Di era digital yang serba terhubung seperti sekarang, gadget telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian, termasuk dalam kehidupan buah hati kita. Namun, di balik kemudahan dan hiburan yang ditawarkan, terselip kekhawatiran akan dampak buruk screen time anak yang tidak tepat. Tanpa disadari, waktu yang terlalu lama dihabiskan untuk menatap layar dapat mengganggu tahap tumbuh kembang anak yang sedang berlangsung pesat. Lantas, bagaimana cara menemukan keseimbangan yang tepat? Mari kita bahas lebih dalam mengenai batas aman screentime pada anak dan strategi mengelolanya dengan bijak demi masa depan si kecil yang optimal. Apa Itu Screen Time? Sebelum masuk ke pembahasan lebih jauh, mari kita pahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan screentime. Secara sederhana, screentime adalah total durasi yang dihabiskan seseorang untuk berinteraksi dengan berbagai jenis layar elektronik, seperti televisi, ponsel pintar, tablet, komputer, dan konsol game. Penggunaan perangkat untuk keperluan sekolah atau belajar yang bersifat edukatif dan dipandu oleh guru atau orang tua, biasanya tidak dihitung sebagai screentime hiburan yang menjadi fokus pembahasan kita. Intinya, screentime yang kita waspadai adalah waktu yang digunakan murni untuk hiburan tanpa interaksi dan pengawasan yang memadai. Dampak Negatif Screentime Berlebih Ketika kebiasaan screentime anak berlangsung lama dan tanpa batas, sejumlah risiko mengintai perkembangan anak. Berikut adalah beberapa dampak negatif yang patut diwaspadai: 1. Gangguan Tidur dan Fokus Anak Cahaya biru yang dipancarkan layar gadget dapat menekan produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang bertanggung jawab atas rasa kantuk. Akibatnya, anak menjadi lebih sulit tidur, kualitas tidurnya menurun, dan esok harinya ia akan mudah lelah, rewel, serta kesulitan untuk memusatkan perhatian. 2. Risiko Keterlambatan Bicara Terlalu lama berhadapan dengan layar yang bersifat satu arah dapat mengurangi kesempatan anak untuk berlatih bercakap-cakap, yang pada akhirnya berpotensi menghambat kemampuan bicara dan kosakatanya. 3. Kurangnya Interaksi Sosial Langsung Dunia di balik layar seringkali membuat anak asyik sendiri. Ia menjadi kurang tertarik untuk bermain dengan teman sebaya, belajar membaca bahasa tubuh, berbagi, atau menyelesaikan konflik secara langsung. 4. Masalah Kesehatan Fisik dan Mental Tidak hanya secara fisik, screentime anak yang berlebihan juga dikaitkan dengan peningkatan perilaku impulsif, mudah cemas, dan bahkan menurunnya kreativitas karena anak lebih banyak mengonsumsi konten daripada menciptakan permainannya sendiri. Baca: 3 Cara Menstimulasi Anak Agar Bisa Merangkak Cara Mengatur Screentime Anak di Rumah Mengatur penggunaan gadget memang bukan hal yang mudah, tetapi bukan berarti mustahil dilakukan. Berikut beberapa strategi yang bisa Anda terapkan di rumah: 1. Tentukan Jadwal Menonton dan Bermain Gadget Buatlah kesepakatan yang jelas dengan anak mengenai kapan dan berapa lama ia boleh menggunakan gadget. Aturan yang konsisten membantu anak memahami batasan dan belajar disiplin. 2. Dampingi Anak Saat Menggunakan Layar Jangan biarkan anak berinteraksi dengan gadget sendirian. Jadikan momen screentime sebagai aktivitas bersama. Anda bisa mendampinginya menonton film, lalu mendiskusikan karakter atau alur ceritanya. 3. Ajak Anak Melakukan Aktivitas Fisik sebagai Alternatif Seringkali, anak beralih ke gadget karena merasa bosan. Oleh karena itu, sediakan alternatif kegiatan yang lebih menarik dan menyehatkan. Ajaklah ia bermain di luar rumah, bersepeda, berkebun, atau melakukan permainan tradisional. Baca: 3 Cara Atasi anak yang Susah Ditinggal, Waspadai Separation Anxiety Bangun Kebiasaan Sehat Anak di Era Digital Membatasi screentime saja tidak cukup, anak perlu ditemukan dengan kegiatan pengganti yang menyenangkan dan penuh manfaat. Jika Anda mencari wadah yang tepat untuk menyalurkan energi positif si kecil, Sparks Sports Academy adalah jawabannya. Lewat kelas sensori dari Sparks Sports Academy yang telah dirancang khusus, anak-anak diajak untuk menjelajahi dan mengasah kemampuan motoriknya melalui berbagai permainan yang penuh stimulasi. Dengan memadukan pengaturan screentime anak yang bijak di rumah dan stimulasi yang tepat di Sparks Sports Academy, Anda telah membuka jalan bagi si kecil untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Yuk, wujudkan masa depan cerah untuk buah hati dengan langkah-langkah konkret dimulai dari hari ini.
