Sebagai ibu bekerja, pernahkah bayi Anda mengalami reverse cycling yang bisa mengganggu aktivitas di siang hari? Jika hal ini terus Anda biarkan, maka akan berpengaruh pada pola menyusui yang umumnya lebih sering pada siang hari, tetapi terbalik di malam hari. Mengutip Lactamo, kondisi ini seringkali membuat ibu kewalahan. Pasalnya, bayi lebih suka menyusu pada malam hari daripada siang hari. Ini adalah kondisi normal pada bayi dalam tahap perkembangannya meskipun di sisi lain ada anggapan bahwa bayi sedang memanipulasi atau orang tua sedang membangun kebiasaan buruk. Key Takeaways Mengapa Reverse Cycling Bisa Terjadi? Perubahan pola menyusu ini seringkali terjadi pada bayi yang memasuki beberapa minggu pertama kehidupannya, yaitu sekitar usia 4-5 bulan. Namun, terkadang bayi mengalami hal serupa dengan tiba-tiba sering terbangun pada malam hari dalam keadaan lapar. Pada fase ini, bayi semakin sadar dengan lingkungan dan mudah terdistraksi, sehingga lebih suka menyusu pada malam hari karena suasana lebih tenang tanpa gangguan seperti saat siang. Pada orang tua bekerja yang sibuk, bayi mengalami penyesuaian pola menyusu secara alami sesuai kebutuhan mereka. Mereka menyusu lebih singkat di siang hari kemudian mengganti kekurangannya pada malam hari. Ini yang membuat ibu seringkali kewalahan karena harus begadang dan waktu tidur berkurang. Apalagi siklus produksi ASI dalam sehari akan mengikuti waktu lapar bayi. Tentu, ketika ibu bekerja selama delapan jam sehari, pola menyusui juga akan mengikuti. Selain itu, kondisi ini bisa terjadi karena bayi terbiasa tidur sambil disusui. Ini menyebabkan mereka sering terbangun setiap 2 jam dan mengharapkan disusui kembali untuk tidur. Bisa juga karena durasi tidur si kecil lebih panjang saat siang hari, sehingga ketika malam tiba, mereka masih terjaga untuk mengejar kebutuhan susunya. Atau, mereka mengalami lonjakan pertumbuhan pesat yang membuat kebutuhan susu hariannya meningkat. Tubuh mereka membutuhkan lebih banyak energi untuk mendukung pertumbuhan, sehingga memerlukan lebih banyak asupan. Sementara yang sering terjadi adalah adanya perubahan rutinitas, seperti pengasuh atau orang tua kembali bekerja, bayi mulai masuk daycare hingga belajar tidur mandiri. Namun, perlu diingat bahwa seringkali penyebab reserve cycling berasal dari kombinasi beberapa faktor, bukan satu saja. Cara Menangani Reverse Cycling pada Bayi Anda bisa melihat ciri-ciri bayi mengalami reserve cycling ketika ada jeda waktu panjang siang hari untuk menyusu, tetapi bayi mau minum susu sedikit saja. Sedangkan saat malam hari, mereka sering bangun dan bisa didiamkan dengan disusui sampai kenyang. Jika Anda mengalami ini, jangan panik! Begini cara menanganinya. 