Bepergian bersama anak memang menghadirkan cerita seru tersendiri. Namun, ada banyak hal yang perlu Anda siapkan agar perjalanan terasa lancar. Karena itu, beberapa tips traveling bersama anak berikut ini bisa membantu Anda menikmati liburan tanpa stres, sambil tetap menjaga kenyamanan dan keselamatan si kecil. Key Takeaways: Tips Traveling Bersama Anak Di bawah ini merupakan beberapa tips yang bisa membuat liburan Anda bersama si kecil jadi lebih aman dan seru. 1. Pilih Destinasi yang Ramah Anak Sebelum berangkat, coba ajak anak berdiskusi soal tempat yang ingin mereka kunjungi. Anak akan lebih antusias jika merasa dilibatkan. Tempat seperti kebun binatang, taman bermain, atau pantai biasanya jadi favorit karena mereka bisa eksplorasi dan bergerak bebas. Namun, hindari lokasi yang terlalu ramai atau ekstrem, apalagi jika anak masih kecil. Lalu, selain soal keseruan, pikirkan juga sisi keamanannya. Perth Children’s Hospital sendiri menyarankan orang tua untuk berkonsultasi dengan dokter sekitar dua bulan sebelum bepergian, terutama jika ingin ke negara berkembang atau daerah tropis. Tujuannya agar imunisasi, obat perjalanan, dan asuransi sudah siap dari jauh-jauh hari. 2. Bawa Perlengkapan Penting Setiap anak memiliki kebutuhannya sendiri, jadi bawaan bisa menyesuaikan. Jika anak masih bayi, siapkan popok, tisu basah, dan baju ganti ekstra. Lalu, untuk yang sudah lebih besar, ajak mereka menyiapkan tas kecil berisi barang pribadinya. Dengan begitu, anak belajar bertanggung jawab sejak dini. Satu hal yang tidak boleh terlewat dalam tips traveling bersama anak adalah membawa obat pribadi. Pastikan semua obat yang Anda bawa dalam kemasan asli dengan resep atau surat dokter, terutama jika bepergian ke luar negeri. Namun, beberapa negara memiliki aturan ketat soal jenis obat tertentu, jadi lebih aman jika Anda membawa surat keterangan medis. 3. Siapkan Pakaian yang Nyaman dan Aman Anak-anak cenderung aktif, jadi pilihlah pakaian yang mudah menyerap keringat dan tidak membatasi gerak. Jika cuaca sedang panas, kaos katun dan celana longgar bisa jadi pilihan. Namun, jika destinasi liburan beriklim dingin, jangan lupa untuk membawa jaket tebal dan kaus kaki hangat. Selain itu, agar mudah mengenali anak di tempat ramai, sebaiknya pilih warna baju yang cerah. Ini termasuk langkah keamanan sederhana, apalagi jika bepergian ke taman hiburan atau bandara yang padat. 4. Rencanakan Transportasi dengan Cermat Entah naik mobil pribadi atau pesawat, anak kecil mudah lelah dalam perjalanan panjang. Selain itu, melasir AAP (American Academy of Pediatrics), anak sebaiknya duduk di kursi keselamatan yang sesuai usia, berat, dan tinggi badannya saat bepergian dengan pesawat. Jika perlu, bawa mainan atau buku kecil untuk mengusir bosan. Sedangkan untuk bayi, tekanan udara saat lepas landas bisa membuat telinga tidak nyaman. AAP juga menyarankan ibu menyusui atau memberi botol saat pesawat mulai naik dan turun agar telinga anak menyesuaikan tekanan dengan lebih mudah. 