Lewati ke konten
Sparks Sports Academy Logo
14 Kado Lebaran untuk Anak agar Hari Raya Lebih Spesial

14 Kado Lebaran untuk Anak agar Hari Raya Lebih Spesial

Parenting

Lebaran merupakan momen penuh kebahagiaan dan selalu dinantikan anak-anak. Memberi kado Lebaran untuk anak telah menjadi tradisi yang bukan sekadar memberi kegembiraan, melainkan kesempatan mengajarkan pada mereka nilai-nilai berbagi serta apresiasi terhadap tradisi agama dan keluarga. Tidak hanya tentang THR, pilihan kado yang sesuai dapat membuat Hari Raya terasa lebih berkesan bagi anak. Melalui artikel ini, Anda akan mendapatkan beberapa ide kreatif kado Lebaran yang cocok untuk anak dari segala usia untuk membuat kebahagiaan mereka kian lengkap. Key Takeaways: Rekomendasi Kado Lebaran untuk Anak Memberi kado pada anak juga bisa menjadi bentuk nyata untuk mendukung tumbuh kembangnya. Di bawah ini deretan ide kreatif hadiah yang dapat Anda pertimbangkan: 1. Uang THR dalam Amplop Menarik Memberi Eidi atau uang saku telah menjadi tradisi umum ketika Lebaran, khususnya bagi anak-anak. Uang dapat mereka gunakan untuk membeli sesuatu yang diinginkan. Untuk membuatnya terasa lebih spesial, Anda dapat menggunakan amplop khas Lebaran maupun amplop hijau dengan gambar menarik. 2. Buku Cerita dan Edukasi Buku cerita yang isinya sesuai usia anak bisa meningkatkan minat baca dan kreativitasnya. Anda bisa memilih cerita bertema nilai-nilai kebaikan maupun kisah Islami agar menambah wawasan serta inspirasi selama Lebaran. 3. Mainan Edukatif Mainan seperti permainan strategi, puzzle, atau kit eksperimen kecil dapat menjadi kado Lebaran untuk anak yang menyenangkan. Hadiah tersebut juga mendukung dalam perkembangan keterampilan berpikir mereka. Selain itu, mainan juga dapat menjadi sumber media belajar menyenangkan ketika liburan. 4. Kit Peribadatan Tanpa terasa, menghadiahkan perlengkapan ibadah yang dibuat khusus untuk anak bisa membantumu lebih dekat untuk melaksanakan ritual keagamaan. Anda bisa memberi tasbih digital, sajadah kecil, maupun buku doa-doa anak. Hadiah ini bisa menjadi langkah yang tepat untuk mendorongnya mengenal agama Islam sejak dini. 5. Aktivitas dan Craft Kit Kit kerajinan tangan berupa origami bertema Lebaran, alat pewarnaan, atau craft box bisa menjadi hadiah yang dapat menghibur sekaligus kreatif. Bukan hanya itu, aktivitas bersama keluarga bisa mempererat hubungan ketika Hari Raya. 6. Buku Aktivitas Inspiratif Buku aktivitas Islami, buku mewarnai, maupun buku teka-teki dapat menjadi kado Lebaran untuk anak yang menarik. Anda bisa memberikannya sebagai hadiah bagi anak yang gemar belajar dan bermain. 7. Mainan Plush/Boneka Tema Lebaran Bone dengan tema Lebaran maupun mainan plush lucu kerap menjadi favorit anak-anak. Hadiah tersebut dapat menjadi teman bermain atau saat mereka tidur. Baca juga: Strategi Cerdas Memilih Mainan Anak-Anak, Aman & Berkualitas! 