Lewati ke konten
Sparks Sports Academy Logo
Nap Resettle, Bantu Bayi Tidur Siang Lebih Lama dan Nyenyak

Nap Resettle, Bantu Bayi Tidur Siang Lebih Lama dan Nyenyak

Parenting

Tidur siang berperan penting bagi perkembangan bayi. Tak hanya itu, orang tua juga memiliki kesempatan untuk beristirahat atau menyelesaikan pekerjaan. Namun, seringkali pola tidur yang masih berantakan membuat bayi sulit untuk tidur siang atau hanya bisa tertidur sebentar. Jika bayi Anda mengalaminya, coba terapkan nap resettle. Key Takeaways Apa Itu Nap Resettle? Menurut Happy Little Sleeper, nap resettle adalah teknik memperpanjang durasi tidur siang pada bayi. Teknik ini berguna untuk membantu bayi yang terbangun terlalu awal setelah tidur siang agar bisa kembali tertidur dengan cara menenangkan atau membujuknya tidur kembali di tempat tidurnya sampai pulas. Apabila bayi kurang tidur siang, maka dapat menimbulkan berbagai efek negatif. Seperti yang dilansir Baby Happy Diapers, efeknya yaitu menjadi lebih rewel, sulit tidur di malam hari, gangguan tumbuh kembang, sulit berkonsentrasi, dan penurunan sistem imun. Selain itu juga dapat memengaruhi suasana hati, misalnya lebih mudah marah. Oleh karena itu, selalu pastikan bayi mendapat tidur siang yang cukup karena ada banyak manfaat positif. Menurut Alodokter, manfaatnya antara lain membantu pertumbuhan fisik, meningkatkan daya ingat dan fungsi otak, membuat mood lebih baik, dan dapat mengisi kembali energi sehingga lebih mudah tidur di malam harinya. Penyebab Bayi Tidur Siang Terlalu Singkat Ada beberapa penyebab yang membuat bayi tidur siang terlalu singkat, terutama jika bayi mudah terbangun dalam keadaan lelah, rewel, atau menangis. Kemungkinan bayi belum siap untuk kembali bermain karena masih mengantuk. Penyebab lainnya adalah sebagai berikut. Cara Melakukan Nap Resettle Ketika bayi bangun tidur dalam keadaan segar, ceria, dan bersemangat, itu artinya ia sudah cukup tidur. Sebaliknya, jika bayi tidak nyenyak sepanjang tidur siangnya, maka akan sangat mudah rewel dan rentan tantrum. Inilah saatnya orang tua perlu membantu menidurkannya kembali atau melakukan nap resettle. Begini caranya! 1. Tunggu Beberapa Menit Saat bayi terbangun, sebaiknya beri waktu sekitar lima menit untuk melihat apakah ia bisa kembali tidur sendiri atau tidak. Tetapi, jika bayi masih bangun dan tampak masih mengantuk atau bahkan rewel, coba bantu ia untuk kembali tidur dengan menenangkannya. Jangan bereaksi berlebihan selama bayi masih menangis. 2. Tenangkan Bayi Cara nap resettle selanjutnya adalah tenangkan bayi jika masih rewel. Bisa dengan menggendong, mengayun, menepuk pelan, menyanyikan lagu pengantar tidur, mengganti popok kering, memberi empeng, atau menyusuinya. Jika bayi sudah terlihat tenang dan mulai mengantuk, biasanya ia akan tertidur lagi. 3. Ciptakan Suasana yang Nyaman Ruangan atau kamar tidur yang nyaman dan kondusif membuat bayi cepat tertidur kembali. Buat ruangan tetap gelap atau redup meski di luar terang. Selain itu, Anda bisa menggunakan white noise seperti suara alam atau shushing untuk membuat suasana lebih rileks dan sebagai sinyal kepada bayi bahwa masih waktunya tidur. Anak Susah Tidur? Ajak Berolahraga di Spark Sports Academy! Tidur siang merupakan periode istirahat yang krusial bagi anak karena mempengaruhi perkembangan fisik dan otak. Jadi, pastikan Anda melakukan nap resettle agar bayi dapat melanjutkan tidur siangnya dengan nyenyak. Sebelum tidur, biarkan anak bermain sesukanya agar lelah dan mudah diajak tidur. Supaya aktivitas anak lebih optimal dan bermanfaat untuk kesehatan tubuhnya, Anda bisa mengikutsertakannya dalam kelas olahraga di Spark Sports Academy. Anak-anak akan dikelompokkan sesuai usianya. Selain itu, ada beragam kelas olahraga yang bisa mereka pilih sesuai kesukaannya, seperti gymnastic, dance, ballet, futsal, dan lain-lain. Spark Sports Academy memiliki fasilitas yang modern seperti lapangan indoor, studio tari, dan peralatan olahraga yang lengkap dan aman untuk anak-anak. Didukung pelatih profesional dan ramah serta suasana kelas yang seru dan menyenangkan, anak pasti akan betah. Jadi, tunggu apalagi? Segera coba ikuti trial class-nya, gratis!