5. Jaga Kesehatan dan Asupan Makanan Selama perjalanan, kebersihan tangan dan makanan wajib Anda jaga. Jadi, ajarkan anak mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet. Jika sulit menemukan air bersih, gunakan hand sanitizer berbasis alkohol. Lebih lanjut, bawa camilan sehat dari rumah agar anak tidak sembarangan membeli makanan di jalan. Pilih makanan matang, buah yang bisa dikupas sendiri, serta produk susu yang sudah dipasteurisasi. Hindari salad, makanan mentah, dan jajanan yang dibiarkan terbuka terlalu lama. 6. Siapkan Panduan Keamanan Sederhana Salah satu poin penting dalam tips traveling bersama anak, terutama di area wisata besar, adalah menyiapkan panduan keamanan. Sebelum berangkat, bicarakan dengan anak apa yang harus ia lakukan jika mereka tersesat. Anda juga dapat menulis nama orang tua dan nomor kontak di dalam tas atau gelang anak. 7. Buat Anak Nyaman dengan Rutinitas Ringan Tips terakhir adalah membuat anak senyaman mungkin. Anak-anak biasanya mudah gelisah jika rutinitasnya berubah total. Anda pun bisa mulai melatih dari hal kecil di rumah sebelum berangkat, misalnya tidur siang di tempat berbeda atau makan di luar. Menurut Janelle Durham, parent educator, dari Bellevue College, latihan seperti ini membuat anak terbiasa dengan perubahan tanpa merasa cemas. Dengan begitu, saat perjalanan sebenarnya dimulai, anak sudah lebih siap menghadapi situasi baru. 8. Berangkat pada Saat Low Season Liburan pada saat low season bertujuan untuk menghindari kepadatan di jalan dan tujuan destinasi liburan. Pada high season biasanya sangat ramai di jalan dan di tempat wisata. Hal ini akan sulit menjaga jarak dengan orang lain. Selain itu, anak menjadi tidak nyaman mengeksplorasi karena padatnya orang. Sedangkan low season memiliki banyak keuntungan seperti harga tiket lebih murah. Tapi, pastikan mengatur liburan dengan baik agar tidak bentrok dengan kewajiban kerja maupun sekolah anak. 9. Tetap Sabar dan Positif Perjalanan liburan terkadan membuat stres orang tua. Jika orang tua kesal karena terjebak dalam suasana tidak mengenakan, usahakan untuk tetap sabar dan positif agar anak tidak meniru perilaku negatif orang tua di kemudian hari. Berperilaku optimis dan positif adalah cara terbaik untuk mencegah stres yang berlebih. 10. Siapkan Perlengkapan Hiburan Anti Bosan Orang tua bisa menyiapkan tas khusus berisi mainan favorit, buku mewarnai, atau mainan edukatif lainnya yang bisa dimainkan sambil menunggu di bandara atau perjalanan jauh. Hiburan ini berfungsi untuk menjaga mood anak tetap stabil saat mereka mulai merasa jenuh dengan perjalanan yang membosankan. Baca: 5 Cara Mengatasi Anak Mabuk Perjalanan agar Liburan Tetap Seru Sudah Tahu Apa Saja Tips Traveling Bersama Anak? Pada akhirnya, keseruan traveling bersama anak terletak pada kesiapan orang tua dalam mendampingi petualangan si kecil. Nikmati prosesnya, karena dari perjalanan inilah anak bisa belajar mandiri, berani, dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Berbicara tentang pertumbuhan, Sparks Sports Academy pun memahami pentingnya proses belajar melalui eksplorasi. Karena itu, SSA memberikan pengajaran di mana anak tidak hanya bermain, tapi juga mengembangkan Social Emotional Skill, Language Communication Skill, dan Gross Motor Skill lewat aktivitas seru dan mendidik. Kami merancang setiap kegiatan untuk menstimulasi tujuh indra anak, membangun kepercayaan diri, dan mendorong perkembangan holistiknya. Bersama Sparks Sport Academy, belajar jadi pengalaman yang menyenangkan. Yuk, daftarkan si kecil sekarang!