8. Pakaian Lebaran Spesial Baju Lebaran memang kerap menjadi hal yang dinanti anak-anak. Anda bisa memberinya pakaian dengan desain yang nyaman serta sesuai seleranya. Dengan begitu, anak akan lebih percaya diri ketika menghadiri pertemuan keluarga. 9. Kotak Makanan dan Minuman Custom Kotak makanan maupun botol minuman yang ada nama mereka atau karakter favoritnya dapat menjadi opsi yang tepat. Anak-anak bisa menggunakan hadiah tersebut bukan hanya waktu Lebaran, tapi ketika sudah masuk sekolah. 10. Perlengkapan Kebersihan Anak Set perawatan diri berupa sabun mandi yang berbentuk menarik, sikat gigi lucu, atau handuk yang bertema karakter favorit anak dapat menjadi hadiah fungsional. Anda juga tinggal menyesuaikan warnanya dengan warna favorit anak. Ini akan menjadi salah satu hadiah favorit yang diterimanya ketika Lebaran. 11. Alat Musik Mini Jika anak suka dengan alat musik, Anda bisa memberi keyboard kecil, mini drum, maupun alat musik sederhana lainnya dapat membantu meningkatkan keterampilan dan kreativitas musik anak sejak dini. 12. Sukan/Permainan Luar Ruangan Rekomendasi kado Lebaran untuk anak berikutnya adalah hadiah seperti skipping rope, bola, atau set permainan outdoor. Kado ini membantu anak agar lebih aktif setelah puasa Ramadan sekaligus mengajak mereka menikmati aktivitas luar ruangan. Selain menyenangkan, aktivitas fisik juga berperan dalam mendukung tumbuh kembang anak. 13. Parcel Lebaran Spesial Rangkaian paket yang di dalamnya terdapat kombinasi mainan, buku, snack halal favorit, sampai perlengkapan ibadah dapat menjadi parcel Lebaran mengesankan dan lengkap bagi anak. 14. Set Baking Mini Anak Ini adalah hadiah kreatif sekaligus menyenangkan untuk anak yang suka memasak atau belajar membuat kue sederhana. Hadiah yang dapat berupa alat berukuran mini seperti cetakan kue, muffin up, spatula lucu, cetakan kue, dan apron dengan tema karakter favorit anak. Sudah Paham Apa Saja Kado Lebaran untuk Anak? Memberi kado Lebaran pada anak adalah cara sederhana tapi bermanfaat yang membuat momen Idul Fitri lebih berkesan bagi mereka. Kado yang penuh perhatian akan memberi kesan yang indah dalam hidupnya. Dari berbagai ide yang ada, kado berupa barang memang mudah diberikan, tetapi tidak selalu meninggalkan pengalaman mendalam. Aktivitas yang positif dan menyenangkan justru dapat menjadi alternatif kado yang lebih berkesan, karena memberi ruang bagi anak untuk bereksplorasi dan mengembangkan potensinya.  Sparks Sports Academy bisa menjadi opsi yang tepat dengan menyediakan fasilitas lengkap dengan program pelatihan menyenangkan dan terstruktur, mulai dari kelas tari hingga kelas Multi Sports. Anak akan dibantu membentuk karakter positif, kerja tim, dan disiplin sejak dini sebagai investasi jangka panjang bagi tumbuh kembangnya.