1. Prioritaskan Menyusu pada Siang Hari Utamakan memberikan nutrisi cukup pada bayi saat siang hari agar mereka tidak menyusu berlebihan di malam hari. Bayi yang kebutuhannya tercukupi sepanjang hari memiliki kemungkinan kecil untuk bangun di malam hari. Anda bisa memastikan tidak adanya distraksi selama menyusui di siang hari dan berikan asupan kalori sesuai kebutuhan. Jika Anda bekerja, susun jadwal pumping secara konsisten, yaitu setiap 2-3 jam untuk menjaga ketersediaan ASI. Anda pun bisa mengedukasi pengasuh tentang pentingnya memberi asupan cukup untuk bayi saat mereka terjaga sebelum masuk waktu tidur malam. Kebiasaan ini harus terjadwal tidak hanya saat bayi rewel. Cara ini akan mengurangi bayi terbangun di malam hari untuk menyusu. 2. Waktu Tidur Siang Cukup Tidur siang bisa membantu mencegah bayi terlalu lelah yang mana berpengaruh pada berkurangnya waktu makan bayi. Membiasakan bayi untuk tidur siang sangat berkontribusi pada jadwal makan sehingga mereka mendapat asupan kalori yang cukup selama terjaga. Tidur siang juga bisa memperbaiki suasana hati si kecil agar tidak mudah rewel. Istirahat cukup di siang hari membantu menjaga berat badan mereka. Anak yang siklus tidurnya kurang cenderung mudah merasa lapar sehingga berpotensi meningkatkan risiko obesitas. 3. Pastikan Pelekatan Benar Saat direct breastfeeding (DBF) alias menyusui langsung, pastikan pelekatan sudah tepat agar menyusu lebih efektif. Sesuaikan posisi bayi dengan memastikan dagu menempel pada payudara, mulut bayi terbuka lebar, dan sebagian besar areola bagian bawah masuk ke mulut bayi. DBF yang benar bisa memaksimalkan pemberian ASI dan meningkatkan produksinya. Cara ini bisa membantu si kecil mendapat cukup nutrisi saat menyusu dan tidak setengah-setengah, sehingga mengurangi potensi terbangun pada malam hari. 4. Lakukan Sleep Training Sleep training adalah mengajarkan bayi bahwa mereka memiliki jam tidur yang teratur dan konsisten. Anda bisa perlahan-lahan menghentikan pemberian susu di malam hari dan memaksimalkannya pada saat bayi terjaga di siang hari. Cara sederhana adalah kenalkan perbedaan siang dan malam pada bayi secara konsisten. Beri pemahaman bahwa siang adalah waktu beraktivitas, sementara malam hari saatnya istirahat. Hindari terlalu lama berada di tempat gelap saat siang hari karena itu bisa membuat bayi bingung. Atasi Reverse Cycling dengan Metode Tepat Reverse cycling pada bayi adalah hal normal dan bisa Anda atasi dengan mengatur ulang jam makan dan jam tidurnya. Semuanya harus dilakukan secara konsisten agar kebutuhan asupan bayi tetap terjaga tanpa mengganggu istirahat Anda. Di samping asupan nutrisi, Anda juga wajib memberikan pendidikan terbaik, salah satunya dengan melatih stimulasi sensoriknya. Sparks Sports Academy adalah solusi tepat untuk masa depan si kecil, di mana menawarkan metode pembelajaran yang dapat melatih ketujuh indera melalui aktivitas fisik. Yuk, daftar sekarang!