15/12/2025 / Komentar Dinonaktifkan pada Nap Resettle, Bantu Bayi Tidur Siang Lebih Lama dan Nyenyak
Baca Lebih Lanjut
8 Cara Membujuk Anak Agar Mau Sekolah, Efektif!

8 Cara Membujuk Anak Agar Mau Sekolah, Efektif!

Parenting

Ada kalanya seorang anak mendadak malas atau ogah untuk pergi sekolah. Daripada marah kepada anak dan membuat mereka semakin rewel, akan lebih baik jika Anda mempelajari cara-cara positif untuk mendukung si kecil kembali bersemangat. Lantas, apa saja cara membujuk anak agar mau sekolah? Simak selengkapnya di sini! Key Takeaways Cara Membujuk Anak Agar Mau Sekolah Menurut Setzer & Salzhauer di Jurnal Psikologi UGM, penyebab anak mogok sekolah cukup bervariasi, seperti untuk menghindari suatu objek, situasi tak nyaman, mencari perhatian, dan mengejar kesenangan. Nah, untuk dapat memahami dan mengatasi masalah ini, mari simak cara-cara berikut. 1. Ajak Anak untuk Berbicara Tentang Masalahnya Melansir Journal National Library of Medicine, mogok sekolah atau school refusal bukan sebuah gangguan emosional, namun dapat menjadi gejala gangguan kecemasan pada anak. Karena itu, setiap orang yang terlibat dalam tumbuh kembang anak, termasuk orang tua harus waspada dan dapat memberikan perhatian. Jangan biarkan anak memendam pikiran dan perasaannya seorang diri. Ajaklah mereka untuk duduk bersama Anda, kemudian bujuk dia untuk menceritakan apa yang membuatnya tak mau pergi sekolah. Setelah itu, carilah solusi bersama untuk meringankan beban pikiran anak. 2. Tunjukkan Empati dan Kesabaran kepada Anak Anak yang bersikap rewel dan banyak menangis sebenarnya wajar, apalagi jika menyangkut urusan sekolah. Alih-alih marah dan kesal, akan lebih baik jika Anda menunjukkan rasa empati kepada anak. Cobalah untuk lebih bersabar dan dengarkan keluhan si kecil agar Anda bisa membantunya bersikap lebih dewasa. 3. Nasehatkan Pentingnya Belajar di Sekolah Mendidik anak tentang pentingnya belajar juga bisa menjadi cara membujuk anak agar mau sekolah. Beri tahu mereka secara perlahan bahwa sekolah mengajarkan nilai-nilai seperti sikap disiplin, tepat waktu, kerja sama, dan kemampuan bersosialisasi. Di mana hal tersebut belum tentu bisa anak pelajari di rumah atau dari internet. Namun, tetap tunjukkan bahwa Anda tetap memahami dan memvalidasi perasaan cemas atau takut yang anak rasakan. Tunjukkan bahwa Anda ada untuk membantu mereka melawan ketakutan tersebut. 4. Bantu Anak Bersiap untuk Esok Hari Ketika anak sedang bersiap untuk menghadapi hari pertamanya di sekolah, biasanya akan rasa was-was di hatinya. Demi mencegah anak dari merasa takut untuk datang ke sekolah, coba Anda bantu mereka untuk mempersiapkan semua keperluannya. Misalnya seperti tas, seragam, buku-buku, hingga sepatu. Anda juga bisa menemani si kecil saat pergi ke sekolah. Ini juga bisa menjadi sumber motivasi baginya agar lebih bersemangat. 5. Latih Anak untuk Bersosialisasi Rasa malas si kecil untuk pergi sekolah bisa jadi karena dia kurang pandai dalam bersosialisasi dengan teman sebayanya dan membuat anak merasa ditinggalkan. Oleh sebab itu, bantulah anak untuk bisa berkomunikasi dan menjalin persahabatan dengan teman-teman sekelasnya supaya dia tak merasa tertinggal. 6. Berdiskusi dengan Guru di Sekolah Guru-guru di sekolah tentu akan merasa curiga kepada anak yang mogok sekolah. Anda pun bisa bertukar pendapat dengan guru untuk menemukan solusi yang terbaik. Cara membujuk anak agar mau sekolah ini perlu secepatnya Anda lakukan jika si kecil menolak bersekolah sampai berhari-hari. 7. Minta Bantuan kepada Ahli Psikiater Mungkin saja si kecil menjadi korban bullying, sehingga dia merasa takut untuk datang ke sekolahnya. Jika memang orang tua tidak mengerti cara terbaik untuk mengatasi persoalan bullying, maka tidak ada salahnya untuk l berkonsultasi dengan ahli psikiater profesional. Sehingga, anak akan tertolong dan ada jalan keluar untuk mengatasinya. 8. Berikan Pujian atas Prestasi Anak Pujian juga dapat Anda manfaatkan sebagai alat untuk memotivasi si kecil agar dia terus belajar dan bekerja keras di sekolah. Setiap kali anak Anda pulang dengan membawa nilai bagus atau prestasi lainnya, coba luangkan waktu Anda untuk melihat dan memuji hasil kerja kerasnya. Sudah Tahu Cara Membujuk Anak Agar Mau Sekolah? Mengetahui alasan mengapa si kecil tidak mau bersekolah dapat Anda gunakan sebagai sarana menyusun strategi untuk menyelesaikan persoalan ini. Ingat! Jangan menunda-nunda dalam mencari solusinya agar performa akademik anak tidak menurun dan mengganggu konsentrasi belajarnya. Jika ingin memberikan alternatif lain untuk memicu rasa semangat anak, Anda juga bisa memilih Sparks Sports Academy. Sparks Sports Academy siap mendidik anak Anda lewat permainan kreatif dan beragam olahraga menyenangkan. Adapun kegiatan motoriknya berupa futsal, bela diri, bola basket, hingga balet. Anak-anak akan menerima pendidikan yang memacu kreativitas dan kemampuan motorik mereka. Apakah Anda tertarik untuk menyekolahkan si kecil di Sparks Sports Academy?