Mengenal KTP Pink untuk Anak, Manfaat, dan Cara Buatnya
Belakangan, KTP pink kian dikenal sebagai salah satu instrumen pemerintah dalam meningkatkan pendataan dan perlindungan anak. Kartu ini menjadi identitas formal yang memastikan seluruh informasi anak tercatat di basis data kependudukan. Sehingga, proses pelayanan publik dapat berlangsung efisien. Yuk, kenali lebih dalam! Key Takeaways: Apa Itu KTP Pink dan Mengapa Diterbitkan? Secara resmi, KTP Pink dikenal sebagai Kartu Identitas Anak (KIA) yang diterbitkan sesuai Permendagri No. 2 Tahun 2016. Dikutip dari BeritaSatu, dokumen ini menjadi pengakuan hukum bahwa setiap anak memiliki identitas resmi sejak lahir. KIA pun terbagi menjadi dua kategori, untuk anak usia 0-5 tahun yang terbit tanpa foto, dan untuk anak 5-17 tahun yang lengkap dengan foto terbaru. Selain sebagai identitas awal, kartu ini memastikan setiap anak tercatat dan mendapat perlindungan resmi dari pemerintah. Fungsi dan Manfaat Penting KTP Pink Setiap anak tentu membutuhkan identitas legal. berikut lima manfaat utama KIA bagi anak dan orang tua. 1. Identitas Resmi Anak di Mata Negara Kartu ini akan memastikan anak memiliki identitas legal yang tercatat di sistem kependudukan nasional sejak dini. Lewat identitas resmi, pemerintah dapat mendata anak dengan akurat untuk berbagai program perlindungan dan layanan publik. 2. Mempermudah Akses Administrasi Kepemilikan KTP Pink memudahkan orang tua mengurus berbagai keperluan administratif anak, seperti pendaftaran sekolah, fasilitas kesehatan, hingga layanan sosial lainnya. Anak yang memiliki kartu ini juga memiliki bukti identitas yang sah untuk berbagai proses legal. 3. Perlindungan Data dan Hak Anak Dengan kartu identitas ini, setiap anak secara resmi tercatat dalam database kependudukan, sehingga hak-hak dasar mereka lebih terlindungi. Data yang tersimpan juga membantu mencegah kehilangan identitas atau kesalahan administrasi di kemudian hari. 4. Memudahkan Pelayanan Publik Selain administrasi sekolah dan kesehatan, KIA dapat mempermudah anak mendapatkan layanan lainnya, termasuk program sosial dan bantuan yang mensyaratkan identitas resmi anak. Ini menjadikan kartu ini penting bagi kelancaran semua urusan formal anak. 5. Menjadi Dasar Perencanaan dan Statistik Pemerintah Data anak yang tercatat melalui KIA menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan perlindungan anak, pendidikan, kesehatan, dan program sosial. Informasi ini juga berguna untuk analisis demografi dan perencanaan pembangunan berkelanjutan. Syarat Membuat KTP Pink Berikut adalah dokumen yang perlu disiapkan oleh orang tua atau wali untuk membuat KIA berdasarkan laman Indonesia.go.id dan Lebak Dukcapil. Cara Mengurus KTP Pink di Dukcapil Proses penerbitan KIA bisa berbeda di setiap daerah. Akan tetapi, biasanya alur akan mengikuti langkah-langkah berikut. 1. Datang ke Kantor Dukcapil atau Layanan Terdekat Pertama, Anda dapat mengurus di kantor pusat Dukcapil kabupaten/kota, gerai layanan di kecamatan, MPP, atau mobil pelayanan keliling (jika tersedia). 2. Menyerahkan Semua Berkas Persyaratan Kepada Petugas Petugas akan melakukan pengecekan dan memastikan data anak sesuai dengan database kependudukan. 3. Pengambilan Foto (Khusus Anak Usia 5-17 Tahun) Selanjutnya, jika anak belum memiliki foto untuk KIA, petugas akan mengambil foto langsung di tempat. 4. Proses Verifikasi dan Pencetakan Setelah data cocok, petugas akan memproses dan mencetak KTP Pink. Waktu penerbitan dapat bervariasi, mulai dari beberapa menit hingga beberapa hari tergantung antrean dan kebijakan daerah. 5. Kartu Siap Beberapa Dukcapil menyediakan layanan pengantaran ke rumah melalui kurir yang bekerja sama dengan pemerintah daerah. Namun, jika tidak tersedia, Anda dapat mengambil langsung di loket sesuai jadwal. Sudah Tahu Apa Itu KTP Pink dan Cara Pembuatannya? Memiliki KTP pink membantu memastikan identitas anak tercatat dengan benar sekaligus mempermudah berbagai urusan administrasi. Mulai dari pendidikan hingga layanan kesehatan. Ketika kebutuhan dasar seperti pencatatan identitas sudah terpenuhi, orang tua dapat lebih fokus mendukung perkembangan anak secara menyeluruh. Salah satu bentuk dukungan itu dapat diberikan melalui program olahraga yang terarah di Spark Sports Academy, tempat anak belajar disiplin, kerja sama, dan percaya diri. Dengan identitas legal yang jelas dan lingkungan pembinaan yang positif, anak memiliki pondasi yang kuat untuk tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan siap menghadapi tantangan di masa depan. Yuk, daftarkan anak Anda!