10 Rekomendasi Playground untuk Anak dan Harganya
Pernah merasa anak cepat bosan di rumah, minta gadget, lalu akhirnya tantrum karena kurang bergerak? Banyak orang tua ingin anak bermain bebas, tetapi juga khawatir soal keamanan dan pengaruh lingkungan. Di tengah banyaknya pilihan tempat bermain, tidak semua benar-benar playground yang sesuai untuk anak usia 1-7 tahun. Ada yang terlihat menarik, tetapi kurang aman, ada juga yang seru namun tidak memberi stimulasi yang dibutuhkan anak. Artikel ini hadir untuk membantu orang tua memilih playground yang tepat, tempat anak bisa bermain dengan gembira, bergerak aktif, dan belajar bersosialisasi tanpa membuat orang tua cemas. Karena bermain seharusnya bukan sekadar menghabiskan waktu, tapi menjadi bagian penting dari tumbuh kembang anak. Jenis Playground Berikut ini jenis playground yang bisa mom-dad coba. Playground Indoor Playground indoor biasanya berada di dalam mall atau bangunan tertutup dengan fasilitas bermain yang dirancang aman untuk anak. Jenis playground ini cocok saat cuaca tidak mendukung atau orang tua ingin area bermain yang lebih terkontrol. Manfaat playground indoor adalah kebersihan yang lebih terjaga, alat bermain yang empuk, serta pengawasan yang relatif mudah. Namun, kekurangannya anak memiliki ruang gerak terbatas dan minim paparan lingkungan luar seperti cahaya matahari atau interaksi alam. Playground Outdoor Playground outdoor berada di ruang terbuka seperti taman kota atau area khusus bermain luar ruangan. Anak bisa berlari, memanjat, dan bergerak lebih bebas tanpa batas ruang yang sempit. Kelebihan playground outdoor adalah stimulasi motorik yang lebih kaya dan kesempatan bersosialisasi lebih luas. Kekurangannya, orang tua perlu lebih waspada terhadap cuaca, keamanan area, dan kepadatan pengunjung. Kriteria Playground yang Ramah Anak Playground yang baik bukan hanya soal seru, tetapi juga aman dan sesuai tahap perkembangan anak. Orang tua perlu lebih selektif agar waktu bermain benar-benar memberi manfaat. Beberapa kriteria playground ramah anak: Playground yang memenuhi kriteria ini membantu anak bermain dengan aman, sementara orang tua bisa lebih tenang saat mendampingi. Rekomendasi Playground untuk Anak Berikut ini rekomendasi playground untuk anak yang sudah dirangkum oleh Sparks. 1. Kidzooona – Jakarta (Rp60.000–100.000) Kidzooona menyediakan playground indoor dengan berbagai wahana motorik dan permainan peran. Anak dapat bergerak aktif sambil belajar berinteraksi dengan teman sebaya dalam lingkungan yang aman. 2. Playparq Kemang – Jakarta (Rp50.000-100.000) Playparq Kemang menawarkan playground dengan konsep eksplorasi dan aktivitas fisik ringan. Area bermainnya mendorong anak bergerak bebas dan melatih keberanian sejak dini. 3. Playtopia – Gandaria City, Jakarta (Rp100.000-200.000) Playtopia menghadirkan playground modern dengan alat bermain yang dirancang untuk menstimulasi motorik dan imajinasi. Anak bisa melompat, merangkak, dan mengeksplorasi ruang dengan aman. 4. Indoor Playground 3R – Cariu, Bogor (Rp25.000-30.000) Playground ini cocok untuk keluarga yang mencari tempat bermain sederhana dan terjangkau. Anak dapat bermain bebas sambil melatih koordinasi dan keseimbangan tubuh. 5. Wahana Bocil – Cileungsi, Bogor (Rp15.000-30.000) Wahana Bocil menghadirkan playground ramah anak dengan alat bermain dasar. Tempat ini mendukung interaksi sosial dan aktivitas fisik ringan. 6. Milkyverse – Depok (Rp50.000-100.000) Milkyverse menawarkan playground bertema unik dengan area lompat dan permainan aktif. Anak dapat menyalurkan energi sekaligus melatih kontrol tubuh. 7. Happy Kiddy – Depok Town Square (Rp40.000-90.000) Happy Kiddy merupakan playground indoor yang cocok untuk anak usia dini. Wahana warna-warni membantu anak bergerak aktif dan mengenal lingkungan sosial. 8. PlayScape – Supermal Karawaci, Tangerang (Rp80.000-250.000) PlayScape menghadirkan playground dengan wahana fisik seperti trampolin dan area panjat ringan. Aktivitasnya membantu anak melatih kekuatan dan keberanian. 9. Kidzooona – Grand Galaxy Park, Bekasi (Rp70.000-160.000) Kidzooona Bekasi menawarkan playground indoor yang luas dan aman. Anak dapat bermain aktif sambil mengembangkan kemampuan sosial. 10. Kidzlandia – Summarecon Mall Bekasi (±Rp100.000) Kidzlandia menyediakan playground dengan berbagai alat bermain motorik. Cocok untuk anak yang membutuhkan aktivitas fisik di dalam ruangan. Alternatif Playground yang Lebih Terarah untuk Anak Playground umum memang menyenangkan, tetapi sering kali aktivitasnya bersifat bebas tanpa tujuan perkembangan yang jelas. Anak bermain sebentar, lalu cepat bosan atau kelelahan tanpa stimulasi yang konsisten. Di usia 1–7 tahun, anak sebenarnya membutuhkan aktivitas fisik yang lebih terstruktur namun tetap menyenangkan. Aktivitas berbasis permainan dengan pendampingan yang tepat membantu anak melatih motorik, fokus, dan kemampuan sosial secara bertahap. Di sinilah kelas olahraga anak berbasis permainan menjadi alternatif playground yang lebih terarah. Sparks Sports Academy hadir sebagai contoh tempat anak bisa bergerak aktif dengan aman, dipandu coach profesional, dan disesuaikan dengan tahap tumbuh kembangnya. Pilih playground yang bukan hanya seru, tapi juga membantu anak tumbuh lebih sehat, percaya diri, dan aktif sejak dini.