09/01/2026 / Komentar Dinonaktifkan pada 14 Kado Lebaran untuk Anak agar Hari Raya Lebih Spesial
Baca Lebih Lanjut
6 Kursus Mengisi Liburan Anak agar Tetap Produktif

6 Kursus Mengisi Liburan Anak agar Tetap Produktif

Parenting

Kursus mengisi liburan anak merupakan solusi terbaik bagi orang tua yang ingin sang buah hati tetap terhibur dengan kegiatan bermakna. Anak akan memiliki aktivitas terstruktur sehingga mereka dapat memperoleh pengalaman baru.  Hal ini jauh lebih baik daripada membiarkan anak menghabiskan liburan hanya dengan menonton televisi, bermain gawai terus-menerus, atau travelling tanpa tujuan edukatif yang jelas. Pola liburan semacam ini malah berisiko membuat anak kurang produktif dan rawan terbawa saat masa sekolah dimulai. Key takeaways 6 Pilihan Kursus Mengisi Liburan Anak  Berikut adalah rekomendasi pilihan kursus yang bisa Anda pertimbangkan untuk mengisi liburan anak.  1. Kursus Bahasa Inggris Pada usia anak-anak, proses penyerapan bahasa berlangsung lebih cepat karena daya ingat mereka masih tajam. Mengutip Language Kids, anak yang mempelajari bahasa asing sejak dini dapat meningkatkan kemampuan kognitif, problem solving, dan meraih prestasi akademik yang lebih tinggi.  Itulah mengapa mengikutsertakan mereka ke kursus bahasa Inggris dapat membantu penguasaan kosakata baru serta melatih kemampuan membaca, menulis, mendengar, serta berbicara menggunakan bahasa tersebut. Kemampuan ini akan bermanfaat untuk hidup anak ke depannya. 2. Kursus Olahraga atau Aktivitas Fisik Setelah berbulan-bulan menjalani rutinitas belajar di dalam kelas, anak dapat me-refresh diri dengan mengikuti aktivitas outdoor agar tubuh tetap sehat. Apalagi, bagi anak yang aktif bergerak, kursus olahraga atau aktivitas ini menjadi solusi paling cocok untuk menyalurkan energi secara positif.  Melalui aktivitas fisik, anak bukan hanya melatih kekuatan dan ketahanan tubuh, melainkan juga nilai-nilai penting seperti disiplin, kerja sama, dan sportivitias. Beberapa contoh kelas yang bisa diikuti selama liburan antara lain basket, futsal, renang, taekwondo, dan gymnastic.  Jika anak kurang cocok dengan olahraga yang intens dan kompetitif, Anda bisa mendaftarkannya ke aktivitas yang lebih ringan seperti yoga. Olahraga ini dapat membantu menjaga keseimbangan tubuh, menyehatkan badan, dan relaksasi.  3. Kursus Coding Rekomendasi kursus mengisi liburan anak yang tertarik dengan dunia teknologi adalah coding. Melalui pembelajaran coding, anak dikenalkan pada dasar-dasar logika pemrograman secara sederhana dan menyenangkan sesuai usia mereka.  Kursus coding anak umumnya dirancang interaktif dengan ruang eksperimen yang luas. Anak dapat belajar membuat game sederhana atau animasi 2D menggunakan platform seperti ScratchJr atau Blockly. Mereka juga akan berlatih berpikir kritis dan memecahkan masalah agar kode yang dibuat bisa berjalan. Ketika mereka berhasil menjalankan hasil karya sesuai perintah yang dibuat sendiri, muncul rasa bangga dan motivasi untuk terus belajar serta berkreasi di bidang teknologi. Jadi, mereka tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi juga dapat membangunnya sendiri. 4. Kursus Seni Setiap anak punya bakat atau potensi yang terpendam. Untuk mengetahui apakah anak mempunyai bakat di bidang seni, Anda bisa mendaftarkannya ke kursus melukis atau kerajinan tangan selama liburan.  Berbagai kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk menumbuhkan kreativitas anak sejak dini. Mereka akan belajar melukis dengan beragam teknik mulai dari pensil warna hingga cat air.  Selain melukis, kursus seni juga mencakup kegiatan kerajinan tangan yang melatih anak berproses membuat karya dari bahan daur ulang. Hal ini tidak hanya memberikan ruang bagi anak untuk berpikir kreatif, tetapi juga sebagai sarana mengekspresikan diri.  5. Kursus Menari Kursus mengisi liburan anak paling tepat bagi mereka yang gemar bergerak dan mengekspresikan diri melalui irama adalah kelas menari. Kelas ini akan memberikan aktivitas fisik yang menyenangkan dan membantu memperbaiki postur tubuh menjadi lebih ideal serta melatih konsentrasi sejak dini.  Anak dapat mengenal berbagai jenis tarian yang sesuai dengan minat dan usianya. Beberapa rekomendasi kelas tari yang populer adalah modern dance dan balet.  Modern dance cocok untuk anak yang menyukai gerakan dinamis dan musik kekinian. Sementara balet dapat membantu anak meningkatkan kelenturan dan kepercayaan diri melalui gerakan yang elegan. Selain itu, keduanya juga dapat melatih anak untuk belajar berani tampil di depan umum.  Baca juga: 7 Aktivitas Saat Liburan yang Bikin Anak Tetap Aktif Tanpa Gadget 6. Kursus Pengembangan Diri Pengetahuan yang penting bagi anak bukan hanya di ranah akademik saja. Non-akademik seperti pengembangan diri penting bagi kehidupan sosial dan emosionalnya. Selama liburan, Anda bisa mengikutsertakan anak ke kursus pengembangan diri, misalnya belajar public speaking.  Melalui kelas public speaking, anak akan diajari cara untuk mendengarkan orang lain dan menyampaikan pendapatnya. Mereka juga akan belajar teknik-teknik public speaking agar lebih percaya diri saat tampil di hadapan publik.  Sudah Memutuskan Kursus yang Sesuai dengan Anak? Saat memilih kursus anak selama liburan, orang tua sebaiknya mempertimbangkan minat dan karakter anak sebagai faktor utama. Perhatikan apakah anak lebih menyukai aktivitas fisik atau pembelajaran seni.  Selain itu, pastikan tempat kursus yang dituju memiliki metode belajar menyenangkan, pengajar profesional, dan lingkungan yang suportif, seperti di Sparks Sports Academy (SSA). SSA menyediakan berbagai kelas seperti balet, taekwondo, gymnastic, hingga futsal yang dirancang sesuai dengan usia dan kemampuan anak.  Dengan program terstruktur, SSA siap membantu anak mengisi liburan secara produktif, sehat, dan penuh pengalaman positif. Yuk, daftar sekarang!