Mitos Bayi Menangis Tengah Malam, Karena Gangguan Gaib?
Pernah merasa bingung atau cemas ketika bayi menangis tiba-tiba di tengah malam? Banyak orang tua bahkan mengaitkannya dengan hal mistis. Menariknya, tangisan ini bisa mengindikasikan beberapa hal. Yuk, kenali lebih dalam dan jangan langsung percaya mitos bayi menangis tengah malam agar Anda bisa tahu keinginan si kecil! Key Takeaways: Mitos Bayi Menangis Tengah Malam Fenomena bayi yang menangis saat malam hari sudah ada sejak dulu. Karena sering terjadi dan sulit menjelaskan, masyarakat zaman dulu pun menafsirkannya tanpa ada landasan ilmiah, seperti menganggap ada gangguan dari makhluk halus. Itulah yang membuat mitos bayi menangis tengah malam bertahan hingga sekarang. Sebetulnya, anggapan tersebut muncul karena banyak orang tua dulu belum memahami apa yang sebenarnya terjadi pada bayi ketika mereka menangis tanpa henti di malam hari. Ketika sang ibu belum tahu apa penyebab tangisannya, muncullah penjelasan dari orang tua atau kerabat yang mengaitkannya dengan hal mistis. Cerita tersebut pun akhirnya diwariskan turun-temurun. Padahal, mitos bayi menangis di malam hari memiliki penjelasan ilmiah yang jauh lebih masuk akal. Mengutip NPR, menurut Harvard University Evolutionary Biologist, Katherine Hinde, tangisan bayi di malam hari merupakan bentuk naluri alami yang terbentuk sejak zaman manusia purba. Bayi menangis agar ibunya tetap terjaga dan memberi perhatian lebih, bahkan menunda kehamilan berikutnya karena tubuh sang ibu terlalu lelah untuk berovulasi. Meski terdengar unik, teori ini menjelaskan bagaimana tangisan malam hari menjadi bagian dari mekanisme alami untuk bertahan hidup, bukan karena hal gaib. Penyebab Bayi Menangis Tengah Malam Sekarang Anda tidak perlu terlalu takut atau khawatir dengan mitos bayi menangis tengah malam. Namun, cobalh untuk memahami arti sebenarnya dari bayi menangis di malam hari berikut ini. 1. Kolik Salah satu pemicu bayi menangis di malam hari adalah kolik. Kondisi ini biasanya muncul di usia 3-6 minggu dan membuat bayi menangis lama tanpa alasan yang jelas. Menurut jurnal penelitian National Library of Medicine tentang infantile colic, kondisi ini bukan penyakit berbahaya, melainkan akibat sistem pencernaan yang belum matang sepenuhnya. Gas yang menumpuk membuat perut terasa tidak nyaman, sehingga bayi menjadi rewel. 2. Lapar Tangisan malam hari seringkali menandakan bayi merasa lapar. Bayi yang baru lahir memiliki lambung kecil, jadi ia perlu menyusu lebih sering. Gerakan mengisap jari atau bibir menjadi tanda ia butuh makan. Ketika rasa lapar ini datang di tengah malam, tangisan pun menjadi cara bayi meminta perhatian. 3. Popok Basah Popok yang penuh atau basah bisa membuat bayi terbangun dan merasa tidak nyaman. Sensasi lembab pada kulitnya inilah yang membuatnya rewel. Oleh karena itu, alih-alih percaya tentang mitos bayi menangis tengah malam, Anda lebih baik mengecek dan mengganti popok sebelum tidur untuk mencegah anak menangis. 4. Kelelahan Setelah seharian menerima begitu banyak rangsangan baru dari dunia luar, bayi bisa merasa lelah dan akhirnya rewel di malam hari. Otaknya masih belajar menyesuaikan diri dengan berbagai suara dan cahaya. Rasa lelah ini akan membuatnya menangis sebelum akhirnya tertidur kembali. 