8 Daftar Barang yang Harus Ada di List Perlengkapan Bayi!
Bagi seorang ibu, fase hamil hingga melahirkan merupakan hal yang membahagiakan sekaligus mendebarkan. Berbagai macam persiapan pasti sudah dimulai dari jauh-jauh hari, termasuk dengan menyediakan berbagai perlengkapan bayi. Lantas, apa saja benda dan kebutuhan yang perlu Anda siapkan? Yuk, simak daftarnya berikut ini! Key Takeaways: 8 Daftar Perlengkapan Bayi Paling Penting Berikut beberapa perlengkapan yang sebaiknya dipersiapkan oleh orang tua untuk menyambut kelahiran buah hati. 1. Popok dan Perlengkapan Ganti Popok tentu ada di urutan pertama perlengkapan yang harus ada di rumah. Terdapat dua jenis popok yang dapat Anda pilih, yaitu popok sekali pakai atau popok kain yang dapat dicuci dan dipakai kembali. Menurut alodokter, Anda juga perlu memahami bahwa popok bayi harus Anda ganti sebanyak 10-12 kali dalam sehari. Apabila memilih menggunakan popok kain, Anda dapat menggunakan popok berbahan lembut, seperti katun dan dilengkapi dengan tali atau velcro. Namun, Anda sebaiknya tetap menyetok popok sekali pakai untuk digunakan saat bepergian keluar rumah atau digunakan saat malam hari agar tidak sering mengganti. Selain popok, Anda juga perlu menyiapkan perlengkapan ganti lain. Meliputi waslap atau sarung tangan lembut, tisu basah, alas yang kedap air, krim ruam popok, bola-bola kapas, dan tempat sampah atau wadah khusus popok kotor. 2. Pakaian Bayi Lengkap Pastikan Anda memilih pakaian bayi yang praktis, namun tetap lembut, elastis, menyerap keringat, dan nyaman untuk bayi. Sebaiknya gunakan pakaian yang berbahan katun karena sifat bahannya yang lembut, serta pilih ukuran pakaian yang pas dengan bayi. Selain itu, usahakan untuk memilih pakaian dengan kancing di depan untuk memudahkan saat mengganti pakaian. Perlengkapan bayi berupa topi, kaus kaki, dan sarung tangan sekitar 3 hingga 4 pasang juga penting. Tujuannya untuk menjaga bayi dari udara dingin serta mencegahnya menggaruk dan melukai dirinya sendiri. 3. Perlengkapan Tidur Bayi Tidak hanya perlengkapan berupa pakaian yang sebaiknya Anda siapkan, setidaknya satu set perlengkapan tidur juga wajib ada. Beberapa barang yang wajib ada adalah ranjang atau kasur khusus bayi, sprei lembut, kelambu, bantal, guling, perlak untuk alas jika bayi mengompol, selimut khusus bayi, dan kain bedong. 