Meskipun lebih sering terjadi pada orang dewasa, tidak sedikit juga anak tidur ngorok yang dapat muncul karena banyak faktor. Sebagian bersifat sementara, namun bila berlangsung terus-menerus, bisa menandakan gangguan napas saat tidur. Lantas, apa saja penyebab dan apa yang harus Anda lakukan untuk mengatasinya? Key Takeaways: Penyebab Anak Tidur Ngorok Adapun penyebab dari anak mendengkur saat tidur adalah sebagai berikut. 1. Pembesaran Amandel dan Adenoid Ketika anak mendengkur, pembesaran amandel dan adenoid bisa jadi penyebabnya. Kedua jaringan ini berada di belakang mulut dan area atas belakang hidung, bekerja sebagai garda pertama tubuh saat menghadapi infeksi. Ketika ukurannya membesar, aliran udara menjadi sempit dan getaran jaringan meningkat. Kondisi ini sering berujung pada operasi pengangkatan amandel dan adenoid, terutama bila keluhan mendengkur terus muncul dan mengganggu tidur. IDAI juga menjelaskan bahwa pembesaran tonsil dan adenoid adalah faktor risiko utama OSAS pada anak. OSAS terjadi ketika saluran napas bagian atas tersumbat sehingga napas berhenti atau melemah berulang kali selama tidur. Anak dengan AHI > 5 sendiri dikategorikan mengalami OSAS. 2. Sumbatan Saluran Napas Atas Ketika flu, pilek, atau alergi datang, hidung anak lebih mudah tersumbat. Mereka pun cenderung akan bernapas lewat mulut, situasi ini akhirnya membuat suara dengkuran muncul. Pada kasus anak tidur ngorok satu ini, secara umum fasenya hanya bersifat sementara. Namun, bila keluhan sering berulang, Anda perlu memeriksakan kondisi alergi atau sinusitis yang mungkin menahannya. 3. Obesitas Bobot tubuh yang berlebih akan menambah jaringan lemak di sekitar leher. Jalan napas menjadi sempit dan anak lebih sering mengeluarkan suara dengkuran saat tidur. Studi menyebutkan bahwa anak obesitas memiliki risiko lebih besar mengalami OSAS, dan pada rentang usia 10-12 tahun, angka kejadiannya dapat mencapai 38,2%. 4. Kelainan Tulang Hidung (Septum Deviasi) Anak dengan septum deviasi atau tulang pemisah lubang hidung yang bengkok, lebih sulit mendapatkan aliran udara yang lapang. Karena udara tidak mengalir dengan baik melalui hidung, mereka akan mengalihkan pernapasan lewat mulut. Ini membuat suara anak tidur ngorok semakin jelas terdengar. Kondisi ini pun hanya bisa Anda pastikan melalui pemeriksaan dokter, baik dengan kamera kecil maupun pemindaian tambahan. 5. Asma Dalam studi pada 974 anak usia prasekolah yang disebutkan KlikDokter, sekitar 10,5% mengalami dengkuran lebih dari empat kali per minggu, dan 28% di antaranya menderita asma. Asma memang dapat menyebabkan jalan napas lebih sempit. Akibatnya, anak akan berusaha menarik napas lebih kuat, getaran inilah yang memicu dengkuran. Pada beberapa kasus, lendir dari saluran napas atas dapat masuk ke paru-paru dan memicu serangan asma saat tidur. 6. Obstructive Sleep Apnea (OSA) Pada beberapa anak, mendengkur bukan sekadar suara keras, tetapi tanda henti napas berulang. Anak dengan OSA sendiri cenderung tidur gelisah, posisi kepalanya mendongak, tubuh melengkung, dan sering mengompol. Mereka juga mudah lelah di siang hari dan kurang fokus di sekolah. OSAS juga memiliki spektrum mulai dari primary snoring hingga kondisi berat yang memerlukan pemeriksaan polisomnografi. Baca juga: Anak Susah Tidur Malam – Alasan, Penyebab, dan Cara Atasinya Cara Mengatasi Anak Tidur Ngorok Di bawah ini adalah cara yang bisa Anda lakukan agar anak tidak mendengkur saat tidur. 1. Mengubah Posisi Tidur Anak yang tidur telentang lebih mudah mendengkur karena bagian belakang lidah dan uvula bergerak ke belakang. Jadi, menggeser posisi tidur ke samping dapat membantu melegakan napas. 2. Melembabkan Udara Kamar Humidifier dapat membantu meringankan hidung tersumbat dan membuat udara lebih nyaman dihirup. Kondisi ini sangat bermanfaat pada anak yang mendengkur karena pilek atau alergi. 