Konsep tiger mom sering diasosiasikan dengan orang tua yang menuntut kesempurnaan dari anaknya, baik di bidang akademik maupun kegiatan tambahan. Namun, disiplin yang berlebihan tanpa diimbangi empati justru bisa membuat anak merasa tertekan. Alih-alih tumbuh mandiri dan percaya diri, mereka bisa kehilangan rasa aman dan takut gagal, sehingga prestasi tidak berkembang sebaik yang diharapkan. Lantas, apakah konsep pengasuhan ini harus Anda terapkan? Mari simak berbagai dampaknya di bawah ini! Key Takeaways: Apa Itu Tiger Mom? Istilah tiger mom pertama kali diperkenalkan oleh Amy Chua lewat bukunya Battle Hymn of the Tiger Mother, yang menggambarkan pola asuh disiplin dan menuntut hasil tinggi. Berdasarkan APA Divisions, gaya ini berakar dari budaya Asia Timur yang menilai keberhasilan anak sebagai simbol kehormatan keluarga. Dalam penerapannya sendiri, pola asuh ini akan mendorong anak untuk selalu berprestasi melalui kerja keras dan kepatuhan penuh. Namun, pendekatan ini juga sering dikritik karena mengabaikan kebutuhan emosional anak dan kurang menumbuhkan kemandirian. Baca: Montessori: Metode untuk Menumbuhkan Kemandirian Anak Dampak Positif dan Tiger Mom Meskipun sering menuai kritik dan menimbulkan kontroversi, pendekatan ini tetap memiliki sejumlah sisi positif bila diterapkan secara proporsional. Berikut di antaranya. 1. Menumbuhkan Disiplin dan Ketekunan Lewat penerapannya, anak akan terbiasa dengan rutinitas, target, dan tanggung jawab sejak dini. Hal tersebut pun akan membentuk mental kerja keras yang kuat. 2. Meningkatkan Daya Juang dan Fokus Berdasarkan Detik, tiger mom dapat meningkatkan fokus pada anak. Pola pengasuhan ini seringkali menghasilkan anak yang mampu bertahan dalam tekanan dan tidak mudah menyerah. 3. Mendorong Pencapaian Akademik dan Prestasi Tekanan untuk berusaha maksimal membuat anak terbiasa menghadapi tantangan dan belajar dari kegagalan. Ini karena anak memiliki motivasi tinggi dan menjadi seorang pekerja keras. 4. Membentuk Struktur dan Kedisiplinan Jangka Panjang Pada dasarnya, asalkan orang tua memiliki batasan dan ekspektasi yang jelas, pola pengasuhan ini memiliki dampak baik dalam jangka panjang. Sebab, anak dapat belajar akan pentingnya komitmen dan konsistensi yang dibawa hingga mereka dewasa. Baca: Baby Blues: Pengertian, Faktor Pemicu, dan Cara Mengatasinya Risiko dan Dampak Negatif Tiger Mom Mengutip HaiBunda, pendekatan ini adalah praktik di mana orang tua menerapkan strategi mengasuh anak dengan cara positif dan negatif bersamaan. Pendekatan ini pun memang efektif membentuk anak berprestasi, tetapi tanpa dukungan emosional yang sehat, tetap ada risiko tekanan psikologis. Berikut berbagai dampak buruknya. 1. Tekanan Psikologis yang Tinggi Anak sering merasa hidupnya terlalu orang tua kontrol, sehingga menimbulkan stres, kecemasan, hingga kelelahan mental sejak usia muda. Sehingga, ada risiko anak bisa memberontak dan memilih jalan kebebasan yang ekstrem. 2. Hubungan Emosional yang Renggang Fokus berlebihan pada hasil membuat komunikasi orang tua dan anak menjadi kaku. Akibatnya, kedekatan emosional melemah dan anak enggan terbuka. Anak cenderung pendiam dan menyendiri karena hal itu membuat mereka lebih tenang daripada bercengkrama dengan orang tuanya. 3. Menurunnya Rasa Percaya Diri Anak yang tumbuh di bawah pola asuh tiger mom cenderung takut gagal dan sulit menerima kekalahan. Hal tersebut menjadikan mereka rela melakukan segala cara demi mencapai kemenangan, bahkan jika itu dapat merugikan orang lain. 4. Dampak Jangka Panjang Terhadap Kesehatan Mental Tekanan berlebihan di masa kecil dapat memicu perfeksionisme ekstrem, gangguan kecemasan, bahkan depresi di usia dewasa. Sebab, pola asuh ini memang terlalu keras untuk anak, sehingga membuat mereka memiliki batasan terhadap hidupnya. 