4. Perlengkapan Menyusui Perlengkapan satu ini tidak wajib untuk Anda beli semuanya, tetapi sebaiknya siapkan karena siapa tahu dapat berguna untuk kegiatan sehari-hari dalam menyusui bayi. Beberapa yang sebaiknya Anda beli adalah botol bayi, alat pembersih botol, termos, wadah dan pompa ASI, bra menyusui, nursing apron, burp cloth atau celemek gumoh, nursing pad, dan celemek bayi. 5. Alat Kebersihan dan Mandi Bayi Kebersihan bayi tentu perlu diperhatikan dengan ekstra, sebab kekebalan tubuh mereka lebih lemah dan rentan untuk terkena penyakit. Karena itu, perlengkapan bayi berupa alat kebersihan dan alat mandi bayi wajib Anda beli. Meliputi bak mandi, handuk, perlak, sabun dan shampo, gunting kuku khusus bayi, sisir kecil, dan earbud. 6. Mainan untuk Bayi Mengutip Sri Lanka Journal of Child Health, aktivitas bermain sangat penting karena berkontribusi pada kognitif, fisik, sosial, dan emosional anak. Mainan pun dapat menjadi media utamanya. Selain itu, pada bayi berusia 0-6 bulan, fungsi indra penglihat dan pendengar mulai berkembang, bayi pun senang melihat dan mengikuti gerak benda. Namun, Anda perlu tahu bahwa pada bayi baru lahir, kemampuan melihatnya cukup terbatas serta cukup sensitif terhadap cahaya dan warna mencolok. Bayi biasanya lebih tertarik dengan benda yang berbunyi. Karena itu, mainan kerincingan bisa jadi pilihan. Anda juga bisa membeli teether, cermin bayi, dan buku sensorik. 7. Detergen untuk Bayi Demi menghindarkan bayi dari alergi kimia, Anda juga perlu memperhatikan detergen atau produk pencuci pakaian yang aman untuk bayi. Sebab, kulit bayi cenderung halus dan sensitif pada bahan kimia yang ada pada detergen yang biasa Anda gunakan. 8. Tas Khusus Barang Bayi Benda satu ini tentu akan sangat penting dan memudahkan Anda saat bepergian. Tas berguna untuk membawa berbagai perlengkapan lain, seperti popok, tisu basah, botol minum, hingga beberapa pakaian ganti. Apakah Perlengkapan Bayi Anda Sudah Terpenuhi? Sebagai orang tua, tentu Anda ingin mempersiapkan yang terbaik untuk si kecil. Namun, semua kembali pada kebutuhan dan kemampuan. JIka memang beberapa barang terasa tidak perlu, tidak harus memaksakan diri. Tentu saja, selain persiapan barang, Anda wajib memperhatikan tumbuh kembang anak. Jika ingin mempersiapkan si kecil agar tumbuh di lingkungan yang suportif, Sparks Sports Academy bisa jadi solusi. Merupakan tempat bermain sekaligus belajar, anak dalam mengeksplorasi ketujuh panca indra untuk mendukung perkembangan kognitif, sosial, emosional, serta fisik di Sparks Sports Academy. Berbagai kegiatan yang tersedia meliputi balet, taekwondo, sensory and phonics, basket, futsal, dan masih banyak lagi. Anda pun bisa memilih aktivitas fisik sesuai dengan minat anak. Ayo, daftar free trial lebih dulu untuk melihat bagaimana peran Sparks Sports Academy dalam pertumbuhan anak!