3. Menjaga Berat Badan Tetap Sehat Anak dengan berat badan berlebih lebih rentan mendengkur karena saluran napasnya lebih sempit. Anda pun bisa mengatur pola makan dan meningkatkan aktivitas harian untuk membantu mengurangi frekuensi anak tidur ngorok. 4. Menyingkirkan Pemicu Alergi Bulu boneka, bantal bulu, atau debu yang menumpuk bisa memicu respons alergi dan menyulitkan pernapasan. Karena itu, sebaiknya kamar anak secara rutin membantu mengurangi frekuensi si kecil tidur mendengkur. 5. Menggunakan Air Purifier Pada anak dengan alergi atau sensitivitas napas, air purifier dapat membantu menyaring debu dan polen. Sehingga kualitas udara di kamar anak akan lebih baik. 6. Penanganan Medis Bila Diperlukan Bila mendengkur berlangsung terus-menerus, dokter dapat mengevaluasi OSA, memeriksa ukuran tonsil-adenoid, atau mempertimbangkan tindakan tonsiloadenoidektomi. Penggunaan kortikosteroid intranasal selama 4-8 minggu juga bisa mengecilkan tonsil atau adenoid sebelum tindakan operasi. Jangan Biarkan Anak Tidur Ngorok! Gangguan seperti mendengkur dapat membuat kualitas tidur anak jadi kurang baik. Namun, dengan mengenali pemicunya, Anda bisa mengambil langkah yang tepat agar pernapasan mereka kembali nyaman. Selain itu, jaga tubuh si kecil agar tetap bugar dan memiliki emosi stabil dengan mengandalkan Sparks Sports Academy Anak akan berkembang optimal ketika tubuhnya bugar, emosinya stabil, dan lingkungannya aman untuk bereksplorasi. Menyadari hal tersbeut, Sparks Sports Academy menyediakan kelas gymnastic, dance, ballet, hingga taekwondo untuk membangun kepercayaan diri sekaligus mengasah motorik halus dan kasar. Kelas pun dibagi berdasarkan usia agar setiap anak menikmati pengalaman belajar yang menyenangkan dan sesuai tahap perkembangannya. Ayo, daftarkan si kecil di Sparks Sports Academy membantu mereka tumbuh sehat, aktif, dan percaya diri setiap hari!
Apa yang Dimaksud dengan Babymoon? Manfaat dan Tipsnya!
Di tengah perjalanan kehamilan yang penuh perubahan dan tantangan, wajar jika Anda dan pasangan merindukan waktu tenang berdua. Apalagi mengingat rutinitas pemeriksaan kehamilan, persalinan, hingga persiapan kedatangan anggota keluarga baru yang pasti melelahkan. Karena itu babymoon hadir sebagai momen istimewa. Liburan sebelum persalinan ini akan memberikan momen tak terlupakan khususnya untuk first time parents yang mungkin memiliki tekanan batin di masa kehamilan yang tidak mudah. Lantas, apa saja manfaatnya? Bagaimana dengan tips agar liburan tetap aman untuk bumil? Simak selengkapnya di sini! Key Takeaways: Apa itu Babymoon? Babymoon adalah perjalanan singkat atau liburan ringan yang dilakukan pasangan sebelum menyambut kelahiran buah hati. Pada umumnya, kegiatan liburan ini dilakukan saat trimester kedua kehamilan atau ketika kondisi ibu biasanya lebih nyaman dan stabil. Istilah ini juga dapat Anda ibaratkan sebagai “honeymoon kedua”. Namun, suasananya jauh lebih hangat dan sarat makna karena menjadi waktu terakhir Anda menikmati momen berdua sebelum fokus berpindah pada sang buah hati. Tentu saja, liburan sebelum persalinan juga memiliki tujuan emosional dan psikologis yang penting. Contohnya seperti memperkuat hubungan pasangan, menciptakan ketenangan bagi ibu hamil, dan membangun suasana positif sebelum memasuki fase persalinan. Baca juga: Mengenal Newborn: Ciri, Perilaku, & Tantangan Merawatnya Mengapa Babymoon Penting? Selama kehamilan, tubuh dan emosi ibu akan mengalami banyak perubahan. Anda mungkin merasa sensitif, cepat lelah, atau mudah cemas. Di sinilah manfaat liburan akan terasa sangat berarti. Berikut beberapa manfaatnya. 1. Mengurangi Stres dan Ketegangan Perubahan hormon selama kehamilan dapat membuat Anda lebih mudah cemas dan stres. Namun, lewat liburan ini, Anda dapat menikmati lingkungan baru yang lebih rileks. Contohnya seperti ke pantai, pegunungan, atau sekadar staycation di hotel yang tenang. 