15/12/2025 / Komentar Dinonaktifkan pada 8 Cara Membujuk Anak Agar Mau Sekolah, Efektif!
Baca Lebih Lanjut
Cara Mengajarkan Anak Berhitung Sejak Dini, Efektif dan Seru

Cara Mengajarkan Anak Berhitung Sejak Dini, Efektif dan Seru!

Parenting

Kemampuan berhitung menjadi dasar penting perkembangan kognitif anak. Ketika anak mengenal angka lebih awal, logika dan pola pun akan lebih mudah mereka pahami. Lantas, bagaimana cara mengajarkan anak berhitung? Simak untuk proses belajar yang lebih menyenangkan dan membantu anak lebih percaya diri saat masuk sekolah! Key Takeaways: Cara Mengajarkan Anak Berhitung yang Mudah Dicontoh Mengutip Reynolds di Journal AMCA, anak-anak yang dalam kehidupan sehari-hari mengenal konsep angka dapat mengembangkan kemampuan berpikir, logika, dan problem-solving. Agar lebih jelas, berikut rangkaian cara praktis yang bisa Anda gunakan untuk mendampingi anak belajar angka sejak dini. 1. Memanfaatkan Benda Sehari-hari Salah satu cara paling sederhana untuk mengajarkan anak berhitung adalah menggunakan benda-benda yang ada di sekitar. Anak belajar lebih cepat ketika melihat dan menyentuh objek nyata.  Misalnya dengan menghitung buah, sendok, mobil-mobilan, atau kancing baju. Aktivitas ini akan membantu anak memahami bahwa angka bukan hanya simbol, tetapi representasi dari jumlah benda.  Dengan membiarkan anak memegang dan memindahkan benda tersebut, mereka dapat belajar konsistensi hitungan, mengenal pola, dan memahami konsep lebih banyak dan lebih sedikit. Ini juga dapat menumbuhkan rasa ingin tahu karena anak melihat langsung hubungan antara angka dan dunia nyata. 2. Belajar Lewat Game Interaktif Cara mengajarkan anak berhitung berikutnya adalah mengubah proses belajar menjadi permainan. Anak-anak cenderung menyerap informasi lebih cepat ketika mereka merasa sedang bermain, bukan belajar. Permainan seperti puzzle angka, kartu hitung, atau papan berhitung bisa membuat mereka lebih fokus. Aktivitas interaktif ini bukan hanya mengajarkan angka, tetapi juga melatih kemampuan motorik, konsentrasi, dan penyelesaian masalah. Semakin menyenangkan pengalaman berhitungnya, semakin besar pula kemungkinan anak mengembangkan minat pada matematika sejak dini. 3. Menggunakan Lagu dan Ritme Anak kecil memiliki ingatan kuat terhadap nada dan ritme. Menurut situs Zero to Three, musik dapat meningkatkan ingatan, pola belajar, dan kemampuan bahasa anak, sehingga lagu angka menjadi metode efektif untuk mengenalkan urutan angka sejak dini.  Lagu seperti “Satu-satu aku sayang Ibu” atau “Ten Little Fingers” dapat membantu anak mengingat angka tanpa sadar. Melalui ritme, anak akan belajar lebih cepat karena musik merangsang area otak yang berkaitan dengan bahasa dan matematika.  