5. Ingin Bergerak Bayi yang berbaring terlalu lama bisa merasa bosan atau tidak nyaman. Tangisannya menjadi isyarat bahwa ia ingin digendong atau diayun sebentar. Perasaan hangat di pelukan orang tua pun mampu menenangkan emosinya dengan cepat. Cara Mengatasi Bayi Menangis Tengah Malam Menangani tangisan anak di malam hari tentu butuh ketenangan dan kesabaran. Setelah memastikan mitos bayi menangis tengah malam tidak benar dan tahu penyebab aslinya, Anda bisa mencoba langkah-langkah berikut. Jika bayi masih rewel, Anda bisa memeluknya sebentar sambil mengayunnya secara perlahan. Penelitian National Library of Medicine pun menunjukkan bahwa gerakan lembut dan sentuhan hangat dari orang tua membantu menenangkan detak jantung dan menurunkan rasa gelisah pada bayi. Masih Percaya dengan Mitos Bayi Menangis Tengah Malam? Dari berbagai penelitian, mitos bayi menangis tengah malam tidak benar dan merupakan pengaruh dari faktor biologis serta emosional, bukan hal mistis seperti yang banyak orang yakini. Ketenangan, sentuhan hangat, serta stimulasi yang tepat pun menjadi cara untuk menenangkan bayi dan membantu perkembangannya. Berbicara tentang anak, jika ingin mendukung pertumbuhannya secara maksimal, Anda bisa mengandalkan Spark Sports Academy. Spark Sports Academy percaya bahwa setiap anak memiliki potensi yang tumbuh melalui stimulasi fisik dan sosial yang positif. Karena itu, melalui berbagai kelas seperti Gymnastic, Sensory & Phonics, Multisport, hingga Dance, anak akan diajak bergerak aktif sambil mengenali diri mereka sendiri. Ayo, book Free Trial di Spark Sports Academy, temukan pengalaman belajar yang menyenangkan untuk si kecil!
Reggio Emilia: Filosofi Belajar untuk Meningkatkan Kreativitas
Reggio Emilia merupakan pendekatan yang menempatkan anak sebagai pusat pembelajaran, fokus pada kolaborasi, rasa ingin tahu, serta ekspresi kreatif. Pendekatan ini sendiri berasal dari kota di Italia dengan nama sama yang menaruh kepercayaan besar terhadap kemampuan alami anak dalam belajar mengeksplorasi. Pada pendekatan ini, guru tidak berperan sebagai pengajar, melainkan mitra yang mendampingi proses penemuan anak. Lingkungan belajar pun dirancang sebagai “guru ketiga” untuk mendukung eksplorasi melalui dokumentasi sebagai alat yang penting dalam menangkap proses belajar. Mari simak manfaat penerapannya! Key Takeaways: Mengenal Pendekatan Reggio Emilia Konsep ini dikembangkan setelah Perang Dunia II di Reggio Emilia, Italia, yang menekankan setiap anak memiliki potensi, curiosity, dan kemampuan bawaan dalam membangun pengetahuan. Melansir Parents, filosofi pendidikan ini menempatkan anak sebagai pusat belajar serta dirancang terutama untuk bayi dan pra sekolah. Anak pun berperan sebagai individu kreatif yang belajar lewat observasi, eksplorasi, serta interaksi dengan lingkungan. Konsep ini juga dikenal dengan nama hundred languages of children, keyakinan bahwa anak memiliki banyak cara dalam mengekspresikan ide, perasaan, serta kreativitas lewat gerak, seni, dan permainan. Guru sendiri merupakan fasilitator, bukan instruktur tunggal. Proses belajar pun bersifat kolaboratif serta responsif terhadap minat anak. Selain itu, lingkungan belajar, dokumentasi, maupun relasi antara guru, anak, dan orang tua merupakan elemen penting yang saling melengkapi. 5 Prinsip Pendekatan Reggio Emilia Dalam melakukan pendekatan reggio emilia, terdapat 5 prinsip yang harus diketahui yaitu: 1. The Image of The Child Anak dipandang sebagai sosok yang memiliki potensi, kuat, kompeten, dan penuh rasa ingin tahu. Mereka bukan “wadah kosong” melainkan individu yang mampu membangun pembelajaran mereke sendiri dan memiliki hubungan sosial yang kuat sejak lahir. 