5 Tips Memilih Baju Tidur Bayi agar Tidur Lebih Nyenyak
Memilih baju tidur bayi yang tepat sangatlah penting karena dapat memengaruhi kualitas tidur si kecil. Baju tidur yang baik adalah baju yang bisa mengatur suhu tubuh bayi, mencegah iritasi kulit, serta memberikan rasa aman dan nyaman. Beberapa faktor yang harus orang tua pertimbangkan adalah jenis bahan, ukuran, dan desainnya. Key Takeaways Cara Memilih Baju Tidur Bayi yang Nyaman Tidak sedikit orang tua yang masih sembarangan ketika membeli pakaian untuk bayi. Mereka tanpa sadar mengorbankan kualitas dan kenyamanan bayi karena tergiur harga murah. Lantas, bagaimana cara memilih baju tidur bayi yang tepat? Ikuti tips-tips berikut! 1. Pilih Bahan yang Aman dan Nyaman Tips pertama berkaitan dengan pemilihan bahan. Pilihlah baju berbahan alami seperti katun yang teksturnya halus, lembut, dan mampu menyerap keringat; atau katun organik yang bebas dari bahan kimia berbahaya. Anda juga bisa pilih baju yang terbuat dari serat bambu, yang mana bahannya lebih dingin, anti bakteri, dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit bayi yang sensitif. Hindari bahan sintetis seperti polyester, nilon, spandek, atau jenis lainnya yang pembuatannya melalui proses kimiawi. Sebab, melansir Klikdokter, bahan-bahan sintetis tersebut umumnya mengandung bahan kimia keras. Sehingga, baju dapat memicu reaksi alergi atau iritasi kulit hingga gangguan pernapasan. 2. Sesuaikan dengan Suhu Ruangan Pemakaian baju tidur yang tidak sesuai dengan suhu ruangan akan menyebabkan bayi kepanasan atau kedinginan. Menurut Healthy Children, kepanasan dapat meningkatkan risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau sindrom kematian bayi mendadak. Sebab, sistem pengaturan suhu tubuh pada bayi di bawah 6 bulan belum matang. Jadi, ketika suhu sedang hangat atau panas, pilihlah baju tidur bayi berbahan katun atau bambu yang memiliki karakteristik ringan, halus, menyerap keringat, dan breathable. Sehingga, panas dan kelembapan (keringat) dapat keluar dari tubuh bayi, lalu membantu tubuh bayi mendingin secara alami. Sedangkan pada suhu dingin, jangan beri baju berlapis-lapis, selimut tebal, dan topi karena justru membuat bayi kepanasan. Oleh karenanya, cukup berikan baju tidur berbahan hangat seperti fleece atau sleepsuit dengan penutup kaki dan sleep sack, sebagai pengganti bedong, untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil. 3. Perhatikan Desain yang Praktis Desain baju tidur bayi yang praktis akan memudahkan Anda saat menggantikan baju atau popok. Jadi, pilihlah baju yang memiliki kancing di bagian depan atau resleting dua arah, yang berguna saat mengganti popok tanpa perlu membuka seluruh baju tidur. Sehingga, menjaga bayi tetap hangat dan tidak mengganggu tidurnya. Selanjutnya, pilihlah model baju jumper atau jumpsuit karena dapat menutupi sebagian besar tubuh bayi. Lalu, hindari baju dengan aksesoris seperti pita, renda, tali, atau kancing besar yang bisa tertelan, melukai atau mencekik bayi, dan membuatnya tidak nyaman. 