4. Mengajak Anak Terlibat Dalam Aktivitas Harian Cara mengajarkan anak berhitung dapat diterapkan melalui berbagai momen sehari-hari. Ketika memasak, orang tua bisa meminta anak menghitung jumlah telur, sendok tepung, atau potongan bahan. Ketika berbelanja, anak bisa Anda ajak menghitung buah yang masuk ke keranjang. Aktivitas sehari-hari akan membuat konsep angka terasa relevan. Anak pun tidak merasa sedang belajar, tetapi mereka memahami bahwa berhitung terpakai dalam kehidupan nyata. Kebiasaan kecil ini secara perlahan akan membentuk pondasi logika yang kuat. 5. Gunakan Visual yang Menarik Anak-anak sangat tertarik pada warna dan bentuk. Oleh karena itu, poster angka, kartu warna-warni, dan buku bergambar menjadi alat efektif dalam mengajarkan konsep hitungan. Visual yang terang juga membantu otak anak memproses informasi lebih cepat dan mengasosiasikan angka dengan gambar tertentu Ketika visual dan angka Anda padukan, anak akan lebih mudah mengingat dan memahami konsep kuantitas. Metode ini umumnya sangat cocok untuk anak yang senang dengan aktivitas visual maupun seni.  6. Menerapkan Konsep Berhitung Melalui Cerita Cerita adalah jembatan kuat antara imajinasi dan pembelajaran. Ini juga menjadi cara mengajarkan anak berhitung yang lebih lembut dan menyenangkan. Orang tua bisa menggunakan buku cerita yang melibatkan hitungan, seperti “Ada 3 kelinci berlari…” atau “Pohon ini punya 5 apel merah.”  Metode ini akan membantu anak membayangkan angka secara konkret melalui narasi. Mereka pun dapat belajar berhitung tanpa terpaksa, karena fokus utama tetap pada tokoh dan alur ceritanya. 7. Gunakan Aplikasi Pembelajaran yang Tepat Di era digital, aplikasi edukasi bisa menjadi pendukung efektif dalam mengajarkan anak berhitung agar pembelajaran terasa lebih menyenangkan. Banyak aplikasi interaktif yang menghadirkan permainan matematika sederhana yang aman dan ramah anak.  Teknologi yang dirancang khusus untuk anak usia dini juga bisa membuat mereka belajar dalam suasana ceria. Namun, pastikan penggunaannya tetap diawasi dan dibatasi agar tidak mengganggu aktivitas fisik maupun interaksi sosial langsung. Sudah Menemukan Cara Mengajarkan Anak Berhitung yang Tepat? Berbagai cara mengajarkan anak berhitung dapat diterapkan dengan mudah selama prosesnya dibuat menyenangkan dan penuh eksplorasi. Pendekatan yang ramah, konsisten, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari akan membantu anak memahami angka tanpa tekanan dan membuat mereka lebih percaya diri. Namun, agar perkembangan mereka lebih optimal, penting juga menyeimbangkannya dengan aktivitas fisik yang mendukung daya fokus, karakter, dan motorik. Program di Spark Sports Academy sendiri dapat membantu anak mengembangkan keterampilan tersebut melalui olahraga yang terarah dan menyenangkan.  Lewat lingkungan yang mendukung dengan pendekatan modern, akademi ini menjadi tempat yang tepat untuk membantu anak tumbuh secara holistik. Ayo, daftarkan anak Anda!