5. Menekan Kreativitas dan Eksplorasi Diri Karena pengarahan yang terlalu ketat, anak akan sulit menemukan minat pribadi dan takut mencoba hal baru di luar ekspektasi orang tua. Mereka cenderung tidak berani keluar dari zona nyaman karena takut mendapat cemoohan, hinaan, bahkan pukulan karena tidak sesuai dengan arahan orang tua. Sudah Memahami Apa Itu Tiger Mom? Konsep tiger mom menunjukkan bahwa dorongan keras orang tua bisa menghasilkan anak berprestasi, tetapi juga berisiko menekan sisi emosional mereka. Dalam jangka panjang, pendekatan seperti ini sering membuat anak kehilangan motivasi alami untuk belajar dan berkembang. Karena itu, orang tetap butuh batasan agar tidak merusak mental anak. Di sinilah peran Sparks Sports Academy sangat penting untuk menciptakan ruang bagi anak tumbuh dengan disiplin sehat, didukung empati, dan semangat belajar yang datang dari dalam dirinya sendiri. Sebab, setiap aktivitas dirancang untuk menstimulasi anak dengan cara yang menyenangkan. Lingkungan yang supportive dan sosialisasi yang seru pun meningkatkan kepercayaan diri anak. Mari dukung anak dengan cara yang tepat bersama Sparks!
Montessori: Metode untuk Menumbuhkan Kemandirian Anak
Metode pendidikan Montessori (child-centered) sudah menjadi pilihan menarik bagi orang tua yang ingin anaknya memperoleh pendidikan dengan fokus kemandirian dan minat. Melalui lingkungan child-centered, anak akan memperoleh kesempatan untuk memilih aktivitas sesuai keinginannya. Sementara guru berperan sebagai pembimbing untuk menyiapkan lingkungan belajar. Dengan begitu, Montessori bukan sekadar metode, tetapi pendekatan dengan berorientasi pada potensi alami anak. Untuk informasi selengkapnya, Anda dapat mengikuti pembahasan artikel ini. Key Takeaways Apa yang Dimaksud dengan Montessori? Montessori adalah metode pendidikan yang dikembangkan oleh seorang dokter sekaligus pendidik asal Italia bernama Maria Montessori pada awal abad ke-20. Maria mengamati bahwa anak memiliki potensi belajar secara mandiri dan aktif. Metode ini pun memandang bahwa anak memiliki absorbent mind, sebuah pikiran yang secara alami akan menyerap lingkungan sekitar. Melalui periode-sensitif, anak akan belajar beberapa keterampilan secara optimal, baik itu keterampilan motorik dan bahasa. Dalam implementasinya, metode pendidikan Montessori menghadirkan ruang belajar yang bernama “prepared environment”. Sebuah lingkungan yang telah disiapkan menggunakan materi khusus, furnitur sesuai anak, dan alur aktivitas yang memungkinkan anak bisa memilih sendiri. Sementara itu, guru hanya berperan sebagai pengamat dan pembimbing untuk membantu anak saat mereka memerlukannya. Bukan sebagai seorang pengajar yang secara langsung memberi instruksi secara terus-menerus. Baca: Baby Blues: Pengertian, Faktor Pemicu, dan Cara Mengatasinya Prinsi Utama Metode Montessori Dalam menerapkan metode pendidikan child-centered, terdapat beberapa prinsip yang harus Anda pahami. Prinsip tersebut juga menentukan seberapa optimal Anda mengimplementasikan metode tersebut. Berikut ini penjelasannya. Baca: Mengenal Neglect Parenting dan Pengaruhnya ke Anak Manfaat dan Keunggulan Montessori Metode pendidikan Montessori memberi sejumlah keunggulan yang mendukung perkembangan anak. Berikut ini penjelasannya. Tantangan dan Pertimbangan Penerapan Meskipun Montessori telah mendapat banyak respons positif, tetapi ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Tujuannya agar metode pendidikan child-centered ini mampu memberi hasil optimal. Berikut ini penjelasannya. Tips Mengintegrasikan Metode Montessori pada Kehidupan Anak Anda dapat mengadopsi beberapa elemen pada metode Montessori untuk diterapkan di rumah. Dengan begitu, anak bisa memperoleh manfaat tambahan. Begini tipsnya. Rasakan Manfaat Metode Pendidikan Montessori Montessori adalah metode dengan keunikannya tersendiri, terutama dalam pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar yang fokus pada pilihan anak, kemandirian, serta lingkungan khusus untuk mendukung pembelajaran. Dengan memahami prinsip hingga tantangannya, Anda bisa membuat keputusan terbaik untuk pendidikan anak.