3 Cara Menstimulasi Anak Agar Bisa Merangkak
Melihat si kecil mulai bergerak aktif di lantai adalah momen yang begitu membahagiakan. Ada satu tahap krusial yang akan dilaluinya yaitu merangkak. Mari bantu si kecil menguasainya lewat stimulasi merangkak yang tepat dan menyenangkan. Ubah proses belajar ini menjadi sebuah petualangan seru bagi Anda berdua. Banyak orang tua yang mungkin tidak menyadari bahwa di balik gerakan merangkak yang tampak sederhana, tersimpan segudang manfaat bagi buah hati. Ini adalah latihan lengkap yang melibatkan kekuatan, koordinasi, dan kepercayaan diri si kecil. Daripada menunggunya secara pasif, Anda dapat secara aktif menciptakan lingkungan yang mendorongnya untuk bergerak. Mengapa Merangkak Itu Penting? Berikut ini beberapa alasan dibalik mengapa fase merangkak sangat penting untuk dilalui oleh anak: 1. Melatih Koordinasi Tangan, Kaki, dan Otot Punggung Saat merangkak, si kecil harus menggerakkan tangan dan kakinya secara bersilangan. Gerakan ini melatih koordinasi yang kompleks dan memperkuat otot-otot inti di punggung, bahu, lengan, serta kaki. 2. Membantu Perkembangan Keseimbangan Tubuh Posisi merangkak membuat si kecil belajar untuk mengatur pusat gravitasinya agar tidak terjungkal ke samping, ke depan, atau ke belakang. Keseimbangan yang baik ini sangat vital untuk keterampilan motorik kasar selanjutnya, seperti berjalan dan berlari. 3. Merangsang Koneksi Otak Kanan dan Kiri Gerakan merangkak yang bersilang secara alami merangsang komunikasi antara belahan otak kanan dan kiri. Ketika kedua sisi otak terhubung dengan baik, kemampuan belajar, memori, dan pemrosesan informasi si kecil akan berkembang lebih optimal. Ciri Anak Siap Belajar Merangkak Mengenali tanda-tanda ini akan membantu Anda memberikan stimulasi merangkak di saat yang tepat, sesuai dengan kesiapannya. Beberapa ciri yang dapat Anda amati adalah: 1. Bisa Menahan Kepala dengan Tegak Jika si kecil sudah bisa mengangkat dan menahan kepalanya dengan stabil dalam posisi tengkurap, artinya otot-ototnya sudah siap untuk menopang gerakan yang lebih kompleks. 2. Mulai Menumpu dengan Tangan dan Lutut Anda mungkin akan melihat si kecil mulai mengangkat perutnya dari lantai dan menopang tubuhnya dengan tangan dan lutut, seperti posisi beruang kecil. 3. Tertarik Bergerak ke Arah Mainan atau Suara Perhatikan reaksinya ketika Anda meletakkan mainan favoritnya sedikit di luar jangkauan. Jika ia menunjukkan usaha untuk bergerak maju, itu adalah sinyal yang jelas bahwa ia memiliki keinginan untuk menjelajah dan siap untuk distimulasi. Baca: 3 Kegiatan dan Manfaat Stimulasi Motorik Kasar pada Anak Cara Melatih Merangkak yang Aman dan Seru Berikut adalah beberapa ide untuk menciptakan sesi stimulasi merangkak yang aman dan seru: 1. Gunakan Alas Lembut seperti Playmat Pastikan area bermain si kecil nyaman dan aman. Gunakan matras atau karpet lembut yang cukup tebal untuk melindunginya dari benturan. Hindari permukaan yang terlalu licin atau terlalu kasar yang dapat membuatnya frustasi atau tidak nyaman. 2. Letakkan Mainan di Depan Anak agar Tertarik Bergerak Ini adalah trik klasik yang sangat efektif. Gunakan mainan yang berwarna cerah, berbunyi, atau yang sangat disukainya. Letakkan di depan si kecil, cukup jauh untuk membuatnya harus berusaha meraih, tetapi tidak terlalu jauh hingga ia menyerah. 