15/12/2025 / Komentar Dinonaktifkan pada Cara Mengajarkan Anak Berhitung Sejak Dini, Efektif dan Seru!
Baca Lebih Lanjut
Gen Alpha: Tantangan Baru Membesarkan Anak di Dunia yang Berubah Cepat

Gen Alpha: Tantangan Baru Membesarkan Anak di Dunia yang Berubah Cepat

Parenting

Anak-anak yang lahir di rentang tahun 2010 hingga 2025 dikenal sebagai Generasi Alpha. Mereka adalah generasi yang sejak lahir sudah hidup berdampingan dengan layar, internet, dan teknologi yang terus berkembang. Tanpa disadari, anak kita tumbuh di dunia yang sangat berbeda dengan masa kecil mom-dad dulu. Dulu, bermain berarti berlari di halaman, naik sepeda, atau bermain petak umpet sampai lupa waktu. Sekarang, bermain sering kali berarti layar sentuh, video pendek, dan konten digital yang selalu tersedia.Perubahan ini memengaruhi cara anak bermain, belajar, bahkan bersosialisasi sejak usia sangat dini. Mengenal Gen Alpha Gen Alpha adalah generasi anak yang lahir mulai tahun 2010 hingga 2025. Mereka merupakan generasi pertama yang benar-benar lahir dan tumbuh di era digital sejak bayi. Smartphone, internet, dan teknologi pintar bukan hal baru bagi mereka, melainkan bagian dari keseharian. Bagi anak Gen Alpha, melihat orang tua bekerja dengan laptop atau berkomunikasi lewat ponsel adalah hal yang normal. Teknologi menjadi alat bantu belajar, hiburan, sekaligus teman sehari-hari.Karena itu, pola asuh untuk Gen Alpha tidak bisa sepenuhnya disamakan dengan generasi sebelumnya. Ciri-ciri Anak Gen Alpha Mengasuh anak Gen Alpha sering menghadirkan perasaan campur aduk. Di satu sisi, mereka terlihat cepat menangkap hal baru. Di sisi lain, ada tantangan emosional yang sering membuat orang tua merasa lelah dan bingung. Banyak mom-dad merasakan bahwa anak zaman sekarang lebih mudah bosan, lebih sensitif, dan lebih sulit lepas dari kebiasaan tertentu. Beberapa ciri yang sering dirasakan orang tua saat membersamai anak Gen Alpha usia 1-7 tahun antara lain: Ciri-ciri ini bukan tanda anak “bermasalah”, tetapi sinyal bahwa lingkungan tumbuhnya sangat berbeda. Kesulitan Membesarkan Gen Alpha Mom-dad, membesarkan anak terkadang bisa menjadi tantangan yang besar. Kita harus memperhatikan perilaku hingga respon dari anak ketika dihadapkan pada suatu hal. Berikut ini rangkuman kesulitan apa saja yang sering dirasakan oleh mom-dad di luar sana. 1. Ketergantungan pada Gadget Gadget sering menjadi solusi instan saat anak rewel atau bosan. Namun jika terlalu sering, anak bisa kesulitan mengatur emosi tanpa layar. Pada usia dini, hal ini dapat mengurangi kesempatan anak berlatih regulasi diri secara alami. 