2. Membangun Koneksi Emosional dengan Pasangan Berdasarkan penelitian dari laman Gottman, dua dari tiga pasangan mengalami penurunan kepuasan dalam hubungan dalam tiga tahun setelah memiliki bayi. Sedangkan kunci dari satu pasangan yang dapat bertahan adalah ikatan hubungan yang kuat dan memiliki manajemen konflik yang sehat. Selain itu, seperti yang Anda tahu, kehamilan seringkali membuat pasangan fokus pada hal-hal teknis, seperti biaya persalinan, perlengkapan bayi, atau jadwal kontrol. Karena itu, babymoon dapat memberi ruang untuk bercerita, tertawa, dan saling menguatkan sehingga Anda dan pasangan lebih terhubung secara emosional. 3. Memberi Waktu untuk Istirahat Tubuh ibu hamil membutuhkan banyak istirahat, sedangkan liburan akan memberikan kesempatan bagi Anda untuk tidur lebih nyenyak, makan lebih nyaman, serta menikmati suasana damai. Momen ini juga bisa menjadi jeda penting sebelum energi Anda tercurah pada proses persalinan dan merawat bayi. Tips Aman Melakukan Babymoon untuk Ibu Hamil Agar momen liburan berjalan nyaman, aman, dan tetap menyenangkan, berikut tipa yang harus Anda perhatikan. 1. Pilih Destinasi yang Tidak Terlalu Jauh Utamakan lokasi yang jaraknya tidak memerlukan perjalanan panjang. Destinasi dengan waktu tempuh satu hingga tiga jam juah lebih ideal agar Anda tidak terlalu kelelahan. Selain itu, melansir HelloSehat, sebaiknya Anda sering-sering melakukan peregangan saat perjalanan dan hindari menahan untuk buang air kecil. Tujuannya untuk mengurangi bengkak pada kaki dan pembentukan gumpalan darah. 2. Konsultasi ke Dokter Sebelum Berangkat Dilansir dari Babycenter, liburan sebaiknya Anda lakukan pada trimester kedua kehamilan, yaitu sekitar minggu ke-14 hingga ke-28. Sebab, pada masa itu, kondisi ibu sudah stabil, risiko komplikasi relatif lebih rendah dan perut belum terlalu besar sehingga Anda lebih nyaman saat beraktivitas. Meski begitu, keputusan tetap harus mempertimbangkan kondisi kesehatan ibu. Coba tanyakan ke dokter apakah kondisi Anda memang memungkinkan untuk bepergian. Dokter pasti akan memberi saran terbaik, seperti obat yang aman dibawa, aktivitas yang boleh dilakukan, hingga langkah darurat jika terjadi sesuatu. 3. Hindari Aktivitas Fisik yang Terlalu Berat Ketika melakukan babymoon, nikmati aktivitas ringan saja. Beberapa kegiatan yang dapat Anda lakukan adalah jalan santai, berenang ringan, menikmati spa khusus ibu hamil, atau sekadar bersantai di tepi kolam. 4. Jaga Asupan Nutrisi dan Keamanan Diri Meski sedang liburan, Anda tetap perlu memperhatikan pola makan. Pilih makanan yang aman bagi ibu hamil dan pastikan minum cukup air untuk mencegah dehidrasi. Selain itu, bawa vitamin, bantal kecil untuk tidur, dan catatan kontrol kehamilan. Jika perlu cari tahu lokasi rumah sakit terdekat di sekitar tempat liburan jika terjadi kondisi darurat. Sudah Tahu Apa Itu Babymoon? Masa kehamilan memang membawa kebahagiaan besar, namun rasa lelah dan stres pasti tetap ada. Karena itu, menyisakan sedikit waktu untuk babymoon sama sekali tidak salah dan setiap calon orang tua layak mendapatkannya. Namun, ingat, saat perjalanan baru sebagai orang tua dimulai, anak biasanya mulai aktif untuk belajar berjalan, memegang benda, hingga eksplorasi lingkungan. Pada fase inilah, memberikan ruang aman untuk bergerak, bermain, dan mengembangkan kemampuan motorik sangat penting. Itulah mengapa Sparks Sports Academy bisa menjadi pilihan luar biasa bagi Anda. Sebab, setiap program kelasnya dirancang khusus sesuai kelompok usia. Melalui berbagai aktivitas menyenangkan, si kecil dapat belajar keseimbangan, koordinasi, keberanian, dan interaksi sosial. Tertarik untuk mendaftarkan buah hati?