2. The Hundred Languages of Children Anak-anak dianggap sebagai komunikator yang mampu mengekspresikan pikiran dan perasaan melalui banyak cara seperti menggambar, melukis, membangun, menari, bernyanyi, bermain peran, hingga sains dan matematika. Semua cara tersebut harus diapresiasi dan dihargai dengan baik. 3. Relationships Filosofi reggio emilia sangat menekankan pada hubungan saling menghormati antara anak, guru, dan orang tua. 4. The Role of The Teacher Guru tidak hanya memberikan instruksi, tetapi berperan sebagai sumber daya, pembimbing, dan pendengar yang peka. Guru bekerja berpasanagan dan melakukan: 5. The Environment as Third Teacher Lingkungan sekolah dianggap memiliki peran krusial dalam mendukung pembelajaran karena: Manfaat Penerapan Reggio Emilia Terdapat segudang manfaat yang Anda dapatkan ketika berhasil menerapkan pendidikan ini. Berikut penjabarannya. 1. Meningkatkan Kreativitas dan Critical Thinking Pendekatan ini akan memberi anak kebebasan dalam mengeksplorasi beragam material dan ideal. Kebebasan tersebut akan mendorong pemikiran divergen, merangsang kreativitas, dan membantu anak memahami hubungan sebab-akibat secara alami. Anak juga terbiasa memecahkan masalah dengan mandiri serta menentukan berbagai kemungkinan berdasarkan satu situasi. Proses ini menjadi pondasi kuat dalam membangun kemampuan berpikir tingkat tinggi. 2. Mengembangkan Keterampilan Sosial & Komunikasi Dalam sebuah jurnal di National Library of Medicine, hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan reggio secara signifikan mampu memberikan efek positif dalam pekerjaan, keterampilan sosial-emosional, hingga partisipasi dalam pemilihan umum. Pembelajaran dalam kelompok kecil sendiri memang dapat membuat anak terbiasa bekerja sama, berdiskusi, dan percaya diri saat menyampaikan ide. Anak juga belajar bernegosiasi, mendengarkan pendapat, belajar memahami perbedaan perspektif, serta kemampuan untuk memecahkan konflik secara positif yang penting untuk kehidupan. 3. Menumbuhkan Kepercayaan Diri & Kemandirian Melalui pendekatan Reggio Emilia, anak akan mendapatkan kesempatan untuk mengambil keputusan sendiri, menentukan aktivitas yang sesuai minat, serta mengembangkan proyek melalui dukungan guru. Treatment tersebut akan membuat anak merasa didengar, dihargai, serta diakui sebagai individu. Dampaknya, kepercayaan diri anak meningkat dan mereka juga memiliki motivasi belajar yang tumbuh secara alami tanpa ada paksaan. 4. Meningkatkan Kemampuan Refleksi & Kesadaran Diri Dokumentasi yang guru lakukan, baik dalam bentuk catatan proses, foto, atau karya anak akan menjadi nilai refleksi yang berharga. Anak bisa melihat perkembangannya dari waktu ke waktu serta memahami bagaimana mereka menjalani proses berpikir dan analisis. Langkah ini akan mengembangkan kemampuan metakognitif. Kemampuan yang membantu mereka memahami cara belajar sesuai karakteristiknya untuk mendapatkan hasil terbaik. 