2. Tantrum yang Lebih Intens Banyak orang tua merasa tantrum anak Gen Alpha terasa lebih kuat dan sulit diredam. Anak cepat frustrasi ketika keinginannya tidak terpenuhi. Hal ini sering berkaitan dengan minimnya kesempatan anak belajar menunggu dan mengelola emosi. 3. Separation Anxiety Tidak sedikit anak usia 1-7 tahun yang sulit berpisah dengan orang tua. Anak menjadi cemas saat harus berada di lingkungan baru. Kondisi ini wajar, namun perlu dibantu dengan stimulasi sosial yang aman dan bertahap. 4. Sosialisasi yang Minim Anak yang lebih sering bermain sendiri atau dengan layar memiliki lebih sedikit pengalaman sosial langsung. Akibatnya, kemampuan berbagi, menunggu giliran, dan berinteraksi belum terlatih optimal. 5. Kurangnya Aktivitas Fisik Banyak anak Gen Alpha bergerak jauh lebih sedikit dibanding generasi sebelumnya. Padahal, gerak aktif sangat penting untuk perkembangan motorik, kepercayaan diri, dan keseimbangan emosi. Baca: 6 Cara Mendidik Anak di Era Digital yang Tepat bagi Orang Tua Mengapa Olahraga Penting untuk Gen Alpha Aktivitas fisik menjadi salah satu kebutuhan utama anak Gen Alpha, bukan sekadar pelengkap. Gerakan seperti berlari, melompat, dan bermain bersama membantu anak menyalurkan energi sekaligus menstabilkan emosi. Melalui aktivitas fisik, anak belajar mengenal tubuhnya, mengatur napas, dan membangun rasa percaya diri. Olahraga terstruktur juga membantu menjawab tantangan separation anxiety dan minimnya sosialisasi anak dengan teman-teman sebayanya. Anak belajar berada di lingkungan baru, mengikuti instruksi, dan berinteraksi dengan teman sebaya secara alami. Mom-dad bisa ikutkan anaknya ke kelas olahraga khusus untuk anak. Contohnya seperti kelas Multi Sport di Sparks Sports Academy yang dirancang untuk anak usia 1-7 tahun agar bisa bergerak aktif, bersosialisasi, dan tumbuh percaya diri melalui berbagai aktivitas fisik yang menyenangkan dan sesuai tahap perkembangan. Menemani Gen Alpha dengan Lebih Sadar Membesarkan Gen Alpha bukan tentang melawan teknologi, tetapi tentang menyeimbangkan. Anak tetap boleh mengenal dunia digital, namun juga perlu ruang untuk bergerak, bermain, dan berinteraksi secara nyata. Peran orang tua adalah menghadirkan lingkungan yang membantu anak tumbuh sehat secara fisik dan emosional. Dengan memberi anak kesempatan bergerak dan bersosialisasi sejak dini, kita sedang menyiapkan fondasi penting untuk masa depannya. Karena di dunia yang serba cepat ini, anak tidak hanya perlu pintar, tapi juga kuat, percaya diri, dan mampu beradaptasi.

