masa depan yang cerah. Namun, harapan keberhasilan anak yang terlalu tinggi inilah yang menjadi alasan strict parents untuk menekan anak. 7. Tidak Mau Anak Cepat Puas Karena Mendapat Pujian Terkadang, seorang anak berisiko menjadi orang yang cepat puas apabila mendapat pujian walau sedikit saja. Orang tua tentu tidak ingin anak-anaknya berperilaku seperti itu. Sayangnya, strict parents acap kali menolak untuk memuji anak satu kali pun, bahkan mungkin memaksa anak untuk terus belajar tanpa pujian. Padahal, anak yang tidak pernah mendapatkan validasi dapat lebih rentan terhadap depresi dan kecemasan. Sudah Mengerti Apa Saja Alasan Strict Parents? Coba pikirkan sejenak, jika orang tua memang menyayangi anak, maka mengapa mereka merasa harus bersikap kaku dan menuntut? Jawabannya karena sikap penuh kontrol tersebut biasanya lahir dari rasa sayang itu sendiri. Sebab, orang tua pada dasarnya peduli dan ingin mengarahkan, tapi cara yang mereka pilih tidak sesuai. Karena itu, orang tua harus memahami bahwa pola asuh yang mereka terapkan tidak bisa sembarangan karena dapat membentuk kepribadian dan memengaruhi masa depan anak. Keseimbangan dalam pola asih tetap sangat penting, di mana disiplin harus dibarengan dengan dukungan emosional dan komunikasi terbuka. Selain itu, untuk mendukung psikologis si kecil, Anda dapat mendaftarkan mereka di Sparks Sports Academy. Melalui berbagai kelas aktif dan menyenangkan, seperti balet, olahraga, dan sensori, anak akan tumbuh lebih percaya diri dan cerdas. Ayo, tempatkan anak di lingkungan terbaik dengan book free trial class Sparks Sports Academy!
10 Kegiatan yang Menumbuhkan Empati pada Anak Sejak Dini
Di artikel sebelumnya sudah membahas bagaimana cara menumbuhkan empati pada anak. Namun, memahami konsep saja tentu belum cukup. Anak membutuhkan contoh nyata dan pengalaman langsung agar rasa empati tertanam dalam kesehariannya. Supaya Mom/Dad tidak bingung harus mulai dari mana, berikut ini adalah kegiatan yang menumbuhkan empati pada anak yang bisa diterapkan di rumah dengan cara sederhana dan menyenangkan. kegiatan yang Menumbuhkan Empati pada Anak Banyak aktivitas yang bisa Mom/Dad lakukan bersama anak untuk membangun rasa empati. Pada dasarnya, respons anak mengenai empati berhubungan dengan kemampuan anak memahami emosi orang lain. Ketika anak bisa memahami perasaan orang lain, maka ia bisa menunjukan rasa empatinya. Berikut adalah aktivitas yang cocok untuk mengasah kepekaannya terhadap orang lain dan menumbuhkan perilaku empati 1. Storytelling Storytelling dapat merangsang area otak yang berkaitan dengan emosi dan empati. Ajak dan libatkan anak untuk bercerita dan berikan ia kesempatan untuk menyusun cerita. Ini dari storytelling adalah anak bisa menunjukan gagasannya, serta anak bisa merasakan cerita itu seperti ceritanya sendiri. 2. Menonton Bersama Mom/Dad bisa mengajak anak menonton film yang bisa menumbuhkan rasa empati seperti rave, How to Train Your Dragon, Frozen, Nussa Rara, atau Adit & Sopo Jarwo. Jangan lupa untuk didampingi saat menontonnya. Selesai menonton, Mom/Dad bsa membahas film bersama anak untuk merangsang empatinya. 