09/01/2026 / Komentar Dinonaktifkan pada 6 Kursus Mengisi Liburan Anak agar Tetap Produktif
Baca Lebih Lanjut
Main Character Syndrome: Ketika Anak Menganggap Dirinya Pusat Perhatian

Main Character Syndrome: Ketika Anak Menganggap Dirinya Pusat Perhatian

Parenting

Mom/Dad pernah tidak melihat anak yang selalu mendramatisir apa saja, selalu mencari perhatian, atau sering ingin divalidasi oleh anak-anak? Jika pernah, ini bisa menjadi anak menganggap dirinya sebagai karakter penting di lingkungan rumah atau sekolah. Kondisi ini dikenal dengan main character syndrome, sebuah istilah psikologis yang bisa memengaruhi perkembangan anak. Jika syndrome ini tidak segera ditangani, maka anak akan mengalami gangguan psikis yang memengaruhi mental anak kedepannya. Apa itu Main Character Syndrome pada Anak Menurut definisi Direktur Klinik Cannectd Wellness, Shari B. Kaplan, LCSW, Main Character Syndrome (MCS) adalah pola pikir seseorang yang mendeskrisikan dirinya adalah “protagonis” dalam kehidupan dan terkadang mengabaikan orang disekitarnya. Shari melanjutkan bahwa hal ini bisa menurunkan rasa empati dan kesadaran terhadap orang lain. Dalam konteks anak, kondisi ini bukan gangguan mental klinis, tetapi pola pikir dan perilaku yang terbentuk dari lingkungan, pola asuh, serta paparan gadget yang berlebih. Baca juga: Apa itu ADHD pada Anak? Kenali Ciri, Penyebab dan Cara Merawatnya! Ciri-Ciri Main Character Syndrome pada Anak Mom/Dad bisa mengenali ciri-ciri saat anak mengalami main character syndrome seperti: Anak yang tidak dilatih empati sejak dini berisiko memiliki masalah relasi sosial di masa depan. Cara Menangani Anak dengan Main Character Syndrome Main character syndrome berpotensi anak memiliki hubungan sosial yang tidak sehat, ekspektasi yang tidak realistis, kurang empati, dan masalah harga diri kedepannya. Oleh karena itu, Mom/Dad bisa menanganinya dengan cara: 1. Tumbuhkan Kesadaran Diri Anak Mom/Dad bisa membantu anak untuk memahami antara percaya diri dan sifat egoisnya. Mom/Dad bisa memberi pengertian seperti bagaimana tindakan anak akan memengeruhi orang lain. 2. Ajari Berorganisasi Mom/Dad bisa mengajari anak untuk berorganisasi seperti belajar bekerja sama, bermain bersama, dan melatih rasa empatinya di dalam kelompok. Ini membuat anak lebih terbuka sudut pandangnya. 3. Kurangi Penggunaan Gadget Terlalu terpapar gadget bisa membuat anak tidak bisa membedakan mana yang asli atau yang hanya dalam cerita. Mom/Dad bisa berdiskusi dengan anak untuk memberinya jadwal menggunakan gadget. 4. Bangun Karakter Anak Bantu anak untuk membangun karakternya yang berfokus pada nilai-nilai penting atau prestasi, bukan pada validasi eksternal. Main character syndrome pada anak bukanlah hal negatif, tetapi menjadi tanda bahwa Mom/Dad harus mendampingi anak supaya lebih terarah. dengan pola asuh yang tepat, anak bisa tumbuh percaya diri tanpa kehilangan empati. Keseimbangan antara rasa percaya diri dan kepedulian adalah kunci kesehatan mental anak jangka panjang..