15/12/2025 / Komentar Dinonaktifkan pada Gen Alpha: Tantangan Baru Membesarkan Anak di Dunia yang Berubah Cepat
Baca Lebih Lanjut
7 Tips agar Anak 1 Tahun Mau Minum Susu Formula

7 Tips agar Anak 1 Tahun Mau Minum Susu Formula

Parenting

Susu merupakan sumber nutrisi penting bagi si kecil. Para ahli juga menganjurkan anak untuk minum dua gelas susu setiap hari. Karena itu, jika balita menolak susu formula, wajar bila Anda khawatir kebutuhan gizinya tidak terpenuhi. Lantas, apa saja tips tips agar anak 1 tahun mau minum susu formula? Simak artikel di bawah ini! Key Takeaways: Tips agar Anak 1 Tahun Mau Minum Susu Formula Di bawah ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar si kecil mau minum susu formula. 1. Mulai dari Pengalihan yang Bertahap Cara paling aman adalah dengan memulai secara perlahan, bukan langsung mengganti semua sesi menyusui. Anda bisa mengambil satu waktu menyusui dan menggantinya dengan susu formula menggunakan botol atau gelas kecil. Setelah anak terlihat terbiasa, jumlah sesi ASI yang Anda ganti bisa ditambah sedikit demi sedikit. Strategi ini akan lebih mudah diterima anak karena ritmenya tidak berubah secara mendadak. 2. Kombinasikan ASI dan Formula Ada kalanya anak memang butuh waktu lebih panjang untuk menerima rasa baru. Metode kombinasi pun bisa Anda pakai sebagai salah satu tips agar anak 1 tahun mau minum susu formula. Misalnya, ASI tetap Anda berikan di pagi hari, sementara susu formula Anda sajikan menjelang malam. Pola selang-seling seperti ini akan membantu anak belajar menerima rasa formula tanpa membuatnya kaget. Pendekatan ini juga dapat membantu orang tua membaca respons anak, apakah ia lebih nyaman saat kondisi tubuhnya rileks atau justru saat baru bangun tidur. 3. Sajikan di Momen yang Tepat Ketika anak sudah mulai aktif bermain, rasa haus biasanya akan muncul. Ini dapat menjadi momen efektif untuk menawarkan susu formula. Terlebih, fokus anak sudah teralihkan dan ia lebih mudah menerima rasa baru. Namun, pastikan suhu susu sesuai selera anak. Sebab, terlalu panas atau terlalu dingin dapat membuatnya langsung menolak.  4. Perhatikan Jumlah dan Jadwal Minumnya Salah satu tips agar anak 1 tahun mau minum susu formula yang sering terlupakan adalah pengaturan jadwal. Anak yang terlalu kenyang biasanya akan langsung menolak susu, meskipun rasanya ia sukai. Mengacu pada data Wyeth Nutrition Indonesia, kebutuhan susu harian anak usia 1-2 tahun berada di kisaran 2-3 gelas per hari. Anda bisa membaginya menjadi beberapa sesi kecil agar tidak mengganggu waktu makannya. 5. Sesuaikan Jenis Susu dengan Respons Anak Setiap anak punya preferensi sendiri soal rasa dan tekstur. Karena itu, mencermati reaksi si kecil sangat penting. Sebab, ada anak yang cocok dengan rasa gurih, ada juga yang lebih nyaman dengan varian sedikit manis. Jadi, Anda bisa mencoba porsi kecil lebih dulu untuk melihat apakah anak menunjukkan tanda tidak suka. Selain itu, jika setelah minum susu muncul diare, ruam, atau perut tampak kembung, bisa jadi ia sensitif terhadap jenis formula tertentu. Dalam kondisi seperti ini, berganti merek atau memilih formula khusus dapat membantu.  6. Coba Suguhkan dengan Cara yang Lebih Menarik Ketika rasa menjadi alasan utama, Anda bisa berkreasi dengan penyajian. Tips agar anak 1 tahun mau minum susu formula satu ini bisa Anda lakukan dengan mencampur susu bersama sereal, membuat smoothie, hingga menghidangkannya dalam bentuk milkshake. Cara penyajian seperti ini akan membantu anak menerima rasa formula secara perlahan tanpa merasa terpaksa. Sebab, mereka tertarik karena menemukan hal baru. 7. Amati Kemungkinan Gangguan pada Mulut dan Kondisi Kesehatan Kadang anak menolak susu bukan karena rasanya, tetapi karena tubuhnya sedang tidak nyaman. Radang tenggorokan, sariawan, tumbuh gigi, hingga hidung tersumbat sering membuat anak enggan menelan cairan apa pun. Jika anak terlihat rewel saat minum, memegang mulutnya, atau langsung menjauh ketika susu Anda tawarkan, coba periksa kembali apakah ada gejala tersebut. Bila keluhannya muncul berulang atau berat badannya ikut turun, sebaiknya segera bawa si kecil ke dokter agar bisa ditangani lebih cepat. Sudah Ikuti Tips Agar Anak 1 Tahun Mau Minum Susu Formula? Pada akhirnya, setiap anak punya proses adaptasinya sendiri. Menerapkan tips atas pun harus sabar dan konsisten agar berdampak besar. Selain itu, Anda harus ingat bahwa tumbuh kembang yang kuat tidak hanya datang dari nutrisi, tetapi juga stimulasi yang tepat agar anak semakin berkembang. Karena itu, Anda bisa memasukan anak ke Spark Sports Academy. Di mana anak akan dibimbing melalui aktivitas seru yang menstimulasi tujuh indera mereka sekaligus mendukung aspek kognitif, sosial emosional, dan kemampuan motorik.  Dengan pendekatan holistik dan program yang dirancang sesuai usia, Spark Sports Academy dapat membantu anak tumbuh percaya diri dan seimbang. Jika ingin memberikan stimulasi terbaik sejak dini, Spark Sports Academy siap menjadi partner Anda!

12/12/2025 / Komentar Dinonaktifkan pada 7 Tips agar Anak 1 Tahun Mau Minum Susu Formula
Baca Lebih Lanjut

Paginasi pos

Sebelumnya 1 … 34 35 36 … 74 Berikutnya
Tema Royal Elementor Kit dibuat oleh WP Royal.