3. Berikan Pujian Setiap Kali Anak Mencoba Apresiasi setiap usaha sekecil apa pun. Stimulasi merangkak seperti memberi sorakan, tepuk tangan, dan pelukan hangat akan membuat si kecil merasa bangga dan termotivasi untuk mencoba lagi. Ingat, prosesnya lebih penting dari hasilnya. Bahkan jika ia hanya bergerak maju beberapa sentimeter, itu adalah sebuah pencapaian besar yang layak dirayakan. Baca: Begini Cara Alihkan Balita dari Handphone Tanpa Drama Belajar Bergerak Lewat Bermain di Kelas Sensori Sparks Tahapan merangkak adalah momen berharga yang penuh dengan celotehan bahagia dan usaha gigih si kecil. Dukunglah momen ini dengan pengalaman yang positif dan menyenangkan. Jika Anda ingin memberikan stimulasi merangkak yang lebih terstruktur dan dipandu oleh profesional, Anda bisa ikutkan anak ke kelas Sensori di Sparks Sports Academy yang dirancang khusus untuk membantu bayi melalui berbagai aktivitas sensorik yang menarik.
3 Kegiatan dan Manfaat Stimulasi Motorik Kasar pada Anak
Anak yang kuat dan aktif bukan karena gen semata, tapi juga karena stimulasi motorik kasar yang tepat. Mari kenali manfaat dan latihannya di sini! Namun sebelumnya, Anda juga harus mengetahui pengertian dari motorik kasar itu sendiri. Pasalnya, dalam tubuh manusia terdapat dua macam kemampuan motorik yang penting yaitu motorik kasar dan halus. Kedua keterampilan ini terus dikembangkan sejak lahir hingga beranjak dewasa. Itu sebabnya penyedia layanan kesehatan mempunyai tolak ukur untuk aneka ragam kemampuan motorik kasar dan halus di berbagai usia yang berbeda. Untuk pembahasan kali ini, mari ketahui apa itu keterampilan motor kasar, manfaat, dan contoh aktivitasnya. Apa Itu Motorik Kasar? Stimulasi motorik kasar merupakan rangsangan yang difokuskan pada otot besar untuk menggerakkan anggota gerak tubuh. Mengulas seputar tumbuh kembang anak memang tidak bisa lepas dari keterampilan motorik yang membuatnya bebas bergerak secara aktif. Jika motorik halus berkaitan dengan otot kecil untuk gerak lembut, maka motorik kasar melibatkan otot besar untuk gerakan yang besar pula seperti berjalan, melompat, menendang, dan berlari. Manfaat Latihan Motorik Kasar untuk Anak Ternyata, masih banyak orang tua yang belum memahami akan pentingnya memberi pelatihan motorik pada anak sejak dini. Padahal, jika dilakukan secara konsisten kemampuan motorik kasar yang meningkat sangat bermanfaat bagi anak, antara lain: 1. Membantu Koordinasi Gerak Tubuh Latihan motorik kasar yang dilakukan sejak dini membantu koordinasi dan keseimbangan gerak tubuh dengan baik. Fungsi kemampuan ini sangat penting untuk melakukan aktivitas sehari-hari, misalnya saja berolahraga, naik tangga, dan lain sebagainya. 2. Meningkatkan Kepercayaan Diri saat Bermain Manfaat yang kedua adalah membantu anak menguasai keterampilan sosial sekaligus meningkatkan rasa percaya diri. Pasalnya, saat anak menguasai keterampilan ini, misalnya berhasil melompat lebih jauh, hal tersebut membuat mereka merasa telah berhasil mencapai suatu hasil yang membangun kepercayaan dirinya. Selain itu, keberhasilan tersebut sekaligus mengajarkan anak untuk pantang menyerah saat menghadapi tantangan. 