Baby Blues: Pengertian, Faktor Pemicu, dan Cara Mengatasinya
Melahirkan menjadi momentum transformatif yang semestinya penuh kebahagiaan. Namun, di balik euforia tersebut, tak jarang ibu baru diam-diam bergumul dengan kondisi emosional yang ekstrem, salah satunya baby blues. Sayangnya, masih banyak orang yang memandang remeh situasi tersebut. Key Takeaways Apa Itu Baby Blues? Baby blues, yang juga familiar dengan istilah postpartum blues, adalah sindrom gangguan mental ringan pada ibu yang baru saja melahirkan. Gejala-gejalanya bisa berupa perubahan suasana hati secara drastis, mudah menangis dan cemas, hingga kesulitan tidur. Biasanya, gejala akan muncul dalam 2-3 hari setelah persalinan dan mencapai puncaknya sekitar hari ke-4 hingga ke-10. Namun, sebagian penyintas bisa sembuh dengan sendirinya maksimal di hari ke-14. Sebaliknya, jika tidak mengalami perubahan positif, kemungkinan ibu terkena postpartum depression (PPD). Data Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menunjukkan bahwa gangguan mental ini tersegmentasi, di mana peluang ibu pasca melahirkan mengalaminya sangat tinggi. Pada tahun 2024 saja, sekitar 57% ibu di Indonesia mengalami kondisi postpartum blues. Baca: Manfaat Direct Breastfeeding dan Tips Aman Melakukannya Ciri-Ciri Baby Blues Sindrom baby blues biasanya terjadi pada 2-5 hari setelah ibu melahirkan. Berikut adalah ciri-ciri Mom mengalami baby blues: Ciri-ciri ini biasanya akan hilang dalam 1-2 minggu dan tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika kejadian ini berlarut-larut, bisa jadi tanda depresi pascamelahirkan. Perbedaan Baby Blues dan Postpartum Depression Banyak orang masih mengidentifikasi atau menyamakan postpartum blues dengan postpartum depression, padahal keduanya memiliki perbedaan signifikan. Meskipun begitu, tidak dapat dipungkiri bahwa postpartum blues merupakan gejala awal dari postpartum depression. Berikut ini tabel perbedaan kedua kondisi tersebut. Kriteria Baby Blues(Postpartum Blues) Postpartum Depression Waktu Muncul 2-3 hari setelah melahirkan 2 minggu hingga beberapa bulan setelah melahirkan Durasi Maksimal 2 minggu Bisa berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan setahun Tingkat Keparahan Ringan, ibu masih bisa merawat diri dan bayi. Sedang hingga parah, mengganggu aktivitas sehari-hari sampai bahkan kehilangan kemampuan mengasuh anak Gejala Kunci Mudah menangis, mood swing, kecemasan ringan Kesedihan mendalam dan terus-menerus, merasa diri tidak berharga, kesulitan bonding dengan bayi, memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bayi Jika gejala postpartum blues tidak membaik setelah dua minggu atau semakin memburuk, ini bisa menjadi indikasi postpartum depression yang membutuhkan penanganan tenaga medis profesional. Penyebab Utama Baby Blues Adapun penyebab utama baby blues adalah kombinasi dari perubahan fisik dan emosional yang masif, tepatnya sebagai berikut. Berapa Lama Masa Baby Blues akan Hilang? Baby blues biasanya hilang dalam waktu singkat, yaitu 1-2 minggu setelah melahirkan. Gejala seperti perubahan suasana hati cemas, dan rasa mengganggu lainnya umumnya muncul 2-3 hari pasca kelahiran dan akan merada dengan sendirinya. Jika gejala tidak hilang setelah 2 minggu, ini bisa menjadi tanda depresi pascamelahirkan (postpartum depression) yang lebih serius dan memerlukan penanganan dokter atau psikiater. Cara Mengatasi Baby Blues Mengingat sifatnya yang sementara, sebagian besar kasus postpartum blues dapat teratasi dengan perawatan diri dan dukungan yang kuat melalui cara-cara sederhana di bawah ini. 1. Perawatan Mandiri dan Dukungan Keluarga Dukungan keluarga sangat efektif dalam mempercepat pemulihan guncangan emosional ibu pasca melahirkan, di samping keinginan ibu sendiri untuk lekas sembuh. Langkah-langkah yang bisa Anda praktekkan adalah sebagai berikut. Jika gejala-gejala tetap berlanjut lebih dari dua minggu atau bahkan semakin parah, maka ibu harus segera berkonsultasi dengan tenaga medis profesional, terutama psikiater. Langkah ini penting untuk mendeteksi dini gejala depresi pasca melahirkan dan menentukan penanganan yang tepat. 