5 Tanda Bayi Kurang ASI dan Cara Mengatasinya
Tahukah Ibu, bahwa tanda bayi kurang ASI tidak selalu terlihat dari tangisan saja? Banyak sinyal halus yang sebenarnya dapat membantu orang tua memahami apakah si kecil sudah mendapatkan cukup nutrisi. Apa saja tandanya? Bagaimana cara mengatasinya agar buah hati tetap tumbuh dengan optimal? Yuk, simak! Key Takeaways: 5 Tanda Bayi Kurang ASI Di bawah ini adalah beberapa ciri ketika si kecil kekurangan ASI. 1. Frekuensi Pipis Berkurang Salah satu tanda si kecil kurang ASI yang paling mudah Anda perhatikan ada pada pola pipisnya. Menurut HelloSehat, ketika asupan lancar, bayi biasanya mengeluarkan 6-8 popok basah dalam sehari. Jika jumlahnya lebih sedikit, bisa saja mereka belum mendapatkan cairan yang cukup. Bila urinnya tampak lebih gelap atau muncul noda merah bata, Anda juga perlu lebih waspada karena bisa terkait dengan dehidrasi ringan. 2. Rewel Setelah Menyusu Bayi yang cukup minum biasanya terlihat rileks, kadang seperti tertidur pulas dalam “milk drunk moment”. Bila terjadi sebaliknya, seperti menangis, gelisah, atau terus mencari payudara, itu dapat menjadi tanda bayi kekurangan ASI. Dalam beberapa kasus, bayi akan tampak menyusu terus-menerus, namun tidak pernah terlihat puas. Ini bisa terjadi karena aliran ASI yang belum optimal atau pelekatan yang kurang tepat. 3. Berat Badan Tidak Bergerak Naik Di awal kelahirannya, bayi memang akan turun berat badan. Namun, setelah dua minggu, berat badan bayi seharusnya mulai bergerak naik secara bertahap. Bila grafik pertumbuhannya datar, ini termasuk tanda bayi kurang ASI yang perlu Anda cek lebih detail. NHS juga menyebutkan bahwa kenaikan stabil setelah dua minggu adalah sinyal bahwa bayi menerima cukup air susu ibu. 4. Tidak Terdengar Suara Menelan Selama menyusu, bayi biasanya mulai dengan isapan cepat lalu berubah menjadi sedotan teratur dengan jeda kecil karena ia menelan. Jadi, Anda bisa melihat atau mendengar proses menelan ketika ASI mengalir dengan baik. Bila suara menelan jarang atau tidak ada sama sekali, kondisi ini bisa jadi tanda, terutama bila gerakan mulutnya hanya berupa isapan cepat tanpa ritme menelan. 5. Payudara Tetap Terasa Penuh Ketika proses menyusu berjalan lancar, payudara biasanya terasa lebih ringan setelah sesi selesai. Bila payudara Anda masih terasa penuh walaupun bayi sudah menyusu cukup lama, ini bisa berkaitan dengan pelekatan yang kurang pas sehingga ia tidak bisa mengosongkan payudara dengan optimal. Cara Mengatasi Bayi Kurang ASI Setelah mengetahui tanda bayi kurang ASI, berikut merupakan beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya. 1. Perbaiki Posisi dan Pelekatan Pelekatan yang baik akan membuat aliran ASI lebih optimal dan membantu bayi mengosongkan payudara dengan benar. Pastikan mulutnya menutupi puting dan areola, dengan bibir mengarah keluar. Banyak masalah seperti suplai rendah dapat tertangani lebih cepat bila pelekatan diperbaiki sejak awal. 2. Menyusu Lebih Sering Agar dapat membantu memenuhi asupan dan mengurangi kemungkinan munculnya tanda bayi kurang ASI, beri kesempatan menyusu lebih sering, setidaknya 8 hingga 12 kali dalam sehari. Bila bayi mudah tertidur, Anda dapat perlahan membangunkannya tiap dua jam untuk kembali menyusu. 