3. Mendorong Anak Lebih Aktif dan Sehat Kegiatan yang melibatkan motorik kasar seperti melompat, bersepeda, atau berlari, sangat berguna untuk menjaga kesehatan fisik. Semua aktivitas ini membantu menguatkan otot besar, mendukung kesehatan jantung, serta meningkatkan keseimbangan, koordinasi, dan fleksibilitas tubuh. Baca: 3 Kegiatan dan Manfaat Stimulasi Motorik Halus pada Anak Contoh Aktivitas Motorik Kasar Menyenangkan Sebagai orang tua sudah sewajarnya jika membantu stimulasi motorik kasar anak. Ada beberapa cara efektif yang akan meningkatkan keterampilan motorik kasar pada anak, diantaranya adalah: 1. Menyusun Rintangan Mini di Rumah Aktivitas pertama adalah bermain rintangan versi mini di rumah. Anda bisa memanfaatkan berbagai macam benda seperti tali, hula hoop, dan balok yang membantu melatih koordinasi dan keseimbangan anak. 2. Bermain Bola, Melompat, atau Menari Aktivitas seru lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk melatih motorik kasar adalah bermain bola, melompat, dan menari. Dengan melakukan ketiga aktivitas ini selain mengembangkan motorik kasar dan melatih tubuh menjadi lebih sehat, juga membuat anak belajar berkegiatan dalam tim dan kerjasama 3. Latihan Keseimbangan di Matras atau Ayunan Lembut Anda bisa mengajak anak bermain di atas matras sambil melatih keseimbangan, misalnya berdiri dengan satu kaki atau melangkah di atas garis lurus. Selain itu, Anda juga bisa bermain ayunan yang menyenangkan bersama anak. Caranya dengan duduk di sebuah kursi lalu letakkan anak di bagian atas kaki. Posisikan anak menghadap ke arah Anda dan pegang kedua tangannya sambil mulai menggoyang-goyangkan kaki secara perlahan. Baca: 3 Tanda dan Tips Menghadapi Anak di Fase Fournado Bantu Anak Lebih Aktif dan Seimbang dalam Bergerak Itulah berbagai manfaat dan contoh aktivitas stimulasi motorik kasar yang menyenangkan dan bisa dilakukan di rumah. Sudah dilatih namun perkembangan motorik kasarnya lambat? Bantu anak melatih kekuatan dan keseimbangan lewat kelas Sensori di Sparks Sports Academy! Kelas ini membantu anak aktif bergerak sambil menstimulasi koordinasi tubuh dengan cara seru.
3 Kegiatan dan Manfaat Stimulasi Motorik Halus pada Anak
Kemampuan menggenggam, menulis, dan meronce benang semua dimulai dari stimulasi motorik halus. Inilah latihan penting untuk tumbuh kembang anak Anda. Pasalnya, keterampilan motorik halus ini sangat dibutuhkan untuk koordinasi otot-otot kecil guna mendukung kemampuan anak dalam beraktivitas, bergerak, dan belajar. Berbeda dengan motorik kasar yang mengkoordinasi otot besar yang dibutuhkan agar anak bisa duduk atau berjalan. Ingin lebih memahami pengertian dari motorik halus, manfaat, dan kegiatan apa yang berguna untuk melatih otot kecil anak, berikut penjelasannya. Pengertian Motorik Halus Stimulasi motorik halus merupakan rangsangan yang bertujuan untuk melatih otot kecil seperti jari kaki dan tangan serta kelopak mata agar bisa terkoordinir dengan baik. Jika proses pelatihannya tepat, maka anak akan terbantu saat melakukan aktivitas seperti menulis, makan, gosok gigi, mewarnai, menggunting, atau membuka halaman buku. Manfaat Stimulasi Motorik Halus Mengembangkan kemampuan motorik halus perlu dilakukan sejak dini dan harus konsisten karena sangat bermanfaat bagi anak, antara lain: 1. Membantu Anak Lebih Mandiri dalam Aktivitas Harian Dengan melatih motorik halus secara konsisten sejak dini secara tidak langsung akan melatih anak untuk mandiri. Pasalnya, keterampilan ini berperan besar bagi anak dalam menjalani aktivitas hariannya mulai sejak kecil hingga dewasa nanti. Misalnya, menulis dengan rapi, makan tanpa berceceran, hingga berbagai kemudahan lainnya seperti membalik buku, berpakaian, mengikat tali sepatu, berolahraga, mandi, dan menyisir rambut. 