3. Merawat Hewan Peliharaan Anak pasti sangat senang memiliki hewan peliharaan. Mom/Dad bisa ajari anak untuk merawat hewan peliharaan dengan cara memberi makan dan minum. Ini adalah pengalaman yang baik untuk melatih tanggung jawab serta mendukung tumbuhnya perilaku empati anak. 4. Berkebun Mom/Dad bisa ajari anak berkebun untuk melatih kerja sama. Selain itu, berkebun juga bisa merekatkan hubungan Mom/Dad dengan anak. Sembari berkebun, Mom/Dad bisa menceritakan kepada anak bahwa bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari merupakan hasil kerja keras petani. Dengan begitu, anak bisa memiliki rasa empati terhadap orang lain yang menyediakan bahan makanan di kehidupan sehari-hari. 5. Libatkan Anak Di Kegiatan Amal Melibatkan anak dalam acara amal bisa menumbuhkan rasa empatinya. Mom/Dad bisa mengajak anak mengemas pakaian atau mainan untuk disumbangkan ke orang lain yang lebih membutuhkan. Berikan anak pengertian bahwa bantuan yang diberikannya dapat membuat orang lain bahagia. 6. Bermain Role Play Mengajak anak bermain role play bersama bisa menumbuhkan rasa empati anak. Dengan berperan sebagai teman, guru, atau anggota keluarga lain, anak bisa melihat situasi dari sudut pandang orang lain dan memahami perasaan yang berbeda dari dirinya. 7. Bermain dalam Tim atau Kelompok Bermain bersama kelompok akan mengajarkan anak kerja sama, toleransi, dan menghargai perbedaan. Aktivias ini sangat efektif sebagai cara menumbuhkan empati pada anak secara praktis. 8. Mengajak Anak Membantu Pekerjaan Rumah Melibatkan anak saat membereskan rumah atau membatu Mom/Dad memasak dapat menumbuhkan rasa peduli dan tanggung jawab terhadap orang lain secara bersamaan. 9. Membaca Buku Latih anak untuk membaca buku tentang kisah-kisah yang menyentuh hati. Setelah selesai, Mom/Dad bisa membahasnya bersama anak tentang bagaimana isi dan perasaannya ketika membaca. 10. Beri Apresiasi ke Anak Berikan apresiasi ketika anak bisa mengungkapkan perasaannya atau ketika anak melakukan kegiatan kepedulian. Apresiasi yang diterima anak bisa membuatnya menyalakan semangat untuk berempati. Menumbuhkan rasa empati anak memang membutuhkan proses yang tidak singkat. Jika Mom/Dad konsisten dalam menumbuhkan rasa empati anak lewat pengalaman dan contoh positif, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang peduli, peka, dan mampu berinteraksi dengan baik di lingkungan sosialnya. Mom/Dad ingin anaknya mengembangkan empati, kerja saa tim, dan keterampilan sosial? Sparks Sports Academy bisa jadi pilihan untuk melatih tumbuh kembang anak lewat aktivitas fisik yang terarah dan menyenangkan. Mom/Dad bisa kunjungi website Sparks Sports Academy dan temukan program yang cocok untuk anak anda!
10 Cara Menumbuhkan Rasa Empati pada Anak Sejak Dini
Di tengah gempuran era digital dan gaya hidup yang serba cepat, banyak orang tua khawatir dengan anaknya yang terlalu fokus pada diri sendiri tanpa memedulikan orang sekitarnya. Padahal, kalau anak bisa memahami konsep empati, anak mudah untuk melakukan aktivitas sosial dan menjaga kestabilan emosi. Rasa empati pada anak bisa ditumbuhkan sejak usia dini melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Mengapa anak Perlu Belajar Empati Sejak Dini? Menurut Aulad: Journal on Early Childhood, empati berperan penting dalam membangun hubungan sosial yang baik. Kurangnya rasa empati pada diri seseorang bisa menghambat kerja sama, komunikasi terhambat, menimbulkan