3. Kontak Kulit dan Respons Lapar Lebih Awal Skin-to-skin dapat membantu tubuh Anda melepas hormon yang memicu aliran ASI lebih lancar. Cara ini juga membuat Anda lebih mudah mengenali tanda lapar anak sebelum ia menangis, seperti mencari payudara atau membuka mulut. 4. Ekspresikan ASI Bila Diperlukan La Leche League International menyarankan teknik hand expressing bila Anda merasa bayi belum mendapatkan cukup ASI. Hasil perahan bisa Anda berikan dengan sendok kecil ataucup feeding. Metode ini dapat sekaligus merangsang produksi ASI agar meningkat dan membantu mengurangi tanda kekurangan yang mungkin muncul saat bayi belum mampu menyusu secara efektif. 5. Makan dan Minum yang Cukup Cairan dan makanan bergizi berpengaruh besar pada aliran ASI. Ibu sebaiknya memilih makanan tinggi protein, sayur, buah, serta lemak sehat. Selain itu, cukupi kebutuhan minum sepanjang hari, terutama saat merasa haus atau setelah menyusu. Kebiasaan ini akan membantu tubuh tetap bertenaga dan menjaga produksi ASI tetap mengalir tanpa hambatan. Sudah Tahu Apa Saja Tanda Bayi Kurang ASI? Mengenali tanda si kecil kekurangan ASI akan membantu Ibu merespons lebih cepat agar kebutuhan nutrisi si kecil tetap terpenuhi. Ketika Ibu bisa membaca sinyal tubuhnya dengan lebih jeli, proses menyusui pun terasa lebih tenang, hangat, dan penuh rasa percaya diri. Selain itu, jika orang tua ingin mendukung tumbuh kembang si kecil secara menyeluruh, Sparks Sports Academy dapat menjadi tempat yang aman dan menyenangkan, serta mampu menstimulasi anak. Melalui program khusus untuk perkembangan sensorik, sosial-emosional, dan motorik, Sparks Sports Academy akan memberikan pengalaman belajar yang positif dalam lingkungan suportif. Ayo, bangun rasa percaya diri dan kebiasaan bergerak yang sehat di tempat yang tepat!
5 Daftar Film Dewasa Berkedok Kartun Anak: Sangat Tidak Aman Ditonton
Kartun yang terlihat lucu dan penuh warna memang cocok untuk anak. Tapi nyatanya tidak semua film kartun anak baik untuk dikonsumsi. Banyak kartun yang mengandung unsur dewasa dan berbahaya bagi pertumbuhan perilaku anak nantinya. Oleh karena itu, Mom/Dad perlu lebih selektif lagi dalam memilih kartun anak yang benar-benar aman, bukan hanya dari tampilannya saja. Bahaya Tontonan yang Tidak Tepat bagi Anak Anak-anak, terutama di usia dini, masih belum mampu memproses mana konten yang menghibur dan mana yang berbahaya. Saat mereka menonton kartun yang tidak sesuai dengan usianya, dampaknya bisa sangat memengaruhi perkembangannya seperti: Inilah yang terjadi pada anak Mom/Dad jika tidak menyeleksi kartun anak. Kesalahan dalam memilih bisa berdampak negatif pada perkembangan mental dan perilaku anak. Daftar Tontonan yang Berbahaya untuk Anak Terdapat kartun yang tampak seperti kartun anak dan tidak memiliki konten negatif, tapi memiliki konten kekerasan dan sangat dewasa. Berikut adalah film kartun yang sangat tidak cocok untuk anak-anak karena mengandung adegan dewasa. 