09/01/2026 / Komentar Dinonaktifkan pada Main Character Syndrome: Ketika Anak Menganggap Dirinya Pusat Perhatian
Baca Lebih Lanjut
Apa itu ADHD pada Anak? Kenali Ciri, Penyebab dan Cara Merawatnya!

Apa itu ADHD pada Anak? Kenali Ciri, Penyebab dan Cara Merawatnya!

Parenting

Ketika melihat anak terlalu aktif dan sulit untuk tenang di rumah atau di sekolah, pastinya Mom/Dad merasa khawatir atas perilakunya tersebut. Hal itu tidak bisa dianggap remeh karena anak berisiko mengalami ADHD. ADHD pada anak bisa memengaruhi prestasi belajar, hubungan sosial, dan percaya dirinya jika tidak ditangani dengan tepat. Mom/Dad wajib mengetahui apa itu ADHD, gejala, penyebab, dan bagaimana cara merawatnya! Apa itu ADHD pada Anak? Dilansir dari Kemenkes, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada anak adalah gangguan psikiatrik anak yang ditunjukan dengan sulit inatensi, hiperaktif, dan impulsif. Gangguan ini biasanya muncul pada anak berusia di bawah 12 tahun, dan beberapa anak bisa dilihat gejalanya pada usia 3 tahun. Gejala ADHD pada Anak Anak dengan ADHD, memiliki gejala-gejala seperti hiperaktif, impulsif, dan inatensi yang sering. Berikut adalah klasifikasinya: Penyebab ADHD pada Anak Dilansir dari Centers of Disease Control and Prevention, penyebab utama ADHD pada anak berasal dari genetik. Namun, terdapat beberapa penyebab lain seperti: Baca juga: Kenali 7 Jenis Gangguan Mental Anak Beserta Penyebabnya Cara Merawat ADHD pada Anak Merawat anak dengan ADHD membutuhkan pendekatan secara keseluruhan, mulai dari keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan. Berikut beberapa langkah yang bisa Mom/Dad lakukan: 1. Terapi Perilaku Anak dengan ADHD bisa diterapi secara kognitif atau terapi berbasis sekolah agar anak bisa belajar strategi mengelola impulsivitas dan meningkatkan keterampilan sosial. 2. Terapi Pengobatan Terdapat dua jenis terapi pengobatan, yaitu stimulan dan non-stimulan. dilansir dari Kemenkes, pengobatan stimulan bisa menjadi pilihan pertama karena meningkatkan konsentrasi dan mengurangi impulsif, seperti dextroamphetamine dan metilfenidat. Sedangkan pengobatan non-stimula biasanya bekerja lebih lambat tetapi efekna bertahan lebih lama, seperti atomoxetine atau clonidine. 3. Dukungan Pendidikan Anak-anak dengan ADHD memerlukan dukungan tambahan di sekolah. Ini bisa berupa kelas yang disesuaikan dengan anak, strategi tertentu dalam pembelajaran, atau dukungan dari pihak sekolah. 4. Dukungan Keluarga Lingkungan keluarga adalah peran penting dalam mendukung emosional praktis kepada anak ADHD. Membuat rutinitas yang konsisten, memberikan pujian dan dorongan, serta menjadi contoh baik bisa membantu anak mengatasi kesulitan mereka. ADHD pada anak bukan sekedar “anak nakal” atau “kurang disiplin”. Ini adalah gangguan psikis yang nyata dan memengaruhi cara anak berpikir, bertindak, dan belajar setiap hari. Dengan memahami segala faktor dari ADHD, Mom/Dad bisa membantu anak tumbuh optimal tanpa merasa terhambat oleh gejala ADHD