4. Pastikan Ukuran Tepat Tips berikutnya adalah pastikan ukuran baju tidur pas, tidak terlalu longgar dan tidak terlalu ketat. Sebelum membeli, ukur panjang dan lebar badan bayi terlebih dahulu. Lalu, sesuaikan pada tabel ukuran dari produsen atau penjual. Hal ini karena seringkali ukuran baju tidak sesuai dengan usia, tapi tergantung berat dan tinggi badan bayi. Bagian celah leher juga harus fleksibel, artinya tidak terlalu sempit karena berisiko mencekik dan tidak bisa memasukkan kepala bayi. Serta, tidak terlalu longgar karena berisiko menutupi wajah, khususnya hidung dan mulut bayi, yang bisa meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak. 5. Cek Label Keamanan Terakhir, jangan lupa untuk selalu memeriksa label produknya. Pada baju bayi yang berkualitas tinggi, biasanya tertera label SNI (Standar Nasional Indonesia) dan/atau Oeko-Tex Standard 100. Standar tersebut menjamin kesehatan dan keselamatan bagi bayi yang memakainya. Melansir laporan BSN, standarisasi pemerintah Indonesia terkait tekstil adalah SNI 7617:2013. Di dalamnya tercantum persyaratan batas kandungan zat warna azo, formaldehida, dan logam yang terekstraksi pada kain untuk pakaian bayi. Dengan begitu, bayi terhindar dari zat karsinogenik tersebut. Sedangkan Oeko-Tex Standard 100 adalah sertifikasi internasional yang menjamin bahwa setiap komponen pakaian (benang, kancing, resleting, dan label) telah diuji dengan lebih dari 100 jenis zat berbahaya. Tujuannya untuk memastikan tidak ada zat berbahaya yang masuk ke kulit pengguna. Dukung Tumbuh Kembang Anak di Sparks Sports Academy Memilih baju tidur bayi memang terlihat mudah. Namun, Anda juga harus mempertimbangkan faktor-faktor di atas, karena akan berdampak pada kenyamanan dan kesehatan bayi. Pakaian yang nyaman membuat bayi dapat tidur pulas tanpa gangguan, sehingga kualitas tidur semakin baik, begitu pula fisik dan mentalnya. Untuk mendukung tumbuh kembang anak, ajaklah mereka mengikuti berbagai aktivitas seru di Sparks Sports Academy, yang merupakan pusat edukasi olahraga untuk anak berusia 1-7 tahun. Akademi ini menawarkan berbagai kelas seperti taekwondo, senam, tari, balet, futsal, basket, dan sensori guna melatih motorik, kognitif, dan sosial anak. Spark Sports Academy juga menyediakan pendampingan profesional, fasilitas yang bersih dan nyaman, serta menawarkan sesi free trial untuk calon murid. Melalui berbagai olahraga dan aktivitas yang menyenangkan, anak Anda akan tumbuh aktif, percaya diri, dan berkembang secara optimal.
8 Tips Aman Membuat Bayi Tidur di Kereta saat Bepergian
Bepergian jauh bersama bayi menggunakan kereta api bisa menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Namun, salah satu tantangan terbesar yang perlu orang tua tahu sebelum keberangkatan adalah memastikan bayi tidur di kereta dengan nyaman selama perjalanan. Jika Anda mengkhawatirkan hal ini, Anda datang ke tempat yang tepat! Ada beberapa tips atau hack sederhana yang bisa memastikan kenyamanan bayi selama di kereta, lho. Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini! Key Takeaways Tips agar Bayi Tidur di Kereta dengan Nyaman Merangkum dari berbagai laman parenting ternama, berikut ini adalah beberapa tips mudah yang bisa membuat bayi tidur di kereta dengan nyaman selama perjalanan. 1. Pilih Jadwal Perjalanan Sesuai Jam Tidur Bayi Tips pertama agar bayi bisa tidur di kereta adalah sesuaikan dan pilih jadwal keberangkatan kereta yang berdekatan dengan jam tidur siang atau tidur malam bayi. Dengan begitu, ritme alami tubuhnya tetap terjaga sehingga ia lebih mudah merasa rileks dan mengantuk selama perjalanan. Selain membantu bayi cepat terlelap, cara ini juga membuat perjalanan terasa lebih nyaman karena bayi tidak dipaksa tidur di luar jadwal rutinnya. 