kesalahpahaman dan konflik. Kurangnya empati pada anak dapat menyebabkan anak kurang peduli satu sama lain, sulit bekerja sama, sampai tidak bisa dipercayai atau dijauhi. Oleh karena itu, pengembangan empati pada anak sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kerja sama yang baik. Baca juga: Penyebab Empathy Lag pada Anak dan Cara Mengatasinya Cara Menumbuhkan Rasa Empati pada Anak Mom/Dad bisa melakukan beberapa cara ini di rumah untuk menumbuhkan rasa empati anak: 1. Berbicara Tentang Perasaan Mom/Dad bisa mengajak anak untuk berbicara tentang perasaan mereka dan perasaan orang lain. Ajari anak mengenali emosi atau perasaan, baik dirinya sendiri atau orang lain. 2. Baca Buku Anak bisa diberikan buku atau cerita tentang empati. Isi dari buku yang ditulis berdasarkan pengalaman orang lain dapat membantu anak memahami perspektif yang berbeda. 3. Berikan Contoh Mom/Dad bisa memberikan contoh perilaku empatik dalam kehidupan sehari-hari. Ketika anak melihatnya, maka mereka cenderung akan meniru dan mempraktikkannya. 4. Ajari Anak Sopan Santun Mengajari anak kesopanan bertujuan untuk mengenalkan pentingnya menunjukan rasa peduli dan hormat kepada orang lain. Mom/Dad bisa mengajarinya dengan kata-kata “tolong”, “terima kasih”, dan maaf”. 5. Penuhi Kebutuhan Emosi Anak Pengalaman emosioanl antara orang tua dan anak sangat penting. Berinteraksi lah secara positif dan hargai perasaan anak agar anak merasa aman, terlindungi, dan dicintai sehingga mereka akan lebih peka terhadap kebutuhan emosional orang lain. 6. Pertanyaan Terbuka Mom/Dad bisa menanyakan pertanyaan yang bisa merangsang rasa empatik anak. Seperti contoh, “Bagaimana perasaanmu jika berada di posisi teman mu yang lagi terpuruk?” 7. Latihan Menyimak Latih anak untuk bisa mendengarkan orang lain berbicara dengan penuh saksama. Hal ini bertujuan untuk bisa mengenali emosi orang, membaca bahasa tubuh, dan ekspresi wajah. 8. Ajari Anak tentang Perbedaan Mom/Dad bisa memberi pemahan tentang perbedaan lewat teman-temannya. Ini bisa menimbulkan rasa empati dan rasa hormat anak terhadap perbedaan. Bicarakan kepada anak bagaimana perbedaan membuatnya lebih kaya secara budaya dan emosional. 9. Ajarkan Anak Menghadapai Emosi Negatif Anak-anak pasti bisa mengalami emosi negatif seperti marah, cemburu, sedih, atau kecewa. Anak yang diajari untuk mengontrol emosinya secara positif biasanya memiliki kecerdasan emosi dan empati yang kuat. Seperti contoh, jika anak marah atau sedih, ia bisa menuangkannya ke aktivitas positif. 10. Libatkan Anak pada Aktivitas Sosial Mom/Dad bisa mengajaknya untuk terlibat dalam aktivitas sosial seperti berdonasi atau beramal. Tetapi, jangan lupa memberinya penjelasan dan pemahaman kalau donasi atau amal yang diaberikan bisa memberikan efek positif ke orang lain. Ciri-Ciri Anak Sudah Memiliki Empati Anak yang memiliki sifat empati bisanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Menumbuhkan rasa empati pada anak bukan proses yang instan, tetapi bisa dibentuk dari kebiasaan sehari-hari. Dengan memahami cara menumbuhkan rasa empati pada anak, Mom/Dad memiliki peran besar dalam membentuk anak yang peduli, berperilaku baik, dan mampu menjalin hubungan sosial yang sehat. Semakin dini anak diajarkan empati, semakin kuat karakternya di masa depan.