2. Melatih Konsentrasi dan Koordinasi Mata-Tangan Rutin melakukan rangsangan motorik halus akan meningkatkan konsentrasi serta melatih fokus anak. Selain itu, koordinasi antara mata dan tangan pun kian meningkat sehingga mudah mengerjakan berbagai keterampilan. Misalnya, menggambar, menempel, mewarnai, membentuk slime, memotong, menggunting, hingga meronce. 3. Meningkatkan Kemampuan Akademik di Kemudian Hari Motorik halus yang selalu dilatih juga bermanfaat bagi anak saat menjalani proses belajar di sekolah yang berdampak pada meningkatnya prestasi akademik. Baca: 3 Aktivitas dan Manfaat Stimulasi Taktil pada Anak Aktivitas untuk Melatih Motorik Halus Tidak perlu membeli mainan atau alat pendukung yang mahal saat akan melatih motorik halus. Sebaliknya, keterampilan ini bisa dilatih hanya dengan melakukan aktivitas harian atau melalui permainan sederhana, antara lain: 1. Meronce Manik-manik atau Sedotan Warna Anda bisa mengajak anak untuk meronce, yaitu memasukkan manik-manik atau sedotan warna–warni pada seutas benang atau tali. Ini merupakan salah satu cara sederhana untuk meningkatkan kemampuan motorik halus. Sebab, anak akan dilatih untuk mampu memegang, konsentrasi dalam memilih, dan memindahkan objek. Kegiatan meronce ini juga bermanfaat untuk meningkatkan fokus anak. 2. Bermain Plastisin, Kancing, atau Gunting Kertas Anda juga bisa melatih motorik halus anak dengan memanfaatkan berbagai macam bahan seperti plastisin, kancing, gunting kertas, dan bahan lainnya. Anak bisa bermain dengan plastisin, slime, atau tanah liat yang diubah menjadi berbagai macam bentuk sesuai imajinasinya seperti membuat kue, bola, mangkok, ular, dan lain-lain. Selain itu, Anda juga bisa mengajak anak bermain memasang dan melepas kancing, melipat kertas menjadi berbagai macam bentuk, menggunting dan menempel, atau membuat kolase. Semua gerakan mulai dari lepas-pasang kancing, meremas, mencubit, melipat, memotong, hingga menggunting inilah yang membuat kemampuan motorik halus anak kian meningkat. 3. Menggambar atau Menulis dengan Krayon Besar Anda pun bisa menggunakan krayon besar untuk menulis atau menggambar aneka bentuk. Misalnya, membuat lingkaran, kotak, segitiga, kapal, rumah, menulis angka atau huruf kapital seperti H, O, V, T, dan A. Selain keterampilan motorik halus meningkat, cara ini juga bermanfaat untuk mengkoordinasikan antara mata dengan otot halus. Baca: 7 Cara Mengatasi Anak yang Suka Menyakiti Diri Sendiri Bantu Anak Asah Motorik Halus Lewat Aktivitas Seru Pada dasarnya, perkembangan stimulasi motorik halus setiap anak berbeda. Jadi, tidak perlu khawatir apabila motorik halus anak tidak menunjukkan perkembangan sesuai usianya. Dukung perkembangan keterampilan anak lewat kelas Sensori di Sparks Sports Academy! Kelas ini dirancang untuk memperkuat koordinasi tangan dan jari dengan kegiatan kreatif dan menyenangkan.