09/01/2026 / Komentar Dinonaktifkan pada Apa itu ADHD pada Anak? Kenali Ciri, Penyebab dan Cara Merawatnya!
Baca Lebih Lanjut
7 Cara Membatasi YouTube untuk Anak Agar Tontonannya Sesuai

7 Cara Membatasi YouTube untuk Anak Agar Tontonannya Sesuai

Parenting

YouTube menjadi platform video paling populer bagi anak usia 0-8 tahun, dengan rata-rata lebih dari satu jam penggunaan per hari. Namun, tahukah orang tua cara membatasi Youtube untuk Anak? Melansir PMC, Lebih dari 80% orang tua melaporkan anak mereka menonton YouTube, padahal penggunaan media yang berlebihan di usia dini bisa memengaruhi perkembangan. Maka dari itu, Anda perlu membatasi agar kegiatan menonton tetap aman dan bermanfaat. Adapun caranya bisa Anda simak lewat penuturan di bawah ini! Key Takeaways Cara Membatasi YouTube untuk Anak Mengatur YouTube agar anak menonton konten yang tepat menjadi tanggung jawab penting bagi orang tua. Apalagi, anak-anak cenderung penasaran dan mudah terpapar video yang kurang sesuai usianya. Berikut beberapa strategi untuk membatasi YouTube bagi anak yang bisa diterapkan dengan mudah di rumah. 1. Gunakan Aplikasi YouTube Kids Salah satu cara paling aman adalah menggunakan aplikasi YouTube Kids. Aplikasi ini memang dibuat khusus untuk anak-anak karena kontennya yang sudah melewati pengkurasian sesuai usia. Anda bisa membuat profil anak, menentukan kategori usia, dan mengatur jenis video yang bisa diakses.  Ada juga fitur kode sandi sehingga anak tidak bisa mengubah pengaturan sendiri. Dengan cara ini, orang tua bisa membatasi YouTube untuk anak tanpa harus terus-menerus mengawasi setiap video yang mereka tonton. 2. Aktifkan Mode Terbatas (Restricted Mode) Ini termasuk cara membatasi YouTube untuk anak yang efektif tanpa menghapus akses sepenuhnya. Jika anak menggunakan YouTube biasa, fitur Mode Terbatas membantu menyaring video yang mengandung kekerasan, bahasa kasar, atau konten dewasa.  Anda dapat mengaktifkannya melalui ponsel maupun komputer. Jadi, anak tetap bisa menonton video favoritnya, tapi konten yang tidak pantas secara otomatis tidak akan muncul. 3. Tetapkan Jadwal dan Durasi Menonton Jurnal “Pola Komunikasi Orangtua dan Anak dalam Penggunaan Aplikasi YouTube” menunjukkan bahwa orang tua yang efektif biasanya menetapkan durasi dan jadwal menonton untuk anak. Misalnya, anak hanya boleh menonton YouTube selama 30-60 menit setelah menyelesaikan belajar atau tugas harian. Jadwal yang jelas akan membantu anak memahami waktu penggunaan layar dan membuat aktivitas menonton lebih terkontrol. Lewat strategi ini, komunikasi orang tua-anak menjadi lebih aktif karena anak memahami batasan dan aturan penggunaan YouTube. 4. Buat Akun Keluarga dan Kontrol Orang Tua Cara selanjutnya menggunakan akun keluarga yang memudahkan pengaturan konten sesuai usia anak. Membuat akun Google khusus anak memungkinkan orang tua mengatur akses ke aplikasi YouTube.  