5. Lingkungan Belajar yang Mendukung Simulasi dan Eksplorasi Ruang kelas pendekatan ini harus estetis serta mendukung beragam elemen yang akan merangsang sensori, seperti bahan alam, cahaya alami, maupun tata ruang fleksibel. Lingkungan tersebut akan memberi anak motivasi untuk menyentuh, bergerak, mencoba, serta bertanya. Dengan begitu, anak akan menjadi lebih penasaran, aktif, dan merasa nyaman untuk mengekspresikan diri di ruang yang nyaman. Contoh Pendekatan Reggio Emilia Pendekatan reggio emilia bertujuan untuk mengasaha kreativitas, eksplorasi, serta rasa ingin tahu anak. Berikut adalah contoh pendekatannya 1. Guru sebagai Media Guru tidak hanya memberikan pelajaran searah, tetapi bisa menjadi pendamping apa yang diminati anak. Contohnya, jika ada murid yang tertarik pada kupu-kupu, guru akan mengubah kelas menjadi ruang riset, seni, dan bercerita dengan tema kupu-kupu. 2. Penggunaan Materi Pembelajaran Terbuka Alih-alih hanya menggunakan kertas, pulpen, dan pensil, kelas harus menyediakan media seperti balok katu, kain, barang daur ulang, tanah liat, atau bahan kreatif lainnya untuk menstimulasi imajinasi anak. 3. Dokumentasikan Perkembangan Pembelajaran Anak Guru bisa mendokumentasikan perjalanan belajar anak melalui foto, catatan observasi, dan hasil karya anak yang dipajang. Hal ini bertujuan agar anak dapat melihat kembali perkembangan mereka dan orang tua bisa memahami proses berpikir anak. 4. Belajar Bekerja Sama Anak-anak akan dituntut bekerja sama dalam memecahkan suatu masalah. Misalnya saat sedang bermain peran sebagai pedagang, anak akan belajar menurunkan harga dengan bekerja sama antar sesama. 5. Studi Di Luar Ruangan Belajar di lingkungan luar khususnya alam dapat memperdalam pemahaman anak tentang dunia melalui pengalaman sensorik. 6. Memberi Pelajaran Kritis Guru akan memberikan pertanyaan terbuka untuk memicu pemikiran kritis anak. Setelah anak menjawab, guru tidak langsung memberikan penjelasan melainkan balik bertanya agar anak bisa menjawabnya secara kritis. 7. Belajar Lewat Seni Belajar lewat seni seperti menggambar, bermusik, dan lain-lain dipercaya bisa mengekspresikan apa yang ada di dalam pikiran dan emosi anak. 8. Keterlibatan Lingkungan Rumah dan Sekolah Ada hubungan kuat antara sekolah dan rumah. Orang tua diajak terlibat dalam aktivitas kelas atau berbagai keahlian mereka untuk memperkaya pengalaman belajar anak. 9. Praktik Mengajar yang Reflektif Guru secara rutin akan mengevaluasi metode mengajar mereka bersama pendidik. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan strategi pengajaran dengan kebutuhan anak yang terus berkembang. 10. Lingkungan Sekolah adalah Guru Ke Tiga Lingkungan dapat memengaruhi
6 Manfaat Bayi Tidur Tanpa Bantal, Ada Segudang!
Banyak orang tua mungkin berpikir bahwa bayi akan tidur lebih nyaman dengan bantal lembut di bawah kepalanya. Padahal, kenyataannya justru sebaliknya. Bahkan, penggunaan bantal terlalu dini bisa berisiko bagi keselamatan dan kenyamanan si kecil. Lantas, apa saja manfaat bayi tidur tanpa bantal? Simak artikel ini! Key Takeaways: 6 Manfaat Bayi Tidur Tanpa Bantal Berbeda dengan orang dewasa, bayi belum membutuhkan bantal saat tidur. Banyak penelitian juga menjelaskan bahwa tidur tanpa bantal lebih aman untuk bayi. Berikut beberapa alasan kenapa tidur tanpa bantal lebih baik untuk bayi. 1. Mengurangi Risiko SIDS Salah satu manfaat tidur tanpa bantal yang paling penting adalah menurunkan risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau kematian mendadak pada bayi. Menurut jurnal di NCBI, penggunaan bantal dapat menghalangi aliran udara di sekitar wajah bayi. Jika wajah bayi tertutup bantal, risiko kekurangan oksigen bisa meningkat. Bayi yang belum mampu memutar kepalanya dengan baik pun berpotensi sulit bernapas ketika wajahnya menempel pada bantal. Karena itu, tidur di permukaan datar tanpa bantal jauh lebih aman untuk menjaga saluran napas tetap terbuka sepanjang malam. 