3 Aktivitas dan Manfaat Stimulasi Taktil pada Anak
Sentuhan ternyata punya kekuatan luar biasa untuk perkembangan anak. Dengan stimulasi taktil, anak bisa belajar merasa nyaman dan terkoneksi dengan lingkungannya. Stimulasi taktil adalah rangsangan yang diberikan pada anak melalui sentuhan guna meningkatkan sensitivitas indra peraba. Selain itu, latihan ini juga membuat anak menjadi lebih dekat dengan orang tua. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan stimulasi taktil, apa saja manfaatnya, dan aktivitas seperti apa yang mencerminkan latihan taktil? Berikut informasinya. Apa Itu Stimulasi Taktil? Taktil merupakan salah satu indra yang berfungsi untuk merasakan dan memberikan respon terhadap sentuhan. Sedangkan stimulasi taktil merupakan proses atau latihan dalam memberikan rangsangan dengan cara menyentuh kulit. Pada anak, stimulasi jenis ini sangat mendukung kemampuan kognitif, pengaturan emosi, serta perkembangan motoriknya. Aktivitas taktil ini bisa dilakukan dengan berbagai cara mulai dari memijat bayi hingga bermain pasir atau slime. Manfaat Stimulasi Taktil untuk Anak Indra peraba sangat berperan penting dalam kehidupan sehari-hari. Pasalnya, dengan indra yang ada pada kulit ini Anda bisa merasakan tekanan, tekstur, suhu, bahkan rasa sakit. Berikut beberapa manfaat stimulasi taktil yang diterapkan pada anak. 1. Meningkatkan Rasa Aman dan Kelekatan dengan Orang Tua Salah satu bentuk stimulasi taktil adalah memijat anak. Teknik pijatan yang tepat akan membangun ikatan batin yang erat antara kedua belah pihak. Sebab, saat kulitnya disentuh, anak akan merasa aman dan dicintai. Untuk lebih meningkatkan kelekatan hubungan orang tua dan anak, Anda bisa melakukan pijatan sambil mengobrol, bernyanyi bersama, atau bercerita. 2. Membantu Anak Menenangkan Diri saat Cemas Selain memijat, bentuk stimulasi taktil lainnya adalah pelukan. Tahukah Anda bahwa dengan memeluk tingkat kecemasan anak akan berkurang secara drastis. Misalnya, merasa cemas saat pertama kali masuk sekolah atau pindah ke daerah baru. Namun dengan pelukan tidak hanya memberikan ketenangan dan rasa aman, tetapi juga memperkuat hubungan secara emosional serta meningkatkan rasa saling percaya. 3. Meningkatkan Kesadaran Tubuh dan Kontrol Gerak Manfaat berikutnya dari stimulasi taktil adalah mampu meningkatkan kesadaran tubuh anak dan kontrol geraknya. Misalnya, dengan meremas atau menyentuh bisa membuat keterampilan motorik halus anak kian meningkat. Baca: 3 Kegiatan dan Manfaat Stimulasi Sensori pada Anak Contoh Aktivitas Taktil Menyenangkan Stimulasi sentuhan tidak harus memaksa anak belajar hal-hal yang berat. Anda bisa mengajaknya melakukan aktivitas taktil ringan yang menyenangkan, antara lain: 1. Bermain Pasir Kinetik, Es Batu, atau Slime Anda bisa memanfaatkan pasir kinetik, es batu, atau slime untuk stimulasi taktil. Menggenggam tekstur pasir kinetik yang halus dan lembut membantu meningkatkan sensor motorik halus. Namun saat bermain menggunakan es batu, anak akan belajar mengenal tekstur yang dingin, basah, dan licin. Sedangkan saat bermain dengan slime yang lunak dan elastis, anak juga belajar tentang membangun suatu bentuk. 2. Membelai Kulit Bayi dengan Kain Lembut Anda bisa mengenalkan bayi dengan berbagai jenis dan tekstur kain yang lembut sebagai bentuk stimulasi taktil. Caranya dengan membelai kulit bayi dengan kain yang terbuat dari bahan wol, satin, velvet, corduroy, dan jenis kain lainnya. 3. Melakukan Pijatan Bayi secara Lembut dan Teratur Selain menyentuh kulit bayi dengan berbagai jenis kain, Anda juga bisa melakukan teknik pijatan yang lembut dan teratur. Jangan lupa gunakan lotion baby atau baby oil saat memijat serta memberikan sentuhan yang ringan agar bayi tidak merasa kesakitan saat dipijat. Dengan menerapkan teknik pijat yang benar disertai dengan komunikasi verbal akan meningkatkan chemistry antara ibu dan anak. Bantu Anak Lebih Tenang Lewat Aktivitas Sensori Stimulasi taktil adalah jenis latihan yang diterapkan pada anak agar bisa mengenal dan merespon setiap rangsangan melalui sentuhan. Merasa kurang maksimal dalam memberikan stimulasi taktil? Bangun kenyamanan dan ketenangan anak lewat kelas Sensori di Sparks Sports Academy! Kelas ini menghadirkan berbagai aktivitas taktil yang menenangkan dan penuh stimulasi positif.