Melalui Family Link, Anda bisa menyesuaikan profil anak, memblokir konten yang tidak pantas, dan menentukan apakah anak hanya boleh menonton YouTube Kids atau YouTube biasa dengan pengawasan. 5. Dampingi Anak Saat Menonton Orang tua yang menonton video bersama anak bisa memberikan arahan, menjelaskan konten yang kurang jelas, dan menekankan nilai positif dari video tersebut. Cara membatasi YouTube untuk anak melalui pendampingan akan membuat anak lebih kritis dalam memilih video. Selain itu, cara ini dapat memperkuat komunikasi dan interaksi dalam keluarga. Anak belajar menilai konten dengan bimbingan orang tua, bukan sekadar menonton tanpa arahan. 6. Buat Playlist dan Subscribe Channel Aman Menyusun playlist khusus anak juga dapat mempermudah kontrol konten. Orang tua dapat menambahkan video yang sudah dinilai aman dan sesuai dengan minat anak, misalnya video edukasi, lagu anak, atau tutorial kreatif. Selain itu, berlangganan channel khusus anak juga membantu menyaring video yang muncul di rekomendasi. Cara ini akan membantu membatasi YouTube untuk anak sekaligus membuat pengalaman menonton lebih bermanfaat. 7. Gunakan Safe Search dan Parental Control Selain pengaturan di YouTube, fitur Safe Search di Google dapat membantu menyaring konten video yang tidak pantas saat anak mencari informasi melalui browser. Kemudian, parental control pada perangkat juga memungkinkan orang tua menetapkan durasi menonton dan jenis konten yang dapat kita akses. Dengan kombinasi kontrol YouTube, Safe Search, dan pengawasan rutin, anak dapat menonton video dengan lebih aman. Cara membatasi YouTube secara menyeluruh ini dapat memberi rasa aman bagi orang tua dan mendorong anak mengonsumsi konten yang sesuai. Baca juga: 3 Dampak dan Cara Mengendalikan Screentime pada Anak Batasi Youtube untuk Anak untuk Pemilihan Konten yang Positif! Cara membatasi YouTube untuk anak di atas akan membuat anak menonton konten yang aman dan tepat usia. Jika melakukan pengawasan, mengatur playlist, hingga aktif mendampinginya, Anda juga dapat memastikan si kecil berselancar di dunia digital dengan positif, sambil membangun komunikasi yang baik di rumah. Selain itu, Sparks Sports Academy menghadirkan pengalaman seru untuk anak usia 1-7 tahun untuk mendukung tumbuh kembang mereka secara holistik melalui aktivitas fisik, sensorik, dan permainan edukatif. Anak-anak dapat belajar sambil bermain, menstimulasi tujuh indera, mengasah keterampilan sosial, motorik, dan kognitif.  Dengan adanya kelas terstruktur dan pengawasan ahli, Sparks Sports Academy bisa menjadi pilihan kegiatan yang aman, kreatif, dan mendidik. Hal tersebut tentu sejalan dengan upaya Anda membatasi YouTube untuk anak dan memaksimalkan pengalaman belajar yang menyenangkan. Ayo, daftarkan si kecil dari sekarang

08/01/2026 / Komentar Dinonaktifkan pada 7 Cara Membatasi YouTube untuk Anak Agar Tontonannya Sesuai
Baca Lebih Lanjut

Paginasi pos

Sebelumnya 1 … 20 21 22 … 73 Berikutnya
Tema Royal Elementor Kit dibuat oleh WP Royal.