14 Kado Lebaran untuk Anak agar Hari Raya Lebih Spesial
Lebaran merupakan momen penuh kebahagiaan dan selalu dinantikan anak-anak. Memberi kado Lebaran untuk anak telah menjadi tradisi yang bukan sekadar memberi kegembiraan, melainkan kesempatan mengajarkan pada mereka nilai-nilai berbagi serta apresiasi terhadap tradisi agama dan keluarga. Tidak hanya tentang THR, pilihan kado yang sesuai dapat membuat Hari Raya terasa lebih berkesan bagi anak. Melalui artikel ini, Anda akan mendapatkan beberapa ide kreatif kado Lebaran yang cocok untuk anak dari segala usia untuk membuat kebahagiaan mereka kian lengkap. Key Takeaways: Rekomendasi Kado Lebaran untuk Anak Memberi kado pada anak juga bisa menjadi bentuk nyata untuk mendukung tumbuh kembangnya. Di bawah ini deretan ide kreatif hadiah yang dapat Anda pertimbangkan: 1. Uang THR dalam Amplop Menarik Memberi Eidi atau uang saku telah menjadi tradisi umum ketika Lebaran, khususnya bagi anak-anak. Uang dapat mereka gunakan untuk membeli sesuatu yang diinginkan. Untuk membuatnya terasa lebih spesial, Anda dapat menggunakan amplop khas Lebaran maupun amplop hijau dengan gambar menarik. 2. Buku Cerita dan Edukasi Buku cerita yang isinya sesuai usia anak bisa meningkatkan minat baca dan kreativitasnya. Anda bisa memilih cerita bertema nilai-nilai kebaikan maupun kisah Islami agar menambah wawasan serta inspirasi selama Lebaran. 3. Mainan Edukatif Mainan seperti permainan strategi, puzzle, atau kit eksperimen kecil dapat menjadi kado Lebaran untuk anak yang menyenangkan. Hadiah tersebut juga mendukung dalam perkembangan keterampilan berpikir mereka. Selain itu, mainan juga dapat menjadi sumber media belajar menyenangkan ketika liburan. 4. Kit Peribadatan Tanpa terasa, menghadiahkan perlengkapan ibadah yang dibuat khusus untuk anak bisa membantumu lebih dekat untuk melaksanakan ritual keagamaan. Anda bisa memberi tasbih digital, sajadah kecil, maupun buku doa-doa anak. Hadiah ini bisa menjadi langkah yang tepat untuk mendorongnya mengenal agama Islam sejak dini. 5. Aktivitas dan Craft Kit Kit kerajinan tangan berupa origami bertema Lebaran, alat pewarnaan, atau craft box bisa menjadi hadiah yang dapat menghibur sekaligus kreatif. Bukan hanya itu, aktivitas bersama keluarga bisa mempererat hubungan ketika Hari Raya. 6. Buku Aktivitas Inspiratif Buku aktivitas Islami, buku mewarnai, maupun buku teka-teki dapat menjadi kado Lebaran untuk anak yang menarik. Anda bisa memberikannya sebagai hadiah bagi anak yang gemar belajar dan bermain. 7. Mainan Plush/Boneka Tema Lebaran Bone dengan tema Lebaran maupun mainan plush lucu kerap menjadi favorit anak-anak. Hadiah tersebut dapat menjadi teman bermain atau saat mereka tidur. Baca juga: Strategi Cerdas Memilih Mainan Anak-Anak, Aman & Berkualitas! 8. Pakaian Lebaran Spesial Baju Lebaran memang kerap menjadi hal yang dinanti anak-anak. Anda bisa memberinya pakaian dengan desain yang nyaman serta sesuai seleranya. Dengan begitu, anak akan lebih percaya diri ketika menghadiri pertemuan keluarga. 9. Kotak Makanan dan Minuman Custom Kotak makanan maupun botol minuman yang ada nama mereka atau karakter favoritnya dapat menjadi opsi yang tepat. Anak-anak bisa menggunakan hadiah tersebut bukan hanya waktu Lebaran, tapi ketika sudah masuk sekolah. 10. Perlengkapan Kebersihan Anak Set perawatan diri berupa sabun mandi yang berbentuk menarik, sikat gigi lucu, atau handuk yang bertema karakter favorit anak dapat menjadi hadiah fungsional. Anda juga tinggal menyesuaikan warnanya dengan warna favorit anak. Ini akan menjadi salah satu hadiah favorit yang diterimanya ketika Lebaran. 