2. Membangun Keseimbangan Hidup Pasca Melahirkan Masa pasca persalinan merupakan periode adaptasi besar. Selain fokus pada perawatan bayi, kondisi ibu juga wajib mendapatkan perhatian khusus. Tujuannya agar ibu bisa segera mengidentifikasi kemungkinan guncangan emosional seperti baby blues sebelum menjadi parah dan berakhir sebagai postpartum depression. Jika sudah terlanjur mengalami badai emosional tersebut, kerja sama antara ibu dengan orang-orang di sekitarnya menjadi krusial. Ibu harus mendapatkan waktu untuk diri sendiri dan cukup istirahat agar fisik bisa cepat pulih dan tidak mengalami tekanan emosional. Namun, perjuangan ibu tidak sampai di situ. Keseimbangan hidup harus tetap terjaga seterusnya untuk mampu membentuk lingkungan tumbuh kembang yang sehat. Ibu Bebas Baby Blues dengan Pelatihan Terbaik Baby blues adalah kondisi yang umum terjadi pada ibu baru, dan memahami penyebab serta cara mengatasinya dapat membantu proses pemulihan menjadi lebih ringan. Dengan dukungan keluarga, pengetahuan yang tepat, dan keberanian untuk meminta bantuan, setiap ibu dapat melalui fase ini dengan lebih tenang. Mendukung kesehatan mental ibu seringkali juga berkaitan dengan menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang positif bagi anak. Di sinilah Sparks Sports Academy dapat menjadi partner yang dapat diandalkan, karena anak berada dalam aktivitas yang sehat dan berkembang dengan baik. Kami menawarkan program yang membantu anak tumbuh lebih aktif, disiplin, mandiri, dan percaya diri dengan pembinaan jangka panjang. Dengan demikian, ibu telah memiliki satu solusi untuk mengurangi stres dan memberikan ruang untuk memulihkan diri.
Manfaat Direct Breastfeeding dan Tips Aman Melakukannya
Pernahkah Anda merasa semakin dekat dengan si kecil setiap kali menyusuinya langsung? Banyak ibu merasakan momen itu sebagai waktu paling hangat dalam hari-harinya. Bukan sekadar memberi nutrisi penting bagi bayi, direct breastfeeding akan membantu tubuh Anda bekerja lebih seimbang dan membangun ikatan emosional. Artikel ini mengajak Anda mengenal manfaat dan memberi langkah praktis agar sesi menyusui langsung terasa lebih nyaman dan menyenangkan. Key Takeaways Apa Itu Direct Breastfeeding? Direct breastfeeding (DBF) adalah metode menyusui di mana bayi mengisap langsung dari payudara ibu, tanpa alat bantu seperti botol atau dot. Isapan langsung ini memberi stimulasi alami pada payudara dan membantu tubuh ibu mengatur produksi ASI sesuai kebutuhan bayi. Manfaat Direct Breastfeeding bagi Ibu dan Bayi DBF adalah salah satu cara penting untuk memberikan nutrisi terbaik bagi bayi. Metode ini juga membawa banyak manfaat kesehatan dan emosional untuk ibu dan bayi. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut. 1. Nutrisi Bayi Terpenuhi DBF memberikan ASI secara langsung, yang mana kaya akan nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan bayi. Kolostrum, cairan awal payudara setelah melahirkan, mengandung antibodi yang membantu bayi melawan infeksi. ASI juga penuh vitamin, mineral, dan lemak sehat yang mendukung perkembangan optimal bayi. 2. Ikatan Emosional Ibu dan Bayi Menyusui secara langsung menciptakan kontak skin-to-skin (kulit ke kulit) yang intens antara ibu dan bayi. Kontak ini memberikan rasa hangat sekaligus merangsang hormon oksitosin. Hormon ini memperkuat ikatan batin antara ibu dan bayi, menciptakan rasa aman, nyaman, dan kasih sayang. 