1. GoipMan Anims Channel YouTube ini menampilakn animasi dengan gaya visual cerah dan karakter mirip kartun anak. Namun, isi kontennya kebanyakan humor gelap, kekerasan berlebihan, dan tema dewasa. Tampilan “imut” yang ditayangka bisa mengundang anak untuk menontonnya, yang padahal sangat tidak ramah anak sekali. 2. Porky Story Akun animasi yang ada di Instagram dengan format video pendek ini mengandung konten sindiran seksual, bahasa kasar, dan humor dewasa. Walau terlihat seperti kartun anak biasa, cerita yang ditawarkan sangatlah berbahaya bagi anak. 3. Sausage Part Ini adalah salah satu film dewasa yang menyerupai kartun anak. Visual mirip animasi keluarga, tapi kontennya mengandung adegan kekerasan, seksualitas, dan penggunaan bahasa yang kotor. Film ini sangat tidak disarankan untuk ditonton anak. 4. The Simpsons Kartun ini sangat populer dan sudah ada sejak lama. The Simpsons adalah kartun yang berisi komedi satir yang hanya bisa dimengerti oleh orang dewasa. Kartun yang terlihat cocok untuk anak-anak ini nyatanya berisi humor kasar, sarkasme, perkataan kotor, dan sindiran terhadap isu-isu sosial, politik, dan agama. 5. Happy Tree Firends Kartun ini menampilkan karakter hewan lucu dengan visual yang menggemaskan. Namun, Mom/Dad jangan terkecoh dengan tampilan “lucu” nya. Kartun ini menayangkan adegan kekerasan ekstrem dan eksplisit. Efek jika anak menonton kekerasan adalah adanya trauma visal atau emosional pada anak. Anak-anak bisa meniru dan menganggap kekerasan adalah hal yang wajar. Tidak semua kartun anak aman untuk ditonton. Banyak kartun yang dibuat khusus untuk orang dewasa dengan visual yang bisa menipu anak-anak. Mom/Dad harus selalu menyelekasi tontonan untuk anak. Baca juga: 10 Rekomendasi Kartun Anak Beserta Tips Memilih Kartun yang Aman dan Edukatif Tips agar Anak Terhindar dari Konten Berbahaya Tumbuh kembang otak dan psikologis anak sangat dipengaruhi oleh apa yang ia lihat dan dengar. Oleh karena itu, peran Mom/Dad sangatlah penting dalam memilih kartun yang akan ditonton anak. Saat akan atau sedang menonton film atau tayangan di layar kaca dengan anak, Mom/Dad bisa melakukan hal berikut ini agar anak tidak terpapar konten berbahaya. Tonton Dahulu Sebelum memperbolehkan anak menonton kartun, Mom/Dad harus mengecek dan menontonnya terlebih dahulu untuk melihat apakan kartunya aman untuk anak. Gunakan Fitur Parental Control Banyak perangkat dan aplikasi menyediakan fitur pengawasan orang tua khususnya pada tontonan anak. Hal ini dapat membantu untuk membatasi dan memblokir konten yang tidak sesuai dengan usia anak agar aman saat menonton kartun. Dampingi Anakn saat Menonton Pendampingan dari Mom/Dad sangat penting, terutama untuk anak usia dini. Temani anak saat menonton film kartun, jelaskan padanya alur cerita yang ditanya, dan bantu mereka membedakan adegan yang baik dan buruk. Di era digital, tidak semua kartun benar-benar aman untuk anak. Banyak film dan animasi dewasa yang sengaja atau tidak sengaja menyerupai kartun anak. Peran orang tua sangat penting untuk menyaring, mendampingi, dan mengarahkan anak agar tumbuh dengan tontonan yang sehat, aman, dan edukatif.