2. Membantu Kepala Tetap Bentuk Alami Bayi memiliki tulang kepala yang masih lembut. Jika sering tidur di atas bantal, tekanan hanya terjadi di satu sisi dan bisa menyebabkan flat head syndrome atau kepala datar. Sedangkan salah satu manfaat bayi tidur tanpa bantal adalah menjaga bentuk kepala tetap bulat alami. Sebab, saat tidur langsung di atas kasur datar, tekanan kepala tersebar lebih merata. Selain itu, bayi juga bisa menggerakkan kepalanya dengan bebas tanpa hambatan, sehingga bentuk kepala tidak menjadi datar di satu sisi. 3. Mencegah Cedera Leher Bantal dapat memaksa posisi kepala bayi menjadi lebih tinggi dari tubuhnya. Kondisi ini akan membuat leher bekerja lebih keras untuk menopang kepala. Dalam jangka panjang, posisi tidur seperti ini bisa menimbulkan ketegangan otot leher atau bahkan torticollis (cedera leher ringan). Sementara itu, tidur tanpa bantal adalah menjaga posisi kepala dan leher tetap sejajar dengan tubuh. Tidur di posisi alami akan membantu otot bayi berkembang dengan baik tanpa tekanan berlebih. 4. Membantu Bayi Tidur Lebih Nyenyak Ketika bayi tidur di atas kasur datar tanpa bantal, suhu tubuhnya lebih stabil. Di sisi lain, bantal berbahan sintetis seperti poliester dapat memerangkap panas dan menyebabkan bayi berkeringat. Kondisi ini bisa membuatnya gelisah dan sering terbangun di malam hari. Jadi, tidur tanpa bantal sama saja dengan membantu menjaga sirkulasi udara di sekitar kepala tetap baik dan suhu tubuh tidak meningkat berlebihan. Ini membuat kualitas tidurnya lebih tenang dan nyaman. 5. Menurunkan Risiko Tersedak dan Mati Lemas Bantal yang terlalu empuk bisa membuat wajah bayi tenggelam saat tidur. Menurut laporan Red Nose Australia, hal ini berpotensi menyebabkan bayi kehabisan napas atau tersedak karena saluran udara tertutup. Beberapa kasus juga menunjukkan bahwa bantal dapat menutup hidung dan mulut bayi tanpa disadari, apalagi jika ia berguling ke posisi miring. Karena itu, manfaat bayi tidur tanpa bantal juga tentang perlindungan terhadap bahaya tersedak dan sesak napas yang bisa terjadi sewaktu-waktu. 6. Lebih Aman saat Bayi Mulai Aktif Bergerak Ketika bayi mulai belajar tengkurap atau berguling, bantal bisa menjadi benda yang menghalangi geraknya. Dalam beberapa kasus, bayi bahkan bisa jatuh dari tempat tidur karena menjadikan bantal sebagai pijakan untuk memanjat. Tidur tanpa bantal membantu bayi lebih bebas bergerak tanpa risiko cedera. Inilah salah satu alasan mengapa para ahli menyarankan bayi tidur di kasur datar tanpa tambahan benda lembut di sekitarnya. Sudah Tahu Manfaat Bayi Tidur Tanpa Bantal? Tanpa bantal, bayi bisa bernapas lebih lega, tidur lebih tenang, dan tumbuh dengan posisi tubuh yang alami. Karena itu, akan lebih baik jika Anda membiarkan bayi tidur tanpa tambahan apa pun di ranjangnya. Cara ini bisa menjadi bentuk atau cara untuk menjaga kesehatan dan tumbuh kembangnya. Namun, jika ingin mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh, Spark Sports Academy bisa menjadi pilihan. Di sini, anak-anak dapat belajar, bermain, dan tumbuh lewat aktivitas menyenangkan yang menstimulasi tujuh indra. Mulai dari keterampilan motorik kasar, sosial emosional, hingga rasa percaya diri. Dengan berbagai kelas seperti gymnastic, multisport, hingga sensory & phonics, Sparks Sport Academy akan membantu anak tumbuh aktif, sehat, dan penuh semangat. Lebih dari sekadar bergerak, mereka menemukan cara untuk percaya diri, bersosialisasi, dan tumbuh menjadi pribadi yang seimbang. Ayo, daftarkan buah hati Anda!