3. Merangsang Produksi ASI Saat bayi menyusu langsung pada ibu, stimulasi pada kelenjar susu lebih maksimal. Gerakan mengisap bayi akan membantu meningkatkan produksi ASI sesuai kebutuhan serta menjaga pasokan tetap cukup dan seimbang. 4. Mengurangi Risiko Kematian Bayi Mendadak Praktik direct breastfeeding juga dapat menurunkan risiko Sindrom Kematian Bayi Mendadak (Sudden Infant Death Syndrome/SIDS) karena bayi menyusu lebih sering, terutama pada malam hari. Sehingga, bayi lebih sering terbangun dan lebih aman selama tidur. 5. Menurunkan Risiko Penyakit Kronis ASI eksklusif juga dapat membantu bayi membangun sistem imun yang kuat, yang mana dapat menurunkan risiko penyakit kronis seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung saat dewasa. 6. Mendukung Kesehatan Pencernaan ASI mengandung probiotik alami yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di saluran pencernaan bayi, membantu mencegah diare, sembelit, dan gangguan pencernaan lainnya. 7. Lebih Praktis Direct breastfeeding memungkinkan ibu menyusui kapan saja sesuai kebutuhan bayi tanpa memerlukan botol, dot, atau persiapan tambahan. Hal ini memudahkan ibu merespons tanda lapar bayi dengan cepat dan mengurangi kerepotan dalam penyediaan susu. 8. Manfaat Tambahan untuk Ibu Selain bermanfaat untuk bayi, DBF membantu ibu pulih pasca-persalinan melalui stimulasi hormon oksitosin. Kondisi ini juga dapat mengurangi risiko pendarahan, menurunkan risiko kanker payudara dan ovarium, serta mencegah masalah seperti mastitis dengan menjaga saluran ASI tetap lancar. Tips Melakukan Direct Breastfeeding dengan Baik Berikut ini beberapa langkah penting agar proses DBF berjalan secara tepat dan nyaman untuk ibu dan bayi. Bangun Kebersamaan dengan Anak bersama Spark Sports Academy Direct breastfeeding memberi banyak dampak baik bagi kesehatan dan kedekatan Anda dengan si kecil. Cara ini membantu bayi tumbuh lebih kuat dan membuat Anda lebih percaya diri dalam merawatnya. Dengan langkah yang tepat, proses menyusu langsung bisa terasa lebih ringan dan menyenangkan setiap hari. Jika Anda ingin tumbuh kembang anak berjalan secara optimal, Spark Sports Academy bisa menjadi pilihan yang tepat. Spark Sports Academy menawarkan program latihan yang dirancang agar anak usia 1-7 tahun bisa beraktivitas fisik dengan aman dan efektif. Yuk, temukan salah satu program favorit sesuai tumbuh kembang anak dan daftar sekarang di sini!
Mengenal Neglect Parenting dan Pengaruhnya ke Anak
Dalam dunia parenting, ada banyak sekali gaya pengasuhan yang diterapkan oleh orang tua, mulai dari yang gentle hingga terlalu protektif. Salah satu pola asuh yang cukup terkenal karena berdampak signifikan terhadap perkembangan anak adalah neglect parenting atau sering disebut sebagai uninvolved parenting. Pola pengasuhan ini menunjukkan orang tua yang cenderung abai terhadap kebutuhan anak, baik secara emosional maupun fisik. Jika hal ini terus berlanjut, anak bisa merasa kurang dicintai bahkan hilang arah selama fase pertumbuhan. Oleh sebab itu, Anda perlu mengenali lebih dalam soal pola asuh neglect serta pengaruhnya ke anak berikut ini. Key takeaways: Apa Itu Neglect Parenting? Neglect parenting adalah pola asuh ketika orang tua tidak banyak terlibat dalam kehidupan anaknya. Mengutip Verywell Mind, tipe orang tua seperti ini sering kali tampak pasif dalam merespons kebutuhan anak. Alhasil, anak harus belajar memenuhi kebutuhannya sendiri sejak dini tanpa mendapat arahan yang memadai dari orang tua. Contoh dari pola asuh ini yaitu mengabaikan anak saat mereka mencoba berbicara dengan Anda, tidak menunjukkan minat pada kesukaan anak, berekspektasi bahwa anak bisa mengurus diri mereka sendiri, atau sering meninggalkan anak tanpa pengawasan. Adapun faktor yang menyebabkan sebagian orang menerapkan pola pengasuhan ini tidak selalu karena sengaja. Orang tua yang sebelumnya juga dibesarkan dengan pola asuh neglect bisa jadi mengulang pola tersebut ke anaknya sendiri. Selain itu, orang tua yang sibuk dengan masalah mereka sendiri, seperti penyalahgunaan zat atau masalah kesehatan mental, juga dapat menjadi alasan yang menghalangi mereka untuk menerapkan pola asuh peduli alih-alih cuek. Baca: Dolphin Parenting: Ciri Pola Asuh, Kelebihan, dan Kelemahan Karakteristik Neglect Parenting Berikut adalah beberapa ciri khas perilaku orang tua yang menerapkan pola asuh neglect. Simak penjelasannya! 