Ganti Popok Berapa Jam Sekali? Ini Panduan Lengkapnya
Di bulan-bulan awal, bayi membutuhkan penggantian popok yang cukup sering, sehingga wajar bila orang tua sering bingung menentukan kapan harus mengganti dan kapan bisa menunggu. Lantas, sebaiknya ganti popok berapa jam sekali? Kapan waktunya? Jangan bingung! Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini! Key Takeaways: Ganti Popok Berapa Jam Sekali? Demi memahami ritme harian bayi, Anda bisa melihat pola Buang Air Kecil (BAK) dan Buang Air Besar (BAB). Poin–poin di bawah ini menjadi acuan sebelum menentukan ganti popok berapa jam sekali. Selain itu, mengutip KlikDokter, kulit bayi 30% lebih tipis dari orang dewasa. Karena sangat rentan terhadap gesekan, lembab, dan kotoran, ritme penggantian popok tidak boleh terlalu jarang. Risiko Jika Terlalu Lama Tidak Mengganti Popok Kulit bayi mudah bereaksi terhadap kondisi lembab. Ketika popok dibiarkan terlalu lama, kelembaban bercampur bakteri dari urine dan feses dapat memicu ruam. Kondisi seperti kemerahan, perih, dan kulit mengelupas biasanya muncul setelah gesekan berlangsung terus-menerus. Penelitian dalam Jurnal Surya Medika pun memperlihatkan kaitan yang jelas antara durasi pemakaian popok dan munculnya ruam. Studi observasional terhadap 30 bayi tersebut menunjukkan bahwa semakin lama popok tidak diganti, semakin tinggi risiko kulit bayi mengalami ruam. Oleh karena itu, penelitian tersebut menyarankan durasi pemakaian tidak lebih dari empat jam untuk mencegah iritasi. Tanda Telat Ganti Popok pada Bayi Ketika ritme ganti popok berapa jam sekali tidak Anda jaga dengan baik, masalah tidak hanya muncul pada kulit, tetapi juga pada kenyamanan bayi. Bayi bisa lebih mudah rewel karena rasa perih atau gatal pada area yang tertutup popok. Gesekan popok yang basah pun membuat area sekitar genital terasa panas. Pada beberapa kasus, bau tidak sedap muncul lebih cepat karena kotoran menempel terlalu lama. Kondisi ini membuat bayi sulit tidur tenang, sehingga jadwal menyusu dan istirahat ikut terganggu. Gejala yang sering terlihat antara lain sebagai berikut. Cara Mengenali Waktu Mengganti Popok yang Tepat Jika sudah ganti popok berapa jam sekali, lalu kapan menggantinya? Berikut beberapa cara untuk menentukan kapan mengganti popok bayi. 1. Tanda bayi mulai tidak nyaman Beberapa bayi menunjukkan ekspresi tertentu ketika popoknya mulai penuh. Ada yang meringis, ada yang menggeliat, dan sebagian langsung menangis. Jika Anda melihat pola ini, penggantian tidak perlu menunggu jadwal. 2. Sinyal dari popok Pada popok sekali pakai, garis indikator basah dapat membantu Anda mengetahui kapan popok mulai penuh. Sesaat setelah garis berubah warna, popok umumnya sudah cukup lembab untuk diganti. Langkah ini membantu Anda menjaga kulit tetap kering, terutama pada bayi yang sensitif terhadap kelembaban. 3. Reaksi kulit Jika muncul bercak kemerahan, ini menandakan kulit tidak nyaman. Anda bisa memperpendek interval ganti popok berapa jam sekali agar kulit tetap bernapas dan tidak terus terkena gesekan. Langkah Mengganti Popok dengan Benar Setelah menentukan pola ganti popok berapa jam sekali, berikut langkah mengganti yang dapat Anda ikuti. Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Baby Led Weaning? Ini Penjelasannya! Sudah Tahu Harus Ganti Popok Berapa Jam Sekali? Mengganti popok menjadi rutinitas penting demi memberi rasa aman dan nyaman. Selain itu, ketika pola penggantian popok sudah teratur, hari-hari akan terasa lebih ringan karena orang tua tahu kapan harus bertindak dan apa yang harus diprioritaskan. Namun, seperti halnya perawatan dasar yang konsisten, stimulasi fisik dan sensorik juga berperan penting dalam perkembangan anak. Di Sparks Sports Academy, setiap kelas yang tersedia akan membantu anak bereksplorasi melalui gerak, bermain, dan interaksi positif. Selain itu, lingkungannya aman, hangat, dan mendorong kepercayaan diri. Jika ingin memberi anak pengalaman yang membangun perkembangan di usia emasnya, book free trial dan lihat manfaatnya secara langsung!