11. Alat Musik Mini Jika anak suka dengan alat musik, Anda bisa memberi keyboard kecil, mini drum, maupun alat musik sederhana lainnya dapat membantu meningkatkan keterampilan dan kreativitas musik anak sejak dini. 12. Sukan/Permainan Luar Ruangan Rekomendasi kado Lebaran untuk anak berikutnya adalah hadiah seperti skipping rope, bola, atau set permainan outdoor. Kado ini membantu anak agar lebih aktif setelah puasa Ramadan sekaligus mengajak mereka menikmati aktivitas luar ruangan. Selain menyenangkan, aktivitas fisik juga berperan dalam mendukung tumbuh kembang anak. 13. Parcel Lebaran Spesial Rangkaian paket yang di dalamnya terdapat kombinasi mainan, buku, snack halal favorit, sampai perlengkapan ibadah dapat menjadi parcel Lebaran mengesankan dan lengkap bagi anak. 14. Set Baking Mini Anak Ini adalah hadiah kreatif sekaligus menyenangkan untuk anak yang suka memasak atau belajar membuat kue sederhana. Hadiah yang dapat berupa alat berukuran mini seperti cetakan kue, muffin up, spatula lucu, cetakan kue, dan apron dengan tema karakter favorit anak. Sudah Paham Apa Saja Kado Lebaran untuk Anak? Memberi kado Lebaran pada anak adalah cara sederhana tapi bermanfaat yang membuat momen Idul Fitri lebih berkesan bagi mereka. Kado yang penuh perhatian akan memberi kesan yang indah dalam hidupnya. Dari berbagai ide yang ada, kado berupa barang memang mudah diberikan, tetapi tidak selalu meninggalkan pengalaman mendalam. Aktivitas yang positif dan menyenangkan justru dapat menjadi alternatif kado yang lebih berkesan, karena memberi ruang bagi anak untuk bereksplorasi dan mengembangkan potensinya. Sparks Sports Academy bisa menjadi opsi yang tepat dengan menyediakan fasilitas lengkap dengan program pelatihan menyenangkan dan terstruktur, mulai dari kelas tari hingga kelas Multi Sports. Anak akan dibantu membentuk karakter positif, kerja tim, dan disiplin sejak dini sebagai investasi jangka panjang bagi tumbuh kembangnya.
6 Kursus Mengisi Liburan Anak agar Tetap Produktif
Kursus mengisi liburan anak merupakan solusi terbaik bagi orang tua yang ingin sang buah hati tetap terhibur dengan kegiatan bermakna. Anak akan memiliki aktivitas terstruktur sehingga mereka dapat memperoleh pengalaman baru. Hal ini jauh lebih baik daripada membiarkan anak menghabiskan liburan hanya dengan menonton televisi, bermain gawai terus-menerus, atau travelling tanpa tujuan edukatif yang jelas. Pola liburan semacam ini malah berisiko membuat anak kurang produktif dan rawan terbawa saat masa sekolah dimulai. Key takeaways 6 Pilihan Kursus Mengisi Liburan Anak Berikut adalah rekomendasi pilihan kursus yang bisa Anda pertimbangkan untuk mengisi liburan anak. 1. Kursus Bahasa Inggris Pada usia anak-anak, proses penyerapan bahasa berlangsung lebih cepat karena daya ingat mereka masih tajam. Mengutip Language Kids, anak yang mempelajari bahasa asing sejak dini dapat meningkatkan kemampuan kognitif, problem solving, dan meraih prestasi akademik yang lebih tinggi. Itulah mengapa mengikutsertakan mereka ke kursus bahasa Inggris dapat membantu penguasaan kosakata baru serta melatih kemampuan membaca, menulis, mendengar, serta berbicara menggunakan bahasa tersebut. Kemampuan ini akan bermanfaat untuk hidup anak ke depannya. 2. Kursus Olahraga atau Aktivitas Fisik Setelah berbulan-bulan menjalani rutinitas belajar di dalam kelas, anak dapat me-refresh diri dengan mengikuti aktivitas outdoor agar tubuh tetap sehat. Apalagi, bagi anak yang aktif bergerak, kursus olahraga atau aktivitas ini menjadi solusi paling cocok untuk menyalurkan energi secara positif. Melalui aktivitas fisik, anak bukan hanya melatih kekuatan dan ketahanan tubuh, melainkan juga nilai-nilai penting seperti disiplin, kerja sama, dan sportivitias. Beberapa contoh kelas yang bisa diikuti selama liburan antara lain basket, futsal, renang, taekwondo, dan gymnastic. Jika anak kurang cocok dengan olahraga yang intens dan kompetitif, Anda bisa mendaftarkannya ke aktivitas yang lebih ringan seperti yoga. Olahraga ini dapat membantu menjaga keseimbangan tubuh, menyehatkan badan, dan relaksasi. 