2. Pastikan Kondisi Bayi Sebelum Berangkat Memastikan kondisi bayi sebelum keberangkatan juga membantu bayi tidur di kereta dengan mudah. Kondisi yang dimaksud terkait dengan kenyamanan bayi, meliputi memastikan bayi sudah kenyang, popok dalam keadaan bersih, dan sudah bersendawa. Jika semua kondisi tersebut sudah terpenuhi, bayi akan lebih mudah tertidur pulas. 3. Memilih Tempat Duduk yang Tepat Pemilihan tempat duduk juga bisa membantu bayi tidur dengan mudah dan nyaman selama perjalanan. Anda sebaiknya mengambil atau memesan tempat duduk di tengah gerbong. Pasalnya, menurut Jurnal JRSMI Universitas Brawijaya, tempat duduk di tengah gerbong biasanya lebih stabil dan minim guncangan, sehingga kenyamanan tidur bayi bisa terjaga. 4. Membuat Lingkungan Tidur Mirip Rumah Membuat lingkungan tidur seperti rumah bisa memberi rasa tenang dan nyaman kepada bayi, sehingga membuatnya mudah tertidur. Anda bisa coba membawa beberapa perlengkapan yang identik dengan keseharian tidur bayi, seperti selimut atau mainan favoritnya. 5. Kenakan Pakaian yang Nyaman dan Selimut Suhu dalam gerbong kereta biasanya lebih dingin daripada suhu normal ruangan, khususnya di malam hari. Oleh karena itu, sebaiknya pakaikan bayi dengan pakaian berbahan katun yang tidak terlalu tebal dan breathable, kaos kaki dan topi bayi, serta selimut tipis agar ia tidak kedinginan selama perjalanan. 6. Gunakan Baby Carrier Bayi umumnya akan merasa lebih nyaman dan aman saat berdekatan dengan tubuh orang tuanya. Oleh karena itu, pastikan Anda membawa baby carrier (gendongan bayi) ergonomis untuk memastikan si kecil tetap nyaman selama perjalanan. Baby carrier juga sangat membantu meredam guncangan yang bayi rasakan saat kereta berhenti atau akan bergerak kembali. 7. Kurangi Rangsangan Visual Berlebih Tips lain agar bayi tidur di kereta dengan nyaman adalah mengurangi paparan rangsangan visual. Jika gerbong kereta terlalu ramai, maka hal tersebut bisa membuat bayi terlalu terstimulasi, sehingga sulit untuk tidur. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa melakukan beberapa hal sederhana, seperti mengurangi intensitas cahaya ke bayi dengan menutup gorden, menggunakan ear muff, dan menghadapkan wajahnya ke tubuh Anda (posisi mendekap). 8. Melakukan Rutinitas Sebelum Tidur Jika bayi Anda terbiasa dengan rutinitas tertentu sebelum tidur, seperti punggung digosok atau ditimang-timang, Anda bisa tetap melakukannya selama perjalanan. Rutinitas ini akan membuat bayi merasa lebih nyaman dan aman, sehingga lebih mudah tertidur pulas. Pastikan Milestone Tumbuh Kembang si Kecil Optimal! Pada akhirnya, ada berbagai hack sederhana yang bisa Anda terapkan untuk memastikan bayi tidur di kereta dengan nyaman saat bepergian. Mulai dari menjadwalkan keberangkatan sesuai jadwal tidur bayi, memilih tempat duduk di tengah gerbong, hingga menggunakan baby carrier. Seiring dengan bertambahnya usia, bayi tidak hanya membutuhkan kenyamanan tidur, tetapi juga stimulasi sensori yang tepat guna membantu perkembangan motoriknya. Di sini, Spark Sports Academy adalah salah satu tempat yang bisa membantu memenuhi kebutuhan tersebut. Kami hadir dengan program baby development yang dirancang untuk membantu bayi mengeksplorasi gerak, meningkatkan koordinasi tubuh, dan membangun fondasi sensorik. Melalui program Spark Sports Academy, si kecil bisa mencapai tahap milestone tumbuh kembangnya secara maksimal. Jika Anda masih ragu, kami menyediakan program trial yang bisa Anda coba secara gratis. Daftar sekarang dan pastikan perkembangan motorik si kecil optimal!