1. Jarang Memerhatikan Perasaan Anak Orang tua dengan pola asuh ini cenderung tidak peka terhadap kondisi emosional anak. Mereka jarang menanyakan apa yang anak rasakan atau mendengarkan keluh kesahnya. Alhasil, mereka sering digambarkan sebagai figur yang dingin dan lalai terhadap anak mereka sendiri. 2. Tidak Menetapkan Aturan untuk Anak Dalam keluarga yang menerapkan neglect parenting, batasan dan aturan jarang berlaku. Alhasil, anak dibiarkan untuk memutuskan segala sesuatu dengan sendirinya tanpa mendapat arahan yang jelas. Orang tua jarang menuntut atau bahkan tidak menuntut sama sekali ke anaknya. 3. Minim Terlibat dalam Aktivitas Anak Karakteristik berikutnya dari tipe orang tua neglect adalah jarang menghadiri kegiatan anak, seperti acara sekolah atau ekstrakurikuler. Mereka sering absen dari momen-momen penting perkembangan anaknya, sehingga anak terbiasa tumbuh sendirian dan sulit menjalin kedekatan emosional dengan orang tuanya. Baca: Parenting VOC: Pengertian, Ciri, dan Dampaknya terhadap Anak Pengaruh Neglect Parenting ke Anak Melansir Parents, Whitney Casares, seorang dokter anak, tidak merekomendasikan gaya pengasuhan neglect karena orang tua seringkali meremehkan perasaan anak-anak mereka dan cukup lalai. Berikut beberapa pengaruh negatif yang akan anak rasakan dari pola pengasuhan ini. 1. Mudah Merasa Cemas atau Stres Anak yang tumbuh dengan sedikit perhatian atau dukungan emosional dari orang tuanya cenderung mudah merasa cemas atau stres. Bahkan tidak menutup kemungkinan anak akan mengalami masalah kesehatan mental seperti depresi. 2. Meningkatkan Risiko Perilaku Bermasalah Orang tua yang minim terlibat dalam kehidupan anaknya berisiko membuat mereka terjun ke perilaku bermasalah. Contohnya seperti pencurian, merokok, atau minum-minuman keras karena terseret pergaulan bebas yang tidak terkontrol. Selain itu, bisa juga sebagai cara anak mencari perhatian dengan cara negatif. 3. Anak Sulit Mengekspresikan Emosi Kurangnya kasih sayang dan perhatian yang orang tua curahkan kepada anaknya membuat anak tidak terbiasa mengekspresikan perasaannya dengan benar. Akibatnya, anak mengalami keterlambatan sosial hingga emosional. Tidak heran jika anak yang tumbuh di bawah pola asuh ini menjadi pribadi tertutup dan rendah diri. 4. Prestasi Akademik Menurun Mengutip hasil penelitian pada jurnal EDUKASIA, neglectful parenting style memengaruhi emosi negatif anak usia 5-6 tahun dalam pembelajaran sebesar 30,2%. Hal ini menunjukkan orang tua yang mengabaikan pemberian dukungan ke anak dapat menghilangkan semangat belajar dan tidak fokus selama pembelajaran. Baca: Permissive Parenting: Kenali Risiko dan Cara Mengatasinya Sudah Tahu Apa Itu Neglect Parenting? Setelah mempelajari neglect parenting beserta pengaruhnya ke anak, sebaiknya Anda menghindari pola asuh ini. Tipsnya adalah dengan mengikuti kelas parenting atau bertemu dengan terapi profesional jika Anda memiliki masalah kesehatan mental. Selain itu, Anda juga bisa mendaftarkan anak ke Sparks Sports Academy yang memberikan ruang untuk berkembang melalui kegiatan olahraga positif yang mendukung mental dan fisiknya. Di sini, anak-anak dapat membangun kepercayaan diri melalui kelas olahraga yang diminati serta melatih keterampilan sosial mereka bersama teman sebayanya. Daftarkan sekarang agar kebagian kuota promonya!