3. Kursus Coding Rekomendasi kursus mengisi liburan anak yang tertarik dengan dunia teknologi adalah coding. Melalui pembelajaran coding, anak dikenalkan pada dasar-dasar logika pemrograman secara sederhana dan menyenangkan sesuai usia mereka. Kursus coding anak umumnya dirancang interaktif dengan ruang eksperimen yang luas. Anak dapat belajar membuat game sederhana atau animasi 2D menggunakan platform seperti ScratchJr atau Blockly. Mereka juga akan berlatih berpikir kritis dan memecahkan masalah agar kode yang dibuat bisa berjalan. Ketika mereka berhasil menjalankan hasil karya sesuai perintah yang dibuat sendiri, muncul rasa bangga dan motivasi untuk terus belajar serta berkreasi di bidang teknologi. Jadi, mereka tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi juga dapat membangunnya sendiri. 4. Kursus Seni Setiap anak punya bakat atau potensi yang terpendam. Untuk mengetahui apakah anak mempunyai bakat di bidang seni, Anda bisa mendaftarkannya ke kursus melukis atau kerajinan tangan selama liburan. Berbagai kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk menumbuhkan kreativitas anak sejak dini. Mereka akan belajar melukis dengan beragam teknik mulai dari pensil warna hingga cat air. Selain melukis, kursus seni juga mencakup kegiatan kerajinan tangan yang melatih anak berproses membuat karya dari bahan daur ulang. Hal ini tidak hanya memberikan ruang bagi anak untuk berpikir kreatif, tetapi juga sebagai sarana mengekspresikan diri. 5. Kursus Menari Kursus mengisi liburan anak paling tepat bagi mereka yang gemar bergerak dan mengekspresikan diri melalui irama adalah kelas menari. Kelas ini akan memberikan aktivitas fisik yang menyenangkan dan membantu memperbaiki postur tubuh menjadi lebih ideal serta melatih konsentrasi sejak dini. Anak dapat mengenal berbagai jenis tarian yang sesuai dengan minat dan usianya. Beberapa rekomendasi kelas tari yang populer adalah modern dance dan balet. Modern dance cocok untuk anak yang menyukai gerakan dinamis dan musik kekinian. Sementara balet dapat membantu anak meningkatkan kelenturan dan kepercayaan diri melalui gerakan yang elegan. Selain itu, keduanya juga dapat melatih anak untuk belajar berani tampil di depan umum. Baca juga: 7 Aktivitas Saat Liburan yang Bikin Anak Tetap Aktif Tanpa Gadget 6. Kursus Pengembangan Diri Pengetahuan yang penting bagi anak bukan hanya di ranah akademik saja. Non-akademik seperti pengembangan diri penting bagi kehidupan sosial dan emosionalnya. Selama liburan, Anda bisa mengikutsertakan anak ke kursus pengembangan diri, misalnya belajar public speaking. Melalui kelas public speaking, anak akan diajari cara untuk mendengarkan orang lain dan menyampaikan pendapatnya. Mereka juga akan belajar teknik-teknik public speaking agar lebih percaya diri saat tampil di hadapan publik. Sudah Memutuskan Kursus yang Sesuai dengan Anak? Saat memilih kursus anak selama liburan, orang tua sebaiknya mempertimbangkan minat dan karakter anak sebagai faktor utama. Perhatikan apakah anak lebih menyukai aktivitas fisik atau pembelajaran seni. Selain itu, pastikan tempat kursus yang dituju memiliki metode belajar menyenangkan, pengajar profesional, dan lingkungan yang suportif, seperti di Sparks Sports Academy (SSA). SSA menyediakan berbagai kelas seperti balet, taekwondo, gymnastic, hingga futsal yang dirancang sesuai dengan usia dan kemampuan anak. Dengan program terstruktur, SSA siap membantu anak mengisi liburan secara produktif, sehat, dan